Home » , , , » Muamalah Iqtishadiyah "Manajemen Keuangan Keluarga" (part 4)

Muamalah Iqtishadiyah "Manajemen Keuangan Keluarga" (part 4)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 21, 2014

Kajian Online Hamba  اللَّهِ  SWT
( Grup HA 13-14 Ummi )

Hari/Tanggal : Senin, 20 Oktober 2014
Narasumber : Ustadzah Pipit
Materi : Muamalah Iqtishadiyah "Manajemen Keuangan Keluarga" (part 4)
Admin : HA 13 Annisa | HA 14 Wiwin

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته.

Alhamdulillahirabbil'alamin, alhamdulillahilladzi arsala rasuulahu bilhuda wadiinilhaq liyudzhirahu 'aladdiinikullihi walaukarihal musyrikin...

Kaifa haalukunna Bunda-bunda shalihat? Pagi jelang siang yang terik ini semoga kita selalu penuh syukur menjalani kehidupan. Nah, di majelis kita hari ini kita lanjutkan yuuk Mu'amalah Iqtishadiyah khususnya dalam 'Manajemen Keuangan Keluarga (Part 4)'

Bunda-bunda Shalihat dan SMART masih ingatkan kajian kita sebelumnya tentang formula:
KERANGKA STRATEGI PENGELOLAAN HARTA ISLAMI

1). INCOME 
Kesadaran bahwa bekerja dan punya penghasilan sendiri itu PENTING!

2). CLEANSING of Wealth
Kesadaran untuk selalu mensucikan harta hasil kerja kita.

3). SPENDING
Kesadaran untuk merencanakan pengeluaran keluarga, jangan serba dadakan.

Sekarang kita lanjutkan 5 Kerangka Strategi atau pemahaman mendasar untuk mengelola harta secara islami ya..

4). INVESTMENT
Kesadaran pentingnya merencanakan investasi. Bunda-bunda hidup adalah pilihan. Kadang kita mesti memilih antara mencukupi kebutuhan atau memenuhi keinginan. Lalu bagaimana kalau kebutuhan itu belum terasa sekarang namun sangat penting seperti pendidikan anak-perumahan-kesehatan dll. Investasi dalam pemahaman Keuangan Islam berarti bagian dana yang kita siapkan untuk berjaga-jaga atas kondisi masa depan. QS.Yusuf 47-48 mengajarkan untuk menabung/berjaga-jaga menghadapi kondisi yang berat (paceklik, atau kalo kita Krismon)

5). LONGEVITY
Kesadaran bahwa nanti ada kehidupan lain (akhirat) yang lebih panjang daripada hidup di dunia. Hal ini penting sekali lho Bunda-bunda agar kita tidak berkutat jadi robot-robot dunia yang jor-jor-an bekerja, jor-joran menabung, jor-joran investasi, jor-joran menikmati hidup. Karena kita tahu semua ini hanya sementara, maka kita akan seimbang mengejar dunia dan akhirat.
QS. At-Takatsur  1-2:
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai masuk ke dalam kubur, jangan demikian. Nanti kamu akan mengerti akibatnya"
6). MANAGEMENT of Debt.
Kesadaran mengatur Utang. Kalaupun harus berhutang usahakan untuk keperluan produktif dan mendesak, bukan keperluan konsumtif dan tak mendesak (kalo kredit perabot dan baju-baju masuk mana ya Bunda-bunda?). Dan yang paling penting buat rencana untuk proses pembayaran utang, karena orang-orang yang biasanya gampang berhutang justru susah saat harus membayar utang. Apa dia lupa bahwa utang dibawa sampai ke alam baka? 
QS.AzZumar 56. Allaah ingatkan amat besar penyesalan orang-orang yang lalai dalam menyelesaikan kewajiban-kewajibannya semasa hidup. Mereka itulah orang-orang yang memperolok-olokan agama. Na'udzubillah...

7). ASSURANCE
Kesadaran akan datangnya kematian. Bukan hanya kita yang mesti mpersiapkan diri untuk mati, tapi keluarga dan anak-anak pun harus dipersiapkan. 

QS.AnNisaa' 49:
"Dan hendaklah takut pada Allaah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesehahteraannya."
Maka mari siapkan bekal mati, bukan hanya kain kafan tapi juga kesehahteraan untuk orang-orang yang kita tinggalkan. 

8). ISLAMIC Financial Planning
Kesadaran untuk melakukan perencanaan keuangan Islami. Nah, inilah sebetulnya tujuan kita belajar Manajemen Keuangan Keluarga Islami. Karena banyak orang yang paham syariat, paham fiqih tapi enggan mengaplikasikan. Paham bahwa harta akan diminta pertanggungjawaban di akhirat, tapi malas membuat perencanaan dan laporan harta keluarga. Kalau kita mau ngadain kegiatan di masyarakat saja pasti diminta Proposal dan LPJ kegiatan, lha ini kita mau ngasih laporan harta ke Malaikat Rakib-Atid dan Munkar-Nakir masa' iya pakai tangan hampa? Memangnya memori otak kita luar biasa untuk mengingat semua jejak-jejak kehidupan kita! 

Hayooo... tidak ada kata terlambat untuk memulai segalanya. Semoga kita dijadikan Allaah sebagai hamba-hamba yang mudah melaksanakan syariat NYA. Wallahu alam bishowab

Tanya Jawab Grup HA 13 Ummi

1. Evi: 
Kalo menabung misalnya bunda pipit saya dan semua anggota keluarga termasuk c baby alhamdulillah untuk jangka panjang menabung yang sekaligus ada proteksinya. Untuk misal jika ada salah satu tertanggung orang tua meninggal otomatis bebas premi. Nah sampai jangka waktu tertentu si anak sudah berhak mendapat hasil investnya kalo untuk kasus seperti itu bagaimana bunda pipit? Mungkin itu kan konsekuensi awal yang harus kita ketahui dalam perjanjian di kontrak asuransi yang ingin saya tanyakan apakah hasil/ uang nanti buat bekal c anak termasuk uang halal ato subhat di karenakan belum sampai jangka waktu sekalipun kita masuk ke dalam asuransi yang berbasis syariah.. Terima Kasih..
Jawab: 
Bunda Evi, itulah fungsi 'Perlindungan/perwalian/wakalah' dalam akad dasar asuransi syariah. In sya Allah dananya halal karena diambil dari patungan bersama dana tabarru' atau qardhul hasan para nasabah lain. Dan karena para fuqaha iqtishadiy dalam Dewan Pengawas Syariah adalah orang-orang dengan kapasitas keimanan & keilmuan yang baik maka In sya Allah saya tidak ragu terhadapnya.

2. Aeni: 
Ustadzah mau tanya mungkin pertanyaan saya. agak melenceng dari materi. 
a. Misalnya kita melakukan transaksi jual beli dan jatuh tempoh dan kreditan apa hukumnya? 
b. Saya pernah mendengar transaksi online dropshiper itu hukumnya haram apakah benar begitu ustadzah? mohon penjelasnya dan trimakasi sebelumnya.
Jawab:
a. Bunda Aeni, jual beli kredit dengan jatuh tempo itu Akadnya Bai al muntahia bittamlik. Boleh saja asal sejak awal ada kesepakatan dan penjual jujur mengatakan bahwa dia ambil untung dari selisih harga dan keduanya sama-sama ridho. Hati-hati ya ambil keuntungannya jangan berlipat ganda karena khawatir jadi Riba'

b. Jual beli online Dropshiper atau Reseller bermasalah dalam beberapa hal :
  • Penjualnya tidak memiliki barang karena dapat barang dari supplier. Ini kena delik hukum " Jangan engkau jual barang yang belum engkau miliki! ” (HR. Abu Daud. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani).
  • Penjual  mengakui barang yang bukan miliknya. "Tidak halal harta orang Muslim, kecuali atas dasar kerelaan jiwa darinya.” (HR. Ahmad, dan lainnya).
  • Penjual kadang mengambil untung yang terlalu besar karena dia kan tidak tahu biaya operasional aslinya.
"YaAllah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Dan jadikan aku merasa puas dengan kemurahan-Mu sehingga aku tidak mengharapkan kemurahan selain kemurahan-Mu.”
Solusinya klo mau Jual Beli Dropseller jadi halal harus: 
  • Saling jujur katakan kalo itu bukan barang milik kita.
  • Jangan ambil keuntungan berlipat ganda agar tidak jadi riba'
  • Kalau ada masalah/cacat barang, berikanlah hak khiyar (memilih pengganti) pada pembeli. Itulah dienullah kita ini, mudah-indah.
3. Chitty: 
Ummi pipit mau tanya : misalnya seorg ibu rumah tangga yang tidak mempunyai penghasilan sendiri karena tidak bekerja ataupun usaha di rumah jadi penghasilan keluarga hanya dari suami yang saya mau tanyakan bagaimana cara jika irt tersebut ingin infaq dan shodaqoh, apakah boleh menggunakan uang yang diberikan oleh suami?
Jawab:
Bunda Chitty sayang, boleh banget bahkan harus. Karena Bunda yang cerdas itu seperti Manajer Keuangan di keluarga. Dia yang atur semua pos-pos pengeluaran termasuk pengeluaran untuk membersihkan harta. Tapi infaqnya tentu atas nama keluarga ya. Kecuali kalo kita minta uang khusus pada suami dan suami mempersilahkan kita pakai sekehendak kita (bukan untuk keluarga).  Masih inget kan MKKI part 1? 

4. Aisyah: 
Maaf mau tanya, kebetulan saya ada ada niatan untuk menabung haji. Tapi orang tua mertua saya belum haji. Baiknya bagaimana ya ustadzah kalau dananya terbatas. Apa umroh dulu? maaf ya kalau dluar tema.
Jawab:
Bunda Aisyah yang Shalihat...
Kalau haji memang jatuh kewajibannya bagi individu yang Mampu. Kalau kita sendiri sudah berhaji baru boleh menghajikan orang lain. Silakan kalau ingin membantu/bershadaqah untuk orangtua umrah, atau kalau memang ada kelimpahan rizki yang cukup banyak maka silakan juga nabung haji sampai lunas, nah setelah lunas sambil menunggu kuota keberangkatan boleh mulai nabung haji untuk orang tua...

5. Kismi nani: 
Ustadzah apa benar bahwa menabung di bank konvensional itu haram?
Jawab:
Bunda Kismi Nani, iya nabung (berharap dapat hasil lewat deposito/giro) sdah jelas fatwa MUI nya berdasarkan AlQur'an dan Sunnah haram. Kalau hanya untuk lalulintas perbankan seperti terima gaji/transfer sepertinya masih boleh karena tidak ada unsur riba'

6. Chitty: 
Ummi mau tanya lagi, bagaimana ya dengan penghasilan suami yang bekerja di bank konvensional, apakah baiknya pindah kerja tempat lain ya biar hati lebih tenang?
Jawab:
Iya Bunda Chitty demi kehidupan pribadi-anak-istri yang bahagia karena berkah dunia akhirat ya memang segera cari pekerjaan lain. Susah ya? Itulah ujian kehidupan, kalo soal ujiannya gampang gimana kita bisa naik kelas di mata Allaah? Semoga keluarga Bunda senantiasa dimudahkan dalam urusan kebaikan. Oya, coba channeling dengan UUS Syariah nya, setahu saya hampir semua bank konvensional sekarang punya UUS syariah, siapa tahu bisa direkomend ya?

7 Chitty: 
Ummi tapi untuk sekarang ini bagaimana dengan penghasilan yang di dapat oleh suami sebelum mendapat pekerjaan lain?
Jawab:
Bunda Chitty, Allah tidaklah menyusahkan hamba-hambaNya. Sebanyak apapun salah dan dosa kita, ampunan Allah melebihi alam semesta karena Allah mengampuni semua dosa kecuali Syirik. Yang penting untuk memohon Allah berkenan menghapus dosa kita adalah dengan Taubatan Nasuha, salah satunya adalah dengan berusaha keras meninggalkan perbuatan dosa. Memang butuh pengorbanan waktu dan tenaga untuk menjemput sumber-sumber rizki kita. Tapi tetap brsemangat ya pintu rizki yang halal dan berkah ada dimana-dimana.

Tanya Jawab HA 14 Ummi

1. Wien : 
Tentang perencanaan dan laporan harta keluarga Ummii, bila dalam rumah tangga ternyata kebanyakan uang hasil kerja istri yang lebih banyak terpakai, lantas kita buat semacam daftar untuk minta ganti pada suami dosa tidak?
Jawab
Hahaha! Suppper kreatif Mba Wien...
Boleh-boleh aja kok, tapi penggantiannya tergantung kemampuan maksimal suami ya. Apa pakai uang, pakai warisan atau pakai CINTA dan KESETIAAN. Kan kita sudah sama-sama memahami bahwa berumahtangga adalah seni hidup bersama yang pasti penuh warna-warni tangis dan tawa. Kalau suami memang mampu alangkah baiknya dia yang memaksimalkan penghidupan untuk keluarga termasuk urusan nafkah. Tapi jika suami masih membutuhkn sokongan istri untuk memenuhi kebutuhan keluarga alangkah indahnya jika bisa bersama-sama saling menyokong dan menguatkab bangunan Cinta. Rumusnya: Ridha sama Ridha ya 

2. Bunda Ningrum: 
Ustadzah, untuk uang zakat, infak shodaqoh sebaiknya kita salurkan ke badan amil zakat atau ke saudara atau tetangga kita yang memang betul-betul butuh?
Jawab
Bunda Ningrum, kalo Zakat itu wajib diberikan pada para Mustahik (8 golongan yang berhak menerima) dan bukan bagian dari keluarga inti ke atas (orang tua-mertua-kakek nenek) ke samping (saudara-sepupu-ipar), dan kebawah (anak-cucu-ponakan) karena mereka masih berhak atas nafkah kita. Hayooo Bunda2 HA 14 masih nyimpan catatan 8 asnaf (penerima zakat) ga? Kalau Shadaqah sebetulnya tidak ada aturan yang mengikat, tapi saya pernah bahas di part 2 kalo ga salah tentang Prioritas Pemberian Shadaqah. Nah, tolong Bunda-bunda yang masih inget dishare materinya 

3. Mar'atul Husna: 
Ummii, pngen minta masukan. hehe, jadi gini mi, kami baru aja tinggal bersama karena sebelumnya LDR an. hehe. Nah, selama ini keuangan hanya bersumber dari suami. karena kita masih baru jadi ada rasa ga enak kalo nanya-nanya tentang keuangan ke suami padahal kan namanya keluarga seharusnya keuangan memang terencana. Bagaimana ya um, menyampaikn ke suaminya?
Jawab
Barakallahu Mba Huzna, semoga hidup kian berkah dan mudah bersama pendamping setia 
Kata Ustadz Felix Shiaw, berikanlah pelayanan terbaik untuk suamimu, setelah hatinya tenang dan nyaman karenamu maka sampaikanlah isi hatimu.  Ga apa-apa kok ngobrol baik-baik sama suami, dia bukan orang lain yang perlu kita merasa sungkan, kita adalah pakaian baginya dan dia adalah selimut bagi kita. Saran saya, bicaralah dengan ilmu karena meskipun suami kita suka kemasan bicara yang manja dan penuh curahan hati, tapi fitrah laki-lakinya menghargai pemikiran yang logis rasional. Semoga sukses ya meluluhkan hati suami tercinta 

4. Mba Mar'atul : 
Satu lagi ya mi. untuk zakat, perhitungan nya bagaimana mi? karena di sini, ada asuransi wajib dan pajak yang lumayan besar. apakah gaji bersih atau masih gaji kotor? zakat profesi.
Jawab
Memang Zakat profesi dikeluarkan setiap kali dapat dan sesuai Nishab (635 kg x harga barang keb.pokok setempat). Kalo sudah sampai nishabnya maka dizakatkan 2,5% ya setelah dikurangi kewajiban pajak dan asuransi lho. Mudah-mudahan jumlah yang tidak terlalu banyak tetap bisa membuat harta kita barokah 

5. Mimi: 
Bunda, saya mau tanya? Kalau uang hasil jualan bagaimana cara mengeluarkan zakat nya? Contohnya modal per hari 500rb pas dagangan laku semua jadi 600rb. Soalnya selama ini saya kumpulkan setiap harinya dari 600rb saya sisihkan 2,5%. Mohon penjelasannya 
Jawab
Bunda Mimi, zakat perniagaan itu haul-nya stelah tersimpan selama 1 thn. Nishab-nya adalah kalo telah mencapai 85gram emas (sekarang sekitar 40 jutaan kalo harga emas 450rb/gram). Apa yang harus dihitung untuk disetarakan dengan nishab 85gram emas? Yaitu :
Besar Zakat = [(Modal diputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) - (hutang + kerugian)] x 2,5 %

Jadi kalau belum mencapai nishab saat haul 1 thn ya berarti belum kena wajib zakat. Silakan perbanyak shadaqah ya. Kalo pakai ilustrasi bunda, berarti penghasilan bersih 100rb/hari alias 35juta/thn kalo jualan tiap hari. Coba ditambahkan semua omzet (stok barang dagang) dikurangi dengan semua utang-utang dan kerugian. Jika mencapai nishab baru dizakatkan 2,5% (sekitar 1jutaan/thn) ya. Ya saya setuju, setelah diperkirakan kewajiban zakatnya bolehlah dicicil harian 2,5% dari 100rb nya (sekitar 2500/hari) biar tidak kaget saat bayar zakat.

» Mimi:
 Ooh jadi tidak apa ya kalau saya keluarkan tiap hari?  Jadi menyisihkannya dari keuntungannya saja ya bun? Terima kasih atas  penjelasannya 
Jawab
Yup, thats a good idea, dear Bunda Mimi.
Maa fii muskila, its okay, dont mention it Bunda Yuni 
Aaamin... semoga dipermudah urusan Mba Desy 

7. Wahyuni: 
Bunda maaf ikut nanya ya kalo saya mau ambil utang di bank konvensional dengan bunga sekian persen yang tujuan saya untuk modal dan sebagian untuk DP rumah yang merupakan kebutuhan pokok, apa tetap di hukumi haram? Misale gini saya ambil motor kredit dari dealer kan bunganya tinggi banget dari pada gitu mending saya gadaikan sertifikat tanah di bank dan uang nya buat beli motor secara cash, saya nyicil nya ke bank karena bunga nya jauh lebih ringan, bukankah itu lebih sedikit mudhorotnya buat sya?
Jawab
Bisa pengajuan kredit konsumtif ke Bank Syariah Bunda. Paling skemanya untuk renovasi rumah, di BSM atau BMI sepertinya bisa sampai 70jt an. Nanti sisa dananya bisa disiasati untuk beli motor. Wallahualam

» Wahyuni: 
Jadi kalo ambil dari bank konvensional apapun alasanya tetap haram ya bunda?
Jawab
Iya Bunda Yuko. Kecuali hanya untuk lalulintas transaksi seperti transfer, terima gaji dll

» Wahyuni: 
Terus gimana dengan tabungan/deposito hunda, haram jugakah bunganya? gimana kalo tercampur dengan uang pokok kita bunda?
Jawab
Iya Bunda. Apalagi deposito mah bener-bener pake sistem bunga. Bukan bayar bunga (sebagai korban riba) justru kita nerima bunga (jadi pelaku utama riba) Subhanallaah... Ambil aja atuh dananya, yang pokok didepositkan lagi ke bank syariah, bunganya di infaq kan ke fakir miskin. Saya pernah lho kerja di lembaga survei Karim Business Consulting bikin survei bahwa ternyata deposito di bank syariah lebih menguntungkan dari faktor :
- Besaran nisbah bagi hasil
- Biaya administrasi kecil
- Biaya penalti bila ambil sebelum jatuh tempo juga kecil
- Resiko NPL (Non Performing Loan/Kredit macet rendah)
- Resiko sistemik karena money laundering kecil.
 Wallahualam bishowab

Berarti sudah sampai disini dulu ya kajian kita. In sya ALLAAH lain waktu disambung lagi. Semoga majelis ini dirahmati...

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” 
(HR. Tirmidzi, Shahih).

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!