Home » , , » TAFSIR AYAT KEEMPAT SURAH AL-FATIHAH

TAFSIR AYAT KEEMPAT SURAH AL-FATIHAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, September 11, 2014

Kajian Online Hamba الله 
Group : NANDA 107
Tgl : 10 September 2014
Nara Sumber : Ustadz Nofri Perwira
Materi : TAFSIR

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله و كفى و الصلاة و السلام على محمد المصطفى و على اله و صحبه و من
اتبع الهدى ، و بعد

Apa kabar para calon penghuni surga semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan baik, sehat, dan selalu berada dibawah naungan taufiq dan hidayah-Nya, aamiin.. Insyaallah hari ini kita akan membahas ayat ke-4 dari surah alfatihah,  yaitu ملك يوم الدين

Pada 2 ayat sebelumnya Allah swt telah menyebutkan bahwa DIA adalah Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian Allah iringi kedua ayat tersebut dengan ملك يوم الدين 'yang Menguasai hari Pembalasan' dengan maksud untuk menekankan kembali bahwa kekuasaan Allah swt tidak terhenti sampai di alam dunia saja, tetapi tanpa batas dan terus berlanjut sampai hari kiamat kelak..

Ada 2 bacaan terkait kata ملك,
1. Dengan memanjangkan maa, sehingga dibaca maalik yang berarti yang memiliki.
2. Dengan memendekkan ma, sehingga dibaca malik yang berarti Raja. Kedua bacaan diatas benar, memiliki makna yang sama yaitu 'Maha Berkuasa' dan 'Maha mampu untuk bertindak sepenuhnya', oleh karena itu didalam terjemahan al-qur'an kita diterjemahkan sebagai 'Yang Menguasai'.

"Yaum" artinya hari, dan yang dimaksud disini adalah waktu secara mutlak.

"Ad Diien" memiliki banyak makna, diantaranya : perhitungan, pembalasan, patuh, menundukkan, dan syariat atau agama. Sedangkan yang dimaksudkan disini adalah 'pembalasan', sehingga arti kongkrit dari firman-Nya ملك يومالدين adalah 'Allahlah yang Maha Berkuasa yang dapat bertindak sepenuhnya
terhadap seluruh makhluk-Nya pada hari pembalasan'.

Pada ayat ini Allah ingin menanamkan kepada kita akan sebuah ajaran aqidah yang sangat penting, yaitu Iman akan adanya hari pembalasan, hari kiamat. Kepercayaan akan adanya hari kiamat inipun telah diyakini oleh banyak ahli filsafat, seperti aristoteles, plato, sokrates,pitagoras, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan keimanan akan adanya hari pembalasan sangat sejalan dengan rasa  keadilan yang dapat dinalar dengan mudah oleh akal bagi mereka yang mau berfikir.

Orang yang mau berpikir pastinya akan meyakini bahwa kehidupan didunia ini bukanlah segalanya, PASTI ada hari akhir yang membuat setiap kebaikan mendapatkan balasannya, dan setiap kejahatan mendapatkan ganjarannya. Hal ini dikarenakan tidak semua kebaikan telah mendapat balasannya didunia, begitupun dengan kejahatan, sangat banyak jasa yang belum terbalas, sangat banyak pula tindakan aniaya yang belum mendapatkan keadilannya. Oleh karena itu keyakinan akan adanya hari pembalasan ini menjadi sangat masuk akal, sehingga setiap orang pada hari itu PASTI mendapatkan haknya masing-masing. Hal ini selaras dengan firman Allah swt
ﻓَﻤَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳَﺮَﻩُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺷَﺮًّﺍ ﻳَﺮَﻩُ

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Sesungguhnya ada banyak hal yang terjadi pada hari kiamat kelak, seperti kebangkitan, perhitungan, pembalasan, berkumpul, dan lain-lain, akan tetapi disini Allah hanya menyebut satu peristiwa saja dari sekian peristiwa yang ada yaitu hari pembalasan, hal ini karena inilah yang terpenting. Sedangkan yang lainnya hanyalah mukaddimah, pendahuluan, atau sekedar proses untuk menuju pembalasan tersebut. Hal ini juga sebagai bentuk penekanan lebih agar kita semua selalu mawas diri dan mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menghadapi hari pembalasan ini.

Allah berfirman
ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻳُﻮَﻓِّﻴﻬِﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺩِﻳﻨَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺤَﻖَّ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﺃَﻥَّ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦُ

Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).

Wallahu a'lam bish showab..

    P E R T A N Y A A N

Tanya : Seberat dzarah pun.. Yang dimasuksud dzarrah itu apa ustad?

Jawab :Seberat dzarrah adalah ungkapan yang berarti tidak ada satu amal perbuatan pun yang luput dari pengawasan Allah, bahwa seremeh apapun perbuatan itu baik yang benar ataupun yang jahat semua akan ada perhitungan dan balasannya..

