Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Kajian Islam - Pria & Wanita di hadapan Allah

REKAP MATERI KAJIAN ONLINE HA NANDA 107 & 108
Selasa, 14 Okt 2014

Pemateri : Ustazah Erlina
Tema      : Pria & Wanita di hadapan Allah
Notulen  : Diah
Editor     : Ira Wahyudiyanti

#MATERI#
Assalamu 'alaikum... Adik2 sholihah semuanya..

Insya Allah kajian kali ini akan mbahas: Pria Wanita dihadapan Allah..

Buka quran nya dulu yuks..
Lihat QS 49:13, 82:6, 80:17-19..
Allah telah menyeru manusia dengan berbagai taklif dan telah dijadikan-Nya sbg khitab (seruan). Dia akan mbangkitkan manusia, memasukkan ke surga dan neraka.
Allah jg tlh menciptakan manusia, baik pria.(P) maupun wanita (W) dg suatu fitrah yg berbeda dg hewan. Antara P & W tdk saling melebihi dr aspek kemanusiaannya.
Masing2 memiliki thaqah hayawiyah (potensi khdpn).yg Allah ciptakan utk mns , yaitu kebthn jasmani (hajatul 'udhwiyah) spt rasa lapar, dahaga, ato buang hajat. Serta berbagai naluri (gharaiz), yaitu n. mpertahankan jenis/melestarikan keturunan (g nau'), n beragama (g tadayyun), dan naluri mpertahankan diri (g baqa').
Allah jg menciptakan akal yg sama utk P & W.

Sekalipun gharizah nau (GN) bs dipuaskan oleh manusia dg sesama jenisnya - P dg P ato W dg W, dan dpt pula dg binatang --naudzubillah min dzalik--- ato dg sarana lain, tp semuanya itu tdk akan mhantarkan pd tujuan Allah mencipt kan GN yi utk melestarikan keturunan yg hy mungkin tercapai melalui pernikhan.
GN tdk bs diumbar mengikuti hawa nafsu.
Masyarakt jg hrs memiliki suatu peraturan yg mempertahankan hub taawun antara P & W. Bkn hub tanpa batas yg dilandasi kebebasan berperilaku.

Pandangan yg benar adl yg didominasi ketaqwaan kpd Allah SWT, bkn sekedar mencari kesenangan. Ketika pun ingin memenuhi GN hrs sesuai syara' dan selaras dg ghoyatul ghoyah seorang muslim, yi mardhotillah.
Berikut. Bbrp nash2 quran sbg pedoman terh adap hub P dan W.. 4:1, 7:189, 13:38, 16:72, 30:21, 42:11, dll..

Dr nash2 tsb, Allah menegaskan bhw penciptaan laki2 dan perempuan sbg makhluq adl dlm khdpn suami istri, yaitu melahirkan anak2 demi melestarikan jenis manusia..

Perbedaan mendasar dr,HU dan gharizah adl dr sisi kemunculan dan pemenuhan...
@HU: kemunculanny dr dlm dan pemenuhannya bersifat pasti (jk tdk dipenuhi bs menghantarkan ke kematian)

@ gharizah: kemunculan dr faktor luar pemenuhannya bersifat tdk pasti (hy gelisah jk tdk dipenuhi, tp tdk sampe ke kematian)

#REKAP TANYA JAWAB#

TANYA :
 Afwan umi saya mau tanya diluar materi..

Umi pernah saya dengar Katanya jikalau ad Hamba yang menikah trus salah satunya meninggal.. contohy yg perempuan ninggal..lha yg suaminya nikah lagi.. dan katanya kelak Diakhirat laki laki trsbt akan ngumpul dngan istri pertamanya..tdak sama yg istri kedua apakah benar umi

JAWAB:
 Adapun wanita yang menikah lagi setelah suaminya pertamanya meninggal, maka ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama -seperti Syaikh Ibnu ‘Ustaimin- berpendapat bahwa wanita tersebut akan dibiarkan memilih suami mana yang dia inginkan.
Ini merupakan pendapat yang cukup kuat, seandainya tidak ada nash tegas dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- yang menyatakan bahwa seorang wanita itu milik suaminya yang paling terakhir. Beliau -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
اَلْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا
“Wanita itu milik suaminya yang paling terakhir”. (HR. Abu Asy-Syaikh dalam At-Tarikh hal. 270 dari sahabat Abu Darda` dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah:

TANYA:
 Boleh dperjelas ttg gharizah ummi??

JAWAB:
Gharizah adlh btk tunggal dari gharaiz yg artinya naluri.. ada jg yg mengartikan instink. Tp menurut sy lbh pas diartikan naluri. Ada 3 jenis naluri yg Allah ciptakan utk mns selain hajatul udlowiyah (HU= kbthn jasmani). Jd,setiap mns pasti punya 3 naluri tsb.

Naluri br akan muncul jk ada rangsangan dr luar ( yaitu fakta dan pemikiran) Mis GN br akan muncul ktk kt memikirkan sosok seorang cowok. Tp bs jd ktk ada cowok ganteng..:P, lwt dpn kt, kt gak tertarik dan biasa sj. Krn kt tdk menghadirkan persepsi. So, GN yg perwujudan salah satunya adl tertarik dg lawan jenis tdk akan muncul.

TANYA:
Bun, di atas dijelaskan bahwa antar P & W itu tdl slg melebihi dr aspek kemanusiaan. Itu mksud'a gmn??

Trus jika P & W itu bersahabat baik, slg berkomunikasi, mengingatkan, dll. Tp tdk melampaui batas. bagaimana P & W ts dihadapan Allah?

JAWAB:
 P & W sama2 tlh Allah karuniakan HU dan gharizah yg sama, tdk berbeda. Akal pun akal yg sama. Tgt bgm mns menggunakan potensi dan hidupnya dlm khdpn. Itulah yg akan Allah hisab. Shg kurang,tepat jk dikatakan P mpy akal 9 dan perasaan 1 sdgkn wnt kebalikannya..

Mgk yg mbedakan adanya rasa kebapakan dan keibuan yg mmg fitrah ada utk menunjang dlm khdpnnya.

Selama utk taawun, gak masalah.. tp jgn berlebihan dan seperlunya. Yg sering tjd adl awalnya taawun tp krn tll sering ktm akhirya tumbuhlah benih2 cinta.
Tepatlah kiranya pepatah jawa yg mengatakan: tepo seliro jalaran soko kulino..

Tumbuh cinta karena biasa (biasa ktm, biasa codar, biasa chat, etc..)

TANYA:
trus bun, apa yg menjebabkan sebahagian P atau W itu tdk memiliki ketertarikan terhadap lawan jnis??

JAWAB:
Berarti dia mbuang,semua hal yg bs mbangkitkan GN.. menekan semua rasa, ato hy mengalihkan rasa kpd,kecintaan yg lain. Mis thd,pencipta. GN ttp ada,tp tdk dimunculkan.

Spt pisau, tgt mo dipake utk apa. Pisaunya ttp ada...

TANYA:
Apa yg sbaik'a dilakukan trhasp org yg spt itu, Bun??
:D afwan bun, byk tanya

Rasulullah naha 'anit tabatul.. rasul melarang/tdk menyukai dr tabatul (mbujang/tdk menikah) namun tyt tdk melarang/mharamkan sahabat yg hidupnya mbujang. Jk ada org yg tdk tertarik dg lawan jenis dg berbagai alasan syar'i, tdk mengapa..

TANYA:
Bun, boleh ga kalau misalnya kita memiliki kecenderungan kepada seorang ikhwan walaupun ga diperlihatkan ? Apakah itu sama saja kita ga menjaga hati buat yg halal nanti?

walaupun, jarang ketemu, jarang komunikasi. Diem2 gitu bun. Maksudnya hehe

Jawab:
Kmd jk kt menyukai seseorang, itu adl fitrah dan tdk diharamkan. Yg akan dihisab adl pd pengelolaan.dan pemenuhan 'rasa' tsb...

Jk mmg blm mmungkinkan utk dilanjutkan ke arah pernikahan mk alihkan rasa tsb..dan buang jauh dr pikiran kt.

TANYA :
 Afwan umi saya mau tanya diluar materi..

Umi pernah saya dengar Katanya jikalau ad Hamba yang menikah trus salah satunya meninggal.. contohy yg perempuan ninggal..lha yg suaminya nikah lagi.. dan katanya kelak Diakhirat laki laki trsbt akan ngumpul dngan istri pertamanya..tdak sama yg istri kedua apakah benar umi

JAWAB:
 Adapun wanita yang menikah lagi setelah suaminya pertamanya meninggal, maka ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama -seperti Syaikh Ibnu ‘Ustaimin- berpendapat bahwa wanita tersebut akan dibiarkan memilih suami mana yang dia inginkan.
Ini merupakan pendapat yang cukup kuat, seandainya tidak ada nash tegas dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- yang menyatakan bahwa seorang wanita itu milik suaminya yang paling terakhir. Beliau -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
اَلْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا
“Wanita itu milik suaminya yang paling terakhir”. (HR. Abu Asy-Syaikh dalam At-Tarikh hal. 270 dari sahabat Abu Darda` dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah: