MAKNA IBADAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, November 13, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT  
(HA 118 Nanda & Ayah 305)


Hari / Tanggal : Selasa, 28 Oktober 2014
                         Rabu,12 November 2014
Narasumber : Ustadz Edi Saputra

Admin : Arin I Sugeng
Editor : Rini & Ana


Apa tujuan hidup kita? Ibadah kepada Allah adalah jawabannya.
Hikmah dari penciptaan jin dan manusia di alam semesta ini adalah agar mereka beribadah kepada Allah dan tidak mensekutukan- Nya. Allah Ta’ala berfirman :

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍْﻹِﻧْﺲَ ﺇِﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin  dan manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku”  (QS. Al Dzariyat : 56)

Definisi ibadah
Para ulama kita mendefinisikan ibadah dengan berbagai macam definisi, namun yang paling lengkap adalah yang terdapat dalam kitab al ubudiyah karangan ibnu taimiyah..
Ibnu Taimiyah berkata : “Ibadah ialah sesuatu yang mencakup semua perkara yang dicintai dan diridhoi Allah berupa perkataan atau perbuatan yang nampak atau pun tidak nampak”....
Hukum ibadah
Kaedah tentang hukum ibadah yang disebutkan oleh para ulama kita berdasarkan alquran dan hadis adalah :
الأصل ف العبادة حرام الا بالدليل...

Hukum asal ibadah adalah Haram kecuali ada dalilnya (baik dari Alquran atau hadis shohih), maksudnya adalah seluruh ibadah haram kita kerjakan kecuali ada dalil dari Alquran atau hadis yang memerintahkan kita untuk mengerjakannya, baik hukumnya bisa wajib atau sunnat. Seperti sholat dan zakat...wajib ibadah tersebut kita kerjakan tatkala ada ayat yang berbunyi :

ﻭَﺃَﻗِﻴﻤُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺀَﺍﺗُﻮﺍ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ

“Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat” ( QS. Al Baqoroh : 83 )


Syarat diterimanya Ibadah oleh Allah
Ibadah yang kita kerjakan diterima atau tidaknya oleh Allah ditimbang dari dua timbangan, timbangan batin dan timbangan dhohir...

1. Ikhlas ibadah kepada Allah syarat pertama dari dua syarat diterimanya ibadah
Ikhlas adalah timbangan batin kita terhadap ibadah..Iklaskah niat kepada Allah atau tidak?
syarat ini berdasarkan ayat alquran :
ﻓَﺎﻋْﺒُﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼًﺎ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ

“Maka beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan (mu) untuk-Nya.” [QS. AzZumar : 2]

dan hadis :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَ ﺟَﻞَّ ﻻَ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞِ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﺧَﺎﻟِﺼًﺎ ﻭَﺍﺑْﺘُﻐِﻲَ ﺑِﻪِ ﻭَﺟْﻬُﻪُ

“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan kecuali yang murni dan hanya
mengharap ridho Allah”. [HR. Abu Dawud dan Nasa’i]

Lawan dari ikhlas syirik seperti riya, maka ibadah yang ada syirik gak diterima.

2. Ittiba' rasulbmengikuti rasul dalam beribadah. Artinya tidak beribadah kecuali model ibadah kita sama dengan ibadah yang rasul kerjakan. Inilah syarat kedua ITTIBA dan inilah timbangan secara dhohir diterima atau tidak ibadah kita. Lawan dari ittiba adalah bidah yaitu mengerjakan ibadah yang tidak ada tuntunan dari rasulullah. Syarat kedua ini berdasarkan :
ayat alquran :
ﺀَﺍﺗَﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﻓَﺨُﺬُﻭﻩُ ﻭَﻣَﺎ ﻧَﻬَﺎﻛُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﺎﻧْﺘَﻬُﻮﺍ

“Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”.[ QS. Al Hasyr : 7]

Hadis Rasul yang telah memperingatkan agar meninggalkan segala perkara ibadah yang tidak ada contoh atau tuntunannya dari beliau, sebagaimana sabda beliau:

ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﻋَﻤَﻼً ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﻣْﺮُﻧَﺎ ﻓَﻬُﻮَ ﺭَﺩٌّ

“Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada urusannya dari kami maka amal itu tertolak”. [HR. Muslim]

Kedua syarat tersebut disebutkan Allah dalam firman-Nya :

ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮﺍ ﻟِﻘَﺎﺀَ ﺭَﺑِّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻌْﻤَﻞْ ﻋَﻤَﻼً ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻭَﻻَ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. [ QS. Al Kahfi : 110]


Berkata Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat ini : “Inilah 2 landasan amal yang diterima (dan diberi pahala oleh Allah), yaitu harus ikhlas karena Allah dan benar / sesuai dengan syari’at Rasulullah. Al Fudhoil bin ‘Iyadh berkata  :

Sesungguhnya andaikata suatu amalan itu dilakukan dengan ikhlas namun tidak benar (tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad ), maka amalan itu tidak diterima. Dan andaikata amalan itu dilakukan dengan benar (sesuai dengan tuntunan Nabi ) tapi tidak ikhlas, juga tidak diterima, hingga ia melakukannya dengan ikhlas dan benar. Ikhlas semata karena Allah, dan benar apabila sesuai dengan tuntunan Nabi...
TANYA JAWAB
PERTANYAAN
1. Nah terkadang ada aja orang yang nilai kita riya. Gmana caranya agar kita ajak kebaikan kesesama tapi terhindar dari riya? Jadi kalo saya di komunitas Peduli Jilbab kan bagian jilbab share, jadi tugasnya mengompori akhwat agar lebih banyak ibadah, nah di bagian ini kita diajarkan trik mengajak tapi tidak menimbulkan riya', jadi karena maennya media sosial yang jelas jalan riya' banyak banget keliatan, kita ubah pola kalimat jadi gak menujuk 'saya' sebagai subjek nya.
Jawab
Riya masalah hati apapun penilaian orang bukanlah itu yang benar, yang jelas hati tdak riya ya gak masalah dan jika kita menampakkan kepada orang tujuan motivasi bukan riya tapi dakwah, riya menampakkan ibadah dengan tujuan dipuji oleh orang lain.

2. Ikhlas beribadah itu maksud redaksinya gimana ya stadz?
Jawab
Ikhlas beribadah tidak mengharapkan balasan apapun dari manusia seperti pujian kecuali hanya dari Allah..

3. Ustadz... Saya mau tanya.. Bid'ah itu ibadah yang tidak ada tuntunan dari Rasul atau tidak sesuai  dengan tuntunan rasul.. Nah menurut ustadz ada ga bid'ah hasanah ?? Ini lagi diperdebatkan banget ustadz. Ada yang bilang hp, pesawat, teknologi modern dll itu bid'ah hasanah.. Tapi teknologi itu bukannya beda sm ibadah ??
Jawab
Pengertian bid'ah secara istilah suatu amalan dalam urusan agama yang tidak ada dasarnya dari alquran dan hadis rasul..rasul berkata semua bidah sesat..jadi tidak ada bidah hasanah...kalaupun ada ya pengertian secara bahasa yaitu sesuatu yang baru adapun yang dilarang yang pengertian secara bahasa..teknologi seperti hp kan bukan bagian agama cuma sarana...bidah khusus dalam masalah agama...klo sarana hukumnya tergantung untuk apa digunakan..hp digunakan untuk belajar berdakwah silaturrahmi bagus..untuk pacaran haram...

4.  Saya mau tanya...mengenai  perbedaan madzab. Jika kita beribadah tidak condong ke 1 madzab? Maksudnya kadang menggunakan madzab lain. Misalnya sering memakai madzab syafii tp karena suatu hal menggunakan madzab maliki. Karena sebagian ada yang berpendapat harus condong ke satu madzab dan tdk bole d campur2kan. (Memakai madzab lain) Itu aja mbak arin. makasih

Jawab
Tidak ada ayat dan hadis yang mewajibkan harus ikut satu mazhab...yang ada disuruh ikut alquran dan hadis bahkan para ulama mazhab sendiri mengatakan jika hadis itu shahih itulah mazhabku tidak masalah berpindah mazhab klo memang kita menyakini itulah pendapat yang kuat berdasarkan ayat dan hadist


Tanya Jawab Grup Ikhwan

1. Kalau ada amalan yang tidak di contohkan dan tidak ada di al quran maka hukumnya haram. Lalu bagaimana dengan tabur bunga di kuburan? Lalu bagaimana dengan adat istiadat yang ada
Jawab : 
Adat ada 2 macam ada yang boleh, ada yang tidak. Tatkala adat tersebut tidak bertentangan dengan syariah maka boleh saja...kalau bertentangan dengan syariah,haram..dan adat tidak boleh diatas syariat.

2. Bagaimana dengan tabur bunga tadi ustdz?
Jawab
Mengenai tabur  bunga jelas tidak boleh karena beberapa sebab :
  1. Seandainya bagus tentu para sahabat telah menabur bunga di kuburan manusia paling mulia..Rasulullah.
  2. Rasul melarang membangun  bangunan..mengapuri dikuburan..kenapa? alasannya atau illah hukum itu bisa jadi pengkultusan terhadap kuburan dan orang akan menanggap kuburan ini keramat dan sebagainya..demikian juga dengan mengabur bunga..siapa yang menjamin anak cucu kia tidak akan menganggap ibadah dan tak mengkultuskan kuburan dan seterusnya, bukankah patung pertama kali dibuat adalah orang-orang sholah umat nabi nuh hanya sebagai hiasan dan pengingat atau kenang-kenangan..akhirnya tatkala berhenti generasi malah disembah...silahkan baca fathul majid dan shahih bukhari serta surat nuh.

Intinya segala sesuatu yang membawa ke haram hukumnya haram. Budaya siapakah menabur bunga???? ayo budaya siapakah?..bukankah barang siapa menyerupai suatu kaum bagian dari kaum tersebut. Semua hadi tentang anjuran baca yasin malam jumat adalah hadis dhoif dan palsu tapi hadits yang shahih adalah anjuran membaca surat alkahfi, .jadi tidak ada landasan hukum yang kuat mengenai hal itu...

3. Bagaimana dengan di daerah-daerah kita yang setiap malam jumat wiridan? Jadi bagaimana ustad apa lagi tempat kita yang di aceh?
Jawab : 
Kenapa harus baca yasin??? malahan kadang kita cuma bisa baca yasin..seolah-olah alquran cuma yasin saja dan kita tidak mengkhususkan sesuatu kecuali ada dalilnya. Itulah tantangan dakwah....kebenaran bukan seberapa banyak orang ikut tapi seberapa dekat dengan alquran dan hadis.

4. Ustadz bagaimana cara kita masuk ke ranah masyarakat yang membiasakan diri untuk hal yang salah seperti tersebut? Apa lagi sudah mendarah daging? Apakah mungkin kebudayaan tersebut karena kesalahan masyarakat dalam menyerap/menafsirkan apa yang di ajarkan leluhurnya? Kalau di tempat ana .untuk merubah kebiasaan seperti itu susah
sekali.jadi mungkin  harus nunggu ganti generasi baru bisa di rubah....menurut ustad bagaimana?
Jawab : 
In sya Allah tugas kita berdakwah..berdakwah tanpa menyerah dan berdoa..insya Allah semua bisa berubah dengan izin Allah yang jelas tetap semangat dakwah, dakwah, dakwah


Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

SubhanakAllahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaykum wr wb.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!