Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Ibunda, Bersabarlah... Agar Allah makin cinta

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 20 UMMI)

Hari / Tanggal : Jum'at 17 Oktober 2014
Narasumber : Ustadzah Nurjannah
Notulen : Ana Trienta

Assalamnu'alaikum wr wb 

بسم الله الر حمن ال حيم الحمد لله رب العالمين حمدا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضاه... قلاة وسلاما دائمين متلازمين على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله و أصحابه أجمعين

Syukur tiada terhingga kita curahkan hanya kepada Allah SWT, karena atas karuniaNya sampai detik ini jiwa kita masih terjaga dalam fitrah Islam...rahmatan lil 'aalamiiin. Sholawat beserta salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah SAW tercinta, kepada seluruh keluarga dan sahabatnya, serta semoga terlimpah pula kepada kita semua, muslimah yg insyaAllah  memegang teguh sunnah-sunnahnya..amiiiiin.

Senang rasanya...Saya bisa bertemu dengan Bunda sekalian dalam majelis ilmu yang in sya Allah selalu dimuliakan dan diberkahi oleh Allah SWT..

Berbahagialah Bunda... Karena kehadiran kita didalam sebuah majelis ilmu akan menyebabkan terkabulnya do'a, dan Allah SWT akan menyebut nama kita satu persatu untuk dibanggakan dihadapan seluruh penduduk langit

Ibunda... Pernahkah Ibunda merasakan kepenatan atas segala rutinitas keseharian...? Dalam mengurus anak, mengurus rumah tangga? Hmmm....Saya rasa semua pasti memiliki kejenuhan dan pernah mengeluh. Itu wajar bunda. Sebagai wanita biasa tentu kita akan merasakan lelah, capek...dsb. Ketika mengurus anak, begitu banyak dinamika yang kita rasakan, dan biasanya kita akan berucap dalam hati...sabaaar sabaaar. Sabar merupakan kata pamungkas yang seringkali kita sematkan dalam dada. Kesabaran yang tetap dibingkai dalam kesholihan yang prima agar Allah Swt selalu menurunkan rahmatNya..

Baiiik... Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit tentang kesabaran. Judul yang Saya angkat adalah:  "Ibunda, Bersabarlah... Agar Allah makin cinta"

Mari kita lanjutkan. Kenapa kita harus bersabar Bunda?  Jawabannya simple Karena sabar adalah salah satu ciri seorang mukmin. Dalam Al Qur'an, Allah Swt telah berfirman:
“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah 2:177)
“Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuat-kanlah kesabaranmu.” (QS. Ali Imran 3:220)
Dari ayat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sabar disini merupakan ciri umat bertaqwa, umat yang selalu berserah diri kepada RabbNya. Begitupun dengan keutamaan dari sifat sabar yang dijelaskan dalam hadits berikut ini, mari kita simak:
"Tidaklah seorang muslim menderita karena kesedihan, kedudukan, kesusahan, kepayahan, penyakit dan gangguan duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Bukhori) 
"Siapa yang berlatih kesabaran, maka Allah akan menyabarkannya. Dan tiada orang yang mendapat karunia (pemberian) Allah yang lebih baik atau lebih dari kesabaran.” (HR. Bukhari, Muslim)
Bersabda Rasulullah saw.: "Sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin, sebab segala keadaannya untuk ia sangat baik dan tidak mungkin terjadi demikian kecuali bagi seorang mukmin: Jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka syukur itu lebih baik baginya dan bila menderita kesusahan; sabar, maka kesabaran itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)
Ibunda, mensyukuri suatu nikmat berarti memupuk nikmat dan menimbulkan pahala yang lebih besar dari kenikmatan dunia yang telah diterima. Demikian pula jika menderita bala’ kesusahan menimpa, lalu kita bersabar, maka pahala kesabaran merubah suasana bala’ menjadi kenikmatan sebab pahala yang tersedia baginya, jauh lebih besar daripada penderitaan-nya.
Bersabda Rasulullah saw.: "Siapa yang dikehendaki oleh Allah padanya suatu kebaikan (keuntungan), maka diberinya penderitaan". (HR. Bukhari)
Betapa banyak nikmat Allah Swt yang terkadang kita lupa untuk mensyukurinya ya Bunda. Kita lebih sering mengeluh, mencaci keadaan, bahkan mungkin berprasangka buruk kepada Allah Swt jika terjadi sesuatu yg buruk menimpa kita. Terdapat beberapa balasan yang akan diterima oleh seseorang yang selalu bersabar: 
 Allah menyertai orang-orang sabar. Dalam Al Qur'an Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”. (QS. Al-Baqarah 2:153)
 Allah sayang kepada mereka yang sabar. 
“Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran 3:146)
 Orang yang Sabar memperoleh berkah yang sempurna, rahmat dan petunjuk .
“Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2:155)
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Robbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah 2:157)
 Orang sabar memperoleh pahala lebih baik dari apa yang dikerjakan.
“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl 16:96)
 Orang sabar pahalanya dicukupkan tanpa batas.
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar 39:10)
 Orang sabar dijanjikan pertolongan Allah .
“Ya, jika kamu bersabar dan bersiap-siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda”. (QS, Ali Imran 3:125).
 Orang sabar memperoleh derajat kepemimpinan dalam dien.
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan selalu meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajadah 32:24)
 Orang sabar dipuji Allah sebagai manusia utama.
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. Ali Imran 3:186)
 Allah melindungi orang sabar dari tipu daya musuh 
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudhoratan kepada kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran 3:120).
 Orang sabar layak masuk surga.
“Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya”. (QS. Al Furqaan 25:75)
 Orang sabar dapat mengambil pelajaran dari sejarah.
"Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang sabar lagi bersyukur.” (QS. Saba’ 34:190).
“Jika Dia menghendaki akan menenangkan angin. Maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur.” (QS. Asy Syuura:33)
TANYA JAWAB
 Ustadzah ada pepatah yg mengatakan "sabar itu ada batasnya" bagaimana sebagai seorang mukmin kita bersabar, apalagi kalau di zalimi apakah kita boleh melawan kalau sudah tidak tahan lagi atau harus tetap bersabar
Jawab
Iya betul sekali Bunda terkadang kesabaran kita sdah mencapai klimaksnya dan tidak tahan lagi untuk meluapkan emosi. Itu wajaaaar sekali, karena kita hanya manusia biasa ya Bund. Tapi begini Bunda Ketika perasaan itu datang, sebaiknya kita ingat kembali apa saja balasan-balasan yang akan Allah Swt berikan bagi orang yang sabar. Allah tidak akan memberikan ujian yang tidak berkesudahan, dan dalam setiap ujian  pasti ada akhir yang indah berupa hikmah berharga bagi kehidupan kita. Kita juga harus yakin dengan besarnya ganjaran kesabaran yg akan Allah Swt berikan.
"Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 96)
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar:10)
Wallahu 'alaam bishshowwab

 Umi saya punya tetangga di depan rumah saya mau nanam tanaman didepan rumah tidak boleh alasanya mobilnya tidak bisa keluar padahal yang lain aja pada bisa ngeluarin mobil walaupun ada tanaman tetangga di depanya. Saya sudah ngalah nggak nanam tanaman tapi sampai sekarang saya masih sakit hati kenapa punya tetangga seperti itu. Nah bagaimana caranya menjaga kesabaran saya ini?? sekarang saya ga nanam tanaman eh malah dia parkir motor disitu.
Jawab
Masya Allah. Masalah bunda ini sepintas seperti masalah sepele ya, padahal bisa jadi inilah ujian yang Allah berikan dalam rangka menguji kesabaran kita. Allah swt memberikan ujian pada hambaNya lewat berbagai macam cara salah satunya lewat perilaku tetangga. Saran saya. Segeralah beristighfar bunda, jauhkan segala prasangka kepada tetangga. Karena hamba yang baik salah satunya adalah yang memuliakan tetangganya, terlepas dari tetangga tersebut baik atau tidak. Sering-sering saja bunda bersilaturrahim ke rumahnya dan memberi hadiah, misalnya makanan minuman, dsb. Semoga hadiah-hadiah tersebut akan meluluhkan hati tetangga bunda tersebut. Kemudian ajaklah tetangga Bunda tersebut dialog/ngobrol-ngobrol santai... Agar hubungan Bunda dengan tetangga menjadi lebih harmonis.. Walllahu'alaam bishshowwab

