Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » TAHSIN - CARA MEMBACA ISTI'ADZAH, BASMALAH & AWAL SURAT

TAHSIN - CARA MEMBACA ISTI'ADZAH, BASMALAH & AWAL SURAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, October 22, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA اللَّهِ UMI 15 dan 16

Selasa,N21 Oktober 2014
Narasumber: Ustadzah Tuti
Materi: Tahsin
Admin: Farabella (15) dan Nury (16)
PJ : Ajeng (15) dan Yani (16)
Editor: Selli

Cara Membaca Istia'dzah, Basmalah & Awal Surat:
- Dipisah semua. Antara istia'dzah, basmalah & awal surat ada jeda atau masing-masing diwaqofkan
- Disambung semua. Maka istia'dzah & basmalah tidak diwaqof
- Menyambung istia'dzah dengan basmalah
- Menyambung basmalah dengan awal surat
Adapun bacaan istia'dzah
اَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِِ مِنَ الشَّيْطَانِ
ِِ الـرَّجِيم
Atau
اَعُوذُ باللَّهِ مِنَ الشَّيْطاَنِ الـرَّجِيمِ
Sumber: Buku 3, Bimbingan Tahsin&Tajwid Al-Qur'an Utsmani. Ustadz Alhafidz Efendi Anwar

 -----------------------------------------
TANYA JAWAB HA 15 dan 16 UMI
1. TANYA
Ustadzah Tuti, saya mau tanya dari cara membaca Isti'adzah, basmalah dan awal surat, apakah ada cara yang lebih utama atau terserah kita aja mau pilih cara yang mana?
JAWAB:
Thoyyib, ana coba jawab. Tergantung dengan kemampuan kita. Misal nafas kita kuat untuk disambung semua atau sebagian, boleh disambung. Bila tidak kuat, baiknya dipisah saja.
2. TANYA
Ustadzah, saya mau tanya bagaimana hukum membaca istia'dzah dalam sholat? Syukron..
JAWAB:
Ada yang berpendapat sunnah, ada juga yang berpendapat wajib.
Sebagian ulama, berpendapat istia'dzah hukumnya wajib, berdalil dengan ayat:
فَإِذَا قَرَأْت
َالْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ“
Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk” (QS. An Nahl: 98)
dalam ayat ini digunakan bentuk perintah (فَاسْتَعِذْ), sedangkan hukum asal perintah adalah wajib. Ini yang menjadi pendapat Atha’, Sufyan Ats Tsauri dan sebagian ulama Hanabilah.Sedangkan jumhur ulama, diantaranya Hanafiyah, Syafi’iyyah, dan pendapat mu’tamad madzhab Hanabilah berpendapat hukumnya sunnah. Diantaranya faktor yang memalingkan hukumnya dari wajib adalah adanya klaim ijma bahwa para salaf tidak menganggapnya wajib dan juga ada beberapa hadits yang mengisyaratkan RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam terkadang tidak isti’adzah sebelum membaca Al Qur’an. Diantaranya hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata:
كان رسول
ُ اللهِ _صلى الله عليه وسلم_ يَستفتِحُ الصلاةَ بالتكبيرِ ,والقِراءةَ ب “الحمدُ للهِ ربِّ العالَمينَ ““
biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memulai shalatnya dengan takbir, lalu membaca alhamdulillahi rabbil ‘alamin..” (HR. Muslim 498).
Kapan istia'dzah dibaca dalam sholat? Ini juga ada yang berpendapat dibaca setelah Iftitah sebelum Al Fatihah hanya pada rokaat pertama. Karena rokaat kedua dan seterusnya dianggap mengikuti rokaat pertama.
Ada yang berpendapat dibaca sebelum Al Fatihah setiap rokaat karena rokaat kedua dan seterusnya sudah terpisah dengan bacaan-bacaan lain. Dan setiap qiroah dianjurkan membaca istia'dzah. Sebagian besar ulama menggunakan pendapat kedua ini.

Kita tutup kajian yaa Bunda dengan Doa kafaratul  majlis..
Semoga ilmunya bermanfaat
Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat ِ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post