Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Syahadatain (part III)

Kajian Online Hamba اَللّه SWT (Nanda 118)

Narasumber : Ustadzah Neneng
Hari / Tanggal : Rabu, 23 Oktober 2014
Admin: Arin
Notulen: Sari
Editor : Ana Trienta

Mudah mudahan sepekan tak jumpa tidak ada bekas kecuali catatan kebaikan dan tidak meninggalkan apapun kecuali manfaat juga tidak menambah apapun kecuali pengajaran dan ilmu amiiin

Innalhamdalillahi nahmaduhuu wa nashta.'iinuhu wa nashtaghfiruh...wa na'udzubillah min suruuri anfusina wa min syayyi 'amaalina..mayyahdillahi falaa mudhillallah wa mayyudlilhuu falaa haa di yaallah.  Segala puji milik Alloh Rabb semesta alam, dan kita memujiNya, kita berlindung kepada Alloh dari kelemahan kealfaan kita, dan kita beristighfar dari segenap kekurangan, ketidaksempurnaan amal amal kita, Alloh Maha mengetahui niat dan Maha menyaksikan bahwa kita berjumpa semata karena Alloh, semata berharap Alloh swt mencatat waktu kajian kita sebagai amal sholih, dan semata karena kita berharap bahwa ini bermanfaat bagi diri kita di dunia dan sampai di saat kita dikembalikan kehadapan Alloh swt. In sha Alloh

Sebelum kita masuk pada kajian ini dimohon bagi yang belum bersuci hendaklah bersuci. . yang belum menutup aurat silahkan menutup aurat yang belum niat sama sama kita berniat dan memulainya dengan bacaan basmallah dan luruskanlah agar niat yang lain sirna hanya niat karena Alloh yang Maha kekal lah yang mengisi setiap relung jiwa kita

Bismillahirrahmaanirrahiim
Saya juga bukanlah manusia yang sempurna juga saya belum tentu lebih baik dari akhwat sekalian akan tetapi saya mengambil bagian jalan orang-orang yang telah dahulu menempuh jalan kebenaran menempuh jalan para nabi dan rasul yakni jalan dakwah jalan nasihat jalan manfaat yang hakiki seorang manusia bagi manusia yang lain. Dialah jalan hidayah

Hidayah yang hanyaaa Dia berikan kepada siapaa hamba hambaNya yang Diakehendaki yakni mereka yang disebutkan dalam surah abasa. Orang yang ingin mensucikan jiwanya dari dosa dan orang yang mencari pengajaran yang bermanfaat bagi diri nya. Setiap kita hanya akan mendapati apa yang kita niatkan. Maka marilah perbaiki niat sempurnakan niat kita agar full kemafaatan bisa dapatkan. Walau hanya dari menyimak. Yaa Allah kamii berkumpul semata hanya karena kami berharap Engkau mengampuni dosa dan kekhilafan kami. Kami bertemuu semata karena kamii tahuu tiada jalan keberuntungan selain dari menempuh jalan ilmu dan majelis ilmu iman dan majelis iman. Semata karena kami takut Engkau tidak akan sudi menemui kamihamba hambaMu kelak  yaaa Rabbb Maka terimalah ya Alloh  niat kami ini amiin. 

Kita lanjutkan bahasan kita pekan lalu mengenai syahadatain. Bagaimanaaa ternyata syahadat sebagai rukun islam pertama ternyata menyimpaan begitu dalam konsekuensi dan loyalitas yg tidak boleh setengah setengah.  ALLOH meminta qt hamba hambaNya untuk hanya taat dan loyal kepadaNya saja dalam hati dan jiwa dalam lisan dan sumpah dan dia menuntut pembuktian yg sempurna dalam amal sholih

Mari kita bahas perdalam satu satu dari 3 hal pokok pondasi islam tadi
# Yang pertama adalah persaksian dalam hati yang biasa kita sebut dengan iman. Hadits Abu Hurairah Radhiallohu 'Anhu, beliau berkata; Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :
IMAN itu ada lebih dari tujuh puluh cabang, dan MALU merupakan salah satu cabang dari IMAN
dalam riwayat yang lain :
IMAN itu ada lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang, tingkatan cabang terafdhol -tertinggi- adalah ucapan LA ILAHA ILLALLOH, tingkatan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan, dan MALU merupakan salah satu cabang dari IMAN
Sebelum semakin dalam kita memasuki iman. Mari kita lihat bagaimana hadits arbain yang kedua saat malaikat jibril menanyakan kepada nabi. Fa akhbirnii anil islam Lalunabi saw menjawab antashada ilaaha illalloh wa tuuqiimusholat wa tu tiyazzakah wahajjil bait wa tashuma rhomadhonaa. 

Islam adalah syahadat, mendirikan sholat, menunaikan zakat, menunaikan haji dan berpuasa di bulan rhamadhon. Sebagai seorang muslim maka setelah persaksian dalam hati lalu persaksian itupun kita ucapkan dan semua sahabat dan teman kitapun mengetahui keislaman kita pengakuan kita akan Alloh swt yang maha Esa.  YANG maha Memelihara. Maka garis minimal yang senantiasa harus kita jaga adalah menampakkan amal sholih yang utama yakni sholat zakat puasa dan haji

Dalam rukun islam ini sudah nampak sesungguhnya pondasi bangunan islam yang kita dirikan dalam diri diri kita. Jika pondasi ini lemah sudah barang tentu bangunan itu pun goyah. Tidak memiliki kekuatan bahkan bisa jadi mudah sekali roboh. Oleh karenanya kelima hal inilah yang menjadi kewajban dasar seorang muslim yang sudah baligh agar dengannya Alloh akan beri petunjuk dan hidayah agar semakin hari semakin mantap keislamannya. Jika status kemuslimannya saja tidak dapat dia laksanakan. Bagaimanakah mungkin dia akan sampai pada maqom orang orang yg bertaqwa

Iniilah pemikiran dasar yang harus sama sama kita pahami. Bahwa tiadalah Islam memberi kewajiban, kecuali itulah yang diminta Alloh swt Rabb sekalian alam agar dengannya Alloh berkehendak memasukkan kita kepada SurgaNya yang luasnya seluas bumi dan langit. Setelah ini marilah kita lihat bagaimanakah seorang muslim seharusnya memiliki keyakinan. Memiliki pemahaman dan memiliki jiwa.Gelora dalam qolbunya.  Apa apa sajakah yang harus menjadi keyakinannya yang utama. Yaknii yang disebut rukun iman

Iman yang harus kita miliki yakni iman kepada Alloh swt. Dengan segala cabangnya yang begitu banyak, iman kepada malaikat dengan segenap penggambarannya yang luas, iman kepada kitab Alloh dengan segala jalan cerita dan kandungannya yang sempurna, iman kepada rasul Alloh dengan segenap kesempurnaan dan kemuliaannya pemilihannya dan kesempurnaan akhlaqnya, iman kepada hari akhir dengan segenap perjalanan panjangnya setelah kematian dan iman kpd qodho dan qodar dengan segala kemungkinan dan keajaiban keajaibNnya

In sha Alloh seluruhnya akan kita dalami dan pahami sedikit demi sedikit sepanjang usia kita belajar untuk menjadi hambaNya yang Dia kehendaki hidayah dan petunjuk

Berikut secara ringkas cabang-cabang IMAN yang disarikan dari seorang ust
1. Iman kepada Allah Azza wajalla 
2. Iman kepada para Rasul Alaihissholatu wassalam 
3. Iman kepada kepada para Malaikat 
4. Iman kepada Al Qur'an Al Karim dan seluruh kitab yang diturunkan 
5. Iman kepada taqdir, apakah itu baik atau buruk berasal dari Allah Azza wajalla 
6. Iman kepada hari akhir 
7. Iman kepada kebangkitan setelah kematian 
8. Iman kepada pengumpulan seluruh manusia di padang mah-syar setelah dibangkitkan dari kuburannya 
9. Iman bahwasanya kampungnya orang-orang beriman adalah surga dan kampungnya orang-orang kafir adalah neraka 
10. Iman kepada wajibnya mencintai Allah Azza wajalla 
11. Iman terhadap wajibnya takut kepada Allah Azza wajalla 
12. Iman terhadap wajibnya penuh harap kepada Allah Azza wajalla 
13. Iman terhadap wajibnya tawakkal kepada Allah Azza wajalla 
14. Iman kepada wajibnya mencintai Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam 
15. Iman kepada wajibnya mengangungkan, memuliakan dan menghormati Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam dengan tidak melampaui batas 
16. Kecintaan seseorang terhadap agamanya sehingga dia lebih mencintai dilemparkan ke dalam api dari pada kufur 
17. Menuntut ilmu, yaitu mengenal Allah Subhanahu wata'ala, mengenal agama-Nya dan mengenal Nabi-Nya Shollallahu 'alaihi wasallam, dengan berdasarkan dalil 
18. Menyebarkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain 
19. Mengangungkan Al Qur'an Al Karim; dengan mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasannya, hukum-hukumnya, ilmu halal dan haramnya, serta memuliakan ahlinya dan dengan menghafalnya. 
20. Bersuci dan menjaga serta memperhatikan wudhu 
21. Menjaga dan memperhatikan sholat lima waktu 
22. Menunaikan zakat 
23. Puasa; wajib dan sunnah 
24. I'tikaf -berdiam di masjid-
25. Haji 
26. Jihad di jalan Allah Azza wajalla 
27. Ribath -menjaga wilayah perbatasan- di jalan Allah Azza wajalla 
28. Bertahan menghadapi musuh dan tidak lari meninggalkan medan perang 
29. Membayar seperlima dari ghanimah -rampasan perang-kepada imam, atau penggantinya bagi yang memperoleh ghanimah 
30. Memerdekakan budak dengan bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wajalla 
31. Membayar kaffarah -tebusan-yang wajib karena kejahatan -pidana-; Kaffarah dalam Al Qur'an dan Assunnah ada empat : 
  • Kaffarah pembunuhan 
  • Kaffarah dzhi-har 
  • Kaffarah sumpah 
  • Kaffarah berhubungan suami istri pada saat puasa ramadhan 
32. Menunaikan, memenuhi seluruh akad [perjanjian yaitu apa saja yang Allah halalkan, haramkan, dan wajibkan serta seluruh batasan-batasan di dalam Al Qur'an] 
33. Menyebut-nyebut dengan pujian akan ni'mat Allah Azza wajalla, dan apa saja yang wajib disyukuri 
34. Menjaga lisan dari perkataan yang tidak dibutuhkan 
35. Menjaga amanah, dan wajib menunaikannya kepada yang berhak -pemiliknya-
36. Haramnya membunuh jiwa dan berlaku hukum tindak pidana kejahatan atasnya 
37. Haramnya kemaluan -zina- dan wajibnya menjaga kehormatan 
38. Mengepalkan tangan -tidak menyentuh- harta haram; termasuk didalamnya : haramnya mencuri, merampok, memakan suap -sogok-, dan memakan apa saja yang secara syar'i bukan haknya. 
39. Wajibnya wara' -menahan diri-dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi apa saja yang tidak halal dari makanan dan minuman tersebut 
40. Meninggalkan pakaian dan mode serta perabot yang diharamkan dan makruh 
41. Haramnya permainan-permainan dan hiburan-hiburan yang bertentangan dengan syariat 
42. Sederhana -hemat- dalam nafkah -belanja- dan haramnya memakan harta dengan cara yang batil 
43. Meninggalkan dendam dan dengki serta iri dan hasad 
44. Haramnya -menjatuhkan-kehormatan orang lain, dan wajibnya meninggalkan apa saja yang menjatuhkan kehormatan orang lain 
45. Beramal Ikhlas hanya karena Allah Azza wajalla, dan meninggalkan riya' 
46. Senang dengan kebaikan dan sedih dengan keburukan 
47. Mengobati setiap dosa dengan taubat nashu-hah 
48. Menyembelih Qurban, dan intinya adalah : Al Hadyu, Al Udhiyah dan Aqiqah 
49. Taat kepada Ulil Amri 
50. Berpegang teguh dengan Al Jama'ah 
51. Menetapkan keputusan hukum diantara manusia dengan adil 
52. Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar 
53. Saling tolong menolong diatas kebaikan dan taqwa 
54. Malu 
55. Berbakti kepada kedua orang tua 
56. Silaturahmi 
57. Akhlaq yang baik 
58. Berbuat baik kepada budak 
59. Hak Tuan yang wajib ditunaikan oleh budaknya 
60. Menegakkan hak-hak anak dan keluarga lainnya 
61. Dekat kepada ahli agama, mencintai mereka, menebarkan salam dan berjabat tangan dengannya 
62. Menjawab salam 
63. Menjenguk orang sakit 
64. Menyolati jenazah ahlul qiblat -kaum muslimin-
65. Mendoakan orang yang bersin -jika mengucapkan "Alhamdulillah"
66. Menjauhi orang-orang kafir dan pembuat kerusakan serta tegas terhadap mereka 
67. Memuliakan tetangga 
68. Memuliakan tamu 
69. Menutupi -aib- para pelaku dosa 
70. Sabar terhadap musibah serta dari segala sesuatu yang dicabut dari jiwa berupa kelezatan dan kesenangan 
71. Zuhud dan pendek angan-angan -dalam masalah dunia-
72. Cemburu dan tidak membiarkan anak atau istrinya bercampur baur dengan lelaki lain 73. Berpaling dari sikap ektrem -melampaui batas-
74. Dermawan dan murah hati 
75. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua 
76. Mendamaikan antara dua orang yang bertikai 
77. Seseorang mencintai bagi saudaranya yang muslim apa yang dia cintai bagi dirinya, dan tidak senang ada pada saudaranya sesuatu yang dia tidak senangi bagi dirinya, termasuk dalam hal ini adalah : menyingkirkan gangguan di jalanan, sebagaimana yang di-isyaratkan dalam hadits sebelumnya.

Referensi : Syu'ab Al Iman karya Al Imam Abu Bakar Al Bayhaqi (Wafat 458H) Aqidah Al Muslim fie Dhou' Al Kitab was Sunnah karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al Qoh-thonyb
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tanya Jawab
 Lalu um gimana dengan keimanan kita yang naik turun um?
Jawab
Naik atau turunnya iman sesungguhnya tidak bisa lepas dari pemahaman kita akan iman itu sendiri. Pemahaman kita akan Alloh swt akan sangat menentukan kekuatan iman kita yang membuahkan motivasi beramal pada diri kita. Mengenal Alloh sebaik baik pengenalan adalah dari pemahaman kita akan asma wa sifatNya Alloh swt. Dalam asmaaul husna. Nahhh jadi bagi kita yang masih belajar beriman dengan benar tentu godaan dan gangguan dari hawa nafsu juga tipu daya setan akan sangat mudah mempengaruhi iman kita. Oleh karenanya iringilah maksiat keburukan itu dengan kebajikan maka mana yang lebih kuat dialah yang akan menguasai diri kita. Kebaikan yang lebih kuat maka in sha Alloh iman kita naik, keburukan yang lebih kuat juga akan menurunkan iman

 Oo gitu yah um jadi yang mempengaruhi diri kita ini ya kita sendiri yah um. Tapi um gimana kalo lingkungannya?
Jawab
Iyaa lingkungan juga mempengaruhi akan tetapi jika kita punya bangunan pondasinya sudah kokoh saya rasa ga masalah ya. Bagaimanapun lingkungannya tidak akan mudah goyah. Begitu juga jika lingkungannya baik maka bangunan yang kokoh itu malah akan saling memperkokoh satu sama lain. Maksud saya selain kita mengokohkan diri kita dengan ilmu dan amal sholih maka kita juga perlu untuk membersamai keinginan kita membuat perbaikan dan menebar kebajikan ituu dengan sahabat sesama muslim lain. Kalo keadaannya kita dalam tahap belajar maka tentu tempat dan teman belajar akan sangat mempengaruhi kita kalo belum kuat yaa menghindar dulu dari lingkungan buruk. Lalu mencari lingkungan yang bai
...Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras…” (QS. al-Hadid : 16)
Sebuah hadits riwayat Bukhari, “Hati orang tua menjadi muda karena dua hal, cinta dunia dan panjang angan angan
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika engkau berada di sore hari janganlah tunggu sampai datang pagi. Jika engkau berada di pagi hari janganlah tunggu sampai datang sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang masa sakit. Pergunakanlah kesempatan hidupmu sebelum datang kematian.”
 Ummi maksudnya pendek angan-angan -dalam masalah dunia bagaimana?
Jawab
Maksud dari pendek angan-angan terhadap dunia itu lebih dekat kepada zuhud terhadap dunia. Zuhud terhada dunia dia termasuk pada cabang dari iman

 Syukron um penjelasannya jelas banget, Um mau nanya lagi. Yang dimaksud malu disini malu yang gimana?
Jawab
Malu sesungguhnya adalah bagian dari iman, dengan pengertian bukan malu maluinn yaa

 Umi mau tnya ya. Kalo misalnya kita sering mengkhayal apa itu tandanya kita ga beriman??
Jawab
Tidak semua cabang iman itu otomatis berarti tercabutnya iman dalam hati kita. 3 hal pokok dasar yang harus minimal ada dalam sekian banyak cabang keimanan adalah iman kepada Alloh iman kepada rasul dan iman kepada hari akhir. Inilah yang dibawa oleh seluruh kenabian. Cabang lain harus terus kita upayakan ada dalam hati kita yaa pembelajaran sepanjang hayat belum tentu juga bisa kita kuasai seluruhnya jika bukan karena rahmat Alloh swt

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.