BUATLAH MENJADI INDAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, October 31, 2014

KAJIAN ON LINE HAMBA اللهِ NANDA 122
Hari, tgl: Kamis, 30 Oktober 2014
Pemateri: Ustadz Shilihin TA
Admin: Maeitoh
Editor: Nofita


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه و من اتبع الهدى، و بعد


Assalamuallaikum wr wb.
Bismillah wal hamdulillah. Nushalli wanusalimu 'ala rasulillah. Waba'du

BUATLAH MENJADI INDAH

Aku berjalan-jalan di tanah berwarna putih. Di tanah itu terdapat bebatuan yang harum baunya. Kulihat sebuah bangunan tinggi laksana istana. Langit dalam suasana tidak cerah tapi juga tidak mendung. Di halaman bangunan itu terdapat buah beraneka jenisnya. Ada pohon pisang yang tandan buahnya bersusun-susun dalam kondisi ranum. Ada juga kebun anggur luas yang tertata rapi. Kupetik satu buah anggur yang ukurannya sebesar buah apel. Kumakan sedikit, anggur yang berwarna hijau dan tidak berbiji itu, dan emmm. lezat sekali. Rasa anggur ini manis, dingin dan airnya banyak. Alhamdulillah, nikmat sekali. Aku betah di tempat seperti ini dan tidak ingin pulang kembali. Aku bergumam, “Ini tempat apa ?.” Kok sepertinya laksana surga sebagaimana yang pernah kubaca di bukunya Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah. 

Glodhak…. Seketika aku dikagetkan oleh suara benda terjatuh. Ternyata aku baru tertidur dan bermimpi sebagai penghuni surga. Setelah tersadar aku baru tahu kalau buku “Tamasya ke surga karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah” yang kubaca sebagai pengantar tidurku jatuh membuyarkan mimpiku. Subhanallah indah sekali.

Mimpi. Setiap anak manusia pasti pernah bermimpi. Ada mimpi buruk ada mimpi indah. Ada mimpi yang membawa hikmah, ada pula mimpi yang tak bermakna apa-apa. Ada mimpi yang bisa bersambung dari satu mimpi ke mimpi lain. Atau mimpi di atas mimpi. Semua itu tentu rahasia Allah SWT saja. 

Mimpi bukanlah hal yang remeh. Ia mencerminkan siapa diri kita. Nabi Muhammad SAW sering mendapatkan wahyu melalui mimpi. Nabi Muhammad SAW juga mendapat mimpi untuk menikah dengan Siti Aisyah, di mana dalam mimpi itu, Jibril membawa kain yang ada wajah Siti Asiyah dan berkata, "Inilah isterimu di dunia dan di akhirat." Nabi Yusuf, ahli menafsirkan mimpi dan yang ditafsir adalah mimpi dua orang pelayan raja dan mimpi sang raja. Bahkan nabi yusuf pernah bermimpi bulan dan bintang sujud kepadanya sebagai tanda bahwa ia kelak akan menjadi nabi. Nabi Ibrahim, mendapat perintah untuk menyembelih Ismail, dalam mimpi. Orang-orang sholeh, mereka dapat diberi karunia bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW yang wajahnya tak dapat diserupai syetan. Firaun, bermimpi ada anak laki-laki yang akan menghancurkan kerajaannya. Orang-orang non muslim, ada yang mendapat hidayah melalui mimpi. 

Mimpi yang benar adalah salah satu bagian dari 46 kenabian. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. 

Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah 'azza wa jalla. Mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah." (Muttafaqun ‘alaih). 

Bagi kaum muslimin, mimpi yang benar, hanya bisa terjadi bila kita menjalankan sunnah Rasulullah SAW sebelum tidur, yaitu: 
1. Berwudhu. 
2. Membaca doa sebelum tidur. 
3. Posisi tidur miring ke samping kanan dan tapak tangan di bawah pipi dengan kaki sedikit di lipat.

Bila sunnah di atas tidak terpenuhi, maka mimpinya patut dipertanyakan, apakah mimpi dari Allah SWT atau mimpi dari syetan. Mimpi yang indah, pastilah dari Allah SWT dan mimpi yang mengerikan adalah dari syetan. Sebagai catatan, jangan sampai kita menganggap mimpi kita adalah wangsit. Karena kita hanyalah manusia biasa, bukan nabi. Para nabi, mimpi mereka selalu benar, sedangkan kita? Belum tentu benar. Oleh karena itu hati-hatilah menafsirkan mimpi. Dari 'Ubadah ibnush-Shamit bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang ayat 63-63 surah Yunus, "Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akhirat." Maka, Rasulullah menjawab, "Sungguh kamu telah menanyakan sesuatu kepadaku yang belum pernah ditanyakan oleh seorang pun selainmu. Al-Busyra ialah mimpi yang baik yang dialami oleh seseorang atau dianugerahkan Allah kepadanya." (As-Silsilah ash-Shahihah) 

Tidur Adalah Mati. Ketika kita tidur, jiwa kita untuk sesaat ada dalam genggaman-Nya dan akan dikembalikan-Nya, hingga kita bisa bangun dari tidur. Kita tidak akan bangun bila Ia tidak mengembalikannya pada jasad selamanya, dengan kata lain, mati. Allah SWT berfirman: "Allah memegang jiwa seseorang ketika matinya dan memegang jiwa seseorang yang belum mati diwaktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai pada waktu yang ditentukan." (Q.S. Azzumar : 42). 

Sesungguhnya, tidur itu adalah kawannya mati karena sebelum tidur, Rasulullah SAW selalu berdoa, "Ya Allah dengan nama-Mu aku hidup dan mati" (HR Bukhari). Saat terjaga beliau pun membaca doa yang hampir serupa, "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami dibangkitan." (HR Bukhari dan Muslim). 

Hidup Bagai Mimpi 
Mimpi bukan hanya ada di dalam tidur, tetapi sesungguhnya hidup di dunia ini bagai mimpi. Dan kita belum bangun, hingga kematian menjemput. Saat kematian datang, tak ada lagi hijab dan pandangan kita menjadi sangat jelas bahwa dunia ini hanya sesaat saja. "Allah bertanya lagi (kepada mereka yang kafir itu): "Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: kami tinggal (di dunia) selama sehari atau sebahagian dari sehari; maka bertanyalah kepada golongan (malaikat) yang menjaga urusan menghitung Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)." (surah Al-Mukmunun:112-114) 

Di dalam mimpi dunia ini, kita bisa bertemu dengan manusia-manusia lainnya. Kitalah yang mengendalikan buruk atau indahnya mimpi. Berapa banyak kita saksikan, manusia-manusia yang semula ada di sisi kita, tiba-tiba kini tak ada lagi. Dan yakinlah seyakin-yakinnya bahwa kita pun yang kini ada, akan menjadi tiada dan berpindah ke alam nyata, terbangun dari mimpi. Saat itulah kita baru menyadari berapa banyak amalan kita dan sesalan yang tiada terkira karena selama ini telah melalaikan syariat-Nya. Dan qad aflaha al-Mu'minun, alladzinaahum 'an shalatihim Khasyi'un... 

Rangkailah mimpi dan berdoa selalu bahwa dunia ini akan menjadi mimpi yang indah. Aku dan kau dihidupkan-Nya dalam dunia yang sama. Hingga kelak kita terbangun dari tidur dunia dengan dijemput sang malaikat maut menuju alam nyata. Akhirat. Dan sebelum itu terjadi., buatlah mimpi indah di dunia ini dengan Allah SWT sebagai tujuan. Karena mimpi kita hari ini akan menentukan masa depan kita, di surga.. atau di neraka. Dan orang-orang beriman ingin mimpi yang indah itu tercapai. Mimpi indah tentang bayang dirimu.. wahai surga.

Akhukum fillah: sholihin~Tulungagung~jatim

TANYA DAN JAWAB:

TANYA:
Ustadz, saya ada 2 pertanyaan mohon dijawab ya.
1. Jika mimpi bertemu nabi Muhammad, itu benar nabi Muhammad ya. Saya pingin banget mimpi ketemu beliau. Caranya bagaimana ust?
2. Kalau kita punya mimpi, jika kita tanam di mindset trs menerus bakalan terwujud suatu saat, bnrkah begitu?
Trmksh

JAWAB:
1. Berbahagialah jika kita mimpi ketemu Nabi kita. Setan tidak bisa menyerupai wajah Beliau. Maka mimpi itu benar adanya (walau hanya dalam mimpi). Caranya? Saya belum pernah tahu keterangan dari riwayat siapapun tentang bagaimana bisa mimpi ketemu Beliau. Secara logika mungkin: posisikan diri kita yang baik dalam akhlaq dan keimanan kita, Tumbuhkan rasa rindu kepada Nabi, kita duplikasikan segala gerak-gerik dan ucapan Nabi terhadap kita, cintai Nabi sepenuh hati. Wallahu a'lam.
2. I'Allah iya. Kenyataan hari ini adalah mimpi (cita-cita) kita hari kemarin. Kalau mimpi (cita-cita) kita tertanam kuat secara terus menerus di benak kita (mindset) maka i'Allah berbanding lurus dengan kesungguhan ikhtiyar kita.

TANYA:
Wa'aikumussalam ustadz
Di atas saya baja bahwa bila kita tidur jiwa kita ada di tangan Allah sampai Allah mengembalikan dan kita bisa bangun lagi. Terus kenapa terkadang kita susah bangun untuk shalat malam bahkan suara adzan subuh pun kadang tak terdengar. Apakah itu memang Allah yang mengatur ataukah syetan yang menutup telinga kita. Dan bagaimana caranya agar kita bisa bangun shalat malam dan mendengar suara adzan subuh ?!?
Syukron ustadz sebelum dan sezudahnya

JAWAB:
Sebagaimana yang dikabarkan Nabi, ketika menjelang subuh setan meniupi telinga dan kaki kita agar timbul rasa dingin dan malas untuk bangun. Nabi mengajari kita: segera tidur dan segera bangun (tidak begadang dalam acara yang tidak bermanfaat), jangan makan malam terlebih terlalu kenyang, wudhu sebelum tidur, baca QS Al Fatihah, ayat kursi, ikhlash falaq dan annas masing 3x terus tiupkan ke tangan lalu sapukan ke muka dan tubuh kita, berdoa kepada Allah.

TANYA:
Ustad, saya sering dengar kalau mimpi seseorang menikah itu katanya orang tersebut mau meninggal apalagi kalau tamunya banyak. Padahal mimpi menikah kan indah ustad. katanya mimpi meninggal itu panjang umur ustad. Benar tidak ustad? Jadi, sepertinya mimpi baik jadi tidak baik dan sebaliknya. Ustad kalau mimpi yang selalu berulang itu pertanda apa yang ustad? Saya pernah bermimpi hal yang sama setiap malam selama seminggu, dalam mimpi saya menangis ustad setelah terbangun pun saya nangis beneran. Saya lupa apa mimpi saya tapi hati saya merasa begitu.

JAWAB:
Mimpi itu misteri. Ada yang sekedar bunga tidur dan ada yang benar. Ada mimpi yang indah dan ada juga yang menakutkan/buruk. Tentang ta'wil/tafsir mimpi itu bisa benar bisa salah terlepas siapapun yang menafsirkan kecuali para Nabi. Sehingga jangan sampai diyakini kebenaran takwil baik dari kita sendiri maupun orang lain. Sebaiknya seluruh mimpi tidur kita diambil hikmahnya dan juga bahan perenungan (muhasabah) bagi kita. Dan seringkali mimpi itu dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan kita. Maka berusahalah untuk hidup lebih baik dari sisi fikiran, jiwa/hati dan fisik kita sesuai nilai Islam. Wallahu a'lam

Afwan, karena wktunya habis maka marilah kita akhiri kajian kita dengan hamdalah dan doa kifarah majelis bersama. Semoga bermanfaat. Amien.

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaykum wr wb.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT