Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SATU MENIT YANG PENUH

KAJIAN ONLINE WA HAMBA  اللَّهِ SWT (HA 18 UMMI)

Hari  / Tanggal : Jum'at, 10 Oktober 2014
Narasumber : Fina Filaily
Materi : Kajian islam
Admin : Ummi Betty
Notulen : Ummi Rosa

 بسم الله الرحمن الرحيم

SATU MENIT YANG PENUH
Bismillahir-Rah­maanir-Rahim. Coba Anda pikir-pikir, sesungguhnya banyak sekali jalan untuk mengerjakan amal kebajikan tanpa memerlukan usaha yang berat. Amal kebajikan itu dapat Anda kerjakan saat berjalan dengan kedua kaki Anda, mengendarai kendaraan, sedang berdiri atau duduk.

 Dalam waktu satu menit, sebenarnya Anda dapat membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali. Rasulullah bersabda: 
“Demi Dzat yang menguasai diriku, sesungguhnya nilai surat Al-Ikhlas serupa dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)
🕧 Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca surat Fatihah sebanyak lima kali. Rasulullah pernah berkata kepada Ibnu Ma’ali, 
“Aku hendak mengajarimu sebuah surat yang nilainya lebih utama di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) bacalah ‘alhamdulillahi rabbi alamîn’, yaitu surat Al-Fatihah, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadaku.” (HR.Bukhari)
 Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm” sebanyak 50 kali. Rasulullah pernah bersabda, 
“Dua kalimat yang ringan di lisan dan berat di timbangan, dan dua-duanya disenangi oleh Allah, yaitu kalimat ’subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimâtihi” sebanyak 10 kali.

🕦 Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca shalawat atas Nabi sebanyak 20 kali, di mana bacaan itu sama halnya Anda membaca shalawat atas Nabi sebanyak 200 kali.

🕣 Dalam waktu satu menit, Anda bisa memohon ampunan kepada Allah lebih dari 70 kali. Memohon ampun kepada Allah dapat menyebabkan terhapusnya dosa, masuk surga, menghilangkan malapetaka, memudahkan segala urusan, mendapat karunia baik berupa harta maupun anak-anak.

Assalamu'alaikum.. Semangat Pagi.. Jumat mubarak 
Shobachul khoiir, semoga senantiasa dalam limpahan keimanan, kesehatan dan keistiqomahan dalam kebaikan. Hari ini diberi kesempatan hadir disini..ingin mengingatkan diri dan semoga bisa menjadi pengingat untuk kita semua disini tentang doa dan harapan.

Begitu banyak permohonan yang kita panjatkan kepada Allah, terus dan terus dipanjatkan hingga terkadang kita telah merasa doa itu sudah sampai pada ujung asa kepasrahan, namun hingga sekarang belum juga terwujud. Begitu banyak permintaan kita kepada Allah, namun belum juga rasanya permintaan itu terpenuhi. Tidak sedikit orang yang kemudian merasa “kecewa” kepada Allah karena permohonan yang tak kunjung terkabulkan dan akhirnya “marah” kepadaNya. Tidak sedikit pula yang kemudian putus asa sehingga doa itu terhenti, entah putus asa itu disebabkan karena ketidak pede-an diri atas permintaannya yang mungkin lebih tinggi daripada ketaatannya kepada Allah atau mungkin putus asa karena sedikit pengetahuannya terhadap TuhanNya yang Maha Pemurah dan Maha Mengabulkan doa, atau bisa jadi putus asa itu disebabkan karena tanpa sengaja harapannya terlalu tinggi terhadap doanya namun tidak kepada Allah...Begitu banyak alasan yang terkadang pada akhirnya membuat kita merasa kelelahan lahir dan batin karena doa-doa yang terucapkan belum juga terjawab.

Walaupun begitu...jangan pernah berhenti berdoa saudaraku...karena doa adalah senjata orang beriman, janganlah pernah berhenti berdoa karena Allah bukanlah Dzat Yang Maha Tuli melainkan Allah Maha Mendengar doa-doa kita..dan janganlah pernah berhenti berdoa, karena sesungguhnya Allah senantiasa mengabulkan doa-doa hambaNya sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Doa seseorang akan senantiasa dikabulkan selama dia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahmi dan tidak tergesa-gesa.” Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah , apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Yang dimaksud tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan’. Setelah itu ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi’.(HR. Muslim)
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan sisi lain dari kekuatan doa. Menurutnya, kekuatan iman kita justru akan tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan dari lilitan ujian yang kita alami.”Iman seorang mukmin akan tampak disaat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab untuk putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah SWT menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepadaNya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi denganNya melalui doa-donya” Begitu nasehat Ibnul Jauzi rahimahullah (Shaidul Khatir, 375)

Menurut Muhammad Nursani dalam tulisannya di buku ‘Mencari Mutiara di Dasar Hati”, beliau menjelaskan pernyataan dari Ibnul Jauzi sebagai berikut: “Perhatikanlah dengan seksama lima alasan utama yang menurut Ibnul Jauzi bisa membuat keimanan seseorang terbukti saat melewati ujian. Dengan kata lain, orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud, adalah bukti kelemahan dari imannya. Bukti kelemahan iman itu adalah karena lima hal kebalikannya...

Yakni, karena ia memandang dirinya sebagai orang yang paling mengetahui apa yang paling baik, bukan Allah SWT. Kedua, karena ia merasa sudah banyak beramal ibadah, lalu berhak menerima besarnya pahala dengan menerima ‘upah’ dari Allah dari amal-amalnya. Ketiga, karena hatinya ternyata tidak kunjung pasrah dan luruh di hadapan kebesaran Allah SWT yang tak ada kebesaran lain yang menandingiNya, padahal sudah banyak diuji. Keempat, karena ternyata hatinya belum juga mau mendekat kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya dan karena ia ternyata belum dianggap cukup menyampaikan doanya kepada Allah SWT.”

Oleh karena itu...berdoalah saudaraku dengan sebaik-baik pengharapan dan kepasrahan kepada Allah, karena tidak ada sedikitpun kerugian dalam berdoa, tidak ada yang sia-sia dalam berdoa dan karena Allah senantiasa tahu apa yang terbaik untuk hambaNya...bisa jadi kita meminta sesuatu kepada Allah..namun Allah Maha Mengetahui apa yang baik bagi kekasihnya. Lalu permintaan hamba tersebut tidak dikabulkan dan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Jika tidak di dunia maka di akhirat. Abu Sa’id Al-Khudri ra. Berkata,
Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah, yang dalam doa tersebut tidak terdapat unsur dosa ataupun pemutusan tali silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari ketiga hal berikut ini: Mungkin mengabulkan dengan segera apa yang diminta dalam doanya, atau akan diberikan di akhirat, atau ia akan dihindarkan dari keburukan yang sebanding dengan permintaannya.” (HR. Ahmad)
Hari ini diberi kesempatan hadir disini ingin mengingatkan diri dan semoga bisa menjadi pengingat untuk kita semua disini..tentang doa dan harapan. Begitu banyak permohonan yang kita panjatkan kepada Allah, terus dan terus dipanjatkan hingga terkadang kita telah merasa doa itu sudah sampai pada ujung asa kepasrahan, namun hingga sekarang belum juga terwujud. Begitu banyak permintaan kita kepada Allah, namun belum juga rasanya permintaan itu terpenuhi. Tidak sedikit orang yang kemudian merasa “kecewa” kepada Allah karena permohonan yang tak kunjung terkabulkan dan akhirnya “marah” kepadaNya. Tidak sedikit pula yang kemudian putus asa sehingga doa itu terhenti, entah putus asa itu disebabkan karena ketidak pede-an diri atas permintaannya yang mungkin lebih tinggi daripada ketaatannya kepada Allah atau mungkin putus asa karena sedikit pengetahuannya terhadap TuhanNya yang Maha Pemurah dan Maha Mengabulkan doa, atau bisa jadi putus asa itu disebabkan karena tanpa sengaja harapannya terlalu tinggi terhadap doanya namun tidak kepada Allah...Begitu banyak alasan yang terkadang pada akhirnya membuat kita merasa kelelahan lahir dan batin karena doa-doa yang terucapkan belum juga terjawab.

Walaupun begitu...jangan pernah berhenti berdoa saudaraku...karena doa adalah senjata orang beriman, janganlah pernah berhenti berdoa karena Allah bukanlah Dzat Yang Maha Tuli melainkan Allah Maha Mendengar doa-doa kita..dan janganlah pernah berhenti berdoa, karena sesungguhnya Allah senantiasa mengabulkan doa-doa hambaNya sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Doa seseorang akan senantiasa dikabulkan selama dia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahmi dan tidak tergesa-gesa.” Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah , apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Yang dimaksud tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan’. Setelah itu ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi’.(HR. Muslim)
TANYA JAWAB
 Ummi Irma
Saya sampai sekarang masih berdoa minta dikasih momongan, doa nya nabi zakaria robbi la tazarni farda wa anta khairul warisin, tapi sebagian orang memakai buat doa minta jodoh juga. Manakah yang betul ustazah?
Jawab
Semoga Allah berkenan berikan keturunan sholih dan sholihah untuk ummi dan saudari-saudari yang lain yang belum diberi kesempatan oleh Allah melahirkan dan mendidik generasi Robbani..in sya Allah
"Robbii laa tadzarnii fardan" Doa itu tertulis di surat Al Anbiya ayat 89 : Dan ingatlah kisah Zakaria,ketika dia berdoa kepada Tuhannya ,"Ya Tuhanku,janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri(tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yg terbaik"


Dan kemudian dilanjutkan penjelasannya di ayat 90: Maka Kami kabulkan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sungguh mereka selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan,dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas.dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami

Ada juga surat Al Furqon ayat 74‬: Robbanaa Hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa ; Dan orang-orang yang berkata " Ya Tuhan kami,anugerahkanlah kepada kami dan keturunan kami sebagaim penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yg bertaqwa

In sya Allah tidak akan salah alamat doa yang kita panjatkan tidak akan salah maksud apa yang kita harapkan karena Allah Maha Tahu apa yang kita harapkan bahkan ketika tidak ada satu katapun yang bisa mewakili scara lisan apa yang menjadi pinta kita kepada Allah. Keep Praying!! teruslah berdoa dan jangan bersedih hati jika doa belum jua dikabulkan karena dalam setiap doa ada pahala yang mengalir dari doa doa kita karena doa adalah ibadah dan Allah mencintai hambaNya yang berdoa meminta kepadaNya

 Ummi Nora
Assalammualaikum ummi. Saya pernah baca di beberapa sumber tentang waktu waktu berdoa yang mustajab. Tapi saya belum begitu paham ummi. Apakah waktu, tempat, adab berdoa itu ada aturannya umm? Sekalian ana mohon di jelas kan lagi kapan, dimana dan seperti apa sikap kita ketika berdoa. . Trimakasih banyak ummi. wassalam
Jawab
Diantara ada berdoa adalah:

  • Memilih waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan seperti saat  menjelang berbuka puasa, antara adzan dan iqomah, saat hujan,saat safar,dll
  • Didahului dengan berwudhu dan sholat
  • Memohon ampunan
  • Menghadap kiblat
  • Mengangkat kedua tangan
  • Membuka doa dengan pujian kepada Allah dan sholawat Nabi
  • Mengucap sholawat Nabi di tengah dan di akhir doa
  • Menutup doa dengan ucapan amin
  • Berdoa dengan bentuk yang umum (tidak hanya untuk diri sendiri)
  • Berbaik sangka kepada Allah dan berharap untuk dikabulkan
  • Mengakui semua dosa
  • Merendahkan suara
 Ummi Yuli 
Ustadzah, saya pernah sangat dizhalimi. Sampai sekarang saya masih merasa tidak ridho dan tidak bisa memaafkan mereka. Apa ini dimaksud memutuskan silahturahmi sehingga menghalangi terkabulnya doa?
Jawab
Ummi Yuli yang cantik dan sholihah, memutus silaturahmi adalah memutus kontak tidak pernah saling berhubungan atau bahkan tidak pula saudara kita tersebut dalam doa-doa kita. Allah Maha Memaafkan dan ternyata dalam AlQur'an Allah lebih banyak menyebutkan perintah untuk memaafkan daripada meminta maaf. Hal itu dikarenakan begitu besarnya ujian hati dan tentunya pahala yang begitu besar yang Allah berikan kepada mereka yang bisa memaafkan. Semakin indah tatkala kita doakan mereka yang telah mendzholimi dan menyakiti hati kita kita sebutkan selalu dalam doa-doa kita agar kemudian Allah lembutkan hatinya dan berikan hidayah pada mereka, maka silaturahim itu secara tidak langsung akan tetap terjalin hanya melalui doa-doa yang kita panjatkan.

 Ummi Mel 
Mau bertanya ustzh... Misalkan kita dalam kondisi belum ada jodoh / anak ybs berikhtiar dan berdoa, terus minta didoakan juga oleh orang lain boleh ga ustzah? Karena pernah ada yang bilang kalo kita meminta bantuan kepada makhluk Allah mengenai hal-hal yang menjadi hak Allah jatuhnya ke syirik, mohon pencerahannya syukron
Jawab
Diantara tawasul yang diperbolehkan karena memang ada dalil-dalil dalam Alqur'an dan sunnah:

  • Tawasul dengan asmaul husna
  • Tawasul dengan amal sholih yang telah dilakukan oleh orang yang berdoa tersebut sebagaimana kisah 3 orang yang terjebak dalam gua di dalam shohih bukhori dan muslim
  • Tawasul dengan orang sholih. Hadits-hadist shohih dan perbuatan para sahabat ra menunjukkan akan hal ini, diantaranya Umar bin Khattab ra yang bertawasul dengan Abbas paman Rasulullah SAW
Maka boleh kita meminta doa kepada orang-orang yang sholih, semoga Allah perkenankan doa dari saudara-saudara yang sholih disekitar kita karena kita tidak tahu dari lisan yang mana Allah kabulkan doa kita

 Ummy Ittin 
Saya dulu pernah ngatain anak sebagai anak kentongan, saking keselnya karena apa-apa harus diberi tau / di bilangin tapi saya akhirnya khilaf dan menyesal, saya taubat. Yang jadi petanyaan. Apakah taubat ampunan saya itu bisa merubah perkataan saya ke anak tersebut? Jazakillah atas jwbnnya..Matursuwun nggih ustzh...
Jawab
Manusia tidak pernah luput dari dosa baik disengaja atau tidak karena itu segera beristighfar dan bertaubat itu adalah kunci keselamatan seorang hamba. In sya Allah semoga ketika kita bersegera untuk beristighfar dan bertaubat Allah tidak melihat lagi ke belakang apa yang telah kita ucapkan dan lakukan
"Tetapi barangsiapa bertaubat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri,maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya.Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang" QS. Al Maidah: 39
Allahu a'lam bis showab.

 Ummi Hafizh
Assalamualaikum, wrwb, bagaimana jika kita merasa terzolimi dengan apakah kita wajib menuntut hak kita? Kita mengajukan pindah tugas padahal sudah  memenuhi syarat tapi masih di sulit-sulit juga, apakah boleh bayar, kita sudah merasa terdzolimi. (afwan kalau keluar dari tema)
Jawab
Afwan ummu hafizh ternyata ada pertanyaan yang belum ana jawab. Afwan boleh bayar bagaimana maksudnya ummi? Dalam konteks kebaikan dan keburukan. Jika kita terdzolimi ada dua hal yang Allah berikan pilihan sikap untuk hadapi. Yang pertama dalam QS.Al Baqoroh: 194. Atau pilihan sikap yang kedua dalam QS.An Nahl:126

Doa orang yang terzholimi dikabulkan oleh Allah SWT kita boleh membalas perbuatan buruk seseorang dengan balasan yang setimpal. Namun Allah mengatakan dalam QS.An Nahl :126 bahwa bersabar sesungguhnya itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Iringilah perbuatan buruk itu dengan kebaikan dan bukan sebaliknya. Semoga Allah menggerakkan hati beliau untuk melakukan hal yang seharusnya dilakukan tanpa menzholimi orang lain. Allah Maha Membolak balikkan hati dan Allah pemegang kunci semua hati meminta kepada Sang Pemilik Hati agar tunjukkan orang-orang yang menyakiti kita kepada kebenaran, kepada cahaya dan kepada jalan yang lurus. Allahua'lam bis showab

Penutup
Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”