Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

AIR MATA DI JALAN DAKWAH

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT 
(All Grup Ummi)

Hari/ Tanggal : Rabu, 29 Oktober 2014
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika & Ustadz Umar Hidayat 
Notulen : Ana Trienta

Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuuh...
Teriakkan Allahu Akbar!!!!

Rasaakan betapa besar keagunganNya.....
Bergetarlah jiwa-jiwa para pencinta akhirat
Menangislah pribadi-pribadi pengusung amanah Allah

Beginilah Air Mata di Jalan Dakwah..
Mengajarkan pada kita tentang kelembutan jiwa, mengajarkan kita tentang kehalusan tutur kata dan mengajarkan pada kita tentang bagaimana bisa berakhlak mulia.
Inilah jalan dakwah tak sedikit pun ada keluh bila panggilannya menyapa, meski harus berlelah pun berurai air mata. Inilah jalan kami jalan yang dicontohkan oleh para Nabi. Jalan yang mengantarkan menuju kebahagiaan hakiki

Tangis yang Mengajarkan
Dari buku: "Air Mata di Jalan Dakwah" karya ust Umar Hidayat

Hari itu langkah kaki Rasulullah tertuju ke masjid. Tentu tak sendiri, Nabi bersama Abdullah bin Mas'ud, Mu'adz bin Jabal, dan para sahabat lain. Sampailah di masjid. Tak lama kemudian Rasulullah sengaja memerintah Ibnu Mas'ud utk membaca Al Quran. Tercenganglah Ibnu Mas'ud ketika diminta Rasulullah membaca Al Quran untuknya. Lantas Ibnu Mas'ud membaca surat An-Nisa sampai ayat ke 41. (Yang artinya, Maka bagaimana sekiranya kami datangkan seorang saksi dari setiap umat dan kami datangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. Kala itu Rasulullah menangis hingga jenggotnya basah oleh air mata.

Betapa susah kita menikmati indahnya ukhuwah
Betapa enggan untuk merasakan indahnya berkawan
dan betapa sukarnya kita rasakan tulusnya persaudaraan
Padahal kita tau semua bagian kecil dari pernak pernik perjalanan di kehidupan ini

Tahukah Anda kenapa Nabi menangis begitu syahdu? Betapa Rasulullah sangat mencintai kita para umatnya setelah beliau tiada. Mereka khawatir dengan tingkah polah umatnya setelah kepergiannya dr dunia ini. Rasul tak menyaksikan dan tak langsung memberi nasihat kepada umatnya. Begitulah kekhawatiran lantaran kencintaan yang luar biasa kepada kita.
Sebagai penutup

Tangis yang mengajarkan;


Ashabulriwayah. Tulisan bertema ini menandai fakta bahwa banyak air mata yang terurai tanpa makna padahal sedikit saja renungkan mestinya tangisan itu banyak mengajarkan pada kita. Maka air mata di jalan dakwah akan menunjukan betapa ada kalanya kita menangis karena bahagia, karena sedih tetap semua itu tidak membuat kita lupa tuk berkarya abadi di jalanNya. Tangis yang mengajarkan bukan air mata biasa....

TENTANG AIR MATA......
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, 
“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])
Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, 
“Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.
Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, 
“Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.
Menangislah..... bersungkurlah.... dan mengadu hanya pada-Nya
Dan sementara kita?? Seberapa besar cinta kita padanya?? Sudahkah kita meneladani semua sunnahnya? Atau sekedar sebagian kecil dari apa yang telah diajarkan pada kita?

Menangislah bila tak mampu berbalas cinta untuk rasul kita 
Menangislah bila kita hanya mampu menjalankan sedikit sunnahnya.
Begitulah adanya junjungan kita. Uswah wa qudwah yang jauh telah meninggalkan kita.

Dalam diri Muhammad tersimpan jiwa yang selalu bertutur dan mengajarkan. Yang menjadikan nuraninya senantiasa bergetar setiap kali menyaksikan yang mengharu biru. Setiap merasakan cinta kepada sang pencipta. Air mata keteduhan, air mata yang melembutkan jiwa. Itulah Air Mata di Jalan Dakwah.

Pekerjaan ini sungguh berat bila sekedar dirasa. Pekerjaan ini sangat melelahkan bila sekedar dicerna. Tapi pekerjaan ini akan memuliakan kita bila kita sanggup menjalaninya dengan semangat yang membaja.

