Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Muamalah Iqtishadiyah "Manajemen Keuangan Keluarga" (part 5)

Kajian Online Hamba  اللَّهِ  SWT
( Grup HA 13-14 Ummi )

Hari/Tanggal : Senin / 27 Oktober 2014
Narasumber : Ustadzah Pipit
Materi : Muamalah Iqtishadiyah "Manajemen Keuangan Keluarga" (part 5)
Admin : HA 13 Annisa | HA 14 Wiwin

Assalamu'alaikum.wr.wb
Ba'da tahmid wa shalawatu Rasulillah, semoga kita semua tergolong hamba-hambaNya yang istiqomah dan layak mendapat Jannah 

Kaifa haalukuna Bunda2 Smart-Sehat-Sholihat? Kita berlanjut mengkaji Manajemen Keuangan Keluarga (part 5) dengan fokus pada:

PRIORITAS KEBUTUHAN DUNIAWI 
Memang ini bukanlah keharusan sebagaimana urusan ibadah yg mengikat tiap muslim, tapi jika ingin punya syakhsiyah islamiyah yg baik, strategi2 yg direkomend oleh pakar2 Ekonomi Syariah ini tdk ada ruginya utk diterapkan 

 PERLU TINGKATKAN PENGHASILAN.
Rasulullah dan para Ummahatul mukminin adalah pengusaha (berkemampuan berusaha untuk hasilkan harta). Alangkah baiknya muslim yang kaya, karena dengan kekayaan Halal wa Barokah nya akan menguatkan kedudukannya di mata manusia dan memudahkan dakwahnya diterima masyarakat.

 BAYAR PAJAK.
Perintahnya amat jelas di QS.AnNisaa:59 
"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allaah dan RasulNya dan Ulil Amri (pemimpin pemerintahan) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia pada Qur'an dan Sunnah jika kamu benar-benar beriman pada Allaah dan hari kemudian..."
Pajak adalah kewajiban kita dalam rangka taat pada Ulil Amri dan Zakat adalah bentuk ketaatan pada Allaah. Penggunaan pajak sangat penting untuk mengelola negara & mensejahterakan masyarakat agar tidak terceraiberai. Bahkan Khalifah selembut Abu Bakar asy shiddiq pun memerangi orang-orang yang menolak bayar pajak apalagi zakat

 MENABUNG untuk DARURAT dan PERSIAPAN MASA DEPAN.
Perintahnya jelas kan dalam kisah Nabi Yusuf as yang terkenal itu, menabung sangat dianjurkan. Nominalnya tidak harus banyak, yang penting adalah keistiqomahannya. Kalau bisa ubahlah paradigma "Menabung sedikit di awal, jangan menunggu ada sisa"

 BATASI KEBUTUHAN RUMAH TANGGA.
Pertama dan paling utama, sadarilah untuk bergaya hidup Zuhud (sederhana). Rasulullah dan para sahabat yang kaya raya bisa saja bergaya hidup mewah tapi mereka takut hatinya dipenuhi cinta dunia. Kita yang diberi kelebihan harta pun bisa meniru mereka, biasakan merasa CUKUP dengan yang tidak membahayakan kita. Beli pakaian berdasarkan kebutuhan bukan model, gaya apalagi merk. Saya trmasuk yg merasa rugi jika beli sesuatu lbih tinggi dari harga kepuasan minimal pasar, karena kita akan tergolong konsumen Irrasional (Bodoh). Jika orang-orang umumnya nyaman dan tetap cantik dengan gamis seharga 135rb, alangkah malangnya kita yang baru nyaman setelah pakai jilbab 250rb 
Maka mulai sekarang perhatikan LIFESTYLE (gaya hidup) kita.

 HATI-HATI atau USAHAKAN HINDARI PENGGUNAAN KARTU KREDIT. 
Bahkan untuk yang menawarkan fasilitas rendah bunga atau kalaupun suami bersedia menanggung semua tagihan apalagi yang memang sulit mengontrol keinginan belanja. Pakar-pakar ekonomi konvensional pun menyarankan untuk sangat hati-hati dalam penggunaan kartu kredit? Masih ingat kasus Malinda Dee kan? 

 ASURANSI JIWA/KEMATIAN.
Perintahnya di QS.An-Nisaa:9 agar kita jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah dan kita khawatirkan kesejahteraannya. Jadi saat terima gaji dari suami cobalah membagi-bagi ke dalam pos-pos ini. Kalau sdah habis uangnya kan kita tidak tergoda untuk belanja-belanja lagi, hihihi 

 SIAPKAN DANA PERNIKAHAN & KELAHIRAN.
Agak ngacak saya menempatkannya, tapi memang pernikahan & melahiran adalah bagian dari tahap perkembangan fisik dan psikologi terpenting bagi manusia (apalagi muslim seperti kita), jika kita lalai mempersiapkannya bisa-bisa kita benar-benar dibuat melupakannya dan pada akhirnya benar-benar menyesalinya. Biaya pernikahan  terutama harus disiapkan oleh orang tua mempelai wanita dan sang jejaka yang akan menikah (tergantung norma yang berlaku di masyarakatnya)

Ada 9 item lagi in sya Allah dilanjutkan di pertemuan berikutnya. Tafadhal...

Tanya Jawab HA 13 Ummi

1.) Kismi nani: 
Ustadzah mau nanya asuransi + investasi yang sekarang banyak ditawarkan itu, apakah sudah sesuai ajaran Islam, khususnya yang pake unitlink (kalo ga salah )?
Jawab: 
Bunda Kismi Nani, unitlink adalah fitur tambahan yang membuat asuransi juga bisa mengandung investasi, jadi premi rutin yang kita bayarkan (bulanan/tahunan) dibagi ke dalam setoran pertanggungan rutin dan investasi di unitlink. Alangkah baiknya jika kita tahu (tanya agensi) dialokasikan kemana saja dana investasi kita, jika ke saham/obligasi apa saja? Jika ke indeks apa saja? yang pasti perusahaannya tidak boleh berbasis ribawi (bank/Lembaga Keuangan Konvensional), perusahaan rokok/miras, nightclub/maksiat dll. Jika sudah tanyakan jga apakah Manajer Investasi di asuransi trsebut memahami analisa teknikal dan fundamental brbasis syariah? Kalau sudah berarti kita bisa merasa tenang, mudah2an investasi unitlink nya barokah.

Alhamdulillah...astaghfirullah...

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat