Home » » Syakhsiyah Islamiah

Syakhsiyah Islamiah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, October 2, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH SWT
Grup : 115 Nanda
Tgl : 02 Oktober 2014
Narasumber : Ustadz Doli
Tema : Syakhsiyah Islamiah

Assalamualaikum
Alhamdulillah, semoga semangat semua ya
silakan dibaca dipahami materinya,setelah itu silakan ditanyakan yang kurang jelas.. insya Allah akan direkap oleh nanda admin, kemudian akan kami coba jawab satu persatu.

Syakhsiyah Islamiyah
Kepribadian atau dalam bahasa Arab disebut Asy-Syakhshiyyah, berasal dari kata syakhshun. Artinya orang, seseorang, atau pribadi. Kepribadian bisa diartikan jati diri seseorang (haqiiqatu asy-syakhshi). Kepribadian seseorang ditentukan oleh cara berfikir (aqliyyah), yaitu cara seseorang memikirkan sesuatu berdasarkan suatu standar tertentu atau bagaimana seseorang mengkaitkan fakta dengan informasi sebelumnya (dan sebaliknya) berdasarkan suatu standar tertentu dan cara berbuat (nafsiyah), yaitu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
Kepribadian barangkali mirip sebuah energi. wujudnya sendiri adalah sesuatu yang abstrak. Orang hanya dapat menilai “dampak” yang ditimbulkannya. Disinilah titik kemungkinan orang berbeda dalam mendefinisikan makna “pribadi”.
Pribadi pada dasarnya hasil bentukan antara unsur utama dalam diri manusia. Yaitu, unsur pemikiran atau pola pikir (aqliyyah) dan sikap kejiwaan (nafsiyah).
Kualitas serta corak pemikiran serta kejiwaan seseorang, menentukan ketinggian syakhshiyyah (pribadi) seseorang. Karena itu pribadi manusia tidak ada hubungannya dengan penampilan fisik seseorang, Kecantikan atau ketidakcantikan perempuan tidak ada hubungannya  dengan tinggi-rendah pribadinya.
Maka pada hakekatnya kepribadian Islam merupakan perwujudan pola pikir islami (Aqliyah Islamiyah)  dan pola tingkah laku islami (Nafsiyah Islamiyah).
Aqliyah Islamiyah hanya akan terbentuk dan menjadi kuat pada diri seseorang bila ia memiliki keyakinan yang benar dan kokoh terhadap Aqidah Islamiyah dan ia memiliki ilmu-ilmu keislaman yang cukup untuk bersikap terhadap berbagai ide, pandangan, konsep dan pemikiran yang ada di masyarakat yang rusak, kemudian pandangan dan konsep tersebut distandarisasi dengan ilmu dan nilai-nilai islami. 
Untuk memperoleh Aqliyah islamiyah yang kuat, hanya bisa diraih dengan cara menambah khasanah ilmu-ilmu islam (tsaqofah islamiyah), sebagaimana dorongan islam bagi umatnya untuk terus menerus menuntut ilmu kapanpun dan dimanapun.  Allah SWT mengajarkan kepada kita : Katakanlah “Ya Tuhanku tambahkanlah ilmu kepadaku” (QS. Thaha : 114)
Sedangkan Nafsiyah Islamiyah hanya akan terbentuk dan kuat bila seseorang menjadikan aturan-aturan islam sebagai cara memenuhi kebutuhan biologisnya (makan, minum, berpakaian dll) Nafsiyah islamiyah dapat ditingkatkan dengan selalu melatih diri untuk berbuat taat, terikat dengan aturan islam dalam segala hal dan melaksanakan amalan-amalan ibadah , baik yang wajib maupun yang sunah serta membiasakan diri untuk meninggalkan yang makruh dan syubhat apalagi haram.  Islampun mengajarkan agar kita senantiasa berahlak mulia, bersikap wara’ dan qanaah agar mampu menghilangkan kecenderungan yang buruk dan bertentangan dengan islam.
Dalam sebuah hadis qudsi Allah SWT berfirman : “ …dan tidaklah bertaqarrub atau beramal seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai seperti bila ia melakukan amalan fardu yang aku perintahkan atasnya, kemudian hamba-Ku senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga aku mencintainya” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)
Jadi, seseorang dikatakan memiliki syakhshiyah Islamiyah, jika ia memilikiaqliyah dan nafsiyah yang Islami.
Syakhsiyah Islamiyah seseorang harus semakin meningkat terus, agar pemikiran islamnya semakin cemerlang, jiwa islamnya semakin mantap dan istiqomah serta menjadi orang yang semakin dekat dengan Allah dan dimuliakan oleh Allah.
Wallahu ta‘ala a’lam bishshowab.   

Tanya :
Afwan ustadz baru sempet baca materinya mau tanya ustadz, bagaimana cara menyeimbangkan aqliyah dan nafsiyah ? Keduanya berjalan sama.
Jawab :
Aqliyah atau akal kita harus kita
akal harus kita berika tsaqafah islamiyah, ilmu ilmu, pengeahuan tntang islasm
yg utama tentu di mulai dari pengenalan terhadap tauhid, marifatuLLAH, syahadatain, marifaturassul dst
juga ilmu ilmu fiqh yg fardhu ain, agar kita bisa melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan shahih
juga wawasan keislaman, sejarahnya, sirah nabi SAW..
dan juga Al Quran
sampai benar benar tak ada lagi syak, keraguan setitikpun akan dien ini, dan cara pandang, pola pikir kita benar benar berlandaskan aqidah islamiyah
Sementara Jiwa atau Nafs harus dilatih dengan ketaatan, yang pertama adalah ibadah ibadah wajib yg disempurnakan, disempurnakan dengan yg mandhub, tilawah quran serta dzikir...
sehingga jiwa kita benar benar cenderung pada kebaikan dan gelisah, sensitif pada setiap kemaksiatan
ini adalah ciri paling terasa pada jiwa kita
jiwa atau nafs yg sehat gak akan betah thd maksiat, dia akan berontak dan gelisah dengan sangat kuat.
misalnya seorang dengan jiwa yg kuat, baru dengar adzan saat nyupir saja, jiwanya sudah gelisah.... ingin dituruti agar takbir bersama imam
sebaliknya, kalau kita biasa biasa saja melihat kemaksiatan, nah ini tanda tanda ada yg salah dgn jiwa kita
wallahualam

Tanya :
Tapi ustadz kalo kita melihat kemaksiatan sebenernya sih risih tapi gak bisa berbuat apa2 gimana? Apa termasuk tanda2 ada yang salah dengan jiwa kita?
Jawab :
Dalam hadits jelas, rubah dengan tangan, mulut, setidaknya dengan hati..itu selemah lemahnya iman.

Tanya :
Ust. Kadang hati tidak singkron dengan perbuatan
Hati ingin lebih baik
Tapi tangan, kaki, kadang salah dalam bertindak.
Apa yang sebaik'a kita lakukan.?
Terus bagaimana memantapkan hati agar selalu berada dijalan yg diridhai-nNya?
Jawab :
caranya adalah, kita harus punya ibadah yaumian yang selalu kita laksanakan walau semalas sesibuk apapun... dalam hadits di jelaskan bahwa setiap kita akan futur/malas.. kalau futurnya masih dalam sunnah itu masih baik.. begitulah salah satu kuncinya adalah kita harus punya ibadah yaumian, tak usah berat berat yg penting rutin kita laksanakan, semalas apapun
misal :
1. shalat jamah di masjid
2. 10 rakaat rawatib
3. dhuha 2 rakaat
4. witir 3 rakaat
5. tilawah 2 halaman
6. sedikit dzikir pagi dan petang
7 puasa 3 hari dalam sebulan
move on? ? yang ampuh ya kita berteman dengan orang2 sholihah, hidup bersama mereka, berkegiatan bersama mereka, memiliki program dakwah bersama mereka.... insya Allah kita saling memberi nasihat, semangat dst
kita jaga ibadah itu, sesibuk apapun, semalas apapun... tentu kalau iman sedang top, jiwa seakan terbang saking ringannya.... semangat, seperti kita rasakan saat ramadhan..
nah, bangun jam 2 pagi untuk shalat malam akan terasa enteng
membaca kisah ulama ulama, pejuang terdahulu juga sangat mempengaruhi akal dan jiwa.
jangan lupa, ibadah akan meningkatkan iman, ini termasuk akidah yang disepakati ulama
Jangan banyak banyak dan berat nanda, yang penting istiqamah...
jangan bikin list yang kita tak akan mampu laksanakan
sedikit saja, tapi tetapi, kuatkan azzam, boleh cari teman untuk saling semangat dan saling ingatkan

Tanya :
Ustad..mau tanya ini.
kan Alloh suka dengan yang indah indah, berhubungan dengan hal berpakaian, kan juga di sarankan tidak berlebihan..nah jaman sekarang ini ustad, itu kan sedang trendnya hijab syar'i yang mana dari segi harga bisa dibilang mahal2, ya..berkisar 200ribuan ke atas..apa itu termasuk akan menggangguu kepribadian kita ustad, misalnya mnj boros atau agak brmewahan(dalam hal busana syar'i).?
Itu dulu sementra ini pertanyaan dari saya ustad..nanti tambah lagi..
Jawab :
Gak apa kita punya pakaian yang indah indah dan mahal... selagi dapatnya halal, dan kewajiban kita sudah tunai...

Tanya :
Untuk saling mengingatkan itu baiknya kaya gimana ustadz ??
Terutama mengingatkan lewat medsos tadz. Gimana cara'nya??
Jawab :
lho kalau sama teman kan bisa saling sms jam 3:45 misalnya setiap hari senin kamis, sekalian sahur sekalian shalat malam
kemudian jam 10 pagi, ingatkan dhuha
dst

Tanya :
Tapi ustad...lalu bagaimana dengan orang yang kedaannya mungkin kurang..kan katanya sederhana..tapi kenapa justru ketika orang mau syar'i malah pakaian syar'inya diluar jangkauan dia..dann biasanya nih ustad, maaf, dalam suatu kumpulan mudi2 dalam suatu kajian, saya melihat mereka sepertinya dari orang berkecukupan..dan artinya baju yang mereka kenakan branded (yang syar'i). .otomatis yang hanya berpakaian mungkin biasa..tidak bagus..tidak mahal..dia pasti akan merasa oh disini pakaian yang mereka kenakan kok brandnya sama semua..harganya pun jauh dari jangkauanku.
Nah pasti ada rsa minder atau mungkin sedkit iri pada mereka yang bisa berpakaian seperti itu..sedangkan dia sangat ingin tetap mengikuti kumpulan kajian teresbut...kan sangat disayangkan juga ustad..
Jawab :
kita tak mungkin mengharamkan apa apa yang Allah halalkan.
Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Artikel Baru