Home » , » EKONOMI ISLAM : HUKUM BUNGA / RIBA

EKONOMI ISLAM : HUKUM BUNGA / RIBA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 28, 2014

REKAP MATERI KAJIAN ONLINE HA NANDA 107/108

Selasa, 28 Okt 2014

Pemateri: Ustad Asyari
Tema     : Hukum Bunga/Riba
Notulen : Susi & Indah
Editor    : Ira Wahyudiyanti


@@Materi@@

Hukum Bunga /RIBA

Riba merupakan segala bentuk tambahan atau kelebihan yang diperoleh atau didapatk van melalui transaksi yang tidak dibenarkan secara syariah. Bisa melalui “bunga” dalam hutang piutang, tukar menukar barang sejenis dengan kuantitas yang tidak sama, dan sebagainya. Dan riba dapat tejadi dalam semua jenis transaksi maliyah

KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 1 Tahun 2004 Tentang BUNGA (INTEREST/FAIDAH)

Pertama : Pengertian Bunga (Interest) dan Riba Bunga (Interest/fa’idah) adalah tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman uang (al-qardh) yang di perhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil pokok tersebut,berdasarkan tempo waktu,diperhitungkan secara pasti di muka,dan pada umumnya berdasarkan persentase. Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan yg terjadi karena penagguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya, dan inilah yang disebut Riba Nasi’ah.

 Kedua : Hukum Bunga (interest) Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW, yakni Riba Nasi’ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk Riba, dan Riba Haram Hukumnya. Praktek Penggunaan tersebut hukumnya adalah haram, baik di lakukan oleh Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi, dan Lembaga Keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.

Ketiga : Bermu’amalah dengan lembaga keuangan konvensional Untuk wilayah yang sudah ada kantor/jaringan lembaga keuangan syari’ah dan mudah dijangkau, tidak dibolehkan melakukan transaksi yang didasarkan perhitungan bunga. Untuk wilayah yang belum ada kantor/jaringan lembaga keuangan Syari’ah, diperbolehkan melakukan kegiatan transaksi di lembaga keuangan konvensional berdasarkan prinsip dharurat/hajat

Buruknya Muamalah Ribawiyah

Terlalu banyak sesungguhnya dalil baik dari Al-Qur’an maupun sunnah, yang menggambarkan tentang buruknya riba, berikut adalah ringkasan dari beberapa dalil mengenai riba :

1.      Orang yang memakan riba, diibaratkan seperti orang yang tidak bisa berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan, lantaran (penyakit gila). (QS. 2 : 275).

2.      Pemakan riba, akan kekal berada di dalam neraka. (QS. 2 : 275).

3.      Orang yang “kekeh” dalam bermuamalah dengan riba, akan diperangi oleh Allah dan rasul-Nya. (QS. 2 : 278 – 279).

4.      Seluruh pemain riba; kreditur, debitur, pencatat, saksi, notaris dan semua yang terlibat, akan mendapatkan laknat dari Allah dan rasul-Nya. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, yang memberikannya, pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau berkata, “ Mereka semua sama!”. (HR. Muslim)

5.      Suatu kaum yang dengan jelas “menampakkan” (baca ; menggunakan) sistem ribawi, akan mendapatkan azab dari Allah SWT. Dalam sebuah hadtis diriwayatkan : “Dari Abdullah bin Mas’ud ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum menampakkan (melakukan dan menggunakan dengan terang-terangan) riba dan zina, melainkan mereka menghalalkan bagi diri mereka sendiri azab dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

6.      Dosa memakan riba (dan ia tahu bahwa riba itu dosa) adalah lebih berat daripada tiga puluh enam kali perzinaan. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Dari Abdullah bin Handzalah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang dan ia mengetahuinya, maka hal itu lebih berat dari pada tiga puluh enam kali perzinaan.” (HR. Ahmad, Daruqutni dan Thabrani).

7.      Bahwa tingkatan riba yang paling kecil adalah seperti seoarng lelaki yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Dari Abdullah bin Mas’ud ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Riba itu tujuh puluh tiga pintu, dan pintu yang paling ringan dari riba adalah seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.” (HR. Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi).

 Perbedaan Bunga dan Bagi Hasil BUNGA
BUNGA
·         Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dgn asumsi harus selalu untung. Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yg dipinjamkan.

