Home » , , , » HADIAHKAN NAMA BERENERGI

HADIAHKAN NAMA BERENERGI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, October 23, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 15 & 16 UMMI)

Hari / Tanggal : Kamis, 23 Oktober 2014
Narasumber: Ustz Pipit
Materi: Tarbiyatul Aulad
Notulen : Titin
Editor : Ana Trienta

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
بسم الله الرحمن الرحي 
سبحان الله وبحمده ولا اله الا الله والله أكبر

Alhamdulillahirabbil'alamin, alhamdulillahilladzi arsala rasuulahu bilhuda wadiinilhaq liyudzhirahu 'aladdiinikullihi walaukarihal musyrikin. Kaifa haalukunna Bunda-bunda shalihat? Sudah tilawah Qur'an kah? siang yang terik ini semoga hati kita tetap sejuk ya. Mudah-mudahan kita selalu penuh sabar dan syukur menjalani kehidupan.

Bunda-bunda Shalihat yang Suppper Sekali, masih ingatkan kajian kita sebelumnya tentang Pondasi/Dasar-dasar Tarbiyatul Aulad. Poin (1) nya adalah Mencintai Tanpa Syarat.
Kini kita akan masuk Poin (2)nya, yaitu.....HADIAHKAN NAMA BERENERGI

Mari kita mulai majelis kita hari ini dalam Tarbiyatul Aulad Part 4 :
Seorang sahabat bertanya pada Rasulullah : "Ya Rasulullah apakah hak anakku ini atas diriku?" Rasul pun menjawab "Membaguskan namanya, memperbaiki adabnya, menempatkannya dalam posisi yang baik" (HR. atTabrani)
Waah, jika ini adalah hak anak kita berarti memang ada kewajiban bagi kita orang tuanya untuk tunaikan hak ini. Jangan sampai karena kelalaian kita maka ananda tercinta tidak bisa tumbuh kembang maksimal dalam kebaikan hidup dunia akhirat.
Mengapa Nama yang Baik itu sangat penting? Berikut ini adalah hasil kajian para pakar Tarbiyatul Aulad bahkan para pakar pendidikan anak konvensional:

 Nama yang Baik Ibarat Tanah Lapang/Wadah Tumbuh Kembang.
Tahukah Bunda bahwa nama akan menampung semua aktivitas anak bahkan mempengaruhi inspirasi jalan hidupnya di masa depan? Kalau kita ingin anak2 kita cerdas-kreatif berilah nama yg memacu aktivitasnya seperti Naufal (cerdas) Hamasah (semangaf), Sahal (senang) atau nama2 baik lainnya. Jika kita beri dia nama 'Alim, Faqih bukan mustahil kita tengah mempersiapkan lahirnya cendekiawan2 dunia 

💷 Nama Adalah Brand Image Untuk Peluang & Modal Awal
Dulu saat Rasulullah bertemu Ketua Tim Perunding dalam Perjanjian Hudaibiyah, saat tahu namanya "Suhail" Beliau langsung optimis bahwa persetujuan akan tercapai. Kenapa? ternyata Suhail berarti "Mudah"

Dalam penelitian lain McDavid (1973) meminta para guru yang berpengalaman untuk menilai karangan siswa klas V SD. Karangan yang sebetulnya sama itu diberi nama siswa yang berbeda-beda. Ajaibnya para guru memberikan nilai yang lebih tinggi untuk karangan yang namanya bagus/menarik... (Makanya beri nama anak yang bagus, krn nama dianggap mewakili image pemiliknya)

 Bila Nama Terlanjur Buruk : GANTILAH
Dalam HR.Ibnu Taimiyah, Rasulullah pernah mengganti nama Barrah (yang paling baik) jadi Zainab (pokok yg indah&wangi). Hazan (muram) jadi Sahal (senang). Harb (perang) jadi Silman (Damai). Mudtaji (tidur miring) jadi Munba'is (bangkit).

🐝 Berikan Juga Label/Brand Image Positif
Brand Image adalah sesuatu yang spesifik dan kita ucapkan berulang-ulang hingga tertanam di otak dan hati anak kita bahkan diketahui pula oleh orang-orang sekitarnya. Seperti Ash Shiddiq (yang benar & membenarkan) pada nama Abu Bakar ra, Al Faruq (pembeda haq & bathil) pada nama Umar Bin Khattab.

Atau seperti Sosaku Kobayashi (kepsek SD Tomoe Gakuen yang diangkat dalam kisah nyata novel Toto Chan) yang selalu memanggil murid-muridnya "Anak-anakku yang baik". Kalo di era sekarang seperti Bunda Neno Warisman yang beri sebutan "Calon Ilmuwan" untuk Abang Ghifarri yang suka baca, "Calon Penggagas Karya yang Penuh Cinta" untuk Kakak Maghfi dan "Calon Ummahat pencetak generasi Qur'an" untuk adik Raudya. Usahakan beri label ini sesuai kadar kemampuan anak ya... "Walladzi qaddara fahadaa" QS. Al A'la 

Nah, cukup ini dulu, hayuk kita sharing agar ilmu kita makin bertambah
Oya Bunda-bunda Shalihat, dari buku-buku yang saya baca minimal ada 10 larangan dalam penamaan anak:
1). Jangan pakai nama-nama Allaah yang bermakna Uluhiyah (KeTuhanan) contoh: Al Khaaliq (Maha Pencipta), Al Qadir (Maha Kuasa) dsb, tanpa pakai awalan 'abdu (hamba). Jadi harus Abdul Qadir.

2). Hati-hati pake nama-nama Allaah yang menunjukkan sifat yg bisa dimiliki manusia tapi tidak sempurna seperti Ar Rahman (Maha Pengasih), As Shomad (Tempat bergantung). Memang lebih lunak aturannya tapi lebih baik pakai 'Abdu

3). Jangan pasangkan nama Abdu dengan nama-nama selain Allaah. Contoh: Abdul Maal (hamba harta), Abdul Muhib (hamba cinta- melow banget ortunya 😋) dll

4). Jangan beri nama-nama dari golongan Yahudi (Mikail-Geozev-Syirin-Nifin-Syalom dll), Nasrani (David-Diana-Suzan-George dll), Majusi (Marfat, Syirhan, Jaudat dll) karena dalam jangka panjang bisa membuat anak-anak loyal pada kaum yang nempel di namanya

5). Jangan beri nama diktator/tokoh yang kontroversial. Contoh: Ariel Sharon, Lenin, Stalin, Freud, Haman dll

6). Jangan beri nama yang tidak bermakna. Cth: Zozo, Zeezee, Lilo dll karena tidak memberi energi positif.

7). Jangan beri nama yang berarti buruk seperti Harbi (perang), Himar (Keledai) dll

8). Jangan beri nama yang membuat anak ditertawakan. Contoh. Fulful (Cabe), Fujul (Lobak), atau istilah yang bagus dalam suatu bahasa namun dipahami buruk oleh mayoritas masyarakat

9). Jangan beri nama dengan yang bermakna porno/rendah/mengikis rasa malu. Contoh. Syadiyah (penyanyi malam), Ahlam (Si penghayal) dll.

10). Jangan beri nama dengan Yasar, Robah, Najah dan Aflah karena Rasul tidak suka.

Bagaimana dengan orang tua yang berikan nama artis/tokoh dunia pada anaknya agar sama-sama terkenal? Ingat nama adalah doa, jika kehidupan sang tokoh tidak islami dan husnul khatimah apa kita mau anak-anak juga bernasib sama?

TANYA JAWAB
1. Bunda Yossy
Bagaimana cara mengadapi putra putri kita yang mempunyai rasa ingin tau yang tinggi dengan memberikan pertanyaan tiada habisnya terkadang mengejutkan yang membuat kita jadi sulit menjawab? Doa dan Amalan apa sajakah agar putra putri kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah?
Jawab
Masya Allah tenang saja Bun, pasti ada insight (hikmah) dibalik ketetapan Allaah menjadikan anak kita banyak tanya, mungkin akan jadi pengamat politik timur tengah. Ada banyak doa untuk anak dlm qur'an seperti "Robbi habli minsholihiin" atau doa nabi Ibrohim "Robbij'alni muqimasholati wamin dzurriyati" atau "robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurata a'yun..."  dsb. Doa kreasi sendiri asal tulus pun oke

2. Bunda Leni
Tanya ustadzah, kalo bersaudara saling tidak bicara anggaplah ada omongan yang gak enak dihati sampe kita tersinggung yang akhirnya  menyebabkan permusuhan apakah hukumnya? Kalo permusuhan katanya akan menghambat kita untuk menuju pintu surga ya? Kalo memang iya, apakah dengan meminta maaf via sms itu bisa dikategorikan permohonan maaf, tapi setelah itu tidak ada omongan cuma dalam hati sudah juga memaafkan cuma sudah malas untuk ketemu ? Gimana mengjilangkan rasa gengsi dalam hati ini ya ustadAh....wa'alaikum salam
Jawab
Bunda Leni sayang, manusia kan memang tempatnya khilaf dan salah, jadi trlibat konflik kecil apalagi dengan orang-orang dekat adalah wajar (Asal jangan keseringan ya). Yaa...kita kan sama-sama tahu kalau prselisihan antar saudara muslim tidak boleh lebih dari 3hari, tapi memang tidak mudah menghapus 'Jejak paku yang tertinggal di kayu' dalam waktu singkat. Tenang saja Bunda ambil nafas dalam yakinlah bahwa sa'atan wa sa'atan (semua akan indah pada waktunya). Jika kita sudah minta maaf dan berdamai dengan dia, sekarang mari kita berdamai dengan hati kita. Senyumlah... Tidak luntur kemuliaan seseorang karena memulai percakapan sederhana, menanggapi obrolan sesaat saja. bahwa Allaah menjanjikan pahala shadaqah saat kita tersenyum pada saudara kita "Tabassumuka fii akhika shodaqotun" 

3. Bunda sonia
Kalo saya mau tanya ustadzah. Gimana kita menghadapi anak yang lagi mulai tumbuh remaja. Dan doa apa yang baik untuk anak yang lagi mulai tumbuh remaja?
Jawab
Anak-anak di usia remaja (14-17thn) meskipun tidak didefinisikan dalam pola pendidikan Islam karena dianggap dewasa muda, adalah usia kemandirian. Mereka merasa dewasa-besar-sanggup, maka berilah tanggungjawab dan kebanggaan. Beri aktivitas positif yang memacu minat kompetisi dan semangat brprestasi. Ini secara tidak langsung akan menguras waktu dan energi mereka sehingga tdak terlalu fokus pada pergaulan bebas dan aktivitas buang-buang waktu. Doakan mereka jadi orang-orang yang istiqomah, tetap dalam balutan hidayah, jadi generasi kebanggaan umat, dan biarkan mereka tahu isi doa-doa kita itu 

4. Bunda fathimah
Tentang pemberian nama, jikalau sudah terlanjur tidak islami namanya, maka segera diganti sebaiknya, namun administrasi negara tentang akte ,dll.. sedemikian ribet, maka dari itu mereka tidak jadi merubah namanya, bagaimana itu ustadzah? dilema
Jawab
Perubahan nama memang salah satu tuntunan syariah namun hukumnya bukan wajib yang bila tidak terlaksana akan berdosa, haditsnya berbentuk anjuran. Agama kita Islam berkonsep "Fayassirhu walaa tu'assiru" Maka permudahlah jangan persulit. Jika perubahan nama mengakibatkan kesulitan yang mengganggu sekali (ubah KTP, KK, Ijazah, Paspor, account bank, SK PNS dll) menurut hemat saya kita tunda dulu sampai saat kita tidak aktif bekerja/sampai dapat KTP seumur hidup. Memang kita tidak tahu batas umur kita, namun bukankah nama tidak masuk dalam agenda hisab (perhitungan di yaumil akhir)? Kini tinggal kita berjuang lebih keras utk jadi muslim/ah paripurna yang berakhlak karimah yang lebih baik dari namanya.

Cukup sekian kajian hari ini ya ukhti-ukhti. Kita sambung besok lagi

Do'a penutup Majelis
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih). 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!