Home » » TADABBUR AL-INSAAN AYAT 1-6

TADABBUR AL-INSAAN AYAT 1-6

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, October 1, 2014

Kajian Online Hamba الله
Hari : Jumat, 19 september 2014
Grup : Ummi 18
Narasumber : ustd, zul
Materi : tadabur ayat

Assalamualaikum wr wb... Kenalkan nama ana Zulkarnain Hsb dari Medan.. Insya Allah mau sharing soal tadabbur ayat Alquran.. Boleh ya?
Afwan ya, karena sambil bekerja, mgkn pembahasan agak diskrit, tidak bisa bersahut sahutan diskusinya
Yuk buka surah AL-INSAAN AYAT 1

  (1)هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا
مَذْكُورًا

Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum
merupakan sesuatu yang dapat disebut?

Adakah (bukankah)     = هَلْ
(telah) datang               = أَتَى
Atas                             = عَلَى
Manusia                       = الْإِنْسَانِ
Suatu ketika/waktu      = حِينٌ
Dari                             = مِنَ
Masa / Tahun               = الدَّهْرِ
(yg) Tidak/belum         = لَمْ
Ada                              = يَكُنْ
Sesuatu(pun)                = شَيْئًا
(yg) Disebut                 = مَذْكُورًا

Sesi tanya jawab
1. Afwan..yg dmaksud "manusia waktu dr masa" ini apa dr nabi Adam as..atau kah  manusia yang masih dalam kandungan ust..? Syukron...
Jawab :
Bisa difahami keduanya, namun untuk sempurnanya bisa dimulai dari sejak tidak adanya nama manusia untuk disebut.. Bisa jg difahami, saat diri kita ini  belum ada.. Karena ayat kedua kemudian menerangkan soal penciptaan diri kita sebagai manusia.

Lengkapnya...

هَلْ أَتَى عَلَى الإنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا (١) إِنَّا خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا (٢)إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا (٣) إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلاسِلا وَأَغْلالا وَسَعِيرًا (٤)

Terjemah Surat Al Insan Ayat 1-4
1. Bukankah pernah datang kepada manusia satu waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
2. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan. karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat
3. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.
4. Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir rantai belenggu dan neraka yang menyala-nyala

2. Afwan ustadz, berarti lebih baik al-qur'an yang terjemahan per ayat atau per kata?
Jawab :
Afwan, belum bisa jawab.. Karena Belum pernah memperhatikan alquran terjemahan perkata... Insya Allah kelak akan saya beli dan perhatikan deh
Pertanyaan di ayat satu mengajak supaya manusia bertanya kepada dirinya sendiri bahwasannya dia telah melalui satu zaman/fase saat dia belum menjadi sesuatu apapun, lebih jauh lagi pertanyaan ini seharusnya melahirkan sebuah kesadaran bahwa ada intervensi qudrat ilahi dibalik eksistensi manusia di dunia. Allah lah yang mengadakan manusia ketika sebelumnya tiada. Allah lah yang menempatkannya di pentas kehidupan ini dan menjadi satu makhluk yang dapat disebut setelah sebelumnya tak dapat disebut apapun. Di dalam tafsir ibnu katsir, beliau Rohimahulloh menyatakan bahwa ayat ini sekaligus, secara tidak langsung, mengisyaratkan akan kelemahan manusia dengan kenyatan bahwa manusia sebelumnya tak ada, hingga kemudian Allah menciptakannya
manusia tercipta atas kehendak Allah swt. Allah tidak menciptakan manusia secara sia-sia, melainkan untuk mengujinya. Oleh karenanya Allah memberikan modal kepada manusia berupa pendengaran dan penglihatan. Allah tidak mengatakan alatnya seperti "Udzun" (telinga) atau "'ain"(mata), tapi Allah menyebutkan fungsinya. Pendengaran dan penglihatan. Fungsi telinga adalah "Mendengar" dan mata adalah "melihat", karena tidak setiap manusia yang memiliki mata dan telinga mau "melihat" dan "mendengar". Mata dan telinga merupakan alat terpenting yang dimiliki manusia untuk mengakses informasi yang ada disekelilingnya, sebelum akhirnya ia diproses oleh akal, dipilah dan dipilih olehnya, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang sesuai dengan fitrah manusia dan mana yang tidak, barulah hati yang memutuskan. penciptaan fungsi-fungsi seperti pendengaran dan penglihatan ini menurut sayyid quthb dimaksudkan agar manusia memiliki kesanggupan untuk menerima dan menyambut dakwah.
Maksudnya Allah mengungkapkan kata hidayah.. Dilanjutkan dgn kalimat Syukur.. Atau kufur bagi yang tidak mau menerima hidayah tersebut.

Sambungan ayat.. (5-6) .. 
  إِنَّ الأبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا (٥)عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا (٦

Pilihan menjadi hambanya yang syukur atau kufur dan hasil dari ujian manusia tatkala berada diunia, selanjutnya akan mengantarkan mereka kepada azab yang pedih atau syurga yang bergelimangan kemewahan dan kenikmatan. Gambaran Azab di surat ini hanya di sebutkan ringkas saja, menurut sayyid quthb, itu karena suasana surat ini adalah suasana kemewahan dan kesenangan, juga suasana seruan ke arah mencapai nikmat-nikmat yang Allah janjikan. berikutnya Allah menyusulkan gambaran pemandangan surga yang Allah akan berikan kepada hamba-hambaNya yang dikehendaki. Di dalam ayat pertama, orang-orang yang akan Allah karuniai dengan nikmat surga itu adalah Abror atau orang-orang yang taat, dan di ayat kedua dinamakan 'Ibadulloh (Hamba-hamba Allah) Menurut sayyid Quthb ini ialah untuk memuliakan mereka dan mengumumkan kelebihan dan derajat mereka di sisi Allah swt, dimana pemandangan-pemandangan surga dan nikmat-nikmat diperlihatkan terhadap mereka.

Ana cukupkan dulu sampai di sini.. Kalau ada ide atau saran perbaikan ke depan, boleh japri ke ana ya.. Harapan ana, kita bisa hafal beberapa ayat yang kita bahas di atas.. Insya Allah dengan mengetahui kandungan di dalam ayat tersebut, maka menghafalnya menjadi lebih nikmat dan bertahan lama.. Wallahu a'lam bisshowab.. Assalamu alaikum wr wb

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!