Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

HIJRAH KELUARGA

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 12 UMMI)

Hari / Tanggal : Kamis, 23 Oktober 2014
Narasumber : Ustadz Imas
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum wr wb
Sudah menjadi kewajiban bagi kita umat Islam untuk menjaga dan mempertahankan akidah kita dari pengaruh-pengaruh luar yang membahayakan. Berbagai macam slogan ideologi yang dewasa ini banyak digembor-gemborkan oleh sebagian kalangan patut mendapatkan perhatian serius. Umat Islam sudah selayaknya memiliki filter yang dapat menyaring, memilah dan membedakan mana hal-hal yang sesuai dengan akidah Islam dan mana yang tidak.Tidak dapat dipungkiri bahwa umat Islam saat ini sedang diinvasi dalam berbagai aspek, baik secara militer, ekonomi, politik, budaya dan pendidikan. 

Belum kering ingatan kita tentang tragedi yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, Irak, Afghanistan, Chechnya, Kashmir dan beberapa negara muslim lainnya yang dilanda perang. Dari aspek ekonomi, akibat embargo yang berkepanjangan terhadap beberapa negara muslim yang diaggap ‘membangkang’ telah menjadikan ratusan bahkan ribuan anak-anak mati kelaparan sebagaiman terjadi di Irak. Banyaknya hutang yang melilit bangsa kita pun akhirnya menjadikan beberapa kebijakan pemerintah, baik dalam negeri maupun luar negeri, mendapatkan intervensi asing.

Dalam dunia intelektual, musibah yang menimpa sebagian cendekiawan Muslim negeri kita telah memberikan indikasi betapa pentingnya memahami Islam secara benar sesuai petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan sesuai pesanan Barat demi mencairkan dana dari LSM-LSM asing yang menyokong aktivitas-aktivitas yang mendukung kepentingan mereka. Perang yang dilancarkan oleh Barat terhadap Islam tak dapat lagi ditutup-tutupi. Meskipun dengan dalih membasmi terorisme, menerapkan demokrasi, menjunjung hak asasi manusia dan seribu alasan lainnya, aroma konspirasi itu akan tetap tercium juga. Yang paling membahayakan dari semua itu adalah perang yang dilancarkan pada tataran pemikiran atau sering dikenal dengan istilah Ghawul Fikri atau pertarungan ideologi yang semakin hari semakin marak. Jika invasi militer dapat membunuh manusia dan merusak infrastruktur bangunan secara fisik, maka invasi pemikiran akan membunuh akidah dan merusak cara berpikir seseorang.Dari sinilah kita melihat perlunya proses imunisasi dari segala macam wabah penyakit yang menyerang pemikiran umat Islam.

Mengambil momentum tahun baru hijriyyah, banyak ibrah (pelajaran) yang bisa kita dapatkan dari peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW & para sahabat. Menurut para ulama hijrah ada 2 macam :

1. Hijrah makani (tempat) 
Hijrah yang dilakukan dengan fisik kita pindah menjauhi wilayah kufur menuju wilayah iman, ini yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.  Namun setelah penaklukn kota Mekkah sudah tidak ada hijrah dengan fisik ini, karena Rasulullah SAW bersabda : “Laa hijrata  ba'da l-fathi illaa jihaadun wa niiyyatun" tidak ada lagi hijrah setelah penaklukan kota Makkah kecuali jihad dan niat....

2. Hijrah maknawi
Hijrah yang dilakukan oleh seseorang dari segi bentuk kekufuran, kemusyrikn menjadi mentauhidkn Allah SWT. Kita harus segera berhijrah dari segala macam kekangan ideologi-ideologi neo-“Jahiliyah Kontemporer” yang seringkali berlindung di balik topeng demokrasi, liberalisme, pluralisme dan sejenisnya. Sudah saatnya umat Islam kembali kepada pedoman hidup mereka yaitu Al-Qur’an dan As Sunnah sehingga tak perlu lagi mencari-cari pedoman hidup lainnya. Tak hanya itu, cara memahami dan menginterpretasikan teks-teks keagamaan (An Nushush Asy Syar’iyyah) yang menjadi bahan bangunan agama kita pun perlu diperhatikan sehingga metode-metode yang kita lakukan harus sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh para Ulama terdahulu (As Salaf Ash Shalih), dengan tujuan agar kita dapat terhindar dari kegelinciran cara berpikir dalam memahami agama kita sendiri. 

Dalam tataran budaya, kita banyak menyaksikan perilaku remaja-remaja muslim di zaman sekarang yang mulai cenderung mengikuti pola hidup Barat. Mulai dari gaya berpakaian, potongan rambut, cara berbicara, bersikap dan bergaul mulai banyak yang jauh dari akhlak-akhlak Islam. Segala macam tingkah laku dan gaya hidup hedonis dan permisif mulai menjadi ciri khas anak muda zaman sekarang. Hal ini tentu patut mendapatkan perhatian serius karena menyangkut masa depan bangsa kita. Apa jadinya jika bangsa kita ke depannya dipimpin oleh generasi-generasi yang miskin mental dan berjiwa ‘penjiplak’?Tentu kita semua mengharapkan bangkitnya generasi-generasi Islam yang akan memperbaiki bangsa kita yang saat ini sedang dilanda krisis multidimensi. Kita tidak menginginkan musibah-musibah yang telah ditimpakan atas umat-umat terdahulu menimpa kepada bangsa kita dikarenakan ulah para penerus bangsa kita yang tidak lagi mengindahkan aturan-aturan Tuhan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita membentengi diri kita sendiri serta keluarga dan kerabat kita dari pengaruh-pengaruh budaya luar yang banyak menyimpang. Jika Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya mampu melakukan hijrah secara fisik demi menyelamatkan keimanan mereka, maka sudah selayaknya kita lebih mampu melakukan hijrah yang bersifat abstrak (maknawi) dari kejahiliyahan-kejahiliyahan modern menuju kemurnian ajaran Islam yang akan terus bertahan sampai Akhir Zaman. Fahamkan anak-anak kita akan perang pemikiran ini. Betapa cara yang halus yang dilakukan oleh musuh-musum islam sehingga tidak terasa bahwa sesungguhnya kita sedang diperangi, dirusak aqidah kita dan akhlak yang menyimpang.

Tahapan hijrah secara maknawi :
1. Dari tidak tahu menjadi tahu (minal jahli ila l-'ilmi)
2. Dari tahu menjadi berkehendak (minal 'ilmi ila l-iradati)
3. Dari niat menjadi amal (minal iradati ila l-'amal)
4. Dari amal menjadi dawam/berkesinambungan (minal 'amal ila l-mudawwamah)
5. Dari dawam menjadi dakwah (minal mudawwamah ila dakwah)

Semoga di penghujung tahun ini, menjadi momentum terbaik untuk kita dan keluarga bisa hijrah dari seluruh sisi kehidupan yang buruk menjadi kehidupan yang baik, dari kehidupan yang baik menjadi kehidupan yang jauh lebih baik.
Wallahu'alam.

TANYA JAWAB
 bd. Aliana
Bulan Muharam, Adakah kaitannya dengan lebaran anak yatim? mohon penjelasannya karena tanggal 10 Muharram juga banyak yang merayakan sbg hari rayanya anak yatim. Adakah dalilnya?
Jawab
Tetang lebaran anak yatim asal muasalnya, wallahu'alam,  tidak ada sumber yang bisa dijadikan sebagai sandaran dalil,  kenapa disebut lebaran anak yatim? Padahal dalam syariat islam hanya ada 2 hari raya yaitu ied fitri dan ied adha. Juga kenapa lebaran anak yatim ini di tanggal 10 muharram? Padahal dalil hadits yang ada tanggal tersebut adalah anjuran Rasulullah SAW untuk melaksanakan shaum 'asyura
Sedikit informasi yang saya terima dari salah seorang ustadz, ketika beliau menyebutkan bahwa lebaran anak yatim jatuh tanggal 10 muharram dihubungkan dengan peristiwa karbala. Dimana pada peristiwa yang menyedihkan ini seluruh keluarga cucu Rasulullah SAW yaitu Hasan bin Ali ra dibunuh secara keji dan biadab oleh pasukan Khalifah Yazid bin Muawiyyah dibawah komando Al-Hajjaj Peristiwa karbala yang menorehkn kelam dalam sejarah kaum muslimin ini, disebutkan bahwa Hasan bin Ali sebagai seorang yatim (karena Ali ra pun sudah wafat karena dibunuh) dan banyak melahirkan yatim-yatim baru, oleh kaum syiah peristiwa karbala ini selalu diperingati dengan cara menyakiti/menyiksa diri sendiri (dengan kayakinan sebagai bentuk cinta kepada Hasan bin Ali /ahlul bait ). Karena peristiwa inilah maka tanggal 10 muharram dijadikan sebagai lebaran yatim, untuk mendukung nya maka disambung-sambungkan dengan hadits-hadist Rasulullah SAW tentang keutamaan menyantuni anak yatim, wallahu'alam

Untuk kita sebenernnya menyantuni anak yatim tidak lah cukup di tanggal 10 muharram saja, tetapi dalam setahun itu ato ditahun-tahun berikutnya pun harus terus memiliki kepedulian kepada mereka

 bd. Euis
Di zaman sekarang ini sudah banyak sekali perbuatan-perbuatan yang tidak bermoral yang dilakukan oleh usia-usia SMP bahkan SD. di lingkungan saya sendiri sudah sangat sulit mengendalikan anak-anak yang akhlaknya kurang baik. Bagaimana cara menyikapinya? karna tidak mungkin kalo kita hijrah dari lingkungan tersebut, apalagi di lingkungan sekolah yang seharusnya anak-anak mendapat ketenangan, tetapi malah menjadi takut untuk ke sekolah akibat di buli/ dilecehkan temannya (ini terjadi pada salah satu teman saya yang tidak mau masuk sekolah anaknya karna salah satu teman laki-lakinya suka pegang-pegang dan mengancam mau dperkosa, itu kelas 6 Sd)...mhon pnjelasanny ya
Jawab :
Berbicara masalah anak korban pornografi adalah. Hal yang sangat serius,  bukan hanya untuk masa depan anak itu tapi bisa menular kepada teman-temannya. Pihak sekolah bisa mengadakan acara untuk anak kelas 5-6 bagaimana pendidikan seks untuk mereka dari lembaga/ psikolog yang bisa dipercaya.  Biasanya dari hasil acara itu mendapat hasil sejauh mana dan seberapa banyak anak yang terpapar konten pornografi, perlu juga dilakukan acara untuk para orang tua bagaimana menjadi orang tua yang bijak ketika menghadapi anaknya yang sudah terpapar konten pornografi
Wallahu'alam

Tanggapan
Betul sekali, kita miris dengan kondisi yang ada sekarang tentang pergaulan anak-anak, tetapi kita juga tidak mngkin untuk hijrah dari rumah yang 1 ke rumah yang lain terus-terusan.  Ini menjadi tangung jawab kita para orang tua bekerjasama dengan para pendidik,  guru & pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman untuk anak, dengan adanya kasus di atas, butuh lapang dada dari semua pihak, mungkin pihak sekolah dengan orang tua yang terkait juga murid nya duduk bersama menyelesaikan masalah ini,  harus digali kenapa anak laki-laki itu sampai mengancam teman perempuannya sg pegang-pegang badan dan mau memperkosanya? Ada kemungkinan jika anak ini terpapar konten pornografi, dan orang tuanya harus lapang dada dan bisa bijak menghadapinya

Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”