Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

REZEKI

KAJIAN HAMBA لله UMI 07
Hari/tanggal : Jumat, 24 Oktober 2014
Narasumber : Ustadz Ruly
Editor: Selli
Ada 4 cara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya:
1. REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)
"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."(QS. 11: 6)
Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.
2. REZEKI TINGKAT KEDUA
"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya" (QS. 53: 39)
Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu muslim atau kafir.
3. REZEKI TINGKAT KETIGA
“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. 14: 7)
Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah dan mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.
4. REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG2 BERIMAN DAN BERTAQWA)
".... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.Ath-Thalaq/65:2-3)
Peringkat rezeki yang ke empat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yang benar-benar dicintai dan dipercaya oleh Allah untuk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.
Wallaahu alam..
Selamat Menjemput Rezeki. Jika Mau Dapat Semua Lakukan Semua Yang Allah Perintahkan.
Wa'allahu 'alam bis shawab
-------------------------------------
# Tanya Jawab #
1. Tanya :
Tanya ustadz. Misalnya kita di hadapkan dengan 2 pilihan pekerjaan atau pilihan hidup. Kemudian kita memilih salah satu, ternyata pilihan yang kita ambil kurang sesuai harapan sehingga kita menyesal... kenapa tidak memilih yang satunya? Apakah sikap seperti ini termasuk  tidak percaya pada takdir Allah ustadz? Terimakasih
Jawab :
Hidup kita senantiasa selalu dihadapkan pada dua pilihan... layaknya setiap jiwa manusia hakikatnya diberikan akal... yang merupakan karunia ALLAH yang di berikan kepada kita sebagai khalifah fil ardhi...
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH yang paling sempurna dari semua jenis makhluk ciptaanNya di alam semesta ini...
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [Al-Qur’an Surat Al- Hadiid ayat : 22]
“(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” [ Al-Qur’an Surat At-Takwiir ayat : 28 - 29]
Maka kesimpulannya ini merupakan suratan takdir yang tercatat...
Maka tugas kita adalah menjalaninya dengan penuh kesadaran dan kesabaran...bisa jadi itu adalah yang terbaik menurut ALLAH karna kita tidak mengetahui hikmah di setiap kejadian...
2. Tanya :
Ustazd, rezeki yang bagaimana yang dikatakan berkah? Apa syarat-syarat untuk memperoleh rezeki yang berkah? Apakah bisa dikatakan berkah jika sebagian rezeki suami untuk mengirim kerabatnya tanpa spengetahuan istrinya, padahal jumlahnya lumayan besar. Jazakallah atas jawabannya ustazd...
Jawab :
Menafkahi kerabat menjadi wajib jika terpenuhi syaratnya. Kewajiban menafkahi para kerabat menjadi wajib jika terpenuhi syarat- syaratnya, diantaranya:
- Jika kerabat tersebut (orang tua, saudara dan lainnya) dalam keadaan faqir/ miskin tidak mampu menafkahi diri mereka sendiri, dan tidak ada orang lain yang menafkahi mereka. Tetapi jika mereka mampu, atau ada orang  lain menafkahi mereka, maka gugurlah kewajiban ini.
- Jika seseorang mempunyai kelebihan setelah menafkahi diri dan yang ditanggugngnya, Rasulullah bersabda;
ﺍﺑْﺪﺃْ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻚَ ﻓَﺘَﺼَﺪَّﻕْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻓَﺈِﻥْ ﻓَﻀَﻞَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓَﻠِﺄَﻫْﻠِﻚَ ﻓَﺈِﻥْ ﻓَﻀَﻞَ ﻋَﻦْ ﺃَﻫْﻠِﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓَﻠِﺬِﻱ ﻗَﺮَﺍﺑَﺘِﻚَ
‘’ Mulailah menafkahi dirimu sendiri, jika tersisa, maka untuk anggota keluargamu, jika tersisa, maka untuk kerabat dekatmu .’’ (HR.Muslim 1663)
Catatan; Adapun kadar besaran nafkah kepada kerabat adalah sama dengan kadar besaran nafkah kepada istri yaitu mencukupi kebutuhan mereka dengan cara yang patut sesuai kemampuan.
3. Tanya :
Adakah tanda-tanda yang diisyaratkan dari اَللّهُ bahwa rezeki yang kita dapatkan itu berkah atau tidak Ustadz?
Jawab :
Tanda rezeki kurang berkah...
- Misalkan itu berupa uang bila tidak di keluarkan shadaqoh dan infaqnya maka bila termakan akan membuat penyakit ...
- ALLAH bisa mengambilnya secara tiba-tiba melalui hal hal yang tak dikehendaki pemiliknya...bisa berupa kecelakaan, kehilangan atau lainnya...
Waallahu alam
4. Tanya :
Tanya ustadz... bolehkah sodaqoh dengan dipaksakan oleh orang lain dengan di janjikan akan dapat imbalan dari Alloh lebih berlipat ganda
Jawab:
Sesuatu hal yang belum terbiasa memang harus dipaksakan...dan ada masanya yaitu selama 90 hari agar menjadi kebiasaan dan membekas di dalam Jiwa...
Seperti ketika kita mengajarkan anak-anak yang memasuki umur 7 tahun... bila tak shalat maka nabi kita mengajarkan untuk memukulnya...
Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari
Amr bin Syu'aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﻣُﺮُﻭﺍ ﺃَﻭْﻻﺩَﻛُﻢْ ﺑِﺎﻟﺼَّﻼﺓِ ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ ﺳَﺒْﻊِ ﺳِﻨِﻴﻦَ ، ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ
ﻋَﺸْﺮٍ ، ﻭَﻓَﺮِّﻗُﻮﺍ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ ‏(ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ " ﺍﻹﺭﻭﺍﺀ "، ﺭﻗﻢ
247)
"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa'u Ghalil, no. 247)
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam kitab Al-Mughni (1/357)
"Perintah dan pengajaran ini berlaku bagi anak-anak agar mereka terbiasa melakukan shalat dan tidak meninggalkannya ketika sudah
baligh."
Cuma membiasakan sedekah tidak dengan dipukul tapi beri pemahaman... karena itu ibadah sunah
5. Tanya :
Ustadz, apa betul nilai nafkah yang diserahkan seorang istri bekerja sama dengan sedekah?.. Berarti istri yang bekerja pahala sedekahnya bnyk ya?.. Mana yang lebih baik, istri yang bekerja atau di rumah menjaga harta suaminya dan mendampingi anaknya?.. Syukron Ustadz..
Jawab :
Lebih baik istri yang sholehah bu... Kalau dia bekerja pasti bisa menjaga hubungan dengan teman kerja nya terutama yang laki-laki..
Kalau di rumah pasti bisa mendidik anak-anak dan manjaga kehormatannya.
Betul bu istri yang bekerja terus membantu nafkah suaminya pahalanya adalah shadaqah..
Dan nilainya luar biasaa...
Sebaiknya bekerja sesuai kafaah, kodrat dan fitrahnya sebagai wanita
6. Tanya :
Misal kita sedekah dengan tujuan agar Allah mengganti sekian kali lipat gitu boleh gak ustadz?
Jawab :
Boleh kok.. Kita sedekah mengharapkan itu. Dan ini hanya berlaku antara ALLAH dan hambanya..
Kita tak mungkin meminta lebih dari itu kepada manusia..
Kita lihat saja boss microsoft Bill Gates yang kerjaannya sedekah melulu dan tambah kaya dia... ikhlas atau tidak ikhlas pasti di balas..
Tapi kita bisa lebih baik dari Bill Gates.
Karena kita muslim yg balasannya dunia dan akhirat..
Sedang Bill Gates hanya di balas di dunia saja.

Penutup
Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr wb