Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Kajian Parenting - Pemberian Ganjaran dalam pengasuhan anak

Rekap Kajian HA2 Ummi
Kamis, 16 Okt 2014/21 Dzulhijjah 1435 H
Materi : Kajian Psikologi
Narasumber : Ustadzah Dianda
Editor : Ira Wahyudiyanti
*******************************

Pengajaran disiplin melalui pemberian "ganjaran".

Assalamualaikum.. ukhti akhi fillah. Alhamdulillah kita dapat bertemu lagi dalam kesempatan ini.. terutama setelah silatdar kemarin*efek silatdar.  :)

Kali ini saya ingin membahas mengenai cara2 kita menegur anak. Prinsip2 yg berlaku terutama pada anak usia dini.

1. Tegurlah anak langsung setelah ia mengerjakan perilaku.. misalnya anak membuang sampah sembarangan,  tegur segera setelah sampah dibuang, jangan ditunda. Hal ini agar anak tahu persis perilaku yang mana yang menjadi masalah.

2. Atur posisi dan nada bicara.
Menegur bisa dilakukan dengan lembut dan bisa pula tegas. Menegur dengan lembut bisa dilakukan pada anak saat anak belum mengetahui/baru pertama melakukannya.

Misalnya anak usia 1 th yang baru pertama kali berkenalan dengan tempat sampah.  Sifatnya ajakan untuk membuang sampah ke tempatnya. Usahakan posisi mata setara saat bicara.  Jadi anak sejajar dengan kita. Tersenyum untuk mendorong anak mengerjakan.

Saat anak sudah terbiasa dan sudah kenal tempat sampah, dan tidak membuang sampah di tempatnya, baru nada teguran dapat lebih tegas, agar anak tahu benar-salah dan membentuk standar moral anak.

Nada bicara bisa lebih tegas. Suara agak keras tapi tidak berteriak, tidak membentak. Pastikan anak tahu apa yg salah. . Beritahu apa yang harus ia lakukan (jangan hanya mengatakan apa yang salah).

Saat menampilkan sikap tegas, kita tidak perlu banyak bicara/bergerak. Katakan hanya apa yang tidak.boleh dan diharapkan. . Tidak perlu panjang lebar. Hehe.. juga sikap kita cukup menyampaikan bahwa itu yang diminta. Misal.. menaikkan jari telunjuk, "tidak!" Buang ke tempat sampah (tunjuk), "disana.

Beri nada tegas hanya pada saat membahas perilaku yang salah. Sesudah anak menuruti kita (membuang sampah) langsunf turunkan nada menjadi biasa/lembut. Agar anak tahu bahwa reaksi orangtua tadi hanya saat ia tidak mengerjakan hal yang pantas (membuabg sampah). Ini juga agar anak tidak bingung.

3. Kelola emosi
Penting bagi orangtua untuk mengelola emosinya saat memberi reaksi terhadap perilaku anak. Kenapa? Karena emosi itu MENULAR. Saat orangtua terbiasa memberi respon dengan emosi marah, anak akan terbiasa menjadi/merasa marah. Dan saat konflik terus2an diwarnai emosi marah.. anak belajar meningkatkan level emosinya sehingga.. bisa jadi muncul kesimpulan... yang paling tinggi level emosinya, dia yang menang.

Saat menegur, pastikan emosi terkendali.  Boleh ada rasa marah, tapi sedikit saja. Katakan saja kalau sedang marah, dan katakan sebabnya..supaya anak belajar memahami emosi.

...tapi, pastikan juga anak paham bahwa dia perlu melakukan hal itu karena ada itu memang yang harus dilakukan, karena ada manfaatnya.. bukan karena ayah/ibunya marah.

4. Berikan konsekuensi.
Usahakan memberi konsekuensi atas apa yang anak lakukan. Konsekuensi positif misalnya saat anak membuang sampah, bisa kita puji dengan "wah bagus bang, jadi ruang main abang bersih kan? Senang deh kalau ruangan.bersih.. mainnya enak"..

Sehingga rasa emosi "senang saat lingkungan bersih" tertanam dalam diri anak.

Sebaliknya kalau anak menolak buang sampah.. beri konsekuensi bahwa kotor itu (tidak buang sampah=kotor) tidak menyenangkan, tidak memberi manfaat. "Wah tempat mainnya jadi kotor.. bau, nanti banyak semut.. mainnya nggak senang, gatal2 nanti" ..

Berikan sapu untuk anak menyapu.. dst. Kalau tidak mau juga.. ayah/ibu bisa melarang anak mengkonsumsi apa yang tidam dibuang tadi.. misalnya ia tidak mau buang kotak susunya, habis itu anak tidak boleh minum susu dulu. ...

Kira2 begitu. wallahualam..

Pertanyaan dan Jawaban
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Rekap pertanyaan :

1. Bd. Pipit

Sy mw tny ustdjh..bgmn cr menegur anak usia dbwh 3th yg mencontoh sikap tmny sperti "memukul org tua krn mencontoh tmny yg terbiasa marah saat dilarang ibunya dan memukul kepala ortuny"

Jawab :

ummi pipit.. untuk anak 3 tahun,bisa dijelaskan, diinginkAn.. dan lakukan langkah di atas

2. Bd. Ema

Sy jg mau tny bunda, cucu umur dh 5 thn kenp setlh ada adiknya jd susah diatur klu sdh ngambek ampun deh...apa krn cr perhatian atau kenp yaa mhn penjelasannya  mksh bunda slm

Jawab :

ummi Ema.. saat setelah punya adik, wajar si kk cari perhatian.. setelah adik lahir, usahakan kk bisa Bermain Dan dekat dengan adik, jadi adik bukan hanya milik ortu, tapi jugaaa milik kk

3. Bd. Romy

Mau ty...apkh mncubit atau mnjewer anak usia 7 th keatas itu bsa mempengaruhi pdikologi anak...krn anak dh sting bgt mngilng ksalhan yg sma&sdah diingtkn berkali2

Jawab :

ummi.romi.. sampai.usia berapapun Akan.berpengaruh.. coba dicek dulu,sudah berkali2 diingatkan tapi tidak dilakukan apa sebabnya? apakah anak lupa? tidak paham? tidak mampu? ada hall lain yg membuat anak tidak bisa mengerjakan? atau anak memang tidak mau?

.. mungkin lingkungannya tidak kondusif? atau menurut anak itu hall yg sia2?  ... atau tidak ada contoh /teladan Dari lingkungan?

bisa coba komunikasikan Dan diskusikan dulu hall hall ini, lalu buat kesepakatan dengan anak, ambil haknya jika ia tetap melakukan hal yg dilarang.

4. Bd. Marpiah

Bunda mau tanya,anak saya umur 3 thn,dia klau bicara belum sempurna ,a b c nya,klau disuruh panggil mas,dia panggil maa dll,tp klau disuruh ngulangin kata yg diucap blm teteh ya,dianya ngak mau dan tia saat disuruh menggulan selalu jawabnya gak bisa,gak mau mencoba lagi malu salah ucapan,
Bagaimana supaya kami sebagai orang tua bisa ngajak dia disiplin sprti abangnya ,bunda

Jawab :

belum lancar bicara? kenapa arahnya jadi disiplin?

@ Bd. Mar :  Iya,klau abang setiap orang tua bilang selalu nurut dan disuruh ulang dia blm bisa dia berusaha untuk bisa,tp yg kicil kayak semaunya sendiri bun
Sebab usia sama dl yg besar umur 3 thn udah nurut

@ ustadzah : kalau belum lancar jugaaa kita cek seperti apa, apa sebabnya.. bisa karena bingung bahasa,misalnya terlalu sering Nonton acara bhs inggris, padahal bahasa Indonesia belom lancar.. atau lemah otot area mulut, atau gagu? gagap? ini ditangani dulu.

@ Bd.  Mar :  Oh mungkin klau dirumah dan lingkungan kita pakai bahasa jawa,tp klau disekolahan pakai bahasa indonesia ya,bun,
Jd masih binggung untuk membedakan kalimat

@ ustadzah : setiap anak kan berbeda juga.. baiknya jangan dibanding2kan.. sabar saja..
iyabegitu bu
anak yg belum bisa Dan belum lancar bicara jangan diperkenalkan dengan banyak bahasa,cukup bhs Indonesia dulu sampai lancar, baru pelan2 bahasa lain..

@ Bd.  Mar : Oh gitu ya bun,ya disekolahan kan ada inggris,arab,indonesia,bun dirumah bahasa jawa
Bun saya tuk sering dimarahi suami dan saudara karenq sering nya saya selalu membandingkan anak2 saya,karena sifat bertolak belakang,dan saya selalu bilang yg besar itu pokoknya kalau besar itu super baik ,karenq dilihat dr usia dini keduanya jauh berbeda,
Apakah sifat saYa akqn mempengaruhi jiwa dan perkembangan anak saya bun

@ ustadzah : in.syaa Allah berpengaruh ummi.

@ Bd.  Mar :  Tp klau kasih sayang semua tdk dibandibgkan,cuma klau melihat anaknya sifat semua berbeda ,sebagai orang tua kan bisa menebaknYa kan bunda,sebab sama cowoknYa,jd bagaimana seharusnYa saya bun?

@ ustadzah  : jangan membandingkan.. karena setiap anak berbeda, ya pribadinya, ya minat bakatnya, watak.. semuanya. dengan disayang dipahami didorong, anak Akan berkembang dengan baik
in syaa Allah

5. Bd. Romy

Makasih ustadzah..
Ustadzah mau ty lgi...
Bgaimana ce cra mngajarkan tanggung jawab&kewajiban yg hrus dkerjkan kpda anak usia 7th

Jawab :
dgn.usia 7th yaa.. dijelaskan, bikin kesepakatan tugas,beri hak atas kewajiban yg sudah dijalankan.. batasi hak/ambil hak kalau kewajiban belum dijalankan. konsisten.

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”