Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » Berinteraksi dengan Al Qur'an

Berinteraksi dengan Al Qur'an

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, November 24, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT 25 UMI

Hari tanggal : Jum'at, 21 November 2014
Narasumber   : Ustadz Syahrawi
Judul Kajian : Berinteraksi dengan Al Qur'an
Nama Notulen : Erna Puspita
Editor       : Indah Permata Sari

Bismillah...
Assalamu'alaykum wr wb: 
Segala puji bagi Allah, serta sholawat dan salam bagi junjungan alam Rasulullah. SAW. 

Materi kajiannya sbb: 

Berinteraksi dengan Al Qur'an

Membaca Al Qur'an dpt menerangi & hati dan memberi peringatan padanya, jg dpt menyempurnakan fungsi sholat, zakat, puasa dan haji dlm mencapai derajat kehambaan kepada Allah. Membaca Al Qur'an menuntut penguasaan yg sempurna mengenai hukum2 tajwid dan komitmen harian utk mewiridkan Al Qur'an. Berikut beberapa hal yg harus diperhatikan utk berinteraksi dlm membaca Al Qur'an: 
1. Memahami keagungan dn ketinggian firman, karunia Allah dan kasih sayang-Nya kpd makhluk dgn turunnya Al Qur'an dari 'Arsy kemulian-Nya sampai ke derajat pemahaman makhluk-Nya. 
2. Mengagungkan Zat yang berfirman, yaitu Allah. Ketika mulai membaca Al Qur'an, seorang hendaknya menghadirkan keagungan Allah dlm hatinya, mengetahui bhw yg ia baca bukanlah perkataan manusia. 
3. Tadabbur (memperhatikan dan merenungkan makna2 Al Qur'an). Ali r.a berkata: " Tidak ada kebaikan pada ibadah tanpa pemahaman di dalamnya dan tidak ada kebaikan pada bacaan tanpa tadabbur di dalamnya. 
5. Menghindari hambatan2 kepahaman. Kebanyakan orang tdk dpt memahami makna2 Al Qur'an krn beberpa sebab dan penghalang yg dipasang syetan pd hati mereka, shg mereka tdk akan dpt menyaksikan keajaiban Al Qur'an. 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                              ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
6. Takhshish, yaitu menyadari bahwa dirinyalah sasaran khitab (pembicaraan) yg ada dalam Al Qur'an. Apabila ia mendengar suatu perintah atau larangan, mk ia memahami bhw dirnyalah yg diperintah dan dilarang. Begitu juga jika ia mendengar janji dan ancaman. Apabila mendengar kisah2 orang2 terdahulu dan para nabi, mk ia mengetahui bhw kisah2 itu tdk dimaksