Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

JANGAN MENUNDA TAUBAT

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT 
(All Grup Ummi)

Hari/ Tanggal : Rabu, 22 Oktober 2014

Narasumber : Ustadzah Endria Sari Hastuti
Notulen : Ana Trienta

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فهو المهتد ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا..
ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ؛ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ، ﻳﺤﻴﻰ ﻭ ﻳﻤﻴﺖ ﻭ ﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﺊ ﻗﺪﻳﺮ ﻭ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻤﺮﺟﻊ ﻭ ﺍﻟﻤﺼﻴﺮ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ، ﺑﻠﻎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻭ ﺃﺩﻯ ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ ، ﻭ ﻧﺼﺢ ﺍﻷﻣﺔ ﻭ ﻛﺸﻒ ﺍﻟﻐﻤﺔ ، ﻭ ﺟﺎﻫﺪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺭﺑﻪ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﺎﻩ ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ..أما بعد

Sudah baca Al fatihah semua disini...
Bunda jama'ah HA yang dirahmati Allah ta'alaa. Apa kabar semua ? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat penuh semangat Tholabul 'ilmu dan juga dalam keadaan iman yang mantab.. Aamiiin

Mungkin diantara bunda ada yang masih ingat saya sudah pernah menyampaikan materi tentang Taubat. Mengingat begitu pentingnya kita segera melakukan Taubat, maka pada kesempatan hari ini saya ingin kembali menyampaikan materi yang terkait dengan Taubat. Sehingga harapan saya, bisa memgantarkan diri saya dan bunda sekalian untuk segera  melaksanakan Taubat, - tidak menunda-nundanya. Karena menunda-nunda Taubat adalah termasuk perbuatan mendzalimi diri sendiri. Bahkan bisa sampai pada menjerumuskan diri ke jurang api neraka jika tidak dilaksanakan sebelum ajal menjemputnya. Sedangkan tidak ada 1 manusia pun yang mengetahui sampai umur berapa ajalnya tiba. Dan sedang melakukan apa dia.

TAUBAT juga merupakan ibadah yang menyebabkan turunnya cinta Allah kepada diri kita. Sebelum kita membahas tentang taubat, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu macam-macam dosa yang karenanya kita harus bertaubat. Dengan mengenali dosa-dosa yang mungkin ada pada diri kita maka kita akan lebih mudah untuk menggerakkan niat untuk segera bertaubat. Berbeda dengan orang yang tidak mengenal macam-macam perbuatan yang termasuk dosa, maka dia tidak akan pernah menyesal dan juga tidak merasa perlu untuk segera bertaubat, sehingga dosa-dosa akan tetap menumpuk. Dan orang yang seperti ini biasanya sulit untuk kembali, karena ya itu tadi, dia tidak merasa telah melakukan dosa. Kondisi inilah yang harus kita hindarkan setelah kita mengkaji materi ini.

Penjelasan tentang macam-macam Sifat Dosa
Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia itu memiliki sifat yang bermacam-macam. Tetapi kita akan membatasi pada pembahasan terkait  sifat-sifat manusia yang membangkitkan dosa , yakni ada 4 macam :
1. Sifat yang menyamai dirinya dengan sifat-sifat Allah dimana sifat tersebut seharusnya adalah bagi Allah semata. Contoh : Sifat Takabur, Sifat Membanggakan diri, mencari Popularitas ( keagungan ) dihadapan manusia, dll. Ini adalah termasuk dosa-dosa yang merusak, sekalipun banyak orang yang melalaikannya dan menganggap bahwa hal tersebut bukanlah suatu dosa.

2. Sifat yang mengadosi dari sifat syetan.
Dari sifat inilah timbulnya kebencian, kesewenang-wenangan, menipu, berdusta, kemunafikan, kufur, menyuruh kepada kerusakan dll.

3. Sifat kebinatangan.
Dari sifat ini muncul sifat kejahatan, keinginan memenuhi nafsu baik nafsu perut dan nafsu kemaluan ( syahwat ) - zina dan perbuatan penyimpangan sexual ( seperti : lesbian, homo sexual ) , kemudian perbuatan gemar mencuri, bertindak kejam untuk memuaskan nafsu dll.

4. Sifat kebuasan.
Dari sifat ini muncul sifat pemarah, pendengki, menyeranng orang lain baik secara fisik maupun menyakiti hati, memukul, membunuh, merampas harta orang lain dll.

Dari sifat-sifat keji diatas masing-masing berada di dalam diri manusia melalui proses dan tahapan.  Sifat kebinatangan biasanya menjadi sumber awal dari sifat-sifat yang lain. Jadi setelah sifat kebinatangan muncul dan tumbuh subur didalam diri manusia tanpa ada penanggualannya maka sifat ini akan berkembang pada sifat kesetanan.  Dan jika 2 sifat tersebut ( sifat kebinatangan dan sifat kesetanan ) terhimpun didalam diri manusia, maka siafat lain yang akan menyeret dirinya pada kejahatan sifat ketuhanan.

Diatas adalah sifat-sifat yang menjadi sumber Dosa, jika sifat-sifat ini berkembang pada diri seseorang maka efek nyatanya sifat tersebut akan memancar pada tampilan fisik dan juga prilakunya. Sebagian diantaranya ada yang mendekam didalam hati, seperti: pemikiran bid'ah, kemunafiqan, memendam niat kejahatan, pendendam, dan sebagian lainnya ada di mata, sebagian lain ditelinga, di lidah, diperut dan dikemaliuan serta ditangan dan di kaki sebagian juga bisa berada di bagian lain dari anggota badan.

Unsur-unsur Taubat
Setelah kita memahami macam-macam sifat dosa, maka berikut ini saya akan mengajak bunda untuk memahami apa unsur-unsur yang ada didalam pengertian Taubat.  Secara singkat pengertian yang mudah dari Taubat adalah suatu amal sholih yang harus mengandung 3 unsur utama didalamnya, yakni :  Ilmu ,  Penyesalan dan 'Amal.

🌿 ILMU
Dengan kita menambah ilmu agama, maka kita akan semakin tahu bahwa ternyata banyak hal yang telah kita langgar selama ini baik tahu atau tidak dan sadar atau tidak.  Perhatikan baik-baik. Dengan ilmu kita mengetahui munculnya dosa-dosa dari setiap tingkah laku kita, terkait dengan hal apa saja, jika muncul dosa maka sensor perasaan kita akan peka dan segera dapat mendeteksi bahwa kita telah atau sedang berdosa. Sehingga Ilmu ini merupakan unsur yang sangat penting dalam hal Taubat. Tanpa ilmu seseorang pendosa besar pun juga tak akan mampu menemukan bahwa dirinya sejatinya seorang pendosa. Dan dengan ilmu pula seseorang akan sadar bahwa dosa merupakan penghijab antara dirinya dan Allah Subhanahu wa ta'alaa. Dan ini akan menimbulkan kegelisahan diri. Semakin berilmu seseorang, maka dosa kecilpun akan berakibat kegeliasahan yang luar biasa baginya. Demikian pula sebaliknya jika bagi orang yang tidak berilmu maka dosa besar yang ada pada dirinya tak akan berefek pada stabilitas dirinya terkait penjagaan hubungannya dengan Allah ta'alaa.

Bunda .... Mari sejenak kita mengucapkan istighfar ditempat masing-masing
Astaghfirllaahal 'adziiim..,
Laa ilaaha illaa an'ta subhanaka innii kuntu minadzhoolimiin...

🌿 PENYESALAN
Setelah seseorang itu memiliki ilmu maka akan terjadi proses introspeksi didalam dirinya secara terus menerus, dan hati mulai bekerja untuk segera menemukan jalan dan langkah penyelamatan dari situasi penyesalan yang sangat membuat dia tidak nyaman.  Kondisi Penyesalan ini mutlak ada di dalam diri seseorang yang benar-benar ingin bertaubat. Jika tidak ada rasa penyesalan pada dirinya, maka mustahil jika seseorang benar-benar ingin bartaubat.

🌿 'AMAL
Bunda... Taubat sering diartikan sebagai suatu penyesalan, selanjutnya buah dari penyesalan itu adalan meninggalkan apa yang membuatnya menyesal itu dan kemudian bergegas untuk membersihkannya, yakni dengan mengganti hal-hal yang tidak membuatnya menyesal dan gelisah. Yakni perbuatan-perbuatan atau ama-amal yang kita yakini adalah amal sholih yang dituntunkan oleh Agama yang dapat membawa ketentraman pada dirinya dan mendatangkan cinta Allah subhanahu wa ta'alaa.

Setelah kita mengetahui unsur-unsur Taubat maka agar amal sholih Taubat kita menjadi bernilai amal sholih yang tinggi nilainya, maka kita perlu membekali diri dengan dasar-dasar dalil bahwa Taubat ini adalah pertintah Allah ta'alaa. Di dalam surat An Nuur : 31 , Allah ta'ala berfirman :
"Dan bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."  
"Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (nashuha), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan kamu dan memesaukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai."  QS. At Tahrim : 8
Bunda.. Jika kita perhatikan ayat diatas bahwa ternyata Allah ta'alaa menyeru Taubat itu kepada orang yang beriman, artinya kepada orang yang sudah berislam kemudian beriman. Hal ini sekaligus mengisyaratkan bahwa kita yang in sya Allah termasuk orang-orang yang sudah beriman inilah yang diperintahkan secara khusus oleh Allah untuk bertaubat, dan tentu secara umum perintah ini juga meliputi bagi semua makhluk Allah yang mukallaf.

Jadi kurang tepat jika kita menganggap orang-orang yang perlu bertaubat adalah orang-orang pelaku dosa saja. Karena ternyata justru orang-orang yang sudah beriman pun diperintahkan untuk segera bertaubat. Sehingga Allah punya alasan untuk menutupi kesalan-kesalahannya. Subhanallah ini adalah bukti besarnya cinta Allah kepada kita orang-orang yang beriman.

Dan untuk mencapai kesempurnaan Taubat itu sendiri kita sebagai orang yang beriman harus terus menerus melakukannya secara kontinyu sampai akhir hayat. Satu hal yang kita harus selalu ingat adalah bahwa diri kita ini adalah manusia yang sangat lemah dan penuh noda dosa, sehingga Taubat merupakan kebutuhan vital bagi diri kita agar kita kelak benar-benar mendapati timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari dosa kita. Oleh karena itu kita harus sadar setelah melakukan taubatan nashuha maka kita harus rajin mengejar amal-amal sholih sebanyak-banyaknya sengan semangat yang yang terputus-putus.

Dalam Al Qur'an Allah ta'alaa berfirman :
".... Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." QS. Huud : 114
Dan sebelum mengakhiri kajian siang ini saya ingin menyampaikan cara bertaubat :
  1. Bertaubat haruslah diawali dengan niat kita melakukannya karena ingin mendapat ampunan Allah ta'alaa.
  2. Menyesali perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
  3. Meninggalkan perbuatan buruk itu dan juga segala perbuatan-perbuatan maksiat yang lain. 
  4. Melakukan segala perbuatan-perbuatan baik yang berlawanan dengan perbuatan maksiat.
  5. Meninggalkan orang atau komunitas yang telah menyuburkan dirinya dalam kemaksiatan tersebut.
  6. Sabar dalam menjalani segala ujian yang bisa jadi nanti akan muncul sebagai ujian apakah tekadnya untuk bertaubat benar-benar kuat atau tidak.
  7. Banyak mengucapkan kalimat-kalimat Taubat dimanapun berada.
Demikianlah bunda yang bisa saya sampaikan dalam edisi materi hari ini. Semoga dengan yang sedikit ini Allah beri taufiq kepada kita untuk bisa segera bertaubat dan tidak menunda-nundanya lagi karena sekali lagi kita ini tidak tahu umur kita. Perhatikan dan ingat-ingat orang-orang yang sebaya dengan kita yang sudah dipanggil oleh Allah ta'alaa.  Bisa jadi setelah mereka adalah kita bunda..

Mari segera kita banyak melakukan Taubat. Karena sungguh perbuatan taubat itu sangat dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'alaa.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.
Endria

TANYA JAWAB

Pertanyaan HA 01
1. Bagaimana caranya mengingatkan orang yang senang membanggakan diri setelah apa yang dilakukannya dan paling suka memuji diri sendiri dan dipuji orang sementara umurnya lebih tua dari kita? kadang kita nasehati baik-baik takut dimarahi, kita diami, hati kayaknya ngga tenang.
Jawab
Coba hadiahkan buku yang ada kaitanya dengan hal tersebut diatas. Sifat seperti ini adalah termasuk orang yang berpenyakit hati.

Pertanyaan HA 03, 16, 23,  25
1. Bu, bagaimana jika kita telah bertaubat, kemudian mengulangi lagi berbuat dosa, apakah masih boleh bertobat lagi dan apakah ada limitnya bertobat itu? Misalnya 3x, setelah itu tidak diterima lago tobatnya?  Dan bagaimana caranya supaya tidak terulang kembali? Mohon penjelasannya, syukron.
Jawab
Jika manusia melakukan dosa dan bertaubat kemudian melakukan lagi dan bertaubat lagidan seterusnya. Maka in sha Allah, Allahu Azza wa jallaa akan tetap menerima taubat kita. Asal kita terpelesetnya bukan karena sengaja meledek Allah ya.. Dan perbuatan dosa ini tidak termasuk perbuatan syirik. Karena perbuatan syirik amat dibenci oleh Allah SWT. Waallahu a'laam bishowwab
Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”6 An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.


2. Saya pernah dengar kata-kata adalah do'a, dan do'a anak kecil dikabulkan Allah. Ini anak saya yang kecil (4th) kalo marah sama kakaknya kok suka ngomong yang negatif, misal: "ya udah, aku mau tinggal d jalanan aja"... saya jadi khawatir terkabulkan (na'udzubillah). Gimana itu ya Ust?
Jawab
In sya Allah semoga tidak terjadi bunda.  Sebaiknya orang tua memberi pengertian yang baik agar anak tidak terbiasa berkata-kata yang kurang baik. Karena hal tersebut akan membentuk watak dan kepribadiannya.

Pertanyaan HA 04
1. Bagaimana orang yang rajin ibadah (taubat) tapi tanpa ilmu, misalnya ada orang yang rajin melakukan dzikir atau sholat sunnah yang tidak ada tuntunannya, ada orang yang berdzikir ribuan kali jumlahnya yang rosul tidak pernah mencontohkan, tetapi dia yakin benar bahwa dia ikhlas karena ALLOH, terus ada lagi orang yang berpuasa 41 hari berturut-turut dan dalam sehari itu dia khatam qur'an 1 kali dia hafidzoh & niatnya ikhlas karena ALLOH, ingin mencari surga?
Jawab
Kalo dilihat dari data yang bunda sampaikan diatas in sya Allah semoga orang tersebut selamat atau setidaknya semoga Allah akan masukkan dia kelak ke syurga juga. Tetapi jika dia harus melalui hisab waallahu a'laam. Hanya saja saya sangat khawatir saja hal syarat-syarat untuk masuk syurga tidak dia penuhi. Karena Secara kaidah hal diatas bisa saja Allah kehendaki asal dia bersih murni dari perbuatan Syirik. Dan beginilah kasihannya orang-orang yang tak berilmu dengan rajiiin nyaaa dia merasa telah melakukan ibadah tetapi jika tidak diajarkan oleh Nabi saw terutama dalam ibadah mahdhohnya maka bisa saja dia telah melakukan bid'ah. Karena seperti puasa 41 hari tidak pernah dicobtohkan oleh Nabi wa Rasul saw. Biasanya orang yang melakukan puasa semacam ini justru dia sedang membuka pintu-pintu untuk mengundang jin masuk kedalam tubuhnya. Dan ini musyrik. Biasanya orang yang melakukan kemusyrikan itu mereka juga rajin sholat dan rajin pula mengaji.  Tetapi aqidah dia sudah cacat. Karena tanpa ilmu dia melakukan pelanggaran syari'at Rasulullah saw. Jadi ibadah wa bil khusus yang sifatnya mahdoh itu harus i'tiba Rasul saw mengikuti apa yang diajarkan Rasul saw jangan membuat cara atau syariat sendiri. Sehingga seberapa rajin dia ibadah jika termasuk bid'ah maka tempatnya di neraka kelak. Waallahu a'laam bishowwab


Pertanyaan HA 07
1. Ustadz mau bertanya, bagaimana hukumnya bertaubat karena bukan kesadaran tapi karena keadaan, misalnya seorang "maaf" tuna susila atau pezina yang bertaubat karena menikah, di mata manusia mungkin perbuatan di masa lalunya sudah jadi image buruk, tapi bagaimana di mata اَللّهُ ? Atau bagaimana hukumnya?
Jawab
Bertaubat dalam kondisi seperti itu saya rasa sah-sah saja ya. Yang penting akhirnya dia bertaubat kan .  Taubatnya seseorang itu adalah suatu perbuatan besar yang sangat dihargai oleh Allah SWT. Dan yang tahu kesungguhan taubat seseorang otu tentu hanya dirinya dan Allah saja. Karena ini terkait dengan hati.  Jika seseorang bertaubat karena orang lain misal seperti kasus diatas, maka si suami nya itulah in sya Allah termasuk orang yang beruntung karena telah dipilih Allah untuk menjadi perantara kembalinya seorang pada jalan yang lurus.