 Ustadzah bagaimana kalau menghadapi anak-anak kita, sudah disuruh  dengan baik tapi gak didengar (dicuekin) setelah kita marah/teriak baru dikerjakan. Kadang stress sendiri, gimana Ustadzah?
Jawab
Bunda Rahmi... Anak-anak memang memiliki dunia yang kadang kita tidak bisa menjangkaunya ya, pola pengasuhan dan pendidikan mereka harus disesuaikan dengan tingkat usia dan kematangan emosional anak tentunya. Jika anak suliiiiit mendengarkan arahan kita, yang harus kita lakukan pertama kali adalah introspeksi diri. Jangan-jangan ada yang salah dengan pola pengasuhan yang kita berikan, perilaku anak bisa menjadi cerminan pengasuhan orang-orang terdekatnya Bunda. Kemudian langkah selanjutnya adalah meminta pertolongan Allah swt dalam membimbing anak-anak kita, segera kembali pada Allah swt dalam setiap permasalahan yang kita hadapi agar Allah swt membantu kita dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Anak kita itu kan milik Allah swt bunda. Kita minta pertolonganNya dalam mengurus anak, tentu Allah swt akan senang ya. Dan yang paliiiing penting jadi senjata kita adalah berdo'a...dan berdo'a. Seraya teruuuus membimbing anak-anak dengan sabar dan yakin suatu saat mereka akan berubah sifatnya dengan izin Allah swt. Ayat berikut, semoga bisa menjadi penguat
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) menderita luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) menderita luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS. Ali Imran: 139-140).
Wallaahu'alaam bishshowwab

 Kata sabar sangat mudah diucapkan tapi sangat sulit di praktekan. Dilihat dari keutamaan-keutamaan yang didapat seorang yang sabar, memang sulit untuk bersabar apalagi bertahan untuk sabar. Ustadzah adakah kiat-kiat agar kita mendapat derajat sabar seperti yang disebutkan ayat-ayat al quran di atas.
Jawab
Beberapa kiat agar kita bisa menjalankan kesabaran diantaranya:
> Memahami arti kehidupan dunia dengan sebenarnya. 
Bahwa kehidupan dunia bukanlah surga kebahagiaan atau tempat tinggal abadi, tetapi medan pelaksanaan tugas dan menempuh ujian dan cobaan. Manusia diciptakan untuk diuji agar lulus memasuki kehidupan abadi di akhirat. Apabila seseorang benar-benar menyadari akan hal tersebut dia tidak akan terkejut bila tertimpa musibah. Manusia menyadari akan dirinya sendiri. Hendaknya manusia menyadari bahwa dia adalah milik Allah pada permulaan dan akhirnya. Dilimpahkan baginya karunia nikmat lahir dan batin, kesehatan dan kekuatan tubuh, harta dan benda dan anak keturunan. Dan jika ditarik kembali sebagian yang dimiliki manusia maka sudah seharusnya dia tidak marah kepada pemberinya dan pemiliknya.
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl:53)
> Keyakinan pahala yang baik disisi Allah.
Tidak ada dalam Al-Qur’an janji pahala dan ganjaran yang lebih besar dari sabar.
“Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 96)
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar:10)
> Keyakinan akan terbebas dari musibah.
Keyakinan terbebas dari himpitan musibah. Keyakinan datangnya kesenangan sesudah kesusahan dan kemudahan sesudah kesulitan.

> Keyakinan datangnya kemenangan dari Allah bagi orang-orang beriman sebagai ganti ujian dan cobaan yang dialaminya. Keyakinan seperti itu akan menghilangkan kegelisahan batin, menghapus rasa putus asa, menerangi jiwa dengan sinar harapan kemenangan dan percaya akan hari esok yang lebih cerah. Janji kemudahan sesudah kesulitan :
“Allah kelak akan memberi kelapangan sesudah kesempitan”. (QS. Ath Thalaaq:7)
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyrah: 5-6)
> Janji kesudahan yang baik bagi orang-orang yang sabar dan bertaqwa :
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah, dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-A’raaf: 128)
> Janji Allah mengganti semua yang telah berlalu sebab Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang beramal sholeh dan berbuat ihsan :
“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Allah saja mereka bertawakkal”. (QS. An-Nahl: 41-42)
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Al-Mu’min:55)
> Mohon pertolongan Allah
Dengan mohon pertolongan Allah SWT, berlindung kepada-Nya, berkeyakinan Allah SWT beserta dia, berkeyakinan bahwa dia dalam perlindungan, pembelaan dan pemeliharaan Allah SWT maka dia tidak akan teraniaya.

“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfaal: 46)
“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb-mu maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami” (QS. Ath-Thuur: 48)

> Meneladani orang-orang yang sabar dan memiliki kebulatan tekad.
“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka bersabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. (QS. Al-An’aam:34)
“Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Huud:120)
> Beriman kepada taqdir dan sunnatullah.
Apa yang menimpa diri seorang bukanlah suatu kesalahan atau kekeliruan atau terjadi secara kebetulan. Dan smeua yang sudah ditentukan taqdirNya tidak mungkin salah atau meleset. Berserah dan pasrah kepada taqdir Allah dalam situasi dan kondisi seperti itu merupakan suatu hal yang disyariatkan dan terpuji. 
Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami Menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah Mudah bagi Allah. (Kami Jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang Diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak Menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (Al-Hadid 57:22-23)
PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.