Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Mempersiapkan Diri Menuju Pernikahan

Rekap Kajian Online Hamba اللهِ  SWT (HA 109 Nanda)

Hari/ Tanggal : Sabtu, 25 Oktober 2014
Narasumber : Ustadz Rudianto Surbakti
Materi : Munahakat #2 (Mempersiapkan Diri Menuju Pernikahan)
Admin : Fifit
Ketua : Nursiah
Notulen : Lastri

Assalamu'alaykum nanda.. Sudah tahu posisi duduknya kan..
Baris 1: sudah segera ingin menikah.
Baris 2 : masih lama mau menikah
Baris 3 : Sudah menikah atau Ustadzah.
Setelah kemarin kita membahas tentang memilih pasangan hidup menurut islam. Sekarang kita akan bahas point-point berikutnya untuk mempersiapkan diri menuju Penikahan.

Baik, para nanda mari kita mulai dengan hal-hal yang berperan dalam memilih jodoh.


1. Peran Orang tua dalam memilih jodoh.
Para pemuda/i biasanya lebih menonjolkan perasaan dalam memilih perangan hidup. Sedangkan orang tua lebih pada Rasional dan Pengalaman. Karena itu sering sekali pilihan pemuda/i itu kurang tepat karena hanya didasari rasa cinta yang mudah pangang surut. Namun ada juga orang tua yang memaksakan kehendak untuk si Anak, dan ini dilarang. Jadi posrsinya harus seimbang, jika orang tua memilih harus minta pendapat si anak. Begitu juga sebaliknya.

2. Pengaruh Takdir dalam perjodohan.
Qadha dan qadar merupakan hal yang sulit dipahami. Boleh jadi kita sudah memilih seseorang namun Allah berkata lain. Untuk menghadapi takdir ini yang bisa kita lakukan hanyalah menyiapkan diri sebaik mungkin, karena janji Allah. Ikhwan baik-baik pasti akan mendapatkan yang baik juga. Pertanyaan yang sering terlintas di benak kita adalah, mengapa ada pernikahan yang gagal dan berujung perceraian?

Terlepas dari Qadha dan Qadar yang merupakan domainnya Allah. Allah nikahkan lalu pisahkan itu merupakan Iradahnya Allah. Umumnya pernikahan yang hanya didasari oleh rasa cinta akan mengalami kegagalan. Karena cinta itu cepat naik dan cepat Surut. Maka dalam hal ini agama dan akhlak harus menjadi pertimbangan utama dalam menikah. Banyak yang menyangka bahwa pernikahan yang didahului pacaran akan lebih berhasil. Namun faktanya sebaliknya. Setelah pernikahan aib yang ditutupi saat pacaran akan terlihat jelas, sehingga akan muncul kekecewaan. Sebalikan pernikahan yang tanpa didahului pacaran lebih berhasil karena didasari oleh pikiran Rasional dan kriteria yang dipilih terpenuhi secara sepadan tanpa pengaruh emosianal. Ada penelitian menyebutkan bahwa 75% pernikahan yang didahului pacaran berujung pada kegagalan. Sedangkan 95% pernikahan melalui ta'aruf itu berhasil. Porsi maksimal antara Cinta dan Rasional itu maksimal 30% berbanding 70%. 

TENTANG ISTIKHARAH
Sekarang kita bahas mengenai istikharah ya nanda.
Setelah memilih pasangan hidup dengan cermat dan rasional. Maka saatnya beranjak ke proses sholat itikharah. Sholat istikharah adalah sholat 2 rakaan yang disertai do'a khusus pada Allah agar diberikan petunjuk atas suatu pilihan.

Tata cara:
1. Berwudhu.
2. Sholat 2 rakaat
3. Rakaat pertama dianjurkan membaca Al fatihah dan al kafirun
4. Rakaat kedua dianjurkan membaca surah alfatihah dan al ikhlash.
5. Berniat bulat dan tulus dan berdo'a pada Allah.

Catatan: sebelum istrikharah hati harus bersih dan tidak ada kecenderungan ke satu pilihan. Jika sudah ada kecenderungan, istikharah seribu kali sekalipun tidak akan bisa melihat petunjuknya.

Contoh Doa istikharah :
"Ya Allah, aku mohon yang terbaik dariMu berdasarkan ilmuMu, memohon anugrahMu yang sangat besar karena engkaulah yang berkuasa sedang aku tidak memiliki daya dan upaya apa-apa dan engkau yang mengetahui yang ghaib. Ya Allah jika dalam pernikahanku dengan ........ Terkandung kebaikan bagi diriku dan agamaku, kehidupan duniawiku, dan kehidupan ukhrawiku, maka buatlah aku mampu melangsungkannya, permudahlah jalannya dan berkahilah aku dalam hal itu. Namun jika engkau dalam pernikahanku dengan ........ Terkandung keburukan bagi agamaku, kehidupan dunia dan akhiratku, maka jauhkanlah hal itu dariku. Buatlah aku mampu melakukan kebaikan yang membuat engkau ridha padaku".

Berapa kali kah istikharah harus dilakukan?
Shalat istikharah sebaiknya dilakukan sebanyak 7 kali. Hal ini berdasarkan Hadits Rasulullah:
"Wahai Anas, jika engkau hendak melakukan sesuatu, mintalah kebaikan dari Allah sebanyak 7 kali. Setelah itu perhatikan yang terlintas di hatimu, sebab kebaikan terdapat dalam hal itu" (HR. Ibnu as Sinni dan Anas)
Baik nanda, pengantar materinya cukup sampai disini dulu. Jika ada yang mau di diskusikan dipersilahkan.

Tanya Jawab 
1. Tanya :
Mau tanya tad, Istikharah tetap bisa dilakukan juga ya tad dalam kondisi misalkan hanya 1 ikhwan yang berniat ta'aruf dengan kita yang niatnya udah yakin ingin menikah karena ingin mencari ridho Allah? Bagaimana membersihkan niat supaya tidak terkontaminasi niat duniawi saat istkharah tad?
Jawab:
Tetap istikharah nanda. Niatnya adalah antara menerima atau tidak pinangan beliau. Maka mintalah pada Allah, jika dia memang baik untuk agama dan masa depan nanda, minta agar Allah berikan petunjuknya. Membersihkan niat, bisa diawali dengan mohon ampun pada Allah atas semua dosa-dosa. Luruskan niat bahwa niat menikah itu adalah mencari ridho Allah melalui pernikahan. Perkuat amalan seperti sholat sunnah dan tilawah al qur'an.

2. Tanya :
Ustadz.. jika memang ada kecenderungan lebih memilih ke satu ikhwan. Apakah harus memilih ikhwan pilihan tersebut? Ataukah harus istikharoh lagi seperti pertanyaan no. 1
Jawab: 
Kalau ada 2 atau lebih calon. Maka bersihkan niat dulu nanda, hilangkan kecenderungan terhadap salah satunya. Baru mulai sholat istikharah. Bisa jadi menurut kita si A lebih baik untuk kita, tapi menurut Allah si B yang terbaik untuk kita. Mata manusia bisa menipu, tapi Allah tidak.

3. Tanya :
Ustadz Waktu yang baik untuk sholat istikharah kapan ya? pas qiyamul lail? Terus kalo baru dapat biodata mulai sholat istikharah? kalo udah sholat tanda/petunjuknya apa ya tadz? Tanya lagi, kalo lagi halangan (haid), padahal harus mutusin memilih sesuatu, gimana caranya ya tadz?
Jawab: 
Pertanyaannya memborong ya nanda. Hehehe.
Waktunya itu boleh kapan saja, namun yang terbaik itu sebelum tidut atau saat qiyamullail. Istikharah itu tentunya setelah dapat calonnya dan tahu profilnya. Tandanya bisa berupa beliau hadir di mimpi kita atau berupa keyakinan kuat bahwa beliau yang cocok mendampingi kita. Kondisi Haid itu, tidak perlu sholat nanda. Istikharah itu bisa juga melalui do'a. Berdo'a pada Allah agar dipilihkan yang terbaik.

4. Tanya :
Kalo belum Ada pilihan, temen baru nawarin mau gak kalo mau kita proses? itu sebaik istikhoroh dulu atau ketemu dulu baru istikhoroh? Nahh kalo belum Ada calon nya tau belum ada yang nawarin boleh istikhoroh ga tadz?
Jawab: 
Istikhoroh itu dilakukan setelah ada calonnya dan sudah tahu profilnya nanda. Minimal tahu biodatanya. Boleh ketemu dulu, atau istikhoroh dulu baru ketemu.

5. Tanya :
Ust, Selain istikharah adakah cara lain yang bisa memberikan jawaban dan meyakinkan hati kalau si "dia" adalah memang sang belahan jiwa; " yang selama ini di nanti?
Jawab: 
Selain istikharah adalah dengan cara mengenali beliau melalui proses ta'aruf nanda, ta'aruf dengan cara syari', ikhwan datang kerumah akhwat saling bertanya sambil ditemani mahramnya. Lalu tanya teman-teman dekatnya yang amanah mengenai sifat asli beliau.

6. Tanya :
Ustad ada 3 pertanyaan:
a. Kalo ikhwan dlarang menikah dengan calonnya hanya karena latar belakang keluarga oleh orang tua, apakah harus di ikuti tad?
b. Di atas ustad katakan istikharah 7x maksudnyae sholat nya 7 hari berturut-turut ato sholatnya 7x dalam sekali sholat jadi totalnya 14 rakaat?
c. Cara untuk membersihkan hati sebelum sholat istikharah seperti apa & petunjuk  istikharah dari Allah seperti apa pula? afwan kebanyakan nanya..
Jawab:
a. Harus berimbang antara pendapat orang tua dengan anak, dan orang tua tidak boleh memaksakan anak. Karena latar belakang orang tua itu bukan alasan penolakan yang syar'i. Kecuali kondisinya orang tuanya kafir dan si anak tidak berdaya mengahapi orang tua, maka boleh ditolak. Jika karna status sosial atau suku, maka orang tua harus diberi pengertian..
b. Istikharahnya 7 hari nanda, boleh berturut-turut atau di kelang-kelangi.
c. Sudah dijawab di pertanyaan-pertanyaan diatas nanda. Silahkan manjat yo..

7. Tanya :
Ustadz saya mau tanya kalo setelah shalat istikharah 7x itu tapi belum ada jawabannya harus bagaimana & jawabannya berapa lama setelah kita shalat istikharah? Makasi
Jawab: 
Koreksi lagi sholatnya, apakah sudah benar atau belum. Jika sudah benar, maka sebaiknya tunda dulu prosesnya karna sepertinya Allah menunjukkan kalau beliau bukan yang terbaik.

8. Tanya:
Ustadz, bagaimana mengidentifikasi diri kalau 30% cinta dan 70% rasional?? Kan rasa cinta itu suka membutakan mata, hati dan fikiran. Apalagi kalau ada kecenderungan.
Jawab:
Cinta yang berlebihan itu reaksinya juga berlebihan nanda. Misalkan cemburu berlebihan, sensitif berlebihan atau terlalu terbuai sehingga seolah si dia itu ibarat malaikat yang suci. Sebelum ijab kabul dilaksanakan, maka yang boleh muncul di hati adalah Suka, bukan Cinta. Cinta itu kita tumbuhkan setelah halal atau akad nikah terjadi. Karena sebelum akad, masih banyak kemungkinan bisa terjadi. Rasa Suka itu tidak mematikan rasional, berbeda dengan cinta. Cinta itu mematikan rasional.

9. Ustad kalo kasusnya seperti teman saya "awalnya dia istikharah antara ikhwan A dengan ikhwan B dalam perjalanannya hati lebih cenderung ikhwan B tapi akhir taarufnya dengan ikhwan B tidak berlanjut ke pernikahan & teman saya tetap melakukan sholat istikharah tuk ikhwan B & ketika dia sehabis sholat dia berdoa & hati kecilnya selalu bilang sabar Allah akan mempertemukan kalian lagi, Allah mempunyai maksud lain memisah kalian & teman saya pernah 2x memimpikan ikhwan B, menurut ustad dari kasus temen saya apakah  istikharahnya berupa petunjuk mimpi & kata hatinya itu dari Allah kah ato hanya nafsu kah? 
Jawab: 
Coba tanya lagi beliau secara detail. Alasan beliau memilih si B. Dan ta'arufnya terputus karena apa. Karena dengan tahu detail baru kita tahu, yang beliau lakukan itu sudah syar'I atau belum..

Tanggapan : 
Justru beliau awalnya ada rasa ke A tapi tiba-tiba teman beliau ngenalin ke B lantaran dari sisi agama lebih baik teman saya milih si A & terputusnya taaruf masalah keluarga ustad..
Jawab : 
Kalau masalah keluarga bukan karena ikhwannya, artinya masih besar peluangnya nanda. Mungkin si ikhwan harus diberi waktu memberikan pemahaman pada keluarganya dulu..

Tanggapan : 
Balik lagi ke pertanyaan di atas apakah mimpi & kata hati bisa di katagorikan petunjuk yang Allah berikan tadz?
Jawab: 
Betul nanda, petunjuk yang Allah berikat itu umumnya berupa mimpi atau keyakinan hati..

Baik jika tidak ada lagi yang mau dibahas, kita akhiri kajian hari ini dengan lafadz Hamdallah dan do'a kifaratul majelis.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaykum warahmatullah..