Home » , , » ASURANSI DALAM ISLAM

ASURANSI DALAM ISLAM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, October 31, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA  02
Kamis,  30 Oktober 2014
              5 Muharram 1436 H
Materi : Fiqh Muamallah
Judul : Asuransi dalam Islam
Narasumber : Ustadz Asy'ari Suparmin
Admin : Bunda Fitri
Editor: Selli


Assalamualaikum apa kabar semuanya ? Semoga dimudahkan dan dilancarkan aktifitas semakin taat dan cinta kehadirat Allah SWT.

Insya Allah siang ini kita akan share sama sama tentang Asuransi Syariah yang secara berseri akan jadi bahan diskusi kita

ASURANSI DALAM ISLAM

Dalam fatwa DSN MUI bahwa Asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syari’ah. Akad yang sesuai dengan syari’ah yang dimaksud adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.

Berasuransi tidak berarti menolak takdir
Berasuransi tidaklah berarti menolak takdir atau menghilangkan ketawakalan kepada Allah SWT, karena:
a. Karena segala sesuatunya terjadi setelah berpikir dengan baik, bekerja dengan penuh kesungguhan, teliti dan cermat.
b. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, semuanya ditentukan oleh Allah SWT. Adapun manusia hanya diminta untuk berusaha semaksimlal mungkin. Allah SWT berfirman QS. Attaghabun/ 64 : 11   مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ

Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.
Jadi pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan, musibah dan kematian merupakan qodho dan qodar Allah yang tidak dapat ditolak.
DALIL DALIL DALAM AL QURANSurat Yusuf :43-49 Allah menggambarkan contoh usaha manusia membentuk sistem proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan.
>  Surat Al-Baqarah:188
Firman Allah “...dan janganlah kalian memakan harta di antara kamu sekalian dengan jalan yang bathil, dan janganlah kalian bawa urusan harta itu kepada hakim yang dengan maksud kalian hendak memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa, padahal kamu tahu” (al:Baqarah:188)
> Al Hasyr:18
Artinya :”Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (masa depan) dan bertaqwalah kamu kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang engkau kerjakan”.
Dari Nu’man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam. (HR. Muslim)‏
>  Dalam alquran yang mendekati makna tepat adalah “ tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.. Al-Maidah [5]:2).

Asuransi sistem syariah  Memiliki Keunggulan
Prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong-menolong). Di mana nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan.
Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (mudharabah)..
Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya..
Bila ada peserta yang terkena musibah, untuk pembayaran klaim nasabah dana diambilkan dari rekening tabarru (dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong-menolong..
Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola, dengan prinsip bagi hasil.
Adanya Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah yang merupakan suatu keharusan..
Hakikat asuransi secara syariah adalah saling bertanggung jawab, saling bekerja sama atau bantu-membantu dan saling menanggung penderitaan satu sama lain. Oleh karena itu berasuransi diperbolehkan secara syariah, karena prinsip-prinsip dasar syariah mengajak kepada setiap sesuatu yang berakibat keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu yang meringankan bencana mereka.

ASURANSI itu PENYEMPURNA TAWAKAL, ASURANSI itu bagian dari IKHTIAR..
ASURANSI DI AMBIL BUKAN KARENA MANUSIA PASTI MATI, NAMUN SEBUAH IKHTIAR AGAR YANG DI TINGGAL TETAP HIDUP
 -------------------------------------
TANYA JAWAB

1. TANYA
Sudah boleh bertanya belum ya... Jadi hukumnya asuransi syariah itu apa ustadz? Terus hukumnya asuransi konvensional apa?
JAWAB:
Hukum dasar asuransi  mubah boleh hingga ada dalil yang melarang. Asuransi konven itu haram karena dalam operasionalnya yang menyimpang dari syariah. Maka harus asuransi syariah

2. TANYA
Ustadz kalau dengan asuransi kesehatan boleh tidak yaa mohon penjelasannya terima kasih
JAWAB:
BpJS ulama membolehkan

