Menjadi Calon Penghuni Syurga

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, September 11, 2014

Kajian Online WA Hamba الله (UMMI 01 - 17)

Hari / Tanggal : Rabu, 10 September 2014
Narasumber : Ustadzah Endria
Materi : Menjadi Calon Penghuni Syurga
Notulen : Ana Trienta


السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الشكر لله  و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.


Alhamdulillah wa syukurillah. Mari kita panjatkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah ta'alaa yang telah mentakdirkan kita menjadi seorang hamba yang beriman kepadaNya. Shalawat dan Salam  semoga Allah limpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, serta para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman. Amma ba'du.

Apa kabar bunda jama'ah HA yang dirahmati Allah? Semoga semua dalam keadaan sehat dan sabar terhadap ujian apa saja yang sedang dihadapi dan juga dalam keadaan banyak bersyukur bagi yang Allah beri kelapangan berbagai nikmat.

Bunda sayang ...
Berbahagia sekali rasanya saya bisa kembali berada ditengah-tengah ibunda sholihat, dalam suatu Majelis Ilmu "Hamba Allah" ini yang semoga semuanya, pengurusnya, jama'ahnya dan siapa pun yang terlibat disini Allah selalu berkahi dan bahagiakan hatinya dalam perjuangan dakwah Islam ini...

Dengan kondisi yang serba terbatas semoga tidak mengurangi kekhusyu'an kita dalam taqarub (upaya mendekatkan diri) kepada Allah ya bundaa. Sehingga Allah ta'alaa pun berkenan mengirimkan para malaikatnya mengerumuni kita, kemudian memohonkan ampunan dan mendoakan segala kabaikan bagi kita semua.  Aamiin ya Robbal 'aalamiin.

Beberapa waktu yang lalu masih ada yang ingatkah bahwa kita telah mempelajari tentang Iman, dan bagaimana seharusnya suatu keimanan seorang muslimah itu. Kita sedikit review ya pelajaran yang lalu.. 

Diawali pentingnya kita meluruskan Aqidah dari segala kemusyrikan. Kemudian memantapkan keimanan kita kepada Allah ta'alaa yang Ahad atau Tunggal. Ilmu itu harus diikat say. Karena ilmu itu pada hakekatnya adalah harta bagi kita. Harta yang berhaga dan harus kita simpan untuk disampaikan kepada keluarga kita, Anak-anak kita, suami (bisa jadi) kemudian saudara atau orang tua, teman dlsb.

Naaah nanti anak-anak kita harus dipesan juga niiih agar mengimpan ilmu dengan ikatan yang kuat dimana saja dan kapan saja harus diamalkan sekuat tenaga. Apalagi ilmu Aqidah Islam. Ilmu ini adalah ilmu terpenting dari segala ilmu yang ada. Karena dengan ilmu aqidah setiap diri akan bisa memiliki aqidah yang benar. Yang luruus sehingga membuat dirinya berpeluang untuk memasuki Syurganya Allah Subhanahu wa ta'alaa.

Selanjutnya langkah kita adalah mulai menata hal-hal penting yang menjadi kunci agar kita kelak bisa termasuk pada golongan para Wanita Penghuni Syurga. Pastikan sejak saat ini juga. Bahwa kita sedang menapaki jalan menuju komunitas wanita yang dirindukan / diidamkan oleh Syurga. Yakni wanita yang memang layak menjadi Peghuni Syurga. Tidak mudah tentunya bunda sayaaang tetapi pasti ada jalan jika kita ada kemauan, ada kesungguhan, dan banyak memohon kepada Sang Pemilik Syurga.

Bermajelis Ilmu seperti ini adalah salah 1 ikhtiar kita agar Dia berkehendak membimbing kita menjadi calon-calon Penghuni SyurgaNya. Dan bahkan semoga saat kita masih tinggal di dunia ini, kita sudah termasuk para Wanita Idaman Syurga. Aamiiin...
Pingin tahu kaaaan gimana caranya .... ???

Pertama :
Ucapkan BISMILLAHIROHMAANIRROHIIM.

Kemudian lanjutkan dengan mengikrarkan NIAT dalam hati dengan penuh kekhusyu'an menghadap dan seolah-olah menatap wajah Allah subhanahu wa ta'alaa. NIAT yang menyatakan bahwa kita sangat ingin memasuki dan merindukan kehidupan SyurgaNya. Kemudian mohon ridho dan bimbinganNya agar kita bisa senantiasa berada dijalan yang benar-benar menapaki jejak menuju Syurga.
Perbaharui secara berkala NIAT tersebut, melalui muhasabah / evaluasi diri. Agar jika arah langkah hidup kita sudah mulai melenceng, kita segera kembali kepada jalan yang lurus. Dan setiap amal tetap terkontrol pada motivasi ingin mencapai Syurga.

Kedua :
Luruskan AQIDAH.

Pastikan Aqidah kita lurus,  bersih dari Syirik dan kemungkaran yang nyata. Syarat diatas mutlak harus dipenuhi yaa bundaa. Karena tidak akan pernah masuk Syurga seseorang selama didalam dirinya masih terdapat Syirik yang tersisa walaupun sebiji sawi sebelum dia  bartaubat kepada Allah subhanahu wa ta'alaa.

Oleh karena itu biasakan kita berulang-ulang setiap pagi dan petang mengucap doa :

"Allahumma innii na'udzhu bika min annusyrika bika syai-an na'lamuh wa nashtaghfiruka limaa laa na'lamuh "

Dia diatas intinya adalah kita mohon ampun atas dosa-dosa Syirik baik yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui. Silahkan doa tersebut diatas dicatat dan diamalkan kemudian diajarkan kepada keluarga dan orang-orang yang kita cintai ...

Ketiga :
Kuatkan IMAN dan kokohkan TAQWA sempurnakan KEIHLASAN.

Setelah memiliki Aqidah yang lurus / benar , maka kita harus segera menengok bagaimana kondisi keimanan kita ? Apakah masih berada pada tingkat yang minim (tipis), sedang-sedang saja ataukah sudah kuat dan kokoh? Tentu kriteria menjadi Wanita Idaman Syurga harus memiliki Iman kepada Allah yang sangat kuat, sehingga  mampu menjadi landasan Taqwa dengan Keihlasan yang sempurna.

Jika IMAN itu ibarat pondasi atas sebuah bangunan yang kokoh, maka TAQWA adalah tatanan batu bata yang disusun rapi diatasnya. Sedangkan KEIHLASAN  bagaikan kesempurnaan keindahannya. Jika seseorang mengaku Beriman tetapi tidak Bertaqwa (artinya tidak taat baik  dalam menjalankan perintah maupun menjauhi segala laranganNya), maka keimanan yang seperti itu adalah keimanan yang sangat tipis, tidak berbobot dan sangat rentan dengan risiko pengikisan Aqidah, dan perbuatan pelecehan terhadap Syari'at. Ini sangat berbahaya.

Biasanya seseorang yang memiliki iman yang tipis, pikirannya sangat mudah diperbudak oleh syetan dan nawa nafsunya melalui fitnah dunia yang ada dihadapannya yakni berupa harta, kedudukan dan syahwat. Keimanan kepada Allah itu menuntut pembuktian yang nyata dari pelakunya melalui ketaatan dan kesungguhannya dalam melaksanakan syari'at Islam yang benar berdasarkan AL Qur'an dan Hadist sebagai sumber rujukannya.

Keempat :
Khusyuk dan Istiqomah dalam setiap IBADAH.

Ketaatan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'alaa harus dilandasi pada 3 pilar utama keimanan kepada Allah, yakni :

1. Ibadah harus dilakukan atas dasar Cinta.

Ibadah harus dilakukan atas dasar cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah ini haruslah cinta yang sangat kuat. Cinta yang sangat dalam dan dahsyat. Dengan adanya rasa curahan cinta yang besar inilah yang berpotensi seorang wanita menjadi ahli ibadah yang sempurna. Setiap ibadah yang dilakukan seorang Wanita Idaman Syurga pasti berkualitas, KEIHLASAN tinggi, KEKHUSYU'AN yang sempurna dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Syari'at Islam. Sehingga potensi untuk diangkat dan diterimanya amal ibadah tersebut disisi Allahu ta'alaa sangat tinggi. Dan buah dari amal yang sempurna itu adalah turunnya rahmat dan balasan cinta dari Allah kepada dirinya. Subhanallah... beruntung sekali ya wanita seperti ini, pantaslah dia menjadi Wanita Idaman Syurga.

2. Ibadah dilakukan karena suatu Pengharapan

Selain karena dasar Cinta yang Dahsyat. Ibadah harus dilakukan atas dasar adanya suatu pengharapan hati dan kerinduannya kepada Syurganya Allah subhanahu wa ta'alaa yang didalamnya telah Dia dijanjikan berbagai keindahan dan kenikmatan sejati nan abadi. Jika seorang wanita sudah merindukan Syurga maka sepantasnya jika Syurga pun akan merindukan dan mengharap kehadirannya.

3. Ibadah dilakukan karena adanya rasa Takut

Ibadah harus dilakukan atas dasar adanya rasa takut didalam diri pelakunya. Takut terhadap konsekwensi yang harus dia tanggung jika dia tidak melaksanakannya, yakni siksa dan adzab Allah yang sangat pedih. Neraka menjadi suatu ancaman bagi dirinya sehingga dia tidak akan pernah berani main-main dengan berita-berita ancaman yang diterimanya dari sumber-sumber Aqidah yang harus diimaninya, yakni AL Qur'an dan Hadist. Rasa takut yang ada pada dirinya begitu besar terhadap ancaman Neraka, hal ini sebagaimana besarnya pengharapan dan kerinduannya kepada Syurga.

Demikianlah seharusnya karakter ruh pelaksanaan ibadah seorang Perindu Syurga penuh dengan penuh keikhlasan, kecermatan dan kesungguhan. Seorang Wanita Idaman Syurga akan selalu concern dengan kualitas amal ibadahnya. Dia akan selalu memastikan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan tidak pernah terlepas dari 3 unsur/pilar penyangga amal tersebut sebagaimana telah dijelaskan diatas.

Setelah 3 unsur utama dari pelaksanaan ibadah sudah dipenuhi, maka selanjutnya para pemburu Maqom Calon Ahli Syuga. Wanita Idaman Syurga harus memenuhi beberapa bekal utama yang lain, diantaranya :

1. Terpancarnya Keutamaan Ahlaq Mulia

Ahlaq Mulia merupakan refleksi atas kesempurnaan amal sholih yang secara Istiqomah telah diperjuangkan oleh para Wanita Idaman Syurga demi memastikan berBalasanya Cinta dari Tuhannya kepada dirinya. Setiap amal sholih yang memenuhi syarat untuk diterimanya secara syari'at  harus didukung dengan curahan berbagai ungkapan rasa cinta yang dalam kepada yang kita ibadahi yakni Allah subhanahu wa ta'alaa. Karena segala amal itu akan kembali kepada Allah. Dia yang berhak menentukan diterima atau tidaknya amal seorang hamba. Dan juga Dia pula yang berhak membalasi setiap amal ibadah yang ditujukan kepadaNya. Oleh karena itu, berlomba-lomba memacu diri untuk meraih ridho dan cinta Allah ta'alaa adalah bagian dari karakter para pribadi-pribadi Wanita Idaman Syurga.

2. Kekuatan Ilmu

Kekuatan Ilmu yang dimiliki oleh setiap Wanita Idaman Syurga merupakan suatu hal yang Mutlak adanya. Karena kekuatan ilmu merupakan sumber pendorong seseorang untuk melakukan amal ibadah dengan dasar rasa cinta, harap dan takut kepada Allah sebagai sesembahannya. Demikian pula kenyataannya apapun yang kita usahakan menuju pada penghambaan yang sempurna akan membuahkan cinta yang Allah berikan kepada siapa saja yang datang dan bersimpuh merengek untuk meraih cintaNya. Seorang wanita pendamba Syurga pasti mengejar nilai-nilai dan amal-amal yang bisa mengantarkannya pada turunnya Cinta dan Ridho Allah kepada dirinya. Dan dia sadar bahwa untuk mencapai hal tersebut tidaklah mungkin kecuali dengan ilmu yang didapat atas rahmat dan kehendak Allah. Dengan bekal ilmu yang memadahi seorang Wanita Idaman Syurga akan memahami apa-apa yang telah ditetapkan sebagai rukun ke-islamannya dan juga kefahaman terhadap hal apa saja yang bisa mengantarkan pada kemuliaan dirinya dihadapan Allah ta'alaa. Sehingga setiap Syari'at Islam akan dia laksanakan dengan penuh penjiwaan dan sesuai dengan tuntunan yang sohih. Rasulullah SAW dalam sebuah hadist beliau yang menyatakan bahwa :

"Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya (mudah) faham (ilmu) Agama." (HR. Bukhari)

Dari hadist diatas disempurnakan maknanya dengan hadist lain yang mengisyaratkan bahwa begitu mulianya seseorang yang berilmu. Dikatakan bahwa seorang yang berilmu ('alim atau ahli ilmu) keutamaannya dibanding 'Abid (ahli ibadah) adalah bagaikan keutamaan Bulan Purnama diantara Bintang-bintang.

3. Kemauan kuat untuk Menjadi Pribadi Yang Istiqomah dalam Ketaqwaan.

Setelah berhasil menata pola pikir dan tingkah prilaku yang karimah, maka setiap Wanita Idaman Syurga adalah seorang sosok wanita kokoh pendiriannya dalam memegang setiap kebenaran-kebenaran yang telah dia peroleh dari pancaran cahaya petunjuk Qur'an dan Hadist. Keteguhan ini harus selalu dipertahankan sampai dirinya ditetapkan telah selesai masa hidupnya di dunia ini. Tentu ini bukanlah suatu perjuangan yang mudah. Namun perlu menjadi catatan penting bahwa ini adalah suatu hal pokok yang terpenting dalam hidup seorang Wanita Idaman Syurga. Dengan kekuatan IMAN, ILMU dan AMAL. Maka hal terpenting setelah itu adalah adanya ISTIQOMAH diri dalam mempertahankan Maqom kesholihatannya. Wanita Idaman Syurga juga tentu sangat menyadari bahwa semua keutamaan yang dimilikinya tidaklah akan berbuah apa-apa. Harapan dan kerinduannya kepada Syurga tidaklah akan menyampaikan dirinya kesana jika semua yang telah dia perjuangkan layu sebelum berkembang. Artinya terhenti tanpa arah sebelum Allah memanggilnya kembali keharibaanNya. Tentu semua-semua yang telah dia perjuangkan perlu dipelihara dan dijaga kelangsungannya. Inilah yang kita sebut dengan ISTIQOMAH. Jika semua telah berada pada rel yang benar, usaha untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas keimanan, keihlasan dan amal sholih sudah berjalan maksimal, maka seorang Wanita Idaman Syurga tentu akan memperjuangkan hal yang terpenting yang akan menjadi kunci sampainya dirinya pada Muara Tujuan Utamanya , yakni Syurga Allah Subhanahu wa ta'alaa...
Wallahu a'laam
Demikian bunda yang dirahmati Allah... 
Semoga kajian yang singkat ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua atas ridho dan kehendakNya... 
Dan mengantarkan kita pada ketaqwaan yang sempurna.
Aamiin ...
Billaahi Taufiq wal Hidayah 
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.
Endria.


TANYA JAWAB

Pertanyaan 1
Bunda mau tanya,sering saya dengar dan baca, kalau wanita bisa masuk surga dari pintu mana saja,kalau kita 
1. Sholat 5 waktu
2. Puasa romadon
3. Taat pada suami
4. Taat pada orang tua
5. Menutup aurot dan menjaga harta suami
Benarkah bunda?
Jawab : 
Benar sekali bunda. Dan insyaAllah hadist tersebut kedudukannya shohih. Hadist tersebut memberi gambaran spesifik tentang persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang wanita. Tentu saja setelah dia memiliki Aqidah yang lurus. Keimanan sempuna dan Keislaman yang kaffah insyaAllah akan memgantarkan seorang wanita untuk memasuki Syurga. Dan semua itu harus dilaksanakan dengan syariat yang benar. Untuk memiliki pemahaman atas aqidah dan syariat yang benar pintu uramanya adalah Ilmu. 
Waallahu a'laam bishowwab

Pertanyaan 2
Afwan ustadzah, bagaimana kita berusaha menjadi wanita penghuni surga? kita harus taat sama suami juga ya tapi apakah setiap suami akan menjadi jalan kita ke surga? Apakah tidak dilihat akhlak dan keimanannya suami juga ya? syukron.....
Jawab :
Pertanyaan yang sangat bagus bunda....
Begini ya, setiap manusia itu kelak akan mempertanggung jawabkan setiap amal masing-masing. Nah dari sini saya ingin mengajak bunda untuk berfikir 1 frame saja dulu. Gak usah nengok bagaimana ahlaq suami dulu deeh . Ok! Nah.. Jika kita sudah faham bagaimana diri kita sebagai hamba yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'alaa sebagai seorang wanita. Maka ya hendaknya kita fokus dulu dengan apa saja yang Allah perintahkan kepada kita. Jadi ini terkait dengan masalah Aqidah juga bunda. Bagaimana kita bisa membangun rasa cinta kita yang kokoh kepada Allah ta'alaa jika kita sudah terganjal dengan kesibukan mikirin ahlaq suami yang tidak sholih, misalnyaa ini yaa. Jadi biarlah suami belum sholih yang penting kita melaksanakan kewajiban untuk mendakwahinya. Serta mendoakannya. Ini perintah lho .. 

Bunda mungkin ingat kan dengan ayat Al Qur'an yang memerintahkan kita umat islam agar menyelamatkan diri kita dan kekuarga kita dari siksa api neraka, demikian juga seharusnya bagi seorang suami. Dan sebaliknya pula bunda. Jika kita terlalu cinta buta kepada suami, baik itu suami ahlaq nya baik ataupun buruk yang penting kita taat buta kepadanya, sehingga diri kira sebagai seorang wanita tidak menomor 1 kan keberadaan Allah dan hukum-hukumnya serta Rasulullah dan jihad fii sabilillah. Maka ada juga ancaman bagi seorang yang berprilaku seperti ini, silahkan dibuka QS. at Taubah : 24 ya say

Jadi baiknya adalah bangun rasa cinta yang kokoh kepada Allah dan taati apa saja yang ditetapkan sebagai hukumnya (Qur'an wa Hadist) kemudian utamakan apa saja yang jelas-jelas merupakan jalan fii sabilillah. Naaah baru tengok suami. Jika kita dapatkan suami seorang yang sholih itu suatu anugrah yang sangat besar bagi ibunda. Banyak bersyukur kepada Allah atas karunia tersebut . Namun jika kita dapati suami masih belum sholih maka bersabarlah, terima ini sebagai ujian sekaligus ladang ibunda untuk berjihad fii sabilillah dalam mengantarkan pada kesholihan sang suami. Subhanallah ... Sunggu mulianya ahlaq yang di ajarkan oleh Islam...

