MENUTUP AURAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, September 22, 2014

Kajian Online Telegram Hamba  اللَّهِ  SWT

Hari / Tanggal : Sabtu, 20 September 2014
Narasumber : Ustadz Hilman Rosyad Lc
Materi : Fiqih Wanita
Notulen : Nurza
Editor : Ana Trienta

Materi
Berpakaian diatur dalam Islam sebagai penyempurnaan perintah menutup aurat sehingga bab berpakaian plus berpenampilan adalah hal yang harus "disempurnakan" tanpa mencari pengecualian dan harus "efektif" dengan pengabaian efisiensi.

Perintah menutup aurat itu lebih kepada akhlaq; seperti malu, menjaga kehormatan dan menjauhkan dari maksiat. Pasti unsur kepatuhan, pengabdian dan berharap akan ridho Allah harus menyertai motif kita dalam berpakaian secara Islami, kalo begitu, simak baik-baik penjelasan selanjutnya.

Dalil-dalil perintah agama secara garis badag ada tiga kategori; 
a) Aqidah 
Bab ini bersifat informatif tanpa penafsiran, rincian dan detail, sami'na wa atho'naa - kita terima dan yakini apa adanya - contoh tentang yaumul akhir, tentang tahapannya dari yaumul qiyamah s.d yaumul jaza' dengan segala pernak perniknya yaa kita yakini apa adanya sebagaimaan nash itu berbunyi ..

b) Syareat
Ada yang ta'abbudiyah; prinsipnya terlarang sampe ada dalil yang perintahkan. Syareat seperti ini biasanya terikat zhuruf (sikon) tertentu, terikat waktu serta syarat dan prasyaratnya seperti  shalat, qurban, puasa, haji-umroh, dll yang berikutnya bersifat mu'amalat yang berkait dengan hak/kewajiban dalam hubungan antar personal kita dengan sesama manusia seperti masalah bab munakahat, perwalian, perdagangan, kewajiban sebagai warga dll, bagian pertama bersandar pada nushush plus tafsir dan aqwal ulama, sementara mu'amalat selain nushush dan aqwal ulama tetap bisa dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi obyektif di mana syareat itu diterapkan.

c) Akhlaq 
Ini berkaitan dengan kepatutan, moralitas, kemulyaan, respect, motivasi,  care & peradaban seperti makan/minum, berpakaian, berhias, arsitektur, berkesenian, berbudaya dan berilmu pengetahuan. 

Nah baik aqidah, syareat maupun akhlaq basis ajarannya adalah quran sunnah, beredar pada halal haram, sunnah/mustahab makruh, mubah dan afdholiyah di masing-masingnya ada ushul dan ada furu' di setiap masalah (issue) terdapat dalil tentang dhoruriyaat, haajiyaat dan tahsiinaat.

Kembali tentang berpakaian. Dia bukan perkara aqidah (iman, kafir, nifaq, fasiq dll). Bukan juga syareat kecuali sebagai syarat untuk ibadah tertentu. Berarti berpakaian itu ruang lingkupnya adalah akhlaq begitu permirsah! maksud dari ungkapan "clear .. "

Karena ruang lingkup berpakaian itu akhlaq maka pemahaman nushush tentang-nya tidak labeling tentang aqidah tidak juga syareat tapi berada pada wilayah kepatutan, respect, pemulyaan kita sebagai manusia, malu, moralitas, sosial dan yang sejenisnya. Kalau diurai; kita temukan berpakaian itu ada di dua wilayah; 
a) Syarat sahnya shalat  dan 
b) Berpakaian di luar shalat

Di kedua hal ini berbeda antara laki dan perempuan. Untuk berpakaian dalam shalat kita semua tahu bagaimana aturannya. Untuk di luar shalat, bagi lelaki hanya ada dua keadaan; yaitu ketika bersama istrinya dan ketika bersama selain istrinya. Adapun perempuan berpakaian itu aturannya ada di lima keaadaan berbeda; 
1) Bersama suaminya, 
2) Sesama muslimah,  
3) Bersama wanita kafiroh, 
4) Bersama lelaki mahromnya dan 
5) Bersama lelaki yang bukan mahrom

Semua yang di atas ini bersifat mendasar dan minimal, tentu ada detail di masing-masing keadaan. Saya hanya sebutkan dulu berpakaian muslimah di hadapan lelaki yang bukan mahrom. Saya suka menyebutnya 5+2 (lima plus dua) :
a) Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan dua tangan (kaffain), 
b) Menggunakan bahan yang tebal & tidak transparan, 
c) Longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh, 
d) Tidak menyerupai pakaian lelaki atau pakaian perempuan kafiroh, dan 
e) Menggunakan warna yang teduh tidak gemerlap/jreng 

Plus dua yaitu tidak tampil tabarruj, tabarruj itu adalah sensual / bangkitin birahi baik cara jalan, kerling mata, senyuman, senandung dll. Kedua, tidak memakai wewangian yang semerbak plus menggoda ..

Sekali lagi ini adalah hal yang bersifat prinsip/ushul di wilayah boleh dan tidak boleh, maka dalil-dalil untuk hal-hal lain tentang berpakaian tergantung siyaqul kalam atau kontekstual atau sosio-kultural 15 abad ll yang harus disesuaikan dengan peradaban sekarang ini ..

Menukik tentang hadits larangan isbal yang dikemukakan ustadzah almukarromah mbak nurza, harus diliat kontekstualnya sebagaimana dijelaskan bunda almukarramah ustadzah rokhma dari syarh riyadhussolihin. Kira-kira kesimpulannya adalah "berpakaianah untuk tutup auratmu dan jauhkan sikap sombong saat berpakaian yang menyebabkan sikap angkuh, pilih-pilih lawan bicara, meremehkan orang lain plus bikin yang lain iri, minder dan bersuuzhan ."Bagaimana cara penampilan yang seperti itu? sesuaikan dengan perkembangan zaman, situasi-kondisi, termasuk tuntutan profesi, cuaca dan event, juga kemampuan dana.

Sementara itu dulu, rangkaian posting saya di atas bukan respon terhadap sela posting ikhwah waakhowat sekalian ..

Respon terhada beberapa pertanyaan: 
Dhoruriyaat itu perkara primer, haajiyaat itu sekunder dan tahsiinaat itu tersier. Nah, menutup aurat itu primer, penjelasan tentang detail dari setiap kondisi berbeda tuk menutup aurat itu sekunder, dan tentang model, jenis bahan, ukuran, warna itu tahsiinaat atau tersier.

Punuk unta, silakan perhatikan haditsnya (ini keahlian ustadzunaa kholid, dalam mentakhrij hadits), kira-kira;  
"Penghuni neraka itu di antaranya adalah perempuan berpakaian tapi (seolah) telanjang, rambutnya dijambul ke atas seperti punuk onta dan ia goyang-goyangkan badannya .." 

Apakah tergambar dari hadits tersebut seorang ibu muda kaya yang haus ilmu agama, rajin pengajian ke sana ke mari, bersosialita, menyantuni anak yatim, menjadi EO seminar islamic parenting? ana kira mereka ini yang jilbabnya disambung paralon bukan wanita yang digambarkan hadits tadi. Mereka ibu-ibu muda kaya yang harus terus dirangkul dan diberdayakan menjadi muslimah-muslimah teladan bagi masyarakat ..

Ana pernah ke abu dhabi dan kuwait lihat perempuan kepalanya goyang-goyang kayak punuk onta. Yakinnnn waktu itu ana istighfar dan ingat hadits ini. Tabarrujnya minta ampun. Tapi dibandaranya. Kalo ke kotanya nggak ada kayaknya.

Tanya
Sekarang berpakain modern pun walapun hijab banyak yang tidak syar'i. Itu yang disalahkan penjahitnya atau pemakainya ustad?
Jawab
Sekali lagi mohon dibaca pelan-pelan penjelasan saya di atas, kita ini du'at bukan qudot. Kita ini pendakwah yang mengajak bukan mengejek, yang merangkul bukan memukul. Inti pesan quran sunnah harus sampai ke ummat sampe mendarah daging dalam diri umat jangan sampai kita sibuk menghakimi umat dengan bid'ah, tidak syar'i, dikit-dikit haram, munafiq atau kafir. Bersikaplah kepada siapapun dengan lembut, miliki prioritas dalam bermuamalah kira-kira mana sisi positif konstruktif yang harus didukung dan disupport dan mana sisi negatif destruktif yang harus dieliminir. So, hindari istilah syar'i tidak syar'i dalam hal jilbab, apalagi menyalahkan penjahit atau pemakainya. Dibiarkan saja? tentu tidak, mbak nurza

Tanya
Kalo sanggul palsu dipakai sebagai daleman kerudung yang banyak beredar itu apakah termasuk bagian dari punuk onta?
Jawab
Sekali lagi tentang punuk unta,  tidak ada kaitan dengan muslimah yang berjilbab. Nah, kembali kepada tentang dhoruriyaat,  haajiyaat dan tahsiinaat. Hadits seperti itu (silakan ust kholid mentakhrijnya) kategori tersier alias pelengkap dari hal dhoruriyaat menutup aurat, dan haajiyaat memakai kerudung bagi muslimah, nah bagaimana kerudung itu menutup kepala beserta rambutnya itu tahsiinaat. Jadi kembalikan kepada lima plus dua ..


Tanggapan dari Statement Ustadz:
"Ana pernah ke abu dhabi dan kuwait lihat perempuan kepalanya goyang-goyang kayak punuk onta. Yakinnnn waktu itu ana istighfar dan ingat hadits ini. Tabarrujnya minta ampun"

Jawab
Itu mah urusan ustad kholid yang baru sampe bandara abu dhobi dan belum blusukan ke kotanya, sedikit saya perjelas: 
  1. Neraka itu bukan disediakan buat muslim dan bukan buat muslimah, ia disiapkan bagi zhalimiin, kaafiriin dan munaafiqiin.
  2. Bagi muslim dan muslimah disiapkan surga dengan segala kemewahan dan kenyamanan
  3. Sebab muslim/ah masuk surga karena taqwa dan akhlaq yang baik 
  4. Kafir/ah masuk neraka karena menolak kebenaran dan meremehkan manusia terutama manusia beriman
  5. Berjilbab adalah tanda kepatuhan muslimah pada syareat sebagai bukti ketaqwaannya
  6. Tidak berjilbab apalagi rambutnya dijambul ke atas seperti punuk onta, berpakaian  mini, keliatan lekuk aurat, perform di publik dengan mengundang birahi adalah salah satu sebab wanita kafiroh disiksa di neraka.
  7. Siapapun muslimah yang berusaha untuk bertaqwa dan berakhlaq mulia harus di didukung, disupport, diempati, dibantu dan dimudahkan proses kepada yang lebih sempurna.
  8. Memandang & mencermati penerapan syareat di tengah ummat yang diserang dan diganggu dari berbagai arah, kadang zoom in kadang juga zoom out.
  9. Percayalah dakwah dengan cara yang lembut, hikmah, serius, cerdas dan terus menerus in sya allah akan diberkahi 
  10. Sabar dan istIqomah para penyeru dakwah adalah niscaya ..
Demikian mbak nurza .. :)
Alhamdulillah wa nasykurullah, maaf bila penghuni grup ini tidak berkenan. Syukron

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa 
tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                            
  ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!