2. Banyak hal di sekitar saya hal-hal yang berbau syirik dan perbuatan dosa lainnya. Seperti acara pernikahan saja banyak klenik yang masih di lakukan  seperti ada sesajen.ayam di kalungi uang saat iring-iringan manten, melepas ayam di tengah perjlanan. Saya tau itu tidak sesuai dengan ajaran islam, dan walaupun saya tidak secara langsung telibat karena hanya sebagai undangan tapi saya merasa berdosa tapi juga tidak mampu untuk merubah adat yang sudah turun temurun ini. Bagaimana ya ustadzah, apakah saya berdosa ikut hadir dalam undangan tersebut?
Jawab
Jika ditanya ikut hadir dosa atau tidaknya waallahu a'laam ya bunda. Karena yang berhak menilai dosa itu Allah, hanya saja jika kita boleh berpendapat dari dalil ilmu yang telah Allah. Bahwa jelas perbuatan syirik itu dosa dan tingkatannya dosa yang sangat besar tak terampuni jika sampai matinya pelakunya tidak bertaubat.  Sedangkan dalam islam itu ketika ada suatu kebaikan maka kita diperintahkan untuk segera mengambilnya ( melaksanakannya ) dan sebaliknya jika ada kemungkaran atau maksiat, maka kita diperintahkan untuk menjauhinya agar tidak jatuh pada area subhat. Saran saya agar kita tidak hadir pada acara apapun dimana di dalamnya ada sebuah indikasi fenomena kemusyrikan. Segera bertaubat bunda dan jangan ulangi lagi. Silahkan baca doa ;
Allahumma innii a'udzubika min annusyrika bika syai-an na'lamuh wa nastaghfiruka limaa laa na'lamuuh.

3. Ustadzah, bagaimana jika kita lalai menjaga lisan, sehingga kata-kata kita menyakiti hati orang lain? Sedang kita tidak menyadarinya, karena dilakukan tanpa sengaja. Bagaimana cara bertobatnya?
Jawab
Minta maaf segera kepada yang kita sakiti hatinya sampai dia benar-benar ridho dan kemudian segera bertaubat kepada Allah SWT. Cara menjaga lisan dengan ingat mati dan perhitungan hari akhirat. Bahwa semua amal perbuatan kita baik tindakan maupun ucapan kita kelak akan dihisab oleh Allah swt.

4. Apabila kita pernah mengambil hak orang lain yang tidak kita kenal lalu sekarang ingin bertaubat untuk mengembalikan hak orang tersebut bagaimana caranya ustadzah?
Jawab
1. Bertaubat kepada Allah,
2. Meminta maaf kepada orang yang kita dzalimi tersebut, dan
3. Segera kembalikan hak nya.

5. Ustadzah, saya mau tanya apa ada kaitanya kesulitan yang dihadapi terkadang karena hijab dosa di masa lalu, contohnya belum di karuniai anak mungkin karena dulu waktu masih jahiliah ga menutup aurot dengan sempurna kemudian Alloh ingin membersihkan saya dulu sampai siap menurut Alloh, jadi terhalang doanya. Jazakillah
Jawab
Bisa jadi. Akan tetapi kita tetap khusnudzon saja kepada Allah. Jangan terlalu meratapi hal-hal yang sifatnya ghaib seperti itu. Lebih baik terus tingkatkan ketaqwaan dan istiqomah. Allah itu sudah pasti tepat dalam menakar kekuatan hambaNya dalam menerima ujian. Setiap keadaan maka terimalah dengan ridho dan ihlas serta sabar. Karena bisa hal itulah yang akan menasukkan kita ke dalam syurga dibawah karunia dan rahmat Allah SWT.

Pertanyaan HA 08
1. Afwan ustadzah, ada sahabat yang curhat kalo dia pernah berzina lalu hamil dan karena malu dia menggugurkan kandungannya. Saat ini sahabat tersebut sudah bertaubat dan mencoba memperbaiki diri serta ibadahnya. Dia tau hukum berzina adalah di rajam. Apakah setelah dia bertaubat tapi dia tetap harus menjalankan hukuman rajam agar terlepas dari siksa akhirat? sedangkan di Indonesia tidak ada hukum itu. Dan dia punya niat kalo bisa ke tanah suci.. dia akan melaksanakan hukuman itu disana. #MasyaAlloh#. Afwan ustadzah, bagaimana menurut ustadzah? agar menjadi masukan bagi saya untuk share dengannya.
Jazakillaah..
Jawab
Ya benar hukum rajam bagi para pezina menang tetap berlaku dalam islam. Sebaiknya jika sudah bertaubat kita positif thinking saja kepada Allah ta'alaa. Kejar amal sholih yang banyak. Memang jika ingin menegakkan hukum Islam jelas itu yang lebih utama akan tetapi perlu dikonsultasikan apakah niat melakukan hal tersebut memang ada jalan kesana apa tidak. Jika justru akan menimbulkan mudhorot yang lebih besar sebaiknya konsultasi dengan ulama yang terpercaya dulu ukhti. Karena tentu tidak simple teknis pelaksanaan niat anti tersebut karena sudah menyangkut teritorial yang berbeda dari 2 negara. Waallahu a'laam bishawwab.

Ini mungkin pertanyaan yang sangat berat bagi saya untuk menjawabnya dan sekaligus membuat saya terharu dengan kesungguhan si penanya untuk bertaubat. Semoga Allah menerimat taubatnya dan merahmati ukhti penanya ini. Aamiin. Jika kita lihat hadist tentang kemurahan Allah mengampuni hambaNya yang datang untuk bertaubat walaupun dia datang dengan sebanyak buih di laut maka saya berkhusnudzon kepada Allah taubat anti diterima. Dan nikmati kehidupan dibawah naungan Ridho ILLahi ...