Jalan-jalan yang dilalui oleh rasul, shahabat, para ulama adalah jalan-jalan yang penuh dengan tantangan. Tak sedikit kesulitan yang dihadirkan untuk mereka. Tak sedikit ujian yang datang meneguhkan langkah mereka untuk berjuang menegakkan kalimat Nya. Sementara kita?? Sedikit sakit menjerit, sedikit duka merana, sedikit luka tersiksa, sedikit kesulitan hadir beribu keluhan.

Mari kita belajar dari hidup Rasulullah tak selalu air mata itu buah dari duka lara, tapi air mata juga membantu melembutkan jiwa. Menangislah karena cinta, menangislah karena bahagia, menangislah karena amanah dipikulkan di pundak kita. Tapi......

Bolehkah kita menangis?
Abu Abdirrahman Ra dengan bijak mengatakan "Tangis yang dibenarkan ialah jika berasal dari suara hati karena dorongan iman, lalu diwujudkan dengan tindakan"

Menangislah hai sahabat...
Karena takut akan ajal mendekat
Karena takut Allah akan melaknat
Bila tiada henti dan jera kita bermaksiat

Beberapa Keutamaan Menangis karena Takut Kepada Allah
1. Mereka di bawah naungan Allah ketika hari kiamat.
2. Terbebas dari azab Allah
Imam Turmudzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata, saya mendengar Rasulullah Saw bersabda: 
"Dua jenis mata yang tidak disentuh oleh api neraka, mereka yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang piket malam di sabilillah."
3. Mereka berada dalam limpahan cinta kasih Ilahi
Imam Turmudzi meriwayatkan dari Abu Umamah, dari nabi saw bersabda: 
"Tidak ada yang lebih dicintai  Allah dari dua tetes dan dua bekas; tetes-tetes air mata karena takut kepada Allah dan tetes-tetes darah yang tertumpah fi sabilillah. Dua bekas tersebut adalah bekas berjihad di jalan Allah dan bekas dalam kewajiban yang Allah wajibkan (shalat berjamaah)"
4. Mereka berada dalam ampunan dan maghfirah Nya
Ibnu Hibban dan al Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata, Rasulullah bersabda: 
"Apabila hamba merinding karena takut kepada Allah maka dosa-dosanya berguguran bagai bergugurannya dedaunan dari pohon yang kering"
Billahi taufiq wal hidayah
wassalamu'alaikim wr wb

TANYA JAWAB 

Pertanyaan HA 03
1. Kenapa ya sangat sulit menangis karena takut kepada Allah diwaktu kita senang tapi diwaktu kita dapat cobaan sangat mudah, apakah itu menunjukkan keimanan kita masih tipis?
Jawab
Mudah-mudahan bukan. Mungkin perlu dilatih lagi agar lebih baik lagi. Karena menangis mendapatkan nikmat dapat mendekatkan kita menjadi orang yang mudah bersyukur pada Allah

Pertanyaan HA 04
1. Mau tanya Ustadzah kalo air mata kepedihan yang keluar disaat sholat mengadu saking seddiihh nyaa, nangis nya meraung-raung itu gimana? Dibolehkan? Seperti dulu Ust. A. Ilham yang terkenal zikir bersama itu, nangisnya sampai seperti itu terus dapat teguran dari berbagai kalangan. Sampai sekarang jarang saya liat zikir bersama Az zikra di tv
Jawab
Boleh bu, karena air mata membantu melembutkan jiwa membangkitkan kesadaran dan mengingatkan tentang jalan kebenaran

Pertanyaan HA 05
1. Saya mau nanya ustadzah. Bagaimana kalo air mata yang keluar dari mata kita berupa air mata kesedihan dan cobaan. Bukan karena takut kepada Allah atau jihad?
Jawab
Tidak salah dengan air mata, biarkan ia mengalir menjadi penghapus luka mungkin takarannya beda antara tangis karena keimanan atau karena ujian semua baik adanya. Tapi jika kita belajar tentang iman tak ada air mata yang keluar tanpa terukur sekedar sakit hati karena ulah manusia

2. Saya mau tanya ustadzah, kalau airmata itu datang untuk orang yang kita sayangi pergi atau meninggal ?
Jawab
Sedih dan bahagia kan beriring dalam hidup kita ada saat kebersamaan ada perpisahan, wajar kita sedih tapi jangan sampe berlarut-larut

Pertanyaan HA 06
1. Kadang rasa lelah itu sering muncul, ketika posisi kita sebagai murabbi, peserta yang datang sedikit kadang hanya 1 atau 2 orang. Kita sudah berusaha untuk meluangkan waktu tapi yang kita dapatkan jauh dari harapan. Bagaimana kita meyakinkan hati kita agar tetap ikhlas dengan kejadian seperti itu?