3. TANYA
Bagaimana halnya dengan perusahaan asuransi yang dimiliki oleh asing ustadz, awalnya mereka konvensional, tapi setelah syariah sangat booming maka mereka juga membuat yang pakai sistem syariah, apakah kita boleh menjadi anggotanya?
JAWAB:
silahkan sekarang sudah ada 43 asuransi syariah, kita tidak perlu ragu karena ada dps yang mengawasi bahwa ada yang masih perlu di perbaiki adalah proses

4.TANYA
Kalau yang untuk pendidikan bagaimana Ustadz ?
JAWAB:
ada asuransi pendidikan syariah

5. TANYA
Jadi harus yang syariah yaa... kalau yang sudah terlanjur masuk yang non syariah ??
JAWAB:
lebih baik cut off  cari yang syariah

6. TANYA
Mau tanya ustadz, apa syari di Indonesia ini beneran syari atau hanya dalam tanda petik? Soalnya belum ada bank Indonesia syariah nya. Afwan.
JAWAB:
kita khusnudhon saja yang jelas di sana baik bank asuransi atau yang lainnya ada dewan syariahnya. yang kapabel. Bila ada kekurangan kita perbaiki. Mudzaratnya lebih sedikit di banding dengan konven yang jelas haramnya tapi masih di dukung masyarakat yang mayoritas islam
bank syariah sharre nya baru 5%  artinyan95 % masih pakai bank kafir asuransi baru 2 % sisanya asuransi kafir coba kalau umat islam sadar

7. TANYA
Tapi pemerintahan kita masih mengkondisikan non syariah ustadz..... salah satunya untuk pembayaran gaji saja kita mesti pakai bank konvensional
JAWAB:
Hal itu terjadi karena masyarakat belum faham. Di tambah petugas tidak menjelaskan dengan tuntas
memang pemerintah belum mendukung bank syariah masih ambigu.
untuk rek bila bisa pilih syariah pilihlah syariah
(kalau terpaksa ongkari dalam hati segra amhil dan pindah pasca gajian)

TAMBAHAN TANYA JAWAB
IBNU 203 TANGGAL 04 NOVEMBER 2014

 Akh Rafi
Apakah asuransi harus yang syariah? Kalo udah terlanjur asuransi yang bukan syariah gimana?
Jawab
Sebagai muslim asuransinya harus syariah yang jelas halal, bila sudah terlanjur ambil dan cari syariah supaya berkah mungkin ada potongan tetapi lebih baik di banding dengan di potong-potong nanti di jahanam


 Akh Ridho
Ust.. ana mau tanya. Bedanya asuransi takaful dan konvensional apa ya? Bukan kah sama saja? Hitungan bagi hasil dan bunga(riba) itu Bagaimana ya?
Jawab
Bedanya halal dan haram jelas beda kan. Takaful aqadnya taawun, bebas dari riba gharar dan maisir, hitungan yang di pakai beda


 Akh Ryan
Bagaimana kita menyadari lingkungan kita akan pentingnya ekonomi syariah seperti ini ustdz?
Jawab
Tugas kita dakwah menyampaikan bahwa hidayah hak Allah untuk memberinya


 Akh Yusuf
Maaf lahir bathin, asuransi syariah dan bank syariah, apakah sama? Kalo bank kan ada ribanya, hukum pegawainya yang makan riba bagaimana?
Jawab
Asuransi bank dan lainnya yang syariah ada penanggung jawab sesuai syariah, halal nggak usah ragu. Sedangkan konven jelas haram, bagaimana bekerja tidak boleh


 Akh Dahlan
Aku dulu pernah denger tentang aqad ganda. Apa sih itu? Apakah berhubungan dengan asuransi syariah di atas. Kalo dari arti kata aqad ganda sih mungkin Aqad yang punya lebih dari 2 tujuan, misal investasi dan takaful di atas. Sebenarnya bolehkah aqad ganda ini? Dan bagaimanakah itu?
Jawab


Tidak ada multi aqad dalam asuransi yang namanya tabaru sesama peserta dan tijaroh dengan perusahaan

PENUTUP

Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

 “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

==========================================

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!