2. Makhluk Allah yang mukallaf maksudnya apa ustadzah? Shalat mutlak itu seperti apa dan bagaimana niatnya? Kalimat taubat selain istighfar??
Jawab
Mukallaf itu manusia yang sudah mendapat beban kewajiban atasnya untuk menjalankan syariat Allah. Misal dari bangsa manusia  yang sudah aqil baliqh. Demikian juga dari bangsa jin. Sholat mutlak itu setiap sholat sunnah 2 rakaat yang tidak terikat pada suatu waktu tertentu. Dan bisa dilakukan kapan saja. Niatnya sholat sunnah mutlak 2 rakaat karena Allah ta'alaa . Itu aja . 
Lafadz taubat :
1. Astaghfirllahal 'adziim.
2. Laa ilaaha illaa an'ta subhanaka innii kuntu minadzhoolimiin
3. Allahumma innii dzolamtu nafsi dzhulman' katsiroo , kabhiiroo wa laa yaghfiruu dzunuuba illaa an'ta... Faghfirlii maghfirotammin 'indik, war hamnii innaka an'tal ghofuururrohiim.
3. Allahumma anta robbi laa ilaaha illa anta qolaqtani wa ana 'abduka wa ana 'alaa  'ahdika wa wa'dika mas tato'tu - a'uudzubika minsyarrimaa sona'tu abuu ulaka bi nikmatika wa abuu-u Bidambi fagjfirlii fa innahuu laa yaghfiruu dzunuuba ilaa anta.

Pertanyaan HA 11
1. Kalau udah melakukan sholat selain yang 5 waktu misalkan sunnah yang 12 roka'at apakah sudah bisa di katakan taubat? Kalau masalah  cara ngomong yang santun pingin punya sifat  rendah hati rendah diri namanya manusia masih terbawa arus kadang lingkungan atau teman, masya Allah paling susah itu menjaga lisan lalu biar taubat yang istiqomah itu yang bagaimana? makasih mohon jawabanya?
Jawab
Bunda... Jika sholat kita benar maka akan terpancar pada kepribadian kita. Ahlaq kita tentu tidak akan membuat orang lain tidak nyaman. Perbaiki kwalitas sholat kita, dari setiap bacaan ke bacaan, gerakan ke gerakan dan hatipun harus tunduk khusyuk menghadap dalam keadaan merendahkan diri dan takut serta cinta kepada Allah. Silahkan dicoba sungguh-sungguh tips diatas bunda. In sya Allah dengan niat yang sungguh-sungguh dan berusaha menahan diri dalam setiap ucapan dan tingkah laku. In sya Allah kepribadian muslimah yang sholihah akan kita dapatkan.

2. Saat punya ilmu kadang orang merasa sudah lebih baik dibanding yang lain walaupun sifat rianya tidak terlihat tapi tetap saja harus berhati-hati ya karena sekecil apapun ria tersebut akan menghambat kita dihadapanNYA. Bagaimana cara melihat adanya sifat ria tersebut dan cara mencegahnya ya ustadzah? jazakillah.
Jawab
Ingat selalu bahwa ilmu yang kita miliki ini semua hanya titipan / amanah dari Allah semata. Tugas kita hanya setelah mempelajari dan Allah kasih kita pemahaman yang baik maka kewajiban kita selanjutnya adalah mengamalkan dan mendakwahkannya. Tidak ada alasan yang tepat bagi manusia untuk membanggakan dirinya dengan ilmunya. Kecuali itu hanya bisikan yang dihembuskan oleh syetan agar kita timbul riya' dimana riya' ini akan menjurus kepada kesimbongan. Dan tidak akan masuk syurga orang yang didalam dirinya ada kesombongan walaupun hanya sebesar biji sawi. Waallahu a'laam bishowwab

Pertanyaan HA 12
1. Seandainya perbuatan dosa yang kita lakukan terus menghantui pikiran kita meskipun sudah melakukan tahap-tahap dalam bertaubat bagaimana ya ustadzah? (karena khawatir suatu saat perbuatan itu dketahui orang lain yang kita tau resikony akan fatal)
Jawab
Menyesali dosa itu wajib - sebagai rukun dari Taubat. Mengingat ingatnya juga boleh sayang tetapi tidak perlu harus berlarut-larut. Ingat ayat Al Qur'an yang terjemahannya saya sebutkan tadi ( Huud : 114 ) - bahwa ketika kita sudah bertaubat, maka kita harus yakin bahwa taubatan nashuha kita diterima oleh Allah, kemudian janji Allah, Dia akan "MENUTUPI" kesalahan kita itu. Naaaah kalo Allah saja sudah berkenan menutupinya, mengapa kita justru mengungkit-ngungkitnya lagi sayang?
Saya khawatir jika kita terjerumus pada 2 hal yg sangat buruk akibatnya :
  1. Kita secara tidak langsung ingkar terhadap kalimatullah ini, Al Qur'an. 
  2. Sangat mungkin perasaan seperti itu adalah bisikan syetan saja agar kita tidak maju-maju memperbaiki kesalahan masa lalu tapi terus berkutat jalan ditempat mikirin dosa-dosa tersebut.  Ok - semoga bisa difahami ya sayang
Pertanyaan HA 13
1. Manusia terkadang tempat khilaf dan dosa, bagaimana cara kita mengindari dosa lagi kalau kita sudah bertobat ummi? Syukron atas jawabanya
Jawab
  1. Pertama banyak berfikir, merenungi diri. Hingga penyesalan benar-benar dirasakan sangat mendalam.
  2. Banyak melantunkan istighfar. 
  3. Perbanyak ibadah seperti tilawah Qur'an jangan sampai lepas. Mempelajari kandungannya dan melaksanakannya apa yg diperintahkan didalamnya.
  4. Uzlah - menyendiri / menyepi untuk beberapa saat guna melakukan introspeksi dan tafakur.
  5. Menjauh dari lingkungan awal dan mencari serta bergabung aktif dengan lingkungan yang bisa menjaga diri dari maksiat. Atau mempengaruhi kita untuk bermaksiat. Ini penting sekali.
2. Assalamu'alaikum bunda, berikan contohnya bertaubat dengan mengucapkan kalimat taubat dimanapun berada? Syukron
Jawab
1. Astaghfirllahal 'adziim.
2. Laa ilaaha illaa an'ta subhanaka innii kuntu minadzhoolimiin
3. Allahumma innii dzolamtu nafsi dzhulman' katsiroo , kabhiiroo wa laa yaghfiruu dzunuuba illaa an'ta... Faghfirlii maghfirotammin 'indik, war hamnii innaka an'tal ghofuururrohiim.

