Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SYAHADATAIN (BAG 2) - MENJADI PRIBADI YANG ISLAMIY

Kajian Online Hamba اللهِ  Nanda 118
Rabu, 15 Oktober 2014
Bersama Ustadzah Neneng
Materi : Syahadatain bag-2
Admin : Arin
Notulen : Selli

Innalhamdalillahi nahmaduhuu wa nashta.'iinuhu wa nashtaghfiruh...wa na'udzubillah min suruuri anfusina wa min syayyi 'amaalina..mayyahdillahi falaa mudhillallah wa mayyudlilhuu falaa haa di yaallah.  Segala puji milik Alloh Rabb semesta alam, dan qt memujiNya, qt berlindung kpd Alloh dr kelemahan kealfaan qt, dan qt beristighfar dr segenap kekurangan, ketidaksempurnaan amal-amal kita....astaghfiirullohh
Apa kabar akhwatifillah? Seminggu ini apa saja yang akhwati lakukan?
Alloh Maha mengetahui niat dan Maha menyaksikan bahwa kita berjumpa semata karena Alloh, semata berharap Alloh swt mencatat waktu ini adalah amal sholih, dan kita berharap bahwa ini bermanfaat bagi diri-diri kita di dunia dan sampai di saat kita dikembalikan kehadapan Alloh swt. In shaa Alloh.
Seperti biasa sebelum masuk pada kajian ini dimohon bagi yang belum bersuci hendaklah bersuci. Yang belum menutup aurat silahkan menutup aurat. Yang belum niat sama-sama kita berniat dan memulainya dengan bacaan basmallah. 
Serta luruskanlah agar niat yang lain sirna hanya niat karena Alloh yang Maha kekal lah yang mengisi setiap relung jiwa kita.
Bagaimanaa kabar satu minggu ini?
Mudah-mudahan tidak meninggalkan jejak kecuali manfaat dan kebajikan. Serta tidak mengambil apapun selain pengajaran
Baiklah, kita lanjutkan bahsan kita pekan lalu. Tentang bagaimanakah menjadi pribadi-pribadi yang Islamiy. Bagaimanakah selayaknya seorang muslim memiliki karakter pemikirannya, pemahamannya perasaannya, keyakinannya, perilakunya hingga performanya.
Bahasan yang sungguh-sungguh sangat luas panjang yang mungkin juga tidak sampai umur kita untuk menguasai seluruhnya. Akan tetapi wajib bagi kita berusaha mencari ilmunya dan wajib bagi kita mengusahakannya dalam diri dan kehidupan kita.
Akar dari kepribadian Islam yang Alloh gambarkan seperti pohon yang akarnya menghujam ke dalam bumi batangnya menjulang ke langit dan dia berbuah setiap musimnya adalah kekuatan aqidah. Kekuatan iman yang menghujam kedalam dada manusia. Dan aqidah berarti kita akan mulai dari perbaikan syahadat kita. Sebagai rukun islam yang pertama.
Nahh pekan lalu kita telah bahas bagaimanakah pentingnya syahadat dan maknanya Islam datang untuk memberi petunjuk kepada umat manusia tentang hakikat dirinya dan mengenalkan siapakah Tuhan mereka dan memintanya untuk taat beribadah menyembahNya. Dan syahadat adalah pintu gerbangnya.
Kandungan dari syahadat itu apa sajakah? 
Kita lihat yang pertama dalam surah Ali Imron ayat 18
"Alloh menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, demikian pula para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Perkasa Maha Bijaksana
Alloh swt menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan manusia Yang Maha Perkasa Maha Bijaksana. Lalu malaikat dan manusia juga mereka menyatakan bahwa Alloh swt adalah Tuhan mereka." 
Sebuah pernyataan bermakna bahwa kita secara sadar sudah menerima dengan keridhoan lalu kita menunjukkan penerimaan ituu dengan sebuah kalimat. Yakni syahadat.
Pernyataan yang kita ucapkan baru bernilai benar saat sepenuh hati kita menerimanya dengan sepenuh pengakuan.
Mengakui bahwa Alloh satu-satunya yang Haq sedang kita adalah ciptaanNya
Mengakui bahwa Alloh swt yang memelihara kita mengurus kita menyayangi kita. Setelah kita sadari bahwa pernyataan kita adalah benar adanya sepenuh hati kita akui maka bekal inilah yang seharusnya mendorong kita untuk menempuh jalan yang satu jalan yang telah digariskan Alloh swt jalan keselamatan yang telah ditempuh para rasul dan nabi serta orang yang sholih sebelum kita
Kedua. Syahadat mengandung sumpah. Syahida bermakna sumpah. Kita telah bersumpah bahwa Alloh swt adalah Tuhan kita yang menciptakan kita yang memelihara kita. Sumpah inilah yang akan Alloh tunggu apakah kita berpegang pada sumpah yang kita ucapkan ataukah kita ingkar dengan apa yang kita sendiri nyatakan dan kita bersumpah.
Ketiga. Kandungannya adalah perjanjian seperti dalam surah ali imran 81 
"dan ingatlah ketika Alloh mengambil perjanjian dari para nabi "manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan bersungguh sungguh beriman kepadanya dan menolongnya" Alloh berfirman apakah kamu setuju dan menerima perjanjian denganKu atas apa yg demikian itu? Mereka menjawab "kami setuju" Alloh berfirman kalau begitu bersaksilah kamu para nabi dan Aku menjadi saksi bersama kamu"
Isi dari syahadat adalah kita berjanji dan Alloh mengambil persaksian kita bahwa Alloh swt adalah Tuhan kita. Dan para nabi juga mereka telah dahulu mengambil perjanjian itu.
Dari ketiga kandungan ini dari syahida kita. Maka ketiganya membuat syahadat ini adalah kalimat yang berat karena mengandung konsekuensi yang juga berat untuk kita pikul.
Apa sajakah konsekuensi dari syahadat kita?
1. Mengucapkan dengan lisan secara lantang jelas
2. Mengakui membenarkan dengan hati
3. Mengamalkan nya dalam perbuatan
Konsekuensi inilah yang begitu berat untuk kita pikul hingga gunung gunung dan langit mereka menolaknya. Bukan sekedar menyatakan berislam bukan sekedar mengaku islam tapi syahadat dia menuntut kita mengakui Alloh swt adalah Tuhan satu-satunya Dzat yang harus kita ibadahi juga menuntut bukti dari pengakuan kita dengan meyakininya dan bukti pengorbanannya dengan perbuatan.
---------------------------------
TANYA JAWAB
1. TANYA
Mau bertanya um, bagaimana dengan disaat kita diminta untuk bersyahadat di depan seorang pemimpin dalam golongan tertentu, sebagai tanda kita Islam (di golongannya) hukumnya gimana um?
JAWAB:
Syahadat sudah jelas bahwa orang-orang beriman menjadi saksinya nabi dan rasul mereka juga saksi kita begitu juga Alloh swt menjadi saksi para rasul dan nabi.
Persaksian yang sudah sempurna tidak perlu diulangi di depan pemimpin golongan tertentu.
Pada jaman ini, yang ada adalah jama'ah dalam tubuh kaum muslimin belum ada jama'atul muslimin atau jama'ah kaum muslimin seluruhnya sehingga kalau ada golongan-golongan yang menyatakan diri golongan kaum muslimin ditengah-tengah kaum muslimin sudah barang tentu adalah perpecahan yang Alloh swt sendiri tidak menyukainya.
2. TANYA
Umm.. Ana ingin bertanya, tadi disinggung sedikit tentang kepribadian Islam, Perilaku seperti bom bunuh diri atau yang populer dengan sebutan bom syahid itu apakah juga sebagai bentuk dalam kecintaan kita kepada Rabb kita umm? Apakah juga sbagai wadah penyaluran sikap syahadat (sumpah) yang telah diucapkan. Afwan kalau pertanyaannya agak aneh umm.
JAWAB:
Bom bunuh diri mungkin bagi pelakunya niatnya atas nama jihad akan tetapi jihad jika berdasarkan mujtahid atau buah pemikiran yang salah akan Alloh mintai pertanggung jawaban atas kesalahan keputusan mereka. Dan harus juga kita fahami bahwa dalam tubuh umat ini pasti berbeda penerimaan ilmu, beda pemahaman, beda pengaplikasian. Kenapa bisa seekstrim itu di dalam negara muslim atau di tengah umat muslim mereka melakukan bom syahid. Jika itu dilakukan di dalam peperangan penjajahan dan penindasan maka itu diperbolehkan oleh agama.
Akan tetapi kalau bom itu ditengah umat muslim atau ditengah warga sipil yang tidak memerangi Islam maka Alloh swt meminta kita untuk bertoleransi.
Entah alasannya apa hanya sesungguhnya kelompok-kelompok yang ada dalam tubuh umat sebenarnya juga bukan sekedar perbedaan pemahaman terhadap ayat-ayat jihad akan tetapi juga bisa jadi adalah bagian dari makar musuh-musuh Alloh swt untuk memecah belah umat Islam. Kalau ada yang ekstrim kan kita umat Islam jadi di cap jelek semua. Suka kekerasan semua.  Di cap suka perang kejam semua.
Disisi lain bukti dari syahadat kan perbuatan. Nahh perbuatan amal itu tidak boleh melepaskan diri dari tauladan contoh Rasululloh saw dalam beramal.
 Tidak boleh sembarangan saja atas nama cinta kepada Alloh lalu semua orang kafir misal di bunuh. Tetapi Alloh swt utus manusia terbaik yakni Muhammad saw untuk kita ikuti setiap perilakunya. Dalam kesendiriannya ataupun dalam hubungan dengan manusia lainnya.Termasuk dalam peperangan.
Lihatlah bagaimana Rasul saw menaklukkan kota Makkah adakah pertumpahan darah? Atau adakah kekejaman didalamnya?
3. TANYA
Kita kan pengen jadi orang baik dan berakhlak baik tapi jika kita berteman atau bergaul dengan orang yang akhlaknya belum terlalu baik, tapi mereka sangat berjasa dalam kehidupan kita misalnya membantu kita pada saat kita kesusahan, nah kalau kayak gini sikap yang baik bagaimana yah?
JAWAB:
Ingin baik berarti niat menjadi orang baiknya sudah punya alhamdulillah. Ingin berakhlaq baik niatnya sudah dapat. Tinggal niat ini kita usahakan upayakan terwujud dengan ilmu dan lingkungan yang baik. Teman kita yang belum terlalu baik jangan ditinggalkan. Justru ajaklah agar sama-sama punya semangat yang sama untuk menjadi lebih baik.
Sementara itu kita berupaya mengajak dia upayakanlah dengan sungguh-sungguh perbaikan itu dalam diri kita sendiri, agar kita tidak ikut larut pada akhlaq yang kurang baik.
Bekalnya hanya satu. Semangat dan sabar. Kenapa harus bersemangat mengajak orang pada kebaikan karena Alloh swt sudah menjanjikan siapa saja yang menunjuki seseorang kepada jalan kebaikan lalu orang itu berubah mengikuti jalan itu maka baginya adalah pahala yang lebih baik dari dunia dan seisinya. Masyaa Alloh.
Dunia yang kita perebutkan dengan manusia seluruhnya akan Alloh swt kasih hanya dari telunjuk yang diikuti manusia lain kepada jalan Alloh swt. Adakah kebaikan yang melebihi ini? Itu baru satu orang bagaimana jika 10 orang?
Sabar harus kita latih dan latihan sabar tidak bisa instan. Harus berbekal ilmu dan kekuatan kehendak kita. Ilmu apakah yang mampu membuat kita sabar?
Ilmu paling sempurna adalah ilmu yang bersumber langsung dari Alloh swt pencipta manusia,
Yakni Al Quran
4. TANYA
ummi mau tanya..
kadang kita sudah berusaha menjaga akhlak supaya baik.  Tapi kadang ada masanya lagi turun banget dan susah untuk mngendalikan diri/ marah. Terutama kalau saya saat haid. Biasanya labil dan sensitif.
Apa yang bisa saya lakukan supaya tetap bisa sabar dan mnjaga akhlak dalam keadaan apapun.
makasih.
JAWAB:
Alloh hanya meminta kita berupaya berusaha. Upaya usaha yang sungguh-sungguh pasti pahala dan balasan Alloh swt akan lebih besar dari pahala niat. Atau upaya yang tidak begitu kuat.
Jadi, kita bisa menjawabnya sendiri ya. Terus bersemangat terus mencari ilmu terus berusaha sudah, upaya apa aja agar lebih stabil emosinya?
1. niat meninggalkan perilaku buruk.
2. mengetahui penyebab akar dari pemicu emosi misal karena apa.
3.  menyesali perbuatan buruk
4. menghindari pemicunya
5. jika tetap terpancing juga maka marahlah emosilah dengan cantik hehe maksudnya kalau sedang berdiri duduk dulu sebelum mengungkapkan emosinya kalau sedang duduk berbaring dulu.
Lama-lama semakin kita berupaya akan sedikit demi sedikit akan berkurang intensitasnya. Kalau lagi haid suka on emosi maka sibukkan kita dengan hal-hal baik.
Baiklah jadi muara dari syahadat yang benar adalah kita akan menjadi pribadi yang paripurna. Keyakinannya kuat tak tergoyahkan perilakunya adalah amal sholih dan dia istiqomah sedang pemikirannya  dan hatinya senantiasa optimis positif dan tenang.

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                  
            ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