·         Pembayaran bunga tetap seperti yg dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yg dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi.
·         Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang ‘booming’
·         Eksistensi bunga diragukan --bahkan dilarang-- oleh semua agama termasuk Islam.
BAGI HASIL
·         Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi.
·         Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yg diperoleh. Bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan.

·         Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan. Tidak ada yang meragukan kebsahan bagi hasil.

@Tanya Jawab@

TANYA :
 Ustad mau Tanya jikalau seseorang yang meminjam uang di bank tersebut apakah termasuk memakan riba..?

JAWAB :
meminjam uang di bank syariah boleh. di konven jangan krna riba

TANYA :
 Jadi org yg kerja d bank termasuk org pemakan riba ya ust?
Sekarang lagi musim bank syariah, pernah dengar dr seorang dosen akuntansi itu hanya namanya sja, sistemnya masih mirip dgn bank konvensional.. Benar atau salah statement tsb?

JAWAB :
orang yg mengatakan syariah dan konven saya tidak faham konsepnya tidak mungkin halal dan haram sama.

TANYA :
Ust.. bagaimana kalo kita sudah terlanjur menggunakn kredit sistem konvensional.. dan sekarang masih berlangsung

JAWAB :
kalau sdh terlanjur pinjam di konven. bila bisa over dg syariah lwbih bagus. kalau adakemampuan lebih baik lunasi dan pindah kesyariah

TANYA :
afwan ustad knp klw disyarah lebih baik dripda konvensional

kan padahal sama sama mendapatkan bunga

meskipun kecil bunganya tp kan jg sama saja haram ustad

JAWAB :
disyariah tidak ada bunga diantara sistemnya bagi hasil atau mudzarabah.jenis produk banyak semua halal
yang namanya bunga besar atau kecil sama haram

TANYA :
jdi di bank syariah jg bmt jikalau meminjam it gk ad bunga bagi di peminjam yach ustad


jdi bersih seperti kita pinjam tanpa ad tambahan bunga

JAWAB :
ada sistemnya bukan berarti begitu ada bagi hasil yg nisbahnya di sepakati di awal. misalnya beli motor . motor di belikan oleh bank di jual ke nasabah . setelah ambil untung dan biaya biaya nasabah cicil berapa bulan. di bank syariah tidak ada pinjaman komsumtif.yg ada modal usaha atau pwmbelian. ada perhitungannya tp bukan bunga

TANYA:
ustadz,
Berapa persen laba yg bisa diambil dr penjualan barang yg kita buat sendiri?

JAWAB:
dalam hukum jual beli mmg tidak ada batasan besar kecilnya ambil keuntubgan. yang penting salingrridho dan tentunya wajar

TANYA:
Bisa tlg dijelaskan poin yg no 7??

JAWAB:
poin 7 adalahancaman bagi pemakai riba yg di ibaratkan berzina saja sdh dosa besar apalagi debgan ibunya sendiri

TANYA:
mau tanya, Ustadz, bagaimana dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) semacam peminjaman berkala dr pemerintah yg menjanjikan bunga yg kecil utk membantu modal bisnis rakyat kecil. Apa itu termasuk Riba? Jika ya, bagaimana cara kita menjelaskan pd kedua orgtua yg sdh mengikuti programnya & sulit utk diingatkan? :)

JAWAB:
program apapun yang pinjaman dengan riba tetap aaja riba yg di larang

TANYA:
Ust.. bgmna dgn org yg berdagang tpi menjual dgn harga tinggi demi mendapat keuntungan lebih?
Apa hukumnya ust?
Bgmna seharusnya jika ingin mendptkn keuntungan tp dgn cara yg baik?

JAWAB:
pedagamg ambil untung itu boleh. kalau berlebihan jadi tidak wajar.di umpakan aja kalaukita beli dengan tahu modalnya kecil di jual mahan mau ngga.secara hukum tidak haram

TANYA:
Bagaimana dg seseorang yg masih menggunakan Bank dan Atm konvensional utk transaksi sehari2 dg alasan, lbh praktis dan atm nya strategis, tp beliau hanya memanfaatkan itu sbg "pintu perantara" saja. Misal, beliau dpt transfer 2 juta, setelah dpt info tersebut, uang 2 juta nya langsung diambil dan di atm saldonya hanya disisakan sedikit agar tdk terblokir. Apakah itu termasuk riba? :)

JAWAB:
menggunalkan jassa atm konveb boleh sama dwngan berniaga dg nonmuslim boleh.

TANYA:
Bagaimana dg sistem BPJS kesehatan yg wajib bagi WNI dan per tanggal 1 Nov, pesertanya wajib punya rekening di salah1 bank konvensional yg bekerjasama dg BPJS. Selain itu, kalau telat bayar, BPJS jg menerapkan denda sebesar 2% dr tagihan utama. Bagaimana sebaiknya kita sbg WNI thdp peraturan nasional tsb.?

JAWAB:
bpjs ulama sepakat boleh walaupun masih belum syariah

TANYA:
Kalo bank syariah murni syariah, berarti murni tidak ada riba, itu benar tidak ustad?

Bagaimana dengan kita yang menabung di bank yang bukan syariah? Apa berarti kita mendukung proses riba itu?
Kita dosa dong Ustad?

JAWAB:
menabung di konven ngga boleh berarti dukung ribawi

sudah saatnya ummat islam bangga dwngan produk syariah. termasuk tabungan

menabung dan investasi di konven haram

TANYA:
Ustadz.. idealnya ambil keuntungan berapa persen dr harga asli ?

JAWAB:
tidak ada batasan ambil keuntungan dalam jual beli. wajar aja

TANYA:
Ada Bank syariah judulnya tp tdk syari.. agar bs membedakan mana yg bnr" syari bgmn tadz?

JAWAB:
kalau ada bank syariah belum syari silahkan layangkan surat keOJK dan MUI sehiga bisa di perbaiki.

semua bank syariah ada sistemnya termasuk ada dewan syariahnya

TANYA:
Setahu sy, yg berbasis syariah itu dibawah pengawasan DSN(Dewan Syariah Nasional) MUI

JAWAB:
semua lembaga keuangan syariah termasuk non bank di bawah pengawasan OJK.sdg DSN atau MUIregulator syariahnya.

beda pendapatdi kalangan ulama ttg bekerja. kalau ada yang syariah kenapa tidak. tergantung kemantapannya

TANYA:
Ustad. Afwan bukannya membicarakan orang lain, tapi apakah ini disebut pertanda akibat riba itu sendiri.
Jadi begini, teman saya cerita ada tetangganya yang sekarang itu tidak bisa berjalan, kemudian ayahanda dari teman saya itu ngasih tau bahwa tetangga tersebut dulunya kerja di bank, dan sekarang itulah akibatnya.
Maksudnya mungkin akibat makan duit hasil riba.
Itu benar tidak ustad.?

JAWAB:
kita doakan semoga di ampuni allah dandi berikan jalan terbaik. karrena kita tidak tahu dan tidak boleh berprasangka amiin

TANYA:
Tapi ustad, setahu saya saham bank syariah itu belum listing di ISSI/ index saham syariah indonesia. Bukankah itu pertanda bank syariah belum murni syariah ?

JAWAB:
saham syariah tidak mesti ISSI . cukup banyak yg di luar itu yg berbasis syariah. ukurannya bukan itu tetapisesuai dengn regulasi OJKdan DSN


TANYA:

Contohnya apa ya ustad, saham syariah yg bukan issi? *sy penasaran

JAWAB:
ada jakarta islamic indek. tapi memang ojk tidak mensyaratkan itu

TANYA:
Aku kerja d bank konven.. Gmn?hrz keluar??

JAWAB:
 ya kalau memahami riba adalah bunga dab hukumnya haram berarti bekerja dunsana tidak boleh. ada ulama yang berpendapat kalau bunga tidakharam mutlak
saya berpendapat lebih baik cari yg pasti halalnya.

TANYA:
 Bagaimana hukumnya kerja dibank konvensional walaupun hnya sebagai satpam ataupun ob? Apakah sma bank syari'ah di indonesia dengan bank2 konvensional? Kata teman sya yg beda cm di cover sja, tp arus uangnya digabung dgan bank konvensional.

JAWAB:
 yg mmengatakan beda cuma covernya tidak faham konsep halal dan haram. bank syariah jelas halalnya kalau masih ada yg perlu.di perbaiki mari kita perbaiki

TANYA:
 Ustadz, bagaimana pendapat ustadz ttg sebuah pernyataan dr ustadz lain di sebuah kajian syariah jg, bahwa analogi mencari rizki dr riba adalah spt memakan daging *maaf* babi. Jika tdk ada makanan lain utk menyambung hidup, maka diperbolehkan, tp sekadarnya saja, sebatas utk menyambung hidup. Tp, jika ada makanan lain yg jelas kehalalannya dan msh bs diusahakan utk mendapatkannya. Kenapa tdk cari yg lain?

JAWAB:
 ya dalam hal ini boleh.selama belum mendapatkan yang lain
manusia di wajibkannusaha yg halaldan berkah kalau ummatislam semua hanya pakai bank syariah adakah bank konveb hidup di indonesia ? akan tutup perlahan. saat ini bank syariah minoritas di penduduk mayoritas. marketshare bank syariah hanya 5%
artinya 95 % nya pakaibank kafir.jadisiapayangsalah ?
kita doakab sahabat kita keluarga kita yg nasihkerja di konven segera di berikan solusi terbaik .yakinlahRizki dari Allah. market asuransi syariah masih 2 %

TANYA:
 Boleh tanya tadz? sistem bagi hasil itukan sesuai dgn rasio keuntungan yg diperoleh, tp misalnya usahanya gagal berarti ga ada bagi hasil dan uang yg dikembalikan itu sesuai dgn uang yg dipinjam atau bagaimana?

JAWAB:
 tergantung pada produknya. kalau dalam produk ada bagi hasil dab bagi rugi berarti ada share kerugian tapikalau ngga ada berarti dan penabung di klembalikan utuh

TANYA:
 Jd gaboleh nabung d bank konvensional ya?

JAWAB:
menabung dikonven berarti ikut dan mendukungproduk yangdi larang

TANYA:
Yaaah, harus pindah tabungan berarti, Tadz?

JAWAB:
bila sdh ada rrek. di konven bunga di ambil untuk di berikan pembangiunan sarana umum. bukan berarti boleh maksudnya kalu terlanjur
pertama bila kita punya tabungan di konven terlanjur tutup pindah syariahbunga ambil kasij untuksarana umum

TANYA:
 Assalamu'alaikum. Ustad mau tanya klo misalnya kita sudah terlnjur berhutang di bank konv dlm jangka waktu yg lama mis 5-10 th apa selama hutang itu blum terbayayar dosanya bertambah trus? Gmn caranya membrikan pengertian akan haramnya kredit di bank konv? soalnya dit4 saya banyak yg terlilit hutang dlm jngka waktu yg lama smpai salah satu bank menempelkan pgumuman DPO Bagi yg telat mencicil bayar hutangnya :'(
Ustad hukum kredit kendaraan bermotor melalui leasing gmn tad? Klo sudh terlanjur harus bgmn?


JAWAB:
 kredit di bank syariah sdh ada. bagaimana terlanjur. kalau bisa lunasi pokoknya saja lwbih baik. kkedua bila mmemunhkinkan pindah kw syariah atau over. bila terpaksa tidak bisa jalan terus ada kelaempatan lunasi srg tapi trtap menibgkari ini dosa dan selalu mhn ampun agar di mudahkan solusi
leasing syariah sdh ada boleh

TANYA:
 Iya ustad gimana kl kredit yang bayarnya lebih mahal dr cash

JAWAB:
yang jadi maslah bukan lebih mahalnya tapi di konven haram

TANYA:
Ustdz.. bgmn dgn gaji yg ditransfer via bank konvesional. Apa termasuk riba

JAWAB:
 penggajian lewat konven bila masih bisa nego kesyariah lebih haik.
bila tidak bisa jadikan sebagai transit saja

TANYA:
 Bank BCA ada syariah nya ga ya?

JAWAB:
 Bca sdh ada syariah

TANYA:
 Oia ada yg bpendapat kalo bank syariah d indonesia itu cma label aja,pada kenyaaannya ttp konven gtu katanya?bnr ga ya?

JAWAB:
pendapat syariah hanya labet harus banyak istifarr. taubat karena berani menyamakan yag halal dengan halal.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!