Pertanyaan 3
Bagaimana supaya sholat bisa khusyu  ustadzah? Sudah berusaha tapi kadang-kadang sering melintas pikiran yang lain.
Jawab :
Tips singkat agar sholat bisa khusyu' :
  1. Mulailah dari sebelum berangkat mengambil air wudhu sudah mempersiapkan diri untuk berniat berwudhu dan akan melaksanakan sholat. 
  2. Sebelum wudhu basuhlah tangan sembari mengucapkan lafadz basamallah dan mengikrarkan hati untuk berwudhu dan menunaikan sholat. Jika tempat wudhu jadi 1 dengan kamar mandi (toilet) maka ucapan basmallah cukup dalam hati, tidak perlu diucapkan keras. Tetapi harus dilafadzkan ya say. Karena melafadzkan basmallah sebelum wudhu adalah sunah yang sangat utama. Kemudian lakukan wudhu sebagaimana rukun yang disyariatkan. 
  3. Setelah selesai wudhu ucapkan doa selesai wudhu : "Ashyhadu anlaa ilaaha illaallah wa asyhadu annaa muhammadan 'abduhu wa rasulluh."
  4. Setelah itu ketika keluar kamar mandi pun ada baca doanya jika tempat wudhu jadi 1 dengan toilet. Doa sebelum masuk kamar mandi : "Allahumma inni a'uudzubika minal khubutsi wal khobaa-ist.." Sedangkan doa keluar kamar mandi : "Ghufroonaka..."
  5. Saat akan melaksanakan sholat. Pada saat takbiratul ihrom, fokuskan hati pada 1 titik yakni pusat pikiran tertuju hanya kepada Allah. Bahwa kita berniat akan menyembah Dia sebagai Tuhan dan sesembahan kita. Kita sholat karena kita sangat mencintaiNya. Karena kita sangat membutuhkan pertolonganNya. Dan karena kita sangat takut terhadap adzabNya.
  6. Kemudian ucapkan lafadz bacaan-bacaan yang ada didalam sholat dengan khusyu' (menghadirkan hati). Walaupun kita tidak tahu artinya tetapi kita berusaha membacanya dengan tartil. Perlahan dan merasa Allah sedang  mengamati kita dengan seksama.
  7. Lakukan setiap gerakan sholat dengan perlahan dan sopan. Tahan setiap gerakan demi gerakan, maksudnya beri jeda beberapa detik setiap akan melalukan perubahan gerakan di dalam sholat, ini yang disebut tuma'ninah.
  8. Lakukan hal-hal diatas secara terus menerus dengan proses latihan yang tekun. In sya Allah kekhusyu'an dan kenikmatan sholat dapat kita rasakan. Waallahu a'laam bishowwab.
Pertanyaan 4
Assalamu'alaikum..Tanya ustadzah, Kadar keimanan sering kali naik turun seiring dengan masalah kehidupan yang kita hadapi. Bagaimana caranya agar kita tetap istiqomah tanpa terpengaruh dengan problema kehidupan yang dihadapi ustadzah.? Terimakasih..
Jawab :
Salah 1 cara agar hati istiqomah adalah dengan rajin menuntut ilmu Agama. Dengan ilmu maka hati akan terbimbing. Dengan menuntut ilmu agama akan mengantarkan seorang muslim pada pemahaman-pemahaman penting yang harus dipegangnya sehingga dia tidak lagi terombang ambing dengan situasi kehidupan yang kadang berangin sejuk dan berbadai dll. Dengan menuntut ilmu pula akan mengantarkan kita pada pemahaman aqidah dan syariah serta kedekatan dengan Al Qur'an. Al Qur'an ini adalah mukjizat nabi saw bunda. Kitabullah yang Kariim.. Jangan disepelekan. Belajar terus bagaimana cara membacanya dengan benar dan bacalah dimanapun tempat-tempat yang memang tidak dilarang untuk membacanya. Agar hati tentram dan dekat dengan Allah merupakan senjata siapa saja yang ingin menjadi pemenang dalam segala bentuk pertarungan dunia. Dan dengan berinteraksi dengan Al Qur'an adalah salah 1 cara mendekatkan diri kepada Allah yang utama setelah sholat. Artinya seutama-utama dzikrullah adalah melakukan sholat itu yang pertama. Dan yang kedua adalah Tilawah Qur'an. 
Waallahu a'laam bishowwab

Pertanyaan 5
Rukun iman punya 77 cabang. Bagaimana kalo kita belum bisa sempurna menjalankan yang 77 itu? Apa kita termasuk gol orang tidak beriman? Walaupun kita ahli ibadah..
Jawab :
Iman itu dibagi dalam 3 kelompok besar yakni :
  1. Ashlul iiman : iman yang utama / pokok
  2. Al iman al wajib : iman yang wajib
  3. Al iman al mustahab : iman tambahan
Sedangkan pembagian 77 cabang iman bukan lah menjadi acuan kita untuk disebut iman yang sempurna.. Namun akan sangat bermanfaat jika seorang muslim memiliki wacana bahwa ruang berbuat hal-hal keimanan itu terbuka luas.  Dan keimanan yang sempurna dan tertinggi adalah kita telah mampu mencapai penjiwaan kalimat tauhid لااله الا الله dan yang terendah adalah meminggirkan hal-hal yang berbahaya dari jalan.
Wallahu a'laam bishowwab.

Pertanyaan 6
Ustd/ah mau tanya, kalo kita puasa untuk mengganti puasa romadhon, terus makan belum selesai, tiba-tiba adzan, terus kita minum begitu terdengar adzan. Apakah puasanya sah?
Jawab : 
Afwan bunda, kalo sudah dengar azan masih memulai meneguk = batal
Berbeda dengan menelan yang sudah berada dalam mulut silahkan lanjut puasa
Wallahualam

Pertanyaan 7
Bunda mau tanya ada seorang istri yang tidak lagi menjaga kehormatan sang suami dikarnakan suaminya sering menyakiti istrinya baik lahir & batin. Apakah istri masih bisa masuk surga meskipun istri itu taat menjalankan perintah agama?
Jawab :
Bunda sayang, Jika bunda mengalami hal seperti ini maka tetap istiqomahlah dalam Taqwa. Harus dipisahkan antara perbuatan taqwa dengan balas dendam atau brontak ya sayang.  Artinya... Seorang wanita yang tidak diperlakukan dengan selayaknya oleh suami memang punya 2 pilihan, dimana dari 2 pilihan tersebut juga memiliki konsekwensi sendiri-sendiri. Yakni :
  1. Dia berhak membalas yang setimpal, tidak boleh lebih sedikitpun. Tapi konsekwensinya tentu permasalahan akan berbuntut panjang dan tak ada hasil serta manfaatnya.
  2. Dia memaafkan kesalahan suaminya, mendoakan terus dan berjuang dalam istiqomah taqarubb (mendekatkan diri) kepada Allah. 
Dasar dari ahlaq ini bunda silahkan buka QS. Ali Imran : 35 - 36
Konsekwensinya dituntut kesabaran ekstra. Sehingga ridho Allah atas dirinya akan terjaga hingga kita bisa khusnul khotimah dan menggapai syurga. Jika saya perhatikan dari pertanyaan diatas bahwa semangat ingin brontak atas perlakuan suami cukup tinggi, maka saya tidak yakin jika dalam kondisi seperti itu kita bisa bertahan dalam hati yang sakinah dan khusyu' didalam taqarub illahi.
Yakinlah bunda bahwa Allah tidak tidur... 
Dan 1 hal yang perlu diyakini bahwa dengan Sabar dan Sholat in sya Allah Allah akan merubah sutuasi hubungan antara suami dan istri menjadi lebih sakinah mawadah warohmah penuh ridho Allah sebagaimana yang bunda harapkan. 
Waallahu a'laam bishowwab

Pertanyaan 8
Tanya ustadzah, bukankah manusia diciptakan dalam keadaan yang tidak sempurna pasti pernah melakukan salah dan dosa kadang sudah tahu bahwa itu dosa tapi tetap saja dilakukan dan juga menyesali perbuatan dosanya dan mohon ampunan tetapi lain kali juga melakukan dosa lagi. Pertanyaan saya, apakah hal seperti itu masih bisa dosanya diampuni ustadzah? terimakasih
Jawab
Dalam hadist Qudsi disebutkan yang intinya bahwa berapapun banyaknya dosa manusia, maka jika dia bertaubat maka Allah akan memgampuninya. 
Waallahu a'laam bishowwab

Sebuah hadits menyebutkan: Dari Anas bin Malik RadhiyahAllahu ‘Anhu ia berkata, Aku
mendengar Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, Allah ‘Azza Wa
Jalla berfirman:
"Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdoa dan berhadap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi” 

Takhrij hadits
Hadits shahih diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3540) dan ini lafazhnya. Tirmidzi RadhiyahAllahu ‘Anhu berkata, “Hadits ini hasan gharib”.Syaikh al-Albani  RadhiyahAllahu ‘Anhu berkata, “Hadits ini hasan sebagaimana yangdikatakan oleh at-Tirmidzi. Hadits ini mempunyai syawahid (penguat) dari hadits Abu Dzar RadhiyahAllahu ‘Anhu. Diriwayatkan oleh ad-Darimi RadhiyahAllahu ‘Anhu (II/322) dan Ahmad (V/167, 172), padanya ada rawi yang lemah. Akan tetapi karena hadits ini memiliki banyak syawahid, maka dihasankan oleh al-Albani RadhiyahAllahu ‘Anhu dalamSilsilah al-Alhadits ash- Shahihah (no. 127). Bahkan dalam kita Hidayatur Ruwat (no. 2276) ketika mengomentari hadits ini, beliau RadhiyahAllahu ‘Anhu berkata, “Hadits ini hasan, sebagaimana dikatakan oleh at-Tirmidzi RadhiyahAllahu ‘Anhu

Pertanyaan 9
Ceramahnya ustadzah apakah sama dengan Firman ALLAH di {Ali Imran 3 : 102} dan {Al. A`raf 7:99} mohon penjelasannya.. syukron
Jawab : 
Saya rasa lebih relevan dengan QS. Ali Imran :102 ya say..

Pertanyaan 10
Mau tanya ustadzah, mengenai kalimat "Kuatkan iman dan kokohkan TAQWA sempurnakan KEIKHLASAN" bagaimana kita berusaha untuk menyempurnakan keiikhlasan? terkadang kita mudah berucap ("saya ikhlas") padahal belum tentu hati kita juga sungguh-sungguh ikhlas. Tips seperti apakah biar kita bisa dapat menyempurnakan keiikhlasan?
Jawab :
Tips singkat dalam mengusahakan kesempurnaan keihlasan hati. 
Lakukan setiap ibadah dengan selalu menghadirkan penyangga keihlasan hati  yakni karena dasar CINTA jika kita cinta maka apa pun yang kita lakukan untuk yang kita cintai pasti terasa nikmat dan dilakukan dengan hati yang tulus. Inilah ihlas. Kecintaan diri kita kepada Allah haruslah sangat kuat, sehingga apa saja yang kita lakukan untukNya tidak ada beban, dan justru dengan hati yang ridho dan menemukan keihlasan dalam melaksanakannya.
Waallahu a'laam

Pertanyaan 11
Saya mo tanya ustadzah, beberapa waktu lalu saya dengar seorang ustadz kasih taujih tapi kurang jelas, intinya gini "di yaumil akhir nanti ada 3 golongan yang akan dipanggil terlebih dulu.."
Jawab :
Ya benar bunda. Lebih jelasnya bunda silahkan buka Qur'an dan baca terjemahannya pada surat Al Waqi'ah ya .. Syukron

Pertanyaan 12
Kadang keimanan seseorang naik turun, misalnya kadang semangat melaksanakan shalat tapi kadang udah waktunya shalat tapi masih menunda-nunda karena waktu masih panjang. Bagaimana caranya supaya iman kita tetap terjaga? Apakah mengingat kematian atau gimana? Syukron atas jawabannya
Jawab
Camkan pada diri kita bahwa HIDUP ini ADALAH IBADAH, itulah semboyan umat Islam. Manusia diberi penglihatan, pendengaran, hati untuk beribadah kepada-Nya hingga beriman dan mengerjakan kebaikan. Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al An'am ayat 162-163. (silahkan buka, baca & renungkan).

Kemudian bagaimana caranya agar kita bisa senantiasa istiqomah beribadah kepada Allah?Jawabannya adalah dengan cara membersihkan jiwa, namun bagaimana cara membersihkan jiwa ini? Tidak lain dan tidak bukan kita harus mengenal diri kita, mengisi diri ini dengan Tauhid.

Abu Bakar Ash Shiddiq mengatakan Istiqomah itu engkau berada di atas Tauhid. Kemudian syarat untuk istiqomah adalah Ittiba' (mengikuti Rasul), seseorang yang mengaku mencintai Allah namun tidak mau menempuh jalan Rasulullah maka orang itu dusta dalam pengakuannya tersebut. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 31 (silahakan dibuka, dibaca & direnungkan).

Hakikat istiqomah adalah "luzuumu tho'ah" senantiasa (tegar, kuat) dalam ketaatan. Dan satu yang perlu diingat. Bahwasannya manusia itu suka terbolak-balik hatinya. kadang ingin berbuat baik tapi jatuh dalam keburukan karna hati yang lemah. Hati yang lemah, jauh dari Allah. inilah yang menyebabkan kita menyimpang dari ajaran-Nya. oleh karena itu selalu berdo'a kepada-Nya. Bukankah Nabi kita Muhammad s.a.w telah mengajarkan do'a kepada kita. 

"yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ala diinika, yaa mushorrifal qulub shorrif qolbi ala tho'atika"
Artinya:
"Wahai Engkau yang membolak-balikkan hati, kuatkanlah tegarkanlah hati ini di atas agama-Mu, wahai Engkau yang mencondongkan hati, condongkanlah hati ini dalam ketaatan."

Adapun terkait dengan pertanyaan bunda bagaimana menjadikan diri lebih peka terhadap perintah Allah, shalat dan sebagainya maka ingat bawah hidup ini hanya sebentar. Jika kita tidak pandai memanfaatkan waktu dengan ibadah dan melaksanakan segala perintah Allah sesungguhnya adzab Allah itu sangat dahsyat tidak hanya kelak di akhirat. Di dunia ini saja jika Allah sudah menegur seorang hambaNya maka akan terasa pedih sekali.
Oleh karena itu janganlah kita menunggu Allah memberi peringatan kepada kita. Taati Allah segera dengan penuh rasa cinta. In sya Allah bahagia di dunia dan selamat di akhirat.
Waallahu a'laam bishowwab.

Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!