Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Kajian Islam - Makna dan Nilai Ukhuwah

Materi: Makna dan Nilai Ukhuwah
Hari/tgl: kamis /30 Oktober 2014
Pemateri: Irmak Kartini
Editor : Ira Wahyudiyanti

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ الرَّ حِيمِ

Makna dan Nilai Ukhuwah
IMAN adalah dasar ukhuwah
Islamiyah dan Ukhuwah Islamiah
adalah bagian dari Prinsip Iman.
Karenanya seringkali kita dapati
pesan-pesan Nabi tentang aplikasi
nilai ukhuwah disanding dengan
kesempurnaan iman seseorang, antara
lain dalam beberapa hadits berikut :
Tidak sempurna iman seseorang dari
kalian sehingga ia mencintai
saudaranya seperti ia mencintai
dirinya sendiri (HR. Bukhori)
Siapa yang beriman kepada Allah dan
Hari Akhir maka hendaknya ia tidak
menyakiti tetangganya. Siapa yang
beriman kepada Allah dan Hari Akhir
maka hendaknya ia memuliakan
tetamunya. Siapa yang beriman
kepada Allah dan Hari Akhir maka
hendaknya ia berkata baik atau diam
(HR. Bukhari Muslim).
Nilai Ukhuwah (persaudaraan) juga
dapat dilihat dari sebutan Ibadullah
(hamba-hamba Allah) sebagai sebutan
kehormatan bagi yang bersaudara,
dalam sebuah hadits Nabi saw:
Dan jadilah kalian hamba-hamba
Allah yang bersaudarA (HR. Bukhari)
Lebih dari itu, keluhuran dan
keagungan makna dan nilai ukhuwah
Islam, bahwa ukhuwah bukan sekadar
anjuran dan himbauan, tetapi ia
merupakan perintah yang mesti
ditaati. Justru itu, pelanggaran
terhadap nilai-nilai ukhuwah
berdampak pada siksa dan murka
Allah, firmanNya:
( Hai orang-orang beriman, jangan
suatu kaum mengolok-olokkan kaum
yang lain (karena) boleh jadi merka
(yang diolok-olok) lebih baik dari
mereka (yang memperolok-olok),
demikian para wanita jangan mereka
mengolok-olok kaum wanita yang lain,
(karena) boleh jadi mereka lebih baik
dari mereka ( yang mengolok-olok),
jangan kamu mencela dirimu sendiri
(maksudnya adalah saudaramu),
jangan kamu panggil dengan sebutan
yang buruk. Seburuk-buruk panggilan
ialah (panggilan) yang buruk sesudah
iman dan barang siapa yang tidak
bertaubat maka mereka itulah orang-
orang yang zhalim ( QS. al-Hujurat:
11 ).
Rasulullah saw bersabda:
Menghina orang muslim adalah
kefasikan, sedangkan membunuhnya
merupakan kekafiran
( HR Bukhari muslim).
Cukuplah keburukan/dosa seseorang,
bahwa ia menghina saudaranya
muslim. Setiap muslim atas muslim
lainnya haram darahnya, harta dan
kehormatannya (citra baiknya) (H.R
Muslim).
Seluruh perbuatan manusia dilaporkan
(oleh malaikat) dalam sepekan dua
kali, yakni hari Senin dan Kamis, lalu
diampuni dosa setiap hamba mukmin,
kecuali hamba yang mempunyai
permusuhan dengan saudaranya,
sehingga mereka berdamai
( HR.Muslim ).
KENDALA-KENDALA UKHUWAH
Prinsip Ukhuwah bukan sesuatu
utopis, bukan pula suatu hal yang
mustahil diwujudkan, meskipun
mewujudkannya tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Dalam
kenyataannya, setiap yang bernilai
agung dan berkualitas tinggi
memerlukan usaha gigih, perjuangan
dan pengorbanan; oleh sebab itu
mewujudkan nilai-nilai ukhuwah
islamiyah menghadapi kendala-
kendala yang mesti dicermati dan
ditangani secara jujur dan serius
serta sabar.
Setidaknya ada 3 kendala yang
dihadapi setiap mukmin di dalam
merealisasi nilai-nilai ukhuwah
islamiyah, yaitu:
(1) Jiwa Yang Tidak Dirawat.
Ukhuwah Islamiyah sangat erat
dengan keimanan. Iman merupakan
sentuhan hati dan gerakan jiwa;
karenanya jiwa dan hati yang tidak
diperhatikan atau jarang diperiksa
atau tidak dibersihkan akan menjadi
lahan subur bagi munculnya virus-
virus jiwa yang membahayakan
kalangsungan ukhuwah, seperti:
takabur, hasud, dendam, cenderung
menzholimi, kemunafikan dll.
Virus jiwa memang sulit diditeksi
sebagaimana virus-virus penyakit
jasmani. Biasanya orang tidak merasa
dengan adanya virus tersebut kecuali
setelah muncul dampak serangan
virus itu, kecuali mereka yang terawat
hati dan jiwanya, karena ia memiliki
sensitifitas terhadap virus-virus
tersebut, sebagaimana firman Allah
swt: (Wahai orang-orang beriman, jika
kalian bertakwa maka Allah akan
memberimu daya furqon yakni
pembeda yang baik dan buruk ).
Betapa banyak orang tidak memahami
adanya virus ukhuwah pada dirinya,
kecuali setelah ia merasakan bahwa
orang-orang di sekitanya
membencinya, tidak senang
kepadanya.
Oleh karenanya, proses pembersihan
hati dan merawat jiwa hendaknya
dilakukan secara intens dan kontinyu,
agar nilai-nilai ukhuwah dapat terpatri
pada diri setiap hamba Allah yang
mukmin.
(2) Lidah Yang Tidak Dikendalikan.
Menjaga lidah dengan berkata baik
dan jujur serta menjaui kata-kata
merusak dan tercela, merupakan
salah satu indikasi takwa kepada
Allah swt. Firman Allah swt :
Wahai orang-orang beriman
bertakwalah kepada Allah dan
berkatalah dengan perkataan yang
benar (Q.S. al-Ahzab: 70 ).
Bahkan memelihara lidah merupakan
tanda kesempurnaan iman, sabda Nabi
saw : (Dan siapa yang beriman kepada
Allah dan Hari Akhir maka hendaknya
ia berkata baik atau diam ).
Karenaya lidah tidak boleh lepas
kontrol, berfikir positif dan cermat
sebelum berbicara dan bersikap
merupakan sikap orang bijak.
Seringkali lidah tanpa kontrol dan
berbicara tanpa berfikir menyebabkan
perselisihan dan permusuhan di
masyarakat. Kata orang “Memang
lidah tak bertulang”
Dengan lisan orang bisa tersinggung,
merasa tidak dihargai, merendahkan
orang lain, menyebut-nyebut aib
seseorang dan sejumlah racun
ukhuwah lainnya yang keluar dari
mulut yang tidak dikendalikan.
Suatu saat shahabat Abu Bakar r.a.
lewat di depan 3 orang shahabat “non-
Arab” ( Salman, Shuhaib dan Bilal)
yang sedang asyik membincangkan
kegagahan dan kepahlawanan para
pedang Allah menghadapi Abu Sofyan
(tokoh Quraisy sebelum masuk Islam)
seraya mereka berkata: “Sungguh
pedang-pedang Allah tak kan gentar
menghadapi Abu Sofyan. Mendengar
kata Abu Sofyan, langsung Abu Bakar
menanggapi: Apakah kalian
membincangkan seorang dari tokoh
Quraisy ? Setelah Rasulullah saw
mendengar berita tersebut, beliau
meminta Abu Bakar untuk kembali
menemui 3 shahabat tadi untuk
meminta maaf, kata beliau: Barangkali
engkau membuat merekmarah
( karena kata-katamu).
Maksud pinta Rasulullah adalah agar
setiap umat berhati-hati dalam
berkata-kata dan tetap memelihara
kebersihan hati dan keluhuran jiwa.
(3) Lingkungan Yang Kurang/Tidak
Kondusif.
Kepribadian seseorang seringkali
dibentuk dan dipengaruhi oleh
lingkungannya. Apalagi seseorang
yang tidak memiliki kemampuan
ta’tsir (mempengaruhi orang lain),
sehingga dengan mudah ia
dipengaruhi lingkungan dimana ia
harus berinteraksi. Oleh sebab iotu
Allah memerintahkan Nabi saw untuk
senantiasa bersabar bersama orang-
orang yang multazim (komitmen)
dengan ajaran Allah, senantiasa
taqorrub (mendekatkan diri) kepada
Allah swt, firmanNya:
( Bersabarlah bersama mereka yang
selalu berdoa kepada Allah di pagi dan
petang hari, jangan sekali-kai engkau
berpaling dari mereka) QS al-Kahfi:
28.
Nabi Muhammad saw pun
meninggalkan pesan-pesan berharga
buat umatnya dalam sebuah hadits:
Perumpamaan orang yang shalih
dengan orang yang tidak shalih ibarat
pembawa minyak wangi dan peniup
bara, Pembawa minyak wangi bisa
memberikan minyak itu kepadamu,
atau kamu membeli darinya atau
(minimal) kamu memperoleh harum
wangi itu. Peniup bara api bisa
membakar bajumu atau kamu
memperoleh bau tak sedap ( HR
Muslim ).
Suasana dan lingkungan yang tidak
baik merupakan salah satu faktor
utama keretakan hubungan
persaudaraan orang-orang yang
beriman. Lingkungan yang terdapat
saling hasud, budaya pamer, sikap
riya’ dan hedonis, materialistis,
prilaku desturkti, senang menyebar
fitnah, hobi bergunjing, menyebar
gosip dan isu tidak benar. Semua itu
adalah penyakit-penyakit lingkungan
yang merusak dan mematikan
keharmonisan hubungan personal dan
komunal pada masyarakat muslim.
wallohu'alam bishowab


Pertanyaan:

1. Dyra
Bun, aku mau tanya..

Dulu, aku punya seorang teman.
Dan ada sebuah masalah. Dimana dia, benar benar kesel.
Sampai sampai, dihati aku. Ada rasa bersalah.
Kemudian aku dtg kerumah dia meminta maaf.
Dan ingin situasi kembali normal.

Saat sudah bicara ini-itu. Dia bilang, dia memaafkan. Cuman, situasi ga berjalan dgn normal.
Sampai skg, jika kita berpapasan. Jadi sama sama sungkan dan enggan memulai.

Gimana ya bun, sebaiknya sikap aku ke dia ? Dia orangnya sifatnya keras. Agak glamour dan belum berhijab.
Agak susah memenangkan sifatnya yg keras ini bun.
Syukron bun

Tanya

coba dari dyra jangan sungkan untuk memulai, dan terus untuk memulai..insya Alloh lama kelamaan akan cair..bahkan dl sy pernah mengalami diposisi teman dyra, yg difitnah, sahabat sy justru yg malu dan sungkan....tp krn sy terus yg memulai bertegur sapa, akhirnya kita kembali bersahabat..dan yg terpenting adalah jangan lupa untuk selaku mendoakan sahabat kita itu

2. Debi
Um.mau tnya gmn menghilangkan rasa jengkel ke teman bila dia sikapnya ndak enak menurut kita?sukron um.

Jawab :

Forgive and forget

3. Melati

bunda, bagaimana implementasi ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah yg ideal di negara qt yg multikultural dan menuju liberalisasi?
Jawab :
tidak mencampurkan antara kebaikan dan kebatilan...artinya silahkan bergaul dengan yg berbeda pola pikir kita tp tetap dgn jati diri kita sebagai muslimah,hindari sebisa mungkin hal2 yg sifatnya keburukan..dan coba untuk memberi warna kebaikan pd mereka

bagaimana hukumnya bila qtuu membiarkan saudara qt berlaku salah atw melakukan bid'ah, untuk memelihara ukhuwah?
Jawab :
coba untuk menasehati tp jangan berdebat..karna berdebat merupakan perbuatan sia2,yg penting kita sudah berusaha memberi tahu..masalah diterima atau tidaknya itu urusan lain...

Gimana caranya mempererat jalinan ukhuwah dgn sahabat yg blm pernah jumpa tetapi kami memiliki ikatan batin yang kuat untuk slng memperhatikan slng peduli slng mengingatkan dlm kebaikan dll..
Jawab :
doakan...ada doa yg bagus...doa robithoh, sambil bayangkan satu persatu wajah sahabat kita, kl ga punya bayangan, paling tidak namanya

Bagaimana caranya memperat jg ukhuwah dikalangan masyarakat kita bnyaknya perbedaan membuat masyarakat kita uda semakin hilang tali ukhuwah itu sendiri..bukankah kita ini makhluk sosial yaa ummi yg tetap slng membutuhkan satu dgn yg lain

Jawab :
hindari sebisa mungkin perdebatan..karna perdebatan merupakan perbuatan yg sia2,belajar untuk menghargai perbedaan selama tidak bertentangan dgn akidah..
wallohu'alam

Terkadang dilematik um. Yg kyak d hadits, klau brteman dngn pmbawa mnyak wangi qta mmperoleh wangi. Bgitupun sbaliknya. Ttapi, jga dsbutkan bhwa jdilah hamba2 Allah yg brsaudara.
Sbaiknya bgaimna qta dlam mmilah dan mmilih pertemanan? Curhat sdkit um, dlu sy tmenan sma smua rata. Yg jilbab,non jilbab, jilboob, muslim, non Muslim, laki, prempuan. Tpi kmdian baca tntng pertemanan2 dlm grup2 bgni kn. Bhwa sbaiknya mmilih tman yg sholiha bgtu. Dan sbaiknya bcara sperluny sma yg laki2.
Nah,tmen2 sy yg dlu pda bnyak yg sring nyeletuk gni.
Shinta ntr ga mw tmenan lgi sma qta. Mwnya tmenan sma yg ukhti2.
Atw klo yg laki2, blangny gni. Skrg g mw slaman, trus mlai bcara sperluny. Lama2 ntr klo ngmong g mw liat muka dh.
Smentara sy jg kdang dilema. Pngenny ttap mnjalani syariat, tpi ttap bsa jdi agen muslim yg baik.
Jdi gmna y um? Btasanny sperti ap?

Jawab :
tetap bersikap seperti biasa, sepertu sebelum hijrah...hanya ya..dgn batasan..jangan malu dgn predikat yg sekrang kita sandang..menjadi seorang muslimah...tularkan ke sahabat2 kita itu...kita harus bisa mewarnai mereka dan bukan terwarnai..

Gini umm, aku kan suka pake baju hitam hitam.. Bukan apa2 sih, emang hobi aja, gampang makenya ga ribet madaninnya n aku udah cinta ma Jenis bahannya, bahan lain gda yg sebagus itu.. Aku pun pakai kemanapun, utamanya kl ke masjid..kajian.. Ketmu tmn organisasi remaja masjid juga.. Dia mencontohkan cara berpakaian mentor di sana yg ttp nutup Dada krudungnya n ttp pake rok.. Krudunganku emang panjang drpd kerudungan mereka umm.. Trus aku dinasehati ma tmnku utk merubah caraku berpakaian jgn full hitam gt. Krn bbrp org di organisasi menilai aku berlebihan n menyulitkanku berbaur n berdakwah ke orang2
Apakah dakwah seperti itu umm?
Kita merubah diri kita selama ga bertentangan dg syariat, dg tujuan bs merangkul lebih byk org? Saya udah berusaha menghitung mudharat n mufsadatnya kl saya ikutin nasihat tmn saya.. Memang di organisasi yg saya ikuti itu byk yg masih agak urakan.. Meski labelnya remaja islam. Apakah Rasul juga mencontohkan strategi seperti itu ya umm? Saya dgr dakwah terbaik adl melalui akhlak, sebenarnya saya pgn ttp berpakaian dg gaya saya ini namun saya berusaha merubah persepsi umum dg menunjukkan akhlak baik.. Ada nasihat n saran umm?

Jawab :
kl memang nanda merasa nyaman dgn pakaian itu silahkan teruskan. Ttp bergaul dgn mereka sewajarnya..

Trus kl ternyata bener yg lain gmau deket2 aku krn itu gmn umm?
Jawab :
jangan menjadikan diri kita ekslusif... bersikap seperti orang pada umumnya, jangan jaim..

Mksudku kan aku pgn buktiin wanita berkerudung panjang n hitam2 bisa lho berbaur dg segala lapisan. Aku pgn jd contoh bahwa Ga semuanya wanita berkerudung besar itu ekslusif.. Jd persepsi mereka itu salah.. Gpp berarti ya?

Jawab :
insya Alloh lama kelamaan mereka juga akan paham...jangakita jauhi mereka, dekatkan terus, meski mereka sedikit menjauh..ingat..bukan kita yg menjauh..gpp...tetap dgn jati diri kita. ingat juga ya... kita yg harus bisa mewarnai mereka, bukan kita malah yg terwarnai 

Terkadang kita merasa mampu utk ttp dgn warna kita, tp tanpa terasa warna kita memudar oleh warna sekitar. Klo gtu gmna umm? Afwn td menyimak saja. itulah makanya pentingnya untuk ttp berteman dgn orang2 sholeh. salah satunya manfaatnya adalah untuk ttp mempertahankan warna itu. Teman yg sholeh rumahnya jauh umm. Pun terkadang yg berwarna seolah lebih peduli. Jdi bingung mana yg sholeh sebenarnya?

Jawab :
Terkadang kita merasa mampu utk ttp dgn warna kita, tp tanpa terasa warna kita memudar oleh warna sekitar


Ketika berkumpul dgn org2 sholeh dlm kajian (majelis) ilmu. Sedikit mengurangi warna sekitar. Tpi lingkungan yg tarikannya sgt kuat, kadang melemahkan warna kita. Itu yg saya rasakan. Klo sdh begitu, mgkn kah hanya hijrah pilihannya?
Jawab :
majelis zikir seperti HA ini juga bisa menjadi salah satu yg bisa menstabilkan warna kita,mendengarkan radio2 islam, bisa juga..banyak hal yg bisa ttp menstabilkan warna kita...


Wallohu'alam...

kita tutup dgn kafaratul majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”. ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