Jawab 
Jangan terjebak pada kuantitas bu, tentu ibu sebagai murabbi lebih paham tabiat jalan dakwah. in sya Allah semua bernilai. Berdakwah itu mirip pekerjaan seorang petani. Biji yang ditanam tidak cukup hanya dibenamkan ke tanah lalu ditinggalkan. Kemudian kita berharap akan kembali suatu hari untuk memetik hasilnya. Mustahil! Itu mustahil. Tanaman itu harus dipelihara, dijaga, dipagari, bahkan ketika tunasnya mulai tumbuh kita harus menungguinya, sebab burung-burung pun berminat pada pucuk-pucuk segar itu. Ust Rahmat Abdullah

Pertayaan HA 09 
1. Bagaimana cara agar kita tetap istiqomah untuk berdakwah Karena terkadang urusan dunia masih sering mengganggu.
Jawab
Bila dakwah itu sudah jadi pilihan menikahlah dengan dakwah ibarat seorang laki-laki sudah menjatuhkan pilihan maka wajiblah ia menikahinya. Kan ada semboyan, "Nahnu du'at qabla kulli syai" kata da'i sabelum yang lain. Waktu tak berkurang karena dakwah tak habis karena amanah. Hidupkan dakwah maka Allah akan memudahkan kehidupanmu. Jika sudah berada di jalan dakwah jangan mundur sedikit pun bukan dakwah yang butuh kita tapi kita yang butuh dakwah. Penuhi hak-hak Allah melalui jalan dakwah ini

Pertanyaan HA 10
1. Saat saya shalat dan menangis sejadi jadinya, kenapa akhirnya kepala ini pusing terasa berat, apakah itu wajar? dan saat memejamkan mata terlihat sinar cahaya yang padang banget, dada juga terasa sesak, kenapa ya? apakah memang itu alami?
Jawab
Ketika menangis sejadi-jadinya dan out of control memang begitu bu. Itu alami. Maka agar terhindar dari 'efek negatif' karena emosi harus tetap di kontrol. Tuk yang kedua boleh jadi halusinasi.  Karena sholat yang baik dan benar juga tetap harus terjaga
Terjaga =  dalam keadaan sadar

Pertanyaan HA 11
1. Kalo kondisi di sekitar kita sangat tidak hangat dengan islam, bahkan terkadang yang sesama muslim pun sudah jauh dari ibadah dan cenderung tidak ada rasa dosa saat berbuat begitu. Apa sebaiknya yang dilakukan?
Jawab
Jika kita mampu sampekan kebenaran itu jika kita tidak punya kekuatan untuk memberi peringatan maka keteladanan yang kita tunjukkan jika tidak direspon doakan saja

2. Assalamualaikum ustadzah, saya mendengar ceramah dari seorang ulama disini kemarin katanya kalau kita tidak menangis karena Alloh itu hati kita tidak lembut dan saya berdoa sama Alloh beberapa hari ini jarang menangis saya merasa takut akan hal ini ustadzah itu gimana ustadzah?
Jawab
Tidak harus setiap saat kita menangis tidak apa-apa yang terpenting kita isi hari tak lepas dari atmosfir kebaikan

Pertanyaan HA 13
1. Assalamualaikum bu ustad, mau bertanya jika kita menangis akan kebesaran dan semua ciptaan Allah mengagumi semua ciptaan Allah bertafakur bahwa kita diciptakan sungguh tidak ada apa-apanya, apakah menangis seperti itu menangis yang di sukai Allah? Terlepas dari menangis karena takut akan ganjaran dosa-dosa kita artinya. Muhasabah diri.. apakah semua dosa kita akan di ampuni setelah selalu bersimpuh mengingat dosa dan ganjaran apa yang kita terima setelah berbuat dosa? Terimakasih
Jawab
In sya Allah karena itulah menangis bukan karena manusia tapi karena Allah swt. Menangis karena dorongan iman. Menangis karena merasakan sensasi cinta pada-Nya. itulah menangis yang disukai Allah, menangislah ketika sujud rasakan betapa kecil kita di hadapan-Nya, menangis ketika baca kalamNya rasakan teguran-teguran penuh kasih sayang dariNya.


Penghapusan dosa hak prerogatif Allah. penuhi syarat-syarat menuju ampunan, jalani sholat taubat dan sibukkan diri dengan kebaikan. Allah memberintahu dalam Al quran bahwa taubat hamba akan dihapus seiring dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan

2. Assalamualaukum, saya mau tanya mata yang terjaga untuk menjaga pertahanan maksudnya kalo saat ini kayak satpam, hansip yang ronda kalo masih ada atau tentara bukan?

