Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KAJIAN ISLAM KONTEPORER - MENJADI KHALIFAH ALLAH DI MUKA BUMI

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH SWT

GRUP                   : 107/108 NANDA
TGL                      : 9 OKTOBER 2014
NARA SUMBER : USTAD AHMAD DIMYATI
TEMA                   : ISLAM KONTEPORER

@@ MATERI @@

Materi kita, tentang suatu pertanyaan..."mengapa kita diamanahi untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi?". İtu berdasarkan ayat ke 72 surat yg ke 33...Al-Ahzab. Menurut ayat itu, pernah diyawarkan suatu amanah oleh Allah kepada bumi, langit, gunung2, tapi tak satupun yg bersedia...karena khawatir tak mampu menjalankannya...tapi manusia yg sanggup menjalankanya... Lantas apa amanah itu dan mengapa manusia berani menerimanya?

Jawabannya ada pada ayat2 yg lainnya... İni mengenai falsafah atau konsep kemanusiaan kita...kepahaman kita mengenai diri kita... Karena pertanyaannya mengenai manusia, maka secara otomatis menanyakan diri kita...ini ilmu psikologis islam berawal dr pertanyaan ini... Maka kita perlu lihat lagi sketsa penciptaan manusia, yg kata Allah kita kita diciptakan dr tanah lihat...surat As Sajdah ayat 7...kita diciptakan dr tanah lumpur hitam yg diberi bentuk...Al Hijr 28. Kita juga ditiupkan ruh ke dalam diri kita...
Ayat as Sajdah 29... Bahkan, sketsa penciptaan disajikan agak lengkap dalam kisah penciptaan manusia yaitu Adam as.
Nah, yg jelas ada dua bagian pada manusia yg bisa dipelajari dr ayat2 penciptaan manusia...jasad dan ruh, Eksternal dan internal... İnternal diwakili oleh ruh yg dibantu oleh akal... Kalau kita urutkan, maka ada tiga hakekat pada diri kita.... Panca indera ~~>akal ~~> ruh... Tiga tingkatan ini mewakili mazhab pemikiran manusia saat ini... Yg pertama mewakili mazhab awam...yg kedua mewakili kaum intelektual atau ilmuan dan filosof dan yg ketiga mewakili kaum agamawan İslam... Sebenarnya ketiganya tdk bs dipisahkan. Hanya manusia saja yg lebih memilih memisah2 kan sehingga macam2 aktifitas yg dipilihnya...ada yg cenderung ke pencapaian kenikmatan panca inderanya...ini orang awam...yg sedang melanda mayoritas manusia...namanya materialis. Ada yg cenderung memilih jadi ilmuan, kaum intelek, pemikir, pengamat, ahli ini dan ahli itu..mereka ini mencari kepuasan menurut akalnya... Ada yg cenderung ke spiritualitas belaka...seperti kaum spiritualis hindu dan bunda...di masa kini cukup tren... Kecenderungan ini kalau istilah ilmiahnya disebut "quwwah"...bhs arab...bisa dimaknai potensi. Potensi itu sudah ada perangkatnya dlm diri kita...tinggal menginstalnya... Nah oleh karena itu, kita sebaiknya membaca ayat satu lagi..yaitu surat al-A'raf ayat ke 172... Ayat ini menegaskan bahwa kita sebelum diciptakan menjadi manusia yg berupa fisik sudah diciptakan dalam bentuk ruh... Allah mengadakan persaksian dengan kita ketika masih dlm bentuk ruh. Pada kejadian ini memberi kita dimintai meneken kontrak oleh Allah. Kontrak itu akan diteruskan kalau kita sanggup dan mengiakannya... Poin utamanya adalah mengakui Allah sebagai Rabnya... Tentu poin ini mempunyai konsekuensi. Kalau disekati dan ditandatangani maka kita ditaqdirkan wujud oleh Allah...makanya keberadaan kita di dunia itu nikmat yg agubg yg Allah berikan kpd kita. Setelah kontrak diteken maka kita ditakdirkan ada dan dilahirkan jedunia...karena manusia pelupa (insan artinya lupa) maka Allah turunkan wahyu melalui para nabi agar ingat kontrak yg telah kita tandatangi itu...

Maka kita bisa urutkan begini;
Allah
   !
Wahyu
   !
Ruh
   !
Akal
   !
Jasad
 İtu potensi yg dimiliki manusia. Hewan tidak punya yg begini...itu sebabnya, untuk menjawab pertanyaan di awal tadi, kita manusia ini diamanahi menjadi khalifah atau wakil Allah di muka bumi... İtu ibarat tangga yg akan dinaiki manusia. Manusia ada di tangga 2 itu saat ini...namun kebanyakannya ada di tangga dasar. Tidak tahu hakekat manusia yv sebenarnya...dia hanya tahu kulitnya saja...tahu kita punya mata, hidung, penciuman, telinga,dll yg menikmati kenikmatan dunia saja... Kita terkesima dg kenikmatan dunia, harta diperebutkan sedemikian rupa utk memuaskan jasad kita. Pagi berangkat cari materi sore pulang istirahat. Begitu seterusnya...dari hari ke hari sama...taidak pernah meningkat ke tangga berikutnya...tidak kenal halal haram, tak tahu syukur, apalagi kewajiban beribadah... Atau tahu ada tangga tangga lagi di atasnya tapi enggan dan tidal mau...dia lebih senang menumpuk harta, rumah mewah, mobil mercedes, kedudukan tinggi, dll...itu yg lebih dipilih... İtu orang awam...pada umumnya begitu... Maka jangan berlarut2 jadi awam...belajar dan belajar...ilmu Allah itu bukan hanya utk mencari materi. İlmu Allah itu utk beribadah, mengabdi...ilmu hakiki itu ada pada ilmu para nabi...ilmu yg datang dr wahyu... Tugas manusia lahir kedunia ada dua:
1. Mengenal
2. Mengakui

Mengenal artinya kita mengenali ilmu2 Allah apa saja...ilmu berbasis jasad (sains), ilmu berbasis intelek (ilmu teoretis) dan ilmu berbasis wahyu. Semua itu penting. Semua bekerja sam. Jangan dipisah2. Harus kita kenali...makanya ada kewajiban belajar. Belajar tanpa batas waktu... Setelah kita mengenal ilmu kebenaran itu maka tugas kedua adalah mengakui. Mengakui berarti mengamalkan. Maka, ilmu itu menjadi imam kepada amal kita. Jangan beramal tanpa ilmu...karena itu akan menyesatkan kita... İnti semua ilmu ada di risalah kenabian...dari ilmu yg sederhana, sampai yg tinggi. Apakah salah, kita cari materi? Apakah salah kita menjadi ilmuan, apakah salah? Tidak salah kalau kita laksanakan sesuai road map yg telah Allah gariskan dalam wahyu Nya... Jadi, itulah kapasitas manusia sehingga manusia itu lbh mulia drpd yg lain...itulah yg menyebabkan kuta berani menerima amanah itu. Amanah kita sebagai khalifah dan hamba Allah di muka bumi...sepanjang kita hidup secara normal di sini...

 Sementara itu yg bisa sy sampaikan...wallahua'lam...
Assalamualaikum wrwb.

~~~ TANYA JAWAB ~~~

TANYA :
 1. Dari teori kajian d atas ada "kaum intelek, pemikir, pengamat". Begini ust, saya pernah ngobrol sedikit sm dokter senior keturunan tinghoa, usianya krg lebih skitar 65-70, dokter ini muslim tp sy ga tau jg muslim sejak lahir apa d tengah usianya br memeluk islam.. Dokternya berpndapat bahwa proses awal terbntuknya manusia bukan dari tanah, tetapi dari sperma+ovum, karena ga masuk akal bs jadi makhluk hidup jika tanpa bertemux sel kelamin jantan+sel kelamin betina. Menurut dia, nabi Adam tetap dr sel telur+sperma yg berasal dari Allah.. Begitupun dgn nabi Isa, tdk masuk akal Maryam bs hamil tanpa mndapatkan sperma. Menurut si dokter nabi Isa bs trbntk melalui sel telur Maryam+sperma dr Allah melalui malaikat jibril.
Menurut ustd pemahaman sperti itu bagaimana? Termasuk syirik kah? Atau bagaimana?

2. Bagaimana proses perjanjian ruh kita dgn Allah? Seandainya ruh kita tidak patuh apa kita tetap lahir? Bagaimana dgn pemeluk agama lain, yg masih menyembah patung/dewa2?

JAWAB :
 Mengenai pendapat dokter cina itu...begini, proses penciptaan pertama, yaitu nami Adam memang dari tanah...adapun setelahnya yang proses sperma dan ovum...itu sama2 disebutkan dalam al-Quran dan cukup detail....kejadian yg Allah ciptakan tidak harus semua masuk akal dalam ukuran akal manusia...kalau kita tahu bagaimana Allah menciptakan, kita ilmunya Allah maka itu masuk akal aja..Cuma kita kan tidak semua yg Allah perbuat itu tahu..kecuali Allah yg mengabari ke kita...melalui cerita dalam Al-Quran misalnya...ya itu dokter itu perlu belajar tafsir aja...jangan disyirikkan...suruh aja belajar ilmu al-Quran agar tidak sekedar menggunakan logika sederhana begitu memahami al-Quran..
Mengenai perjanjian kita dengan Allah, ruh kita kalau tidak bersaksi maka tidak bakalan diteruskan menjadi manusia...namanya sudah tidak teken kontrak..maka proyek kehidupannya gak jadi..batal kita jadi manusia...sementara bagaimana dengan orang non muslim? Bayi itu ikut kepada fitrahnya, fitrah itu muslim hakekatnya...hanya lingkungan yang merubahnya...jadi kalau ada bayi yang sebelum akil dan baligh sudah meninggal, maka dia dihukumi muslim...namun kalau setelah dewasa masih kafir dan meninggal dalam kekafiran, maka bisa kita lihat dulu...apakah dia tahu Islam...kalau sudah dengar Islam dan tahu kebenaran itu, tapi tdk berislam maka mati kafir dia...namun kalau dia tidak pernah dengar, maka ulama beda pendapat...ada yg berpendapat tetap mati kafir, karena akan ditanya nanti oleh Allah, kalau tidak tahu kenapa tidak cari tahu...begitu kata ulama dalam kitab tafsir...ada juga yg brpendapat, akan mendapat ampunan jika memang betul2 tidak pernah dengar ttg Islam...hanya, utk zaman sekarang sepertinya mustahil tdk pernah dengar tentang adanya Islam, risalah nabi Muhammad SAW.

TANYA :
Ustadz afwan apakah
Daulah islam bagiyyah
Termsk alirn islam gaya baru / islam dr jmn dahulu Ustadz

JAWAB :
Tentang Daulah Islamiyah artinya daulah itu negara...itu bukan konsep baru,sudah ada sejak dulu di mana ada suatu negara dengan masyarakatnya islam dan menerapkan syariat ya itu daulah islam namanya.hanya saja, kini banyak sekali propaganda...ISID yang tengah panas di Syria, dikhawatirkan propaganda Barat...sebab, sangat keras dan sadis cara-caranya.jdi kita perlu hti hti

TANYA JAWAB 108

PERTANYAAN:

1. Tadz..ada yg bilang, bahwa sewaktu usia 4 bl kan ditentukan jg takdir y? Trus katanya lagi ada rambut halus di dahi..disana dituliskan takdir, trus skejap hilang. Benar apa tdak y?

2. Ustadz bgmn dng janin yg meninggal dlm rahim ?? Apa itu prtanda janin tsbt tdk sanggup dan mengiyakn kontrak dng Allah?? Atau hal itu ckup mjd rahasia Allah sj..

Afwan ustadz jika pertanyaan ana salah..

3. Ust, bagaimana dgn orang yang terlahir didalam keluarga yang non muslim dan meninggal dalam keadaan blm meyakini bahwa Allah itu rabbnya ? Apakah dia mnylhkn takdr atau gmn ust?

4. Ustad, diatas tadi tertera bahwa kita boleh mencari materi asal sesuai dengan roadmap yang telah ditentukan Allah, itu apa ya ust maksudnya?

5. Dalam shalat juga kita mengulang2 perjanjian itu, tapi masih ga mudeng juga. Berarti belum khusyuk ya shalatnya?

JAWABAN:

1. Mengenai ada rambut yg halus saya blm dengar. Kalau 4 bulan sdh dituliskan takdir betul. Karena setelah 4 bulan itu dia terhitung sebagai manusia yg siap lahir. Oleh karena itu, janin yg sudah usia begitu sdh tercatat sbg manusia yg harus diperlakukan seperti halnya bayi pada umumnya. Makanya, menggugurkan bayi seusai itu sama dengan membunuh namanya. Apakah kalau janin tidak jadi artinya tidak sanggup kontrak dgn Allah...itu wallahu a’lam...Hanya Allah yg maha tahu..

2. Orang yg hidupnya di lingkungan non Muslim lalu mati dalam keadaan kafir, maka ulama beda pendapat. Satu pendapat mengatakan dia tetap akan dihukumi kafir dan masuk neraka...apalagi kalau sudah tahu dan dengar tentang Islam. Ada yg mengatakan, kalau memang tidak pernah dengar tentang kebenaran Islam, maka ada harapan diampuni oleh Allah. Seperti di masa fatrah...yaitu masa di mana nabi tidak di utus...masa di antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad...di sana ada tenggang waktu yg lama di mana risalah banyak yang menyimpang karena nabi tdk ada...Cuma kalau sekarang siapa yg tidak dengar bahwa ada agama namanya Islam...jadi sdh semua orang tahu, maka sepertinya susah dikatakan ada pengecualian...makanya, sebagai orang islam, kita juga berkewajiban menyampaikan risalah islam itu ke non muslim melalui segala media...

3. Mengenai takdir, memang kita sudah ditakdirkan semenjak di kandungan. Ibaratnya kita sudah ada rencana dalam hidup. Cuma rencana itu masih juga bisa kita rubah dengan amalan kita..doa kita...makanya ada hidayah itu...tapi ada banyak yg tidak bisa kita rubah...itu namanya Qadha’...atau kepastian ilahi...misalkan saja kita dilahirkan laki-laki atau perempuan..yg perempuan gak bisa mau ganti laki-laki...atau sebaliknya...itu sdh qadha’...


4. Roadmap...bahasa lainnya syariat Allah..ada aturan dari Allah...ada halal ada haram...ada haq ada batil...semua ada jalurnya...termasuk mencari materi...sesudah dapat yg halal, lalu melimpah, maka ada aturan zakatnya...dan lain sebagainya...itu maksudnya...


5. Shalat kita tdk khusu’, banyak faktor...mungkin kita yg masih bodoh...mungkin juga banyak dosa...mungkin juga kita kurang memperhatikan adab dalam beribadah...maka introspeksi ke dalam diri kita...jangan 2 juga kita memang bermasalah...Jasad kita, akal kita ruh kita semuanya perlu nutrisi...masing2 perlu nutrisi cukup...kalau ruh kita kurang makan, maka gelisah, tidak khusus’ dalam shalat adalah salah satu tandanya...maka sering dan perbanyak banyak ayat-ayatNya sambil mentadabburi...banyak2 silaturrahim dengan orang sholeh...minta nasihat...atau tanya sama Opik, “Tombo Ati Iku limo....” katanya.