Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , , » BIOGRAFI ABU HURAIRAH DAN HADISNYA TENTANG ISLAM YANG TERASING

BIOGRAFI ABU HURAIRAH DAN HADISNYA TENTANG ISLAM YANG TERASING

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, October 11, 2014

KAJIAN ONLINE TELEGRAM HAMBA  اللَّهِ SWT

Hari / Tanggal : Jum'at, 10 Oktober 2014
Narasumber : Ustadz Khalid Syamhudi LC
Materi : Biografi Perawi Hadist
Notulen : Nurza
Editor : Ana Trienta

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Selamat datang kepada para member group dikajian hadits hari ini. Mohon maaf baru bisa aktif lagi setelah sampai di tempat. Kita lanjutkan dengan hadits ke-2

HADITS KEDUA

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ ". 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersadba, “Islam bermula dengan terasing, dan akan kembali sebagaimana bermula dalam keadaan terasing. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. HR. Muslim.

Biografi Sahabat Perawi Hadits
Ia seorang sahabat Nabi yang agung, penghulu para huffazh yang terpercaya, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Diperselisihkan Ulama terkait namanya dan nama ayahnya dalam beberapa pendapat. Yang paling kuat, bahwa ia adalah ‘Abdur Rahman bin Sakhr ad-Dausi. Masuk Islam pada tahun terjadinya Perang Khaibar pada awal tahun ketujuh Hijrah. 

Adz-Dzahabi berkata, “Ia (Abu Hurairah) telah mengemban dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ilmu yang banyak, bagus lagi diberkahi, tidak terkejar oleh siapapun  dalam kuantitas ilmu yang didapatnya. Tidak ada seorang pun meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih banyak daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dikarenakan mulazamahnya dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Riwayar-riwayat yang dihafalnya mencapai 5374 hadits”. 

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian berkomentar, ‘Abu Hurairah benar-benar banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan kalian (juga) bertanya-tanya, ‘Mengapa kaum muhajirin dan Anshar tidak menyampaikan riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam sebanyak hadits Abu Hurairah?”. Sebabnya, saudara-saudaraku dari kaum muhajirin disibukkan oleh jual-beli di pasar-pasar. Sedang aku selalu duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mendapat makanan untuk perutku. Aku hadir ketika mereka tidak ada. Dan aku mengingat saat mereka lupa. Dan saudara-saudaraku dari kalangan Anshar disibukkan oleh pengelolaan harta-benda mereka. Dan sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda dalam haditsnya, ‘Sesungguhnya tidaklah ada seseorang menghamparkan kainnya hingga aku menyelesaikan ucapanku ini, kemudian ia kembali memungut kainnya tadi kecuali akan menghafal apa yang aku katakan’. Lalu aku hamparkan kain wool yang menyelimuti bagian atas badanku, hingga akhirnya ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan ucapannya, aku pun dekap kain itu ke dadaku. Maka, aku tidak lupa ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu apapun”.  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meninggal tahun 57 Hijrah.

Setelah biografi saya memandang perlu sampaikan penjelasan kosa kata hadits, agar berlatih familiar dengan kata bahasa Arab. semoga bermanfaat,

Pengertian Kosa Kata
غَرِيْبًا  : dari kata الْغُرْبَةُ (keterasingan) ada dua macam, bersifat emosional seperti hidup di luar kampung halaman sendiri, dan bersifat maknawi dan inilah yang dimaksud di sini. Maksudnya, seseorang dalam keistiqomahan, ibadah dan komitmennya dengan agama serta menjauhi berbagai fitnah menjadi terasing di tengah kaumnya yang tidak bersifat demikian. Dan keadaan terasing ini bersifat relatif, dapat terjadi di suatu tempat saja, tidak di tempat yang lain, atau di suatu masa tertentu, tidak di masa lainnya. 

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا : Al-Qadhi Iyadh berkata, “Makna eksplisit hadits ini bersifat umum. Dan sesungguhnya Islam bermula dipeluk beberapa individu dari kalangan manusia dan dalam jumlah sedikit. Kemudian berkembang dan mendominasi. Lalu kekurangan dan kerusakan mengenainya, hingga tidak bertahan kecuali pada beberapa individu dari manusia dan pada jumlah yang sedikit juga sebagaimana Islam datang mula-mula. 

فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ: Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Tentang pengertian kata فَطُوْبَى ِ
, kalangan Ulama Tafsir berbeda pendapat mengenai firman Allah Ta’ala : (“bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik”).  Ada pendapat menyebutkan maknanya adalah kebahagiaan dan kesejukan pandangan. Pendapat lain, sebaik-baik yang mereka peroleh. Pendapat lain, iri terhadap mereka.  Pendapat lain, kebaikan dan kemuliaan bagi mereka. pendapat lain, surga atau pohon di surga. Semua pendapat ini bisa masuk dalam kandungan hadits”.

Kandungan hukum dan bimbingan dalam Hadits
  1. Hadits ini menunjukkan betapa agungnya keutamaan Sahabat yang memeluk Islam pada permulaan tahun kenabian, lantaran keselarasan predikat orang-orang terasing pada mereka, lantaran mereka mengalami keterasingan secara maknawi , ketika mereka berbeda dengan keadaan umum kaumnya yang berada di dalam kesyirikan dan kesesatan.
  2. Komitmen dengan agama Allah Azza wa Jalla dan istiqomah di atasnya serta mengikuti Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan karakter seorang mukmin sejati yang mengharapkan pahala menjadi ghuraba (orang-orang terasing), kendatipan kebanyakan orang berseberangan dengannya. Standar penilaian itu berdasarkan   komitmen dengan kebenaran, bukan dengan apa yang dipegangi oleh kebanyakan manusia. Allah Ta’ala berfirman: (“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” ).(QS. Al-An’am:116).
  3. Agungnya pahala ‘orang-orang yang terasing’ dan banyaknya ganjaran mereka serta tingginya derajat mereka. Yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang yang terasing karena komitmen mereka dengan ajaran agama mereka. Bukan orang-orang yang jauh dari kampung halaman mereka. 
  4. Telah tertuang dalam beberapa riwayat bahwa ‘orang-orang terasing ini’ adalah “orang-orang yang shalih ketika manusia telah rusak” . Disebutkan juga bahwa mereka adalah “orang-orang yang memperbaiki apa yang telah dirusak manusia” .  Ini menunjukkan bahwa sesungguhnya kesalihan pribadi saja tidak cukup. Namun, semestinya ada usaha dengan cara-cara hikmah dan lemah lembut untuk memperbaiki orang-orang yang telah rusak, supaya karakter orang-orang terasing yang dipuji dalam hadits ini selaras pada seorang mukmin. 
Semoga bermanfaat, Sebenarnya setiap poin dari faedah hadits diatas bisa teman-teman kembangkan sehingga lebih luas lagi pengertiannya. Silahkan bila ada para ustadz atau teman-teman yang ingin share faedah kandungan dari hadits ini. Hadits yang ana sampaikan ada pada shahih muslim no. 232 atau no 145 menurut penomoran Fuad Abdulbaqi. Itu dengan matan yang berbeda-beda. Artinya jumlah hadits yang diriwayatkan beliau. Bukan sanadnya.

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                           
   ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post