Ketik Materi yang anda cari !!

REZEKI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, October 22, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA اللهِ UMMI 01 dan 02
Selasa, 21 Okt 2014/26 Dzulhijjah 1435 H
Materi : Kajian Islam - Rezeki
Narasumber : Ustadzah Ida Cahyadi
Admin : Bunda  Fitri
Editor: Selli

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu, ummahat fillah, salam kenal untuk semuanya.
Alhamdulillah berkesempatan jumpa pertama dalam kajian ini. Tema kali ini adalah tentang rejeki.
Banyak lajang yang enggan menikah karena khawatir dengan masalah ekonomi. Ada pula  kalangan yang berfikir 100 kali sebelum menambah satu anak saja karena risau dengan biaya hidup. Ada pula yang dalam berusaha mencari rizki hanya mengandalkan usaha manusia dan pemikiran akal saja.
Padahal banyak lho pintu rizki itu. Terus berusaha dan bekerja memang wajib. Bekerja apa saja asal halal.
Lebih bagus dengan perencanaan yang baik dilanjut dengan kesungguhan pantang putus asa.
Namun jangan lalaikan bahwa ada banyak pintu rizki yang dijanjikan Allah.
Berikut disarikan sebagian dari kutaib "Mafaatihur Rizq fii Dhauil Kitabwas Sunnah" karya Dr. Fadhi Ilahi. (Judul edisi Indonesia "Kunci-kunci Rizki menurut Al Qur-an dan Sunnah").
Pintu-pintu Rizki.
1. Istighfar dan Taubat
Nabi Nuh berkata kepada kaumnya :"Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu,sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamudengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmukebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS Nuh :10-12)
2. Taqwa
Fiman Allah: "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akanmengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiadadisangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3)
3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah
Rasulullah bersabda: "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, IbnulMubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudhai dan Al Baghawi dari Umar bin Khaththab Ra)
4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata
Rasulullah bersabda:" SesungguhnyabAllah berfirman :'Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepadaku, niscaya Aku penuhi dadamu dg kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak  melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu"'.(HSR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah ra).
5. Menjalankan Haji dan Umrah
Rasulullah bersabda : "Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebvaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi." (HSR Nasai.
Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasai.)
6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)
Rasulullah bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim" (HSR. Bukhari)
7. Berinfak dijalan Allah
Allah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39)
8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu
Anas bin Malik berkata : "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah SAW. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah SAW, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah  (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau Rasulullah bersabda: "Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia". (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi)
9. Berbuat baik kepada orang-orang lemah
Mushab bin Sad berkata, bahwasanya Sad merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah bersabda: "Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?". (HSR. Bukhari)10. Hijrah dijalan AllahAllah berfirman : "Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak". (QS. An Nisa: 100) 
Ada banyak betebaran kisah dan hikmah pengalaman orang-orang terdahulu maupun kini, yang meyakini dan mengamalkan hal-hal di atas dan mereka mendapatkan rizki dari tempat yang tidak di sangka-sangka.
Yuuk perbanyak kita buka pintu rizki.
Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada khilaf.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Bu Ida
-----------------------------------
Tanya Jawab HA 01
 1. TANYA
Bagaimana dengan sholat dhuha ustadzah?
JAWAB:
Iya sholat dhuha juga luar biasa. Sebenarnya ada puluhan pintu rizki hanya saya ambil 10 saja.
2. TANYA
Tanya ustadzah...
Berkenaan dengan bahwa Alloh akan menjamin rizki tiap manusia, dan Rosul saw akan membanggakan jumlah umatnya di àkhirat kelak. Tetapi bagaimana dengan kemampuan diri untuk memiliki anak yang banyak sementara secara finansial kita ragu? Apalagi saat ini untuk mendapat pendidikan yang layak juga perlu biaya tidak murah.
Kalau dalam hal lain tidak apa-apa di bawah rata-rata, tetapi untuk urusan pendidikan saya ngeri ketika anak-anak tidak mendapat yang layak, apalagi berhubungan dengan keimanan.
JAWAB:
Rasulullah membanggakan umatnya bukan saja yang banyak.tapi juga yang kuat.kemampuan tiap bunda dalam membimbing dan mendidik anak tidak sama satu dengan yang lain. Maka boleh kita merancang jumlah anak demi memberikan yang terbaik untuk mereka. Yang dilarang adalah takut miskin atau kekurangan rizki. Karena Allah yang menjamin rizki tiap makhluq. Bukan orang tua.  Saya sepakat aturlah kelahiran untuk cinta, perhatian dan pendidikan terbaik bagi generasi anak kita.
2. TANYA
Afwan ustadzh. Katanya kalau kita tak berbakti atau tidak mengurus dan menuruti permintaan orang tua pintu rizki juga tertutup benar ngga yaa....syukron..
JAWAB:
Iya. Salah satu pembuka rizki adalah berbakti pada orang tua. Maka birrulwalidain dalam semua bentuknya baik orang tua masih ada atau sudah meninggal itu penting. Selaku bermohon ridho  orang tua
3. TANYA
Ustadzah, secara awam banyak orang memahami bahwa jalan rizki adalah hanya dengan bekerja langsung, misalnya jika seseorang istri yang tidak bekerja langsung dianggap tidak berpenghasilan, padahal rizqi tidak selalu berupa materi, yang bisa dikalkulasikan & dilogikan. Sayangnya tidak sedikit para istri yang underestimed dengan "hanya" jadi ibu rumah tangga karena tidak berpenghasilan, bagaimana menjelaskan konsep rizki dalam keluarga tentang hal ini, ustadzah?
JAWAB:
Hehe suami istri pengajian bareng ya. Kalau suami enggak mau ngaji yang berat istri untuk menjelaskan.
Bekerja atau tidakkan kesepakatan berdua. Jadi suami harusnya menghargai kontribusi istri yang mengurus anak, (kalau nitip ke TPA bayar atuh). Baby sitter juga bayar. Padahal mereka tidak memberi ketulusan cinta seorang ibu yang tak ternilai harganya. Rumah rapi perlu manajemen. Apalagi istri mengerjakan tanggungjawab pekerjaan rumah tangga. Pembantu rumah tangga saja bayar. Lha istri mengerjakan dengan doa dan cinta. Merawat anak hingga anak jarang sakit, itu juga bagian dari rizki. Terus mendidik anak ngajari ngaji, membaca dll. Guru les saja bayar perjam ya, dsb. Itu kalau mau dikalkulasi.
Saya selaku perempuan dorong perempuan berpenghasilan. Sambil menyelam minum air. Jangan mengejar penghasilan semata, tapi sembari saja di sela waktu. Pilih yang sesuai potensi. Sekedar berjaga jika datang kondisi sulit atau Allah panggil suami duluan, istri sudah terlatih mencari uang untuk melanjutkan hidup. Tapi ingat jangan lalaikan tugas utama mendampingi suami dan anak-anak
4. TANYA
Ustadzah ada yang bilang kalo hanya tawakal tidak bekerja keras itu memakai ayat 1 abaikan ayat yang lain kalo hanya ngandalin gaji pegawai tidak cukup, sehingga orang tersebut tiap ada kesempatan untuk dapat rizki dikerjakan semua sampai dia kecapean akibatnya untuk beribadah bahkan salat wajib terbengkelai.
JAWAB:
Bunda yang baik, memang kasihan banget ya itu orang. Padahal sholat yang hanya 5 menit itu yang mungkin membuka pintu rejekinya lebih luas.  Coba masuk dari pemahaman bahwa siapa yang memberi rejeki? Allah.
Maka minta dan berdoalah kepada Allah. Yang paling utama dengan sholat. Dalam bacaan sholat ada doa mohon rejeki. Manusia memang harus berusaha dengan bekerja. Tapi juga usaha dengan doa. Diantara yang bisa merubah taqdir adalah doa. 

Tanya Jawab HA 02
1. TANYA
Kaitannya dengan rejeki, bagaimana sikap kita yang seharusnya jika menerima makanan/pemberian dari seseorang tapi kita ragu belinya pakai uang halal/haram?
JAWAB:
Ada 2 pilihan sikap. Pertama menerima jika jelas kehalalan. Kedua tidak menerima jika jelas ketidak halalan.
Yang pertama akan lebih menyulitkan karena kita perlu bertanya dari mana asal muasal barang. Hal ini bisa merusak hubungan. Lebih sederhana jika kita meragukan hanya pada orang-orang tertentu saja. Misal tidak menerima pemberian daging dari tetangga yang non muslim atau ada orang yang dikenal suka mencuri, menipu atau korupsi dan kita tidak memakan apa yang diberikan.
Adapun yang ke dua lebih mudah. Secara umum kita menganggap semua pemberian halal. Namun jika kita jelas mengetahui asal muasalnya tidak halal, maka kita tidak menerima atau tidak memakan. Tentu dengan cara yang ahsan.
2. TANYA
Jika sudah terlanjur diterima, apa tidak masalah ya kita membuang makanan/pemberian tersebut?
JAWAB:
Kalau membuang jangan ketahuan yang ngasih. Saya punya tetangga, duluuu...suka mencuri. Suatu hari ia memberi mangga hasil curian. Ya dia bilang ini mangga cololongan mau enggak. Saya bilang enggak mbak. Kamu enggak boleh nyolong lagi. Dia enggak tersinggung tapi juga nggak mau berhenti nyolong .
-----------------------------------
Penutup
Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr wb
*****************************************

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post