"Dzarrah itu diumpamakan dgn biji gandum "

Tanya :  "Kepercayaan akan adanya hari kiamat ini pun telah diyakini oleh banyak ahli filsafat seperti aristoteles, plato, sokrates, pitagoras"

Atas dasar apa mereka bisa atau mau meyakini hari kiamat, sedangkan mereka bukan penganut agama islam.. Adakah ilmu sainsnya tentang kiamat? Afwan jika salah

Jawab :  Mereka percaya dengan konsep keadilan, rasanya tidak adil kalau orang baik tidak mendapatkan balasan kebaikan begitu juga dengan orang jahat, oleh karena itu melalui proses berfikir, mereka percaya bahwa kebaikan akan dibalas kebaikan dan kejahatan akan mendapat balasan kejahatan dan hal itu tidak sepenuhnya terjadi didunia ini. Sampai akhirnya pemikiran mereka sampai pada keyakinan akan adanya hari pembalasan, dimana setiap orang mendapatkan keadilannya..

Tanya :  Ustad saya pernah mendengar....setiap yang beragama islam kelak akan  masuk surga...namun yang memiliki dosa pasti akan dicuci dulu di neraka...lantas bukannya setiap manusia punya dosa ya ustad...lalu untuk agama non muslim bagaimana ??

Jawab :Ya, yang masih menyimpan iman di hatinya dan menyatakan keimanannya kelak akan masuk surga, walaupun diunyeng-unyeng dulu di neraka, kecuali orang-orang yang mendapat rahmat Allah sehingga ia bisa masuk surga tanpa mampir dulu ke neraka..

Untuk yang non muslim setelah datangnya Islam jelas takkan diterima agamanya, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah ali imron ayat 85
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ
فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Tanya :  Ustad suami dari bibi kita bukan termasuk mahrom kan? Tapi adat istiadat kadang kalau tiidak salaman dianggp tidak sopan, bagaimana menyikapinya?

Jawab:  Mahram bisa dibagi menjadi tiga kelompok.

Yang pertama, mahram karena nasab (keturunan). Kedua, mahram karena penyusuan. Ketiga, mahram karena pernikahan.

Kelompok yang pertama (mahram karena keturunan) ada tujuh golongan, yakni :

1. Ibu, nenek dan seterusnya ke atas, baik jalur laki-laki maupun wanita.

2. Anak perempuan (putri), cucu perempuan, dan seterusnya, ke bawah baik dari jalur laki-laki-laki maupun perempuan.

3. Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu.

4. Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.

5. Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.

6. Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah ataui seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah, baik dari jalur laki-laki maupun wanita.

7. Putri saudara laki-laki (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.

Mereka inilah yang dimaksudkan  اللّهُ Tabaaraka Wa Ta’ala dalam surat An Nisa: 23.

Kelompok yang kedua ada tujuh golongan juga, sama persis seperti di atas, namun hubungannya karena sepersusuan (yakni satu ibu susuan, dengan minimal disusui 5x sampai kenyang).

Adapun kelompok yang ketiga, jumlahnya 4 golongan, sebagai berikut :

1. Istri bapak (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas, berdasarkan surat An nisa:22

2. Istri anak, istri cucu dan seterusnya ke bawah berdasarkan An nisa:23

3. Ibu mertua, ibunya dan seterusnya ke atas, berdasarkan An nisa:23

4. Anak perempuan istri dari suami lain (rabibah), cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib (anak lelaki istri dari suami lain), berdasarkan surat An nisa :23

Siapa yang bisa menemukan A dan B saudara kandung dan masing masing mempunyai anak dan kemudian anaknya menikah. Masuk dalam mahrom atau tidak....?

Adat istiadat di bagi 2,
1. Yang sejalan dengan agama maka kita pertahankan
2. Yang bertentangan dengan agama maka dihilangkan,

Bersalaman dengan yang tidak dihalalkan atas kita walaupun sudah menjadi adat
dan kebiasaan harus segera kita tinggalkan, beri pengertian dengan baik
insyaallah akan mengerti..

Tanya :  Adakah efeknya bila terdapat tiga kepala keluarga dalam satu rumah? Contoh ada orangtua, kemudian kakak laki-laki menikah (statusnya ada istri kan), kemudian adik perempuannya juga menikah (dengan begitu ada suaminya ) berarti ada 3 kepala keluarga. Tolong dijelaskan.

Jawab:
" Rasulullah saw bersabda, 'kamu dan seluruh harta kamu adalah milik orangtuamu'."

Jadi tidak boleh seorang anak melarang orang tuanya untuk tinggal di rumahnya,
kecuali adanya udzur syar'i yang menuntut demikian,..

Alasan yang benar untuk tidak hidup bersama, seperti (maaf) kalau orang tua
laki-laki genit yang selalu menggoda menantu perempuannya dan berbuat tidak
hormat kepadanya, dan lain-lain.

Kalau tidak ada pertanyaan lagi, kita tutup kajian hari ini dengan
kafaratul majelis ya..
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa
atuubu ilaik

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada
sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Terima kasih semuanya, dan mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan..

Astaghfirullahal'azhiim.. و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!