Pertanyaan HA 15
1. Ustadzah, bagaimana kita tahu taubat kita diterima dan bagaimana cara agar kita konsisten terhadap taubat yang telah kita lakukan?
Jawab
Memang kita tidak bisa mengetahui secara pasti apakah taubat kita diterima atau tidak oleh Allah ta'alaa. Akan tetapi kita haram hukumnya bersu'udzon (berburuk sangka) kepada Allah. Karena Allah memiliki nama Al Ghafuur maha mengampuni maka kita harus yakin bahwa Allah selalu menyambut permohonan ampunan kita (taubat) kita. Adapun agar kita konsisten dalam bertaubat cara yang efektif adalah dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Adapun indikasi taubat kita diterima oleh Allah adalah :
  • Hilangnya kegelisahan dihati. 
  • Stabilnya roda kehidupan artinya tidak ada musibah yang menimpa secara bertubi-tubi
  • Kita menjalankan ibadah dengan khusyu dan penuh dengan kesabaran dan ketekunan hati --- ini indikasi khas nya.
  • Kita istiqomah dalam menuntut ilmu.
Diatas diantaranya. Mengapa istiqomah dalam menuntut ilmu menjadi salah 1 indikasi bahwa taubat kita di terima? Karena sesungguhnya menuntut ilmu itu sangat tidak menarik bagi orang-orang yang didalam dirinya masih banyak dosa dan maksiat

2. Bagaimana  menyadarkan / taubat orang yang sudah tidak ingat / pikun? Mungkin di masa-masa lalunya ada berbuat dosa yang tidak diketahui
Jawab
Setiap hamba yang masih diberi kesempatan hidup oleh Allah ta'alaa maka pasti Allah masih kendaki kebaikan masih bisa dia peroleh. Kondisi pikun pun ini harus kita terima sebagai suatu kabaikan dari Allah bisa jadi merupakan kufarat / penebus dosa masa lalunya. Nah bagaimana cara kita mengajak bertaubat? Agak susah kali ya. Coba tungguin aja saat-saat dia gak pikun beristighfar yang banyak. Doakan dia selalu, mohonkan ampunan Allah dan juga perbanyak keluarkan amal jariyah atas nama dirinya.


Pertanyaan HA 16
1. Ustadzah, saya mau nanya, apa benar semua kelakuan dan tindakan kita itu adalah kehendak Allah? termasuk melakukan dosa-dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar yang merupakan jalan hidup kita didunia?
Jawab
Tidak benar bunda.  Memang ada sebuah aliran dan memahaminya seperti itu. Dan itu pemikiran yang sesat. Karena jika bunda membaca Qur'an surat As Syam ayat 8 , disana jelas-jelas Allah memberi ilham kelasa manusia 2 jalan yakni jalan kekufuran dan jalan ketaqwaan. Kemudian Allah memberi kita akal untuk berfikir dan memilih jalannya.  Dan juga Allah pun menyiapkan Mannualnya yakni Al Qur'an dan Hadist. Maka siapa pun yang berpegang teguh kepada keduanya pasti selamat.

2. Jika kita sering berbuat dosa / membicarakan orang lain dll, apakah sholat kita diterima ya? Jika seseorang kalo sedih / tertimpa musibahlah, ingat Allah dan kalo lagi senang sudah ga ingat Allah lupa semua, itu gimana ya ustadzah? Apakah ada dosa investasi itu, misalnya masalah hijab, wanita harus menutup aurotnya dan kalau sampe sekarang wanita itu belum berhijab, apakah belum berhijabnya dia dari kecil sampe sekarang itu termasuk dosa investasi?
Jawab
Diterimanya sholat seseorang tentu karena jika memenuhi Rukun dan Syarat syahnya Sholat.  Jika telah memenuhi in sya Allah sholatnya sah saja. Hanya masalah nilai pahalanya berapa itu yang akan membedakan, kwalitas sholat sesorang tergantung pada tingkat keimanannya, dan juga kedalaman ilmunya. Sudah menjadi tabiat manusia yang tipis kwalitas imannya yang hanya akan dekat kepada Allah ketika dia tertimpa musibah. Dan akan jauuuh jika dalam keadaan aman-aman saja. Sebagai hamba yang baik harus selalu stabil dalam menjaga hubungan yang dekat dengan Allah dalan situasi apa pun. Ini yang benar. Ok
Kalo istilah sih silahkan saja apa namanya yang jelas jika dalam diri seseorang banyak menumpuk dosa yang belum dimohonkan ampunan kepada Allah maka dosa-dosa ini akan semakin menumpuk di kantong dosa ( catatan amal kita , yang akan diperlihatkan kelak oleh Allah ta'alaa di yaumil hisaab ). Jika dosa-dosa tersebut tidak segera dimohonkan ampunan kepada Allah akan berpotensi menutup hatinya dan biasanya orang seperti ini sampai akhir hayatnya kemungkinan kecil akan bertaubat ., na'udzubillahi mindzalik. Oleh karena itu jangan kita coba-coba menunda-nunda Taubat.

Pertanyaan HA 17
1. Pengucapan subhanallah biasanya diucapkan saat mendengar / melihat bencana atau tragedi yang buruk, misalnya tzunami,gempa. Pokoknya saat melihat keprihatinan atau maksiat. Benarkah hal tersebut? adakah hadistnya?
Jawab
Subhanallah dan masyaAllah merupakan lafadz dzikrullah saat kita ingin memuji atas Kehendahnya hingga terjadi suatu kejadian tsb. Jika kita melihat keburukan atau maksiat sebaiknya ucapkan : Na'udzubillaahi mindzalik. Dan ketika mendapat atau mendenger suatu yang menyedihkan atau musibah : Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Jika takjub yang sangat pekik kan :  Allahu Akbar !

Pertanyaan HA 18
1. Saya mau bertanya bund
Baikah menyesali dosa-dosa dimasa lalu secara berlarut-larut artinya tidak bisa lupa selalui teringat terusss? Di dalam Al qur'an sering di sebut kata 'syurga', 'firdaus', 'jannah', dst, apakah syurga itu ada tingkatannya? Jika tingkatan mana yang paling tinggi dan bagaimana untuk mencapainya? Mohon penjelasan bunda. Jazakilah
Jawab
Menyesali dosa itu wajib - sebagai rukun dari Taubat. Mengingat ingatnya juga boleh sayang tetapi tidak perlu harus berlarut-larut. Ingat ayat Al Qur'an yang terjemahannya saya sebutkan tadi ( Huud : 114 ) - bahwa ketika kita sudah bertaubat, maka kita harus yakin bahwa taubatan nashuha kita diterima oleh Allah, kemudian janji Allah, Dia akan "MENUTUPI" kesalahan kita itu. Naaaah kalo Allah saja sudah berkenan menutupinya, mengapa kita justru mengungkit-ngungkitnya lagi sayang?
Saya khawatir jika kita terjerumus pada 2 hal yang sangat buruk akibatnya :
  1. Kita secara tidak langsung ingkar terhadap kalimatullah ini, Al Qur'an. 
  2. Sangat mungkin perasaan seperti itu adalah bisikan syetan saja agar kita tidak maju-maju memperbaiki kesalahan masa lalu tapi terus berkutat jalan ditempat mikirin dosa-dosa tersebut. 
Ok - semoga bisa difahami ya sayang
Ohya, Syurga tertinggi tingkatanya namanya Syurga Firdaus. Ada beberapa nama-nama Syurga yang dikenalkan kepada kita baik melalui Al Qur'an maupun hadist Rasulullah saw. 
Diantaranya :
Syurga Adn - bunda bisa lihat / baca di QS. Al Bayyinah. 
Kemudian Syurga Ar Royyan - yang disediakan bagi para pecinta ibadah Shaum. 
Yang tertinggi adah Syurga Firdaus. - disediakan bagi para Nabi dan Rasul serta para Syahid Syuhada. Dan orang-orang Mukmin dari hamba Allah yang Dia kehendaki. Jannah itu bahasa Arab yg artinya Syurga. Waallahu a'laam bishowwab

2. Ustadzah, jika seseorang ingin bertaubat dari sifatnya dulu yang suka mengakhirkan sholat dan bahkan ada beberapa yang ditinggalkan dan itu sudah bertahun-tahun apakah sholat yang ditinggalkan perlu diqodho?
Jawab
Saya mengikuti pendapat yang tidak perlu di qodho jika itu sudah lalu banget. Tetapi harus dikejar dengan banyak amal sholih yang bisa dikerjakan misal :
- perbanyak sholat sunnah  dan selalu ikutin dengan kalimat-kalimat istighfar. 
- ikuti dengan banyak berbuat amal ibadah yang lain , zakat ditertibkan, puasa Ramadhan dll

Pertanyaan HA 19
1. Tanya
a. Perlukah menyebutkan nama dosa kita dalam bertaubat?
Jawab
Tidak harus menyebut dosa-dosa ketika bertaubat. Tetapi jika menyebutnya membuat kita lebih merasa mantab, lebih merasa hina dina dihadapan Allah subhanahu wa ta'alaa. Silahkan saja disebut tidak apa. 

b. Jika dosa ghibah tapi orang yang kita ghibahi tidak tau kalau kita pernah melakukan ghibah sama orang itu.. gimana cara taubatnya ustadzah? Apakah cukup bertaubat ke Alloh langsung atau perlu juga meminta maaf
Jawab
Harus minta maaf kepada ybs tanpa harus menjelaskan bahwa dia pernah menghibahnya karena jika hal ini akan justru menambah mudhorot maka tidak perlu. Kemudian segera bertaubat kepada Allah, berkanji tidak mengulanginya dan kembali berbuat baik kepada ybs. 

c. Kalau kita belum tahu hukum islam karena kurangnya ilmu  dan melakukan dosa besar kemudian bertaubat, memperbaiki diri, menuntut ilmu yang kemudian kita tahu hukuman dosa yang kita lakukan adalah dosa besar. Apakah kita perlu bertaubat ulang? 
Jawab
Bertaubat itu harus terus menerus dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sampai akhir hayat. Kita perlu betaubat tidak hanya untuk dosa-dosa besar saja tetapi dosa-dosa kecil pun tidak boleh diremehkan oleh karena itu perlunya bertaubat secara terus menerus.

d. Apakah dibenarkan jika kita bertobat dengan melakukan sholat taubat 2 rakaat pada 1/3 malam setiap hari? Karena selama ini saya merasa setiap hari tidak lepas dari dosa. Ada rasa penyesalan setiap kali marah atau membuat orang lain tersinggung misalnya, tapi hal tersebut kita lakukan lagi (baik sengaja atau tidak), lalu setiap 1/3 malam sholat taubat, tapi terkadang besok kita ulangi lagi hal tsb. Bagaimana menanggapi hal tersebut ustadzah?
Jawab
Sangat boleh bunda. Silahkan sholat mutlak kapan saja waktunya. Karena sholat adalah dzikrullah yang utama dan setelah itu baru tilawah Qur'an. Waallahu a'laam bishowwab

Pertanyaan HA 20
1. Apabila seseorang sudah tahu perbuatan itu dosa, dan ingin bertobat tapi belum ada perasaan menyesal dalam hatinya, kenapa seperti itu ustadzah, apakah dosanya terlalu banyak sehingga tidak terbersit rasa penyesalan, bolehkah tetap bertaubat dengan memaksakan dirinya untuk bertaubat?
Jawab
Perintah Taubat itu wajib , seperti bunda sudah baca dari beberapa firman Allah ta'alaa yang sudah saya sebutkan tadi dan masih banyak lagi ayat-ayat perintah untuk segera bertaubat. Tetapi masalah didalam pelaksanaan Taubat itu sendiri bisa jadi masing-masing manusia akan berbeda 1 dengan yang lain.  Betul sekali kata bunda, bahwa hal ini bisa terjadi karena kerasnya hati, sudah begitu banyak dosa yang menimpuk didalam dirinya sehingga lapisan sensor hati terhadap signal kedekatan dengan Allah susah terpancar. Akibatnya taubat sih taubat tapi suka kumat jadi Tomat - Tobat Kumat. Tetapi saran saya sebaiknya teruuuus saja lakukan taubat bunda.. Sertai dengan ilmu Agama sehingga in sya Allah Allah akan percepat proses pembersihan dosa tersebut dan tidak mustahil sesitivitas / kepekaan / rasa penyesalan dihati akan muncul dan membuat dia lebih tawadhu'...

2. Mau tanya ustdzah,  apakah seseorang yang melakukan dosa-dosa besar ,itu bisa diterima taubatnya, dan seseorang itu menyesal kenapa harus melakukan dosa-dosa itu dan dia berpikir apakah dosa-dosa yang dilakukanya itu termasuk takdir dari Allah?
Jawab
Perlu diingat sayang, bahwa Allah itu maha Rahmaan, maha Rahiim.. Allah juga tidak pernah sedikitpun mendzalimi hambaNya. Jika ada kesalahan atau hukuman Allah turun itu tentu bukan karena Allah tetapi karena kedzaliman manusia itu sendiri. Bahkan jika pun manusia telah terkena musibah kemudian dia bertaubat dan berusaha memperbaiki dirinya maka Allah akan tuntun hatinya kembali ke jalan yg benar, coba silahkan bunda buk a QS. At Thaghabun : 11. Jadi kenapa terulang lagi kesalahan atau maksiat yang sama ? Bisa jadi Karena manusia tersebut tidak menjaga taubatnya dengan amal-amal sholih yang mendekatkannya kepada Allah ta'alaa. Jika hal ini berjalan baik maka in sya Allah rahmatnya Allah dan perlindunganNya akan turun meliputinya. Dan kesalahan itu memang takdir Allah , yakni Allah mengizinkan hal tersebut terjadi tetapi bukan juga berarti segala yang Allah takdirkan terjadi itu adalah hal-hal yang Dia ridhoiNya. 
Waallahu a'laam bishowwab.

Pertanyaan HA 21
1. Assalamualaikum wr.wb
Apakah sholat tobat  nasuha bisa dikerjakan lebih dari satu orang? Misalnya dilakukan oleh suami dan istri? Syukron ustadzah.
Jawab
Sebetulnya jika kita ingin Taubat maka cukup dengan mengerjakan sholat sunnah mutlak 2 rakaat saja say, tidak perlu diniatkan sebagai sholat Taubat. Nah setelah sholat 2 rakaat tadi banyak-banyaklah berdzikir dan memohon ampunan juga ungkapkan pertaubatan kita. Sebaiknya dilakukan sendiri ya say karena tidak dicontohkan seperti demikian.

2. Assalamu'alaikum  mau tanya gimana kalau orang sudah berbuat zina / membunuh orang dan dosa yang lain tapi dia sudah bertaubat. Apakah nanti di akhirat/di kubur dapat siksaan? Lalu apabila sebelum meninggal orang yang pernah  berbuat zina dan sudah bertaubat itu tidak bisa mengucap laa illahaillallah karena tubuhnya sudah lumpuh dan koma apakah bisa mendapat khusnul khotimah ustdzah?
Jawab
Bunda misteri kematian seseorang apakah khusnul khotimah atau su'ul khotimah tidak ada 1 orang manusiapun yang bisa memastikan dengan persisnya. Jika seseorang dengan di masa lalunya sudah bertaubat dari dosa-dosa besar dan bersih dari syirik maka in sya Allah peluang baginya untuk masuk Syurga. Adapun mengenai perbuatan dosa yang terkait dengan pelakunya yang sudah meninggal dunia bisa saya jelaskan sbb :
  • Dosa besar selain syirik jika sebelum mati dia bertaubat dengan taubatan nasuha maka taubatnya sebagai kafarah baginya. adapun di akhirat ada dua kemungkinan "imma yu'affu wa imma yu 'adzdzab" dimaafkan atau di adzab. itu kembali kepada Allah.
  • Dilihat dulu kondisinya, tidak bisanya karena koma/cacat akan tetap hatinya bergerak untuk mengucapkan in syaa Allah Husnul khotimah karena ma'fu/dimaafkan karena kondisi.
Adapun jika dia awal sehat kemudian mendekati ajal dia sulit untuk mengucapkan sedangkan dia tidak koma dan tidak cacat pada lisannya maka ini merupakan tanda-tanda Su'ul khotimah.
Allahu a'lam.

Pertanyaan HA 22
1. Ummi, bagaimana sikap lembut kita untuk menyadarkan sahabat atau keluarga kitat agar mau bertaubat?
Jawab
Taubat adalah bagian dari taufiq yang Allah anugrahkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari hambaNya.  Akan tetapi Allah memberikan taufiq dan hidayah Taubat kepada seseorang itu biasanya tidak serta merta. Allah tentu telah melihat suatu kebaikan dari hamba tersebut dihatinya. Tetapi juga kita sebagai keluarga atau teman juga tidak tahu hidayah Allah itu akan tiba. Oleh karena itu tugas kita hanyalah menyampaikan kebenaran apa yang diperintahkan oleh Agama. Berdakwah dengan cara yang ahsan. Banyak cara yang bisa dilakukan. Misal mengajak secara rutin mengikuti suatu kajian majelis ilmu, memberi solusi-solusi yang tepat dan bijak ketika diminta dan juga senantiasa memberikan suri tauladan yang baik sehingga dapat dicontoh dan diikuti. 
------------------------------------
Tolong sampaikan kepada semua jama'ah HA agar mempelajari dan menghafal serta selalu melantunkan doa Taubat yang sangat utama ini :

Sayyidul Istighfar (Istighfar yang Paling Utama)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada Ilah yang haq melainkan Engkau. Engkau telah menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, aku di atas perjanjian-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan amalanku. Aku mengakui nikmat-nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku, aku mengakui dosa-dosaku. Ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau.”
(HR. Al-Bukhari)

Salam saya buat seluruh jama'ah HA dan Pengurusnya.
Endria


PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” 
(HR. Tirmidzi, Shahih).