KONSTIPASI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, October 18, 2014


Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 15 UMMI)

Hari / Tanggal : Jum'at, 17 Oktober 2014
Narasumber: Bunda Rini
Admin: Farabella
Ketua: Ajeng
Notulen : Ana Trienta

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kenalan dulu ya... saya biasa dipanggil rini bekerja sebagai perawat. Hari ini kita sharing in sha Allah sampe siang kita bahas tentang *sembelit* dalam bahasa kerennya disebut *konstipasi*. Konstipasi termasuk salah satu gangguan dalam proses defekasi (buang air besar) kita baca dulu..

Konstipasi merupakan gejala, bukan penyakit. Konstipasi adalah penurunan frekunsi defekasi, yang diikuti oleh pengeluaran feses yang lama atau keras dan kering. Adanya upaya mengedan saat defekasi adalah suatu tanda yang terkait dengan konstipasi.

Normalnya pola defekasi yang biasanya setiap 2 sampai 3 hari sekali tanpa ada kesulitan,
nyeri, atau perdarahan dapat dianggap normal. Dikatakan konstipasi bila, meliputi paling sedikit 2 dari keluhan di bawah ini dan terjadi dalam waktu 3 bulan :
1. Konsistensi feses yang keras,
2. Mengejan dengan keras saat BAB,
3. Rasa tidak tuntas saat BAB, meliputi 25% dari keseluruhan BAB, dan
4. Frekuensi BAB 2 kali seminggu atau kurang.

Penyebab umum konstipasi
  1. Kebiasaan defekasi yang tidak teratur dan mengabaikan keinginan untuk defekasi. 
  2. Klien yang mengonsumsi diet rendah serat dalam bentuk hewani (misalnya daging, produk-produk susu,  telur) dan karbohidrat murni (makanan penutup yang berat). Asupan cairan yang rendah.
  3. Tirah baring yang panjang atau kurangnya olahraga yang teratur
  4. Pemakaian laksatif yang berat menyebabkan hilangnya reflex defekasi normal.
  5. Obat-obatan,  seperti obat penenang,zat besi.
  6. Lansia
  7. Kelainan saluran pencernaan
  8. Penyakit-penyakit organik, seperti hipotirod
  9. Peningkatan stres psikologi.
  10. Umur
  11. Otot semakin melemah dan melemahnya tonus spinkter yang terjadi pada orang tua .

Beberapa gejala konstipasi sebagai berikut:
  1. Perut terasa begah, penuh, dan bahkan terasa kaku karena tumpukan tinja (jika tinja sudah tertumpuk sekitar 1 minggu atau lebih, perut penderita dapat terlihat seperti sedang hamil).
  2. Tinja menjadi lebih keras, panas, dan berwarna lebih gelap daripada biasanya, dan jumlahnya lebih sedikit daripada biasanya
  3. Pada saat buang air besar tinja sulit dikeluarkan atau dibuang, kadang-kadang harus mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan tinja.
  4. Terdengar bunyi-bunyian dalam perut.
  5. Bagian anus terasa penuh, dan seperti terganjal sesuatu disertai sakit akibat bergesekan dengan tinja yang panas dan keras.
  6. Frekuensi buang angin meningkat disertai bau yang lebih busuk daripada biasanya
  7. Menurunnya frekuensi buang air besar, dan meningkatnya waktu transit buang air besar (biasanya buang air besar menjadi 3 hari sekali atau lebih).
  8. Terkadang mengalami mual bahkan muntah

Cara mengatasi konstipasi
.  Latihan usus besar: 
Melatih usus besar adalah suatu bentuk latihan perilaku yang disarankan pada penderita konstipasi yang tidak jelas penyebabnya. Penderita dianjurkan mengadakan waktu secara teratur setiap hari untuk memanfaatkan gerakan usus besarnya. dianjurkan waktu ini adalah 5-10 menit setelah makan. Dan tidak menahan atau menundadorongan untuk BAB.

 Diet penting untuk mengatasi konstipasi terutama pada golongan usia lanjut. diet yang
mengandung banyak serat, dapat meningkatkan massa dan berat feses serta mempersingkat waktu transit di usus. untuk mendukung manfaat serat ini, diharapkan cukup asupan cairan sekitar 6-8 gelas sehari, bila tidak ada kontraindikasi untuk asupan cairan.

. Olahraga: 
Cukup aktivitas atau mobilitas dan olahraga membantu mengatasi konstipasi jalan kaki atau lari-lari kecil yang dilakukan sesuai dengan umur dan kemampuan pasien, akan menggiatkan sirkulasi dan perut untuk memeperkuat otot-otot dinding perut, terutama
pada penderita dengan atoni pada otot perut.

. Pengobatan farmakologis
Jika langkah diatas kurang berhasil. 

Silahkan disimak...kalo ada yang mau sharing direkap dulu, mau ke sebelah 

Tanya Jawab
1. Tanya: 
Bunda Rini bagaimana cara mengatasi konstipasi pada anak, terutama balita?
Jawab:
Konstipasi pada anak balita dapat terjadi selama beberapa hari, minggu, bahkan selama beberapa bulan.
• Penyebab konstipasi pada anak balita: 
Pada umumnya sembelit pada pada anak balita dapat disebabkan oleh pola makan yang kurang tepat. Beberapa penyebab utamanya adalah:
  • Kurang minum
  • Kurang mendapat asupan makanan berserat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sereal
  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan rendah gizi (junk foods)
  • Genetis atau turunan dari orang tua
  • Tidak rutin buang air besar (BAB) misalnya karena sering menahan BAB saat latihan BAB di toilet.

Sebagian anak mengalami ketakutan ketika masuk kamar mandi sehingga cenderung menahan BAB dalam waktu lama sehingga dapat menyebabkan penumpukan dan pengerasan tinja didalam perut.

• Cara mengatasi sembelit pada anak balita
Sebagian besar kasus sembelit pada balita dapat disembuhkan dengan merubah pola makan dan gaya hidup. Penanganan ganguan pencernaan ini dapat memakan waktu yang cukup lama, oleh karenanya kesabaran ayah bunda dan komitmen dari anggota keluarga lain untuk mendukung proses penyembuhan si kecil menjadi sangat penting. Berikut adalah tiga cara meredakan gejala sembelit si buah hati.
  • Berikan si kecil cairan yang cukup terutama air putih. Menurut situs BabyCenter , anak usia 1-3 tahun memerlukan cairan sekitar 1,3 liter perhari.
  • Pastikan si kecil mendapatkan buah-buahan dan sayuran setiap harinya. Beberapa buah dan sayur yang direkomendasikan ahli untuk meredakan gejala sembelit adalah apel, buah pir, aprikot, kurma, pepaya, brokoli, kubis, kacang polong, selada, dan kembang kol. Konsumsi pula makanan tinggi kandungan serat lainya seperti seral, dan roti gandum utuh.
  • Hindari makanan yang dapat memicu sembelit. Beberapa jenis makanan berserat rendah dipercaya dapat memicu terjadinya sembelit, termasuk diantaranya adalah nasi putih, keripik kentang, biskuit, serta terlalu banyak mengkonsumsi produk olahan susu tanpa disertai konsumsi serat yang cukup juga dapat menyebabkan sembelit
2. Tanya: 
Pertanyaan saya hampir sama dengan bunda fara. Anak saya umur 8 bulan babnya ga rutin 4-5 hari baru bab itu sampai ngeden dan nangis babnya keras padahal rutin saya kasih pepaya dan masih minum asi.. gimana cara mengatasinya yaa
Jawab:
sama seperti diatas

3. Tanya: 
Mengkonsumsi banyak produk olahan susu adalah salah satu faktor sembelit, berarti susu itu memadatkan? Bukankah susu bersifat pencahar ?
Jawab:
bunda riri...olahan susu pada proses nya menghilangkan kandungan air pada susu sehingga produk-produk olahan susu bisa menyebabkan sembelit

4. Tanya:
Sekalian mau tanya bun
a. Kalo minum susu terus bab cair. Apakah orang tersebut tidak cocok minum susu tersebut ya bun?
b. Sebaiknya yang normal bab berapa kali bun?
Jawab:
a. Salah satu gejala bila alergi susu adalah diare bunda. Jadi juga diperhatikan frekuensi BAB nya
b. Frekuensi BAB yang dinilai masih dalam batas wajar adalah mulai dari 3 kali sehari hingga 3 hari sekali. Frekuensi BAB 3 kali atau lebih dalam sehari dinilai sebagai tidak normal (diare), apabila konsistensinya berupa cairan disertai ampas. Apabila konsistensi BAB anda masih solid atau lunak, maka hal tersebut dinilai wajar. Perbedaan dan variasi frekuensi BAB tersebut terjadi karena perbedaan jenis diet, asupan cairan, dan
kecepatan pergerakan usus masing-masing orang. Semakin banyak anda mengkonsumsi serat dan minum air putih, maka BAB anda akan lebih sering dan lebih banyak. Hal ini tentunya baik bagi kesehatan.

5. Tanya:
Afwan satu lagi ya buda rini sholehah....jadi sebaiknya kalau lagi sembelit pada anak  balita, apakah boleh dikasih susu uht/co:ultra atau susu seduh / co:dancow/milo?  Jazakillah....
Jawab:
Boleh bunda riri.. Untuk susu formula perhatikan cara pembuatannya harus pas antara air dan susunya . Di kemasannya ada petunjuknya.

6. Tanya:
Berapa lama proses makanan menjadi feses pada anak balita, anak saya tiap habis makan banyak ga lama kemudian BAB, padahal sebelumnya sudah BAB,dan ini sering terjadi,apa ini juga penyebab anak susah gemuk ?
Jawab:
Proses defekasi berlangsung 8 - 15 jam. bila setelah makan langsung BAB disebabkan BAB sebelumnya belum tuntas setelah lambung terisi organ-organ pencernaan bekerja termasuk usus. gerakan peristaltik usus besar merangsang defekasi bila masih ada feses penyebab anak tidak bisa gemuk:
  • faktor nutrisi: jumlah asupan yang masuk tidak sesuai dengan kalori keluar. anak-anak aktif asupannya harus lebih banyak
  • faktor penyakit:  penyakit infeksi kronis,hormonal
7. Tanya:
Tanya bund rini, mohon penjelasannya mengenai latihan usus besar tadi poin diatas. saya kurang paham. bagaimana teknisnya? jazakillah
Jawab:
mengambil posisi lebih mirip dengan jongkok yaitu fleksibel paha atas perut dan tekan dengan siku di lutut Anda

8. Tanya: 
Bunda rini afwan , kalo obat ambein yg bagus apa yah...saya mengalami ambein dari anak 1. Oyh 1 lagi, kenapa yah anak saya tiap mengkonsumsi susu malam nya pasti kremian..itu terjadi d anak saya dua2 nya padahal saya rutin kasih obat cacing 6 bln s'x..syukron
Jawab:
bunda afwan petugas kesehatan dilarang sebut merk. bunda usahakan supaya tdk konstipasi agar tidak semakin besar. Pencegahan terjadinya konstipasi:
1. Jangan jajan di sembarang tempat.
2. Hindari makanan yang kandungan lemak dan gulanya tinggi.
3. Minum air putih minimal 1,5 sampai 2 liter air (kira-kira 8 gelas) sehari dan cairan lainnya setiap hari.
4. Olahraga, seperti jalan kaki (jogging) bisa dilakukan. Minimal 10-15 menit untuk olahraga
ringan, dan minimal 2 jam untuk olahraga yang lebih berat.
5. Biasakan buang air besar secara teratur dan jangan suka menahan buang air besar.
6. Konsumsi makanan yang mengandung serat secukupnya, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
7. Tidur minimal 4 jam sehari.

Cacingan bukan karena susu bunda. Cacingan adalah salah satu masalah kesehatan yang akan menggangu tumbuh kembang bayi, membuat bayi anda rentan terkena beberapa penyakit dan juga apabila dibiarkan tanpa penanganan akan mengakibatkan kecerdasan mental dan juga kesehatan bayi anda. Pertanyaan yang mendasar bagaimana mungkin bayi dapat tercemar oleh telur cacing, gerakannya masih terbatas?

Pada umumnya cacing akan mudah menyerang bayi dan menggangu perkembangan bayi anda. Hal yang perlu anda ketahui bahwa cacing akan masuk ke pencernaan bayi bukan karena kontak antara bayi dengan tanah yang tercemar dengan telur cacing tetapi cacing yang tertinggal diberbagai alat atau tubuh yang masuk ke dalam mulut dan mengganggu sistem pencernaan bayi. Kebersihan dalam merawat bayi menjadi salah satu faktor utama dalam menjauhkan cacing pada tubuh bayi anda.

Pada bayi yang terdapat cacing di dalam tubuhnya terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang kurang optimal. Hal ini disebabkan karena cacing pada bayi dapat menyerap sari sari makanan yang menutrisi tubuh. Sari makanan yang berada pada sel darah dan usus akan diserap oleh cacing dan akan terus berkembang biak pada tubuh bayi dan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan diantaranya adalah berat badan yang tidak ideal bagi bayi, perutnya cenderung buncit dan tidak memiliki nafsu makan terutama pada ASI .

Pencegahan terhadap penyakit cacingan pada bayi anda dapat dilakukan dengan menghindari diri dari faktor-faktor yang menyebabkan cacing masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit cacingan pada bayi :
  1. Menjaga kebersihan diri anda dan bayi dengan memastikan perlengakapan dan perlatan bayi dalam keadaan bersih, langsung bersihkan setelah anda menggunakannya. Begitu pula dengan pemberian ASI ataupun MPASI anda dapat memastikan dari peralatan dan bahan yang telah dicuci bersih.
  2. Benda dan mainan bayi sebaiknya selalu dibersihkan apalagi bila sedang memasuki fase oral, dikhawatirkan beberapa bakteri dan kuman akan masuk ke dalam pencernaan bayi anda.
  3. Rutin menjaga kebersihan kuku jari bayi apalagi bayi yang sering memiliki kebiasaan memasuki jari jari ke dalam mulutnya.
  4. Letakan tempat tidur, perlengakapan bayi termasuk baju di tempat yang jauh dari kuman, debu dan benda benda kotor lainnya.
  5. Segera mengganti popoknya apabila telah buang air kecil atau buang air besar
  6. Berikan makanan dan minuman yang dapat menutrisi tubuhnya, sebaiknya anda mengolah di rumah sendiri. Adapun apabila bayi anda masih minum ASI tanpa makanan pendamping ASI,nusahakan anda mengkonsumsi makanan yang terbaik untuk kualitas asi anda.
  7. Selalu membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun setelah melakukan pekerjaan apapun sebelum menyentuh bayi atau perlengkapan bayi.
  8. Dalam rangka pencegahan lanjut anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat cacing yang sesuai dengan dosis bagi usia bayi anda.
Sudah cukup kah bunda? kalo sudah,   saya undur diri dulu. jazakillah sharingnya. mohon maaf ya.....moga bermanfaat. Berarti sudah sampai disini dulu ya kajian kita. In sya ALLAAH lain waktu disambung lagi. Semoga majelis ini dirahmati.

Doa kafaratul majelis
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!