Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » Keutamaan Bahasa Arab

Keutamaan Bahasa Arab

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, October 30, 2014

Kajian Online Hamba الله SWT

Kamis, 30 Oktober 2014/ 6 Muharram 1436
Narasumber : Ustadz Rifai
Rekapan Grup Nanda 117-118 (Arin, Sarianti)
Tema : Bahasa Arab
Editor :Rini Ismayanti


Keutamaan bahasa arab sangatlah banyak. Sebagaimana perkataan Ibnubb Katsir rahimahullah ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2, yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah jadikan AlQur’an dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkan.” Ia berkata, “Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab) karena bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh
karena itu, kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ) dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab ini pun diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.” ( Tafsir Ibnu Katsir , Tafsir Surat Yusuf)

Bahasa arab
Umar bin Khattab berpesan,”Pelajarilah bahasa Arab karena sesungguhnya ia adalah bagian penting dari agama kalian". Dalam bahasa arab kita akan mengenal 3 jenis kata :
1. Isim = kata benda
2. Fi'il = kata kerja
3. Hurf = huruf

1. Kata benda (ism)
Didalam bahasa arab terdapat 2 jenis kata benda
a. ism muannats 
Kata benda perempuan atau benda yang disifati  perempuan. Ciri umum diakhiri dgan ta' marbutoh (ة)
Contoh : sayyaaratun  سيَّارَةٌ = Mobil
b. ism mudzakkar
Kata benda laki2 atau benda yg disifati laki2
Contoh : kursiyyun  كرسيٌّ = Kursi

2. Kata tunjuk (ism isyarah)
Kata tunjuk dibagi menjadi 2, yakni dekat dan jauh, penggunaan kata tunjuk disesuaikan dengan sifat bendanya.
a. kata tunjuk dekat / INI
هذا (haadza)
 هذه (haadzihi)
*pada ha ada fathah 2 harakat. Sehingga dibaca haa
b. kata tunjuk jauh / ITU
 ذلك (dzaalika)
 تلك ( tilka)
* pada dzaa 2 harakat.

Contoh :  
هذا با ب (Haadza baabun) = Ini pintu
ذلك كتاب (Dzaalika kitaabun) =  Itu buku
هذه سبّورة (Haadzihi sabbuuratun) = Ini papan tulis
تلك مسطرة  (Tilka mistharatun) = Itu penggaris.

Kosa kata - Mufrodat ( مفردات)
Qirthaasun (قرطاس) = kertas
Thabaasyirun ( طباشير) = kapur
Maktabun (مكتب) = meja
Qalamun (قلم) = pulpen
Miksanatun (مكسنة) = penyapu
Mibratun (مبرة) = peraut pensil
Khizaanatun (خزانة) = lemari
Qalamun rashashun (قلم رصص) = pensil
Qalamun hibrun ( قلم حبر) = pena tinta

TANYA JAWAB

Q : Ustadz, kalau nunjuk banyak benda bagaimana ya? Misal ada 20 benda yang mau ana tunjuk, apa tetap pake kata tunjuk hadza 20 x juga?
A : Untuk jamak (banyk) pakai haulaai (هؤلاء) untuk jamak mudzakkar dan jamak muannats

Q : Kalau ana mau tunjuk Ini Rok, dalam kamus Rok itu kan Fustaanun فستان tidak ada tanda mu'annats dalam tulisannya, itu kita pake hadza atau hadzihi???
A : hadza

Q : Tadz, kalau untuk benda yang belum diketahui muannats atau mudzakkarnya, pakenya apa tadz? Contoh apa ya? 
A : Yaa musti tau. Banyak-banyak baca dan liat kamus atau quran

Q : Anaa baru ngintip2 lagi... Ada isim yang tulisannya قلنسوة  (qolansuwatun),ada tanda mu'annas pada akhir tulisannya, tapi artinya Peci. Nah itu gimana lagi ya ustadz ??? Jadi bingung..Kalau ana mau tunjuk itu Peci , yang benar ذالك dzaalika qalansuwatun / تلك  tilka qalansuwatun.
A : tilka qalansuwatun

Q : Ustadz, mohon penjelasannya tentang tanda-tanda isim yang di katakan mu'annats itu apa-apa saja ya + tanda-tanda isim mudzakkar ...
A : Ciri2 muannats yang paling menonjol adanya ta marbutoh kecuali isim 'alam dan majazi (yg dmajaskan). Kemudian setiap benda yang brpasangan disifati muannats cntoh udzun (telinga)
Adanya alif mamdudah (اء) cntoh سوداء
Adanya alif maqsuroh (ى) cntoh الكبرى

Q : Bedanya afwan dengan aasif apa ya ??
A : untuk afwan dan aasif perbedaannya terletak pada afwan kadar nya lebih kecil dari pada aasif. Jadi aasif lebih bagus digunakan seperti  “maybe” dan “perhaps”. “Maybe” kemungkinan iya nya 50 persen dan ngga nya 50 persen. Kalau “perhaps” ia nya 80 persen dan engga nya 20 persen.

Q : Jazaakallah ustadz. Berarti haa-ulaa-i untuk perpaduan isim mudzakar dan mu'annats secara menyeluruh ya ustadz. Termasuk untuk menunjuk orang banyak kah??? Misal mau bilang itu (ada abang,ayah,ibu,nenek dan sdr yg lain) kluargaku,. Berarti  Haa-ulaa-i usratiy. Betul apa salah?
A : yuppss

Q : Ulaa-ika itu apa ustadz? Kalau di al Quran ada pake ulaa-ika dan ada pake Haa-u-laa-i...Gimana itu ustadz.apa perbedaan nya... 
A : Haulai jamak kta tnjuk dekat. Ulaaika jamak kata tunjuk jauh

Q : Benda yang belum diketahui muannats/mudzakkarnya Misalnya menanyakan sesuatu yg kita blum tau namanya. Contohnya, "apa itu?" Nah pakenya maa dzalika, atau maa tilka? Biasa nya ana pakai dzalika
A : Kalau benda itu ternyata muannats ya di rubah jadi tilka..

Q : Isim alam itu apa ustadz...
A : isim alam adalah nama orang, atau tempat. Contoh : wike wahyuni. Jadi klau kita mau tunjuk itu wike, mka kita harus tunjuk memakai muannats, kaerna nama wike itu tuk perempuan
tilka wike wahyuni. Kalau laki-laki ya pakai dzaalika..

Baik jika tidak ada lagi yang mau dibahas, kita akhiri kajian hari ini dengan lafadz Hamdallah dan do'a kifaratul majelis.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Wassalamu'alaykum warahmatullah..


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post