Jawab

Maknanya: 

a. Berjaga di medan jihad (dalam keadaan peperangan) di jalan Allah
b. Begadang dalam rangka fi sabilillah


3. Gimana kita ga terlalu cengeng ya kalo masalah-masalah dunia gitu? ana orangnya cengeng sekali kalo ada oranng nangis ana suka kesetrum, kadang-kadang suka malu sendiri jadinya
Jawab
Kuncinya Mengelola hati agar mata tak mudah sekedar menangis tak berarti.

Pertanyaan HA 15
1. Gimana cara berdakwah ke keluarga tapi dengan tidak mendakwahi untuk memulai mengajaknya?
Jawab
Kata kuncinya keteladanan, tunjukkan indahnya islam dengan perilaku baik kita

2. Mau nanya juga ustadz. Saya sering malu ketika berdoa meminta keperluan pribadi atau keluarga, karena rasanya kok saya mintaaa terus, saya juga pernah baca Allah senang kalau hamba Nya meminta kepadanya. Bagaimana menurut ustadz?
Jawab
Betul Allah senang jika hambaNya meminta jadi minta apa saja boleh asal yang baik

Pertanyaan HA 17
1. Apakah dengan taat beribadah dan ibadahnya khusuk, apa bisa membuat hati seseorang yang keras jadi lembut? lalu bagaimana dengan menangis karena tersakiti manusia lain? Dan bagaimana jika manusia lain menangis karena kita? Apa yang harus dilakukan?syukron

Jawab

In sya Allah bisa membuat kita jadi lembut dengan khusyu ibadah in sya Allah kan bisa mengubah kekerasan hati dengan tilawah bisa membantu merubah akhlak. Ternyata menangis pun kita harus belajar, menangis itu menunjukkan bahwa kita lemah dan butuh Allah boleh menangis tapi jangan lebay ya mba sadari bahwa semua ada hikmahnya

Pertanyaan HA18
1. Assalamualaikum ustadz/ustadzah...
Jika kita berdakwah pada sesama bagaimana cara menanggapi jawaban "kamu itu siapa, sok suci atau sok alim. Apakah jika kita sudah berusaha untuk mengajak dalam kebaikan dan orang yang kita ajak tetap tidak mau ikut berjalan pada kebaikan berarti tanggung jwab kita gugur atau harus terus mengingatkan walaupun tetap mendapat jawaban seperti itu?Mohon penjelasannya.
Jawab
Tugas kita menyampaikan kebenaran meski ada cemoohan. ada dua pilihan: 
  • Kita tetap berdakwah -> dua hasil yakni mereka menerima dakwah dan bisa jadi mereka menolak bahkan marah pada kita. keduanya mendatangkan pahala
  • Ketika tidak berdakwah-> belum tentu mereka baik sama kita dan pahala tak kita dapatkan
Pertanyaan HA 19
1. Ustadzah, afwan bagaimana dengan tangisan sakit hati karena sesama? Entah itu karena tajamnya perkataan atau perbuatan seseorang sehingga membuat luka di hati dan membuat mata menangis. Apakah boleh?
Jawab
Boleh asal ga lebay ya mb..
Adakalanya hidup kita harus MENANGIS agar tahu hidup itu tak sekedar TERTAWA Adakalanya kita perlu untuk TERTAWA agar tahu betapa mahalnya tetesan Air Mata kita Ambil hikmah dari setiap ketetapan karena tak ada yg kebetulan. Hanya mampu berserah diri pada Allah Rabb semesata alam.


Pertanyaan HA 20

1. Bunda, mau tanya bagaimana sikap kita menghadapi orang yang fanatik dengan golonganya, disini kita berdakwah untuk islam bukan untuk golongan tapi disaat kita menyampaikan yang hak, ada orang yang tidak setuju dengan apa yang kita sampaikan padahal itu perintah dari Allah
Jawab

Bersabar tak selalu kebaikan akan mendapat sambutan kebaikan. jalan-jalan yang dilalui para salafusshalih lebih keras dari pada itu, mengalah bukan berarti kalah. Tetap semangat meraih kemuliaan. 



2. Bagaimana kalau menangis karena menahan amarah? tapi nangisnya dibarengi dengan ngambek karna tidak berani mengatakan apa yang kita kesalkan langsung ke orangnya dan bagaimana dengan menangis karena ga bisa berbuat apa-apa untuk melawan ketidakbenaran (afwan ustadz kalimatnya berantakan)
Jawab
Ini adalah bab menahan marah

“Barangsiapa yang dapat menahan marah. Meskipun dia mampu menumpahkannya. Maka Allah penuhi hatinya dengan keredhoan di hari kiamat. HR. Tobroni, 12/453 dan ia ada di Shoheh AL-Jami’, 176.

Pahala agung lainnya dalam sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:
“Barangsiapa yang dapat menahan kemarahan, padahal dia mampu untuk melakukannya. Maka Allah Azza Wajllah akan memanggilnya dihadapan orang-orang di hari kiamat. Sehingga dia disuruh memilih bidadari yang dia sukai.” HR. Abu Dawud, 477 dan lainnya. Dihasankan di Shoheh Al-Jami’, 6518.

Menangis karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa itu pertanda masih ada iman di dada. Ketika kita hanya bisa berdoa kata Rasul itu pertanda selemah-lemah iman.


Pertanyaan HA 21


1. Bagaimana ustadz bagi yang susah untuk menangis?
Jawab
Dipaksa untuk menangis belajarlah menangis jika tidak bisa tetep berusaha.



2. Bagaimana kalo kita hanya pandai menangis tapi kita tidak mampu untuk menjadi lebih baik? Sebenernya kita tahu kesalahan kita tapi kita sulit untuk memperbaikinya. Mohon dijawab ya ustdz...syukron
Jawab

Sulit bukan berarti tidak bisa. Man jadda wa jadda, siap sungguh-sungguh pasti terwujud keinginannya. Quwatul iradah= 'azzam yang kuat.

Agar mudah berubah menjadi lebih baik:

1. Cari alasan terkuat tuk berubah
2. Jangan tergantung mood/ momentum. Tapi ciptakan momentum itu
3. Pake cara paling mudah
4. Rubahlah sekarang dan dari diri sendiri
5. Ingatlah surga dan kenikmatannya dan neraka dengan kesengsaraannya.
6. Niatkan berubah karena Allah. In sya Allah istiqomah

Jika kita berkebiasaan buruk, maka berbuat baik itu berat. Jika kita biasa berbuat baik, mau berbuat buruk pun jadi berat


Pertanyaan HA 22 
1. Dua jenis mata yang kedua adalah piket malam fisabilillah. Apakah itu penjaga perbatasan wilayah atau apakah penjaga malam / ronda di rumah-rumah penduduk agar aman?

Jawab Ustadzah Rochma: Dua jenis air mata, semua perbuatan tergantung niatnya jika untuk membantu menjaga kemanan itu termasuk.

Jawab Ustadz Umar: Ya bentul: berjaga di perbatasan mengamankan kaum muslimin dan negrinya

Pertanyaan HA 23
1. Jalan dakwah adalah jalan yang semuanya sudah tah adalah jalan penuh duri dan kaca. Kita manusia punya rasa, lelah, jenuh, bosan, bahkan jumud. Kitapun banyak urusan duniawi yang harus ditunaikan. Bagaimaan upaya kita agar bisa menjaga ritme dakwah tetapi tetap mampu menyelesekan semua urusan duniawi kita? Bilakah saat rasa-rasa diatas muncul, apa yang harus kita lakukan?

Jawab

Bergetarlah jiwa perindu surga, memadu rasa indahnya melangkah di jalan dakwah. ada tangis yang mengajarkan bahwa hidup tak slalu dipenuhi dengan canda dan tawa

Jalan dakwah... mengajarkan kita betapa nikmatnya mengalirkan air mata bukan karena berseteru dengan kawan, bukan lantaran sesak hati akibat merasa tesakiti tapi air mata di jalan dakwah hadir lantaran kecintaan pada Ilahi

Pertanyaan HA 25
1. Kesimpulannya bila kita menangis bukan karena takut Allah itu tidak ada faedahnya?
Jawab
Menangis bukan karena sekedar emosional; sedih atau gembira, tapi lebih dari itu menangislah karena Allah yang akan mengajarkan dan memberikan pelajaran agar hidup yang kita jalani semakin hari semakin bertambah iman dan hidayahnya. 
Hold on Dear Believer, be strong and learn to be patient! Don't be sad, and don't get discourage and don't stop trying hard to succeed and progress, or to weaken your resolve or become frustrated due to the criticism of the envious and the slander of those with ulterior motives!

Pertanyaan HA 26
1. Bagaimana hukumnya menangis saat kita sedang sholat?
Jawab
Menangis ketika sholat tidak akan membatalkan sholat menangis karena mampu merasakan kenikmatan ibadah dan merasa dekat dengan Allah itu dianjurkan

PENTUP
Doa Kafaratul Majelis



 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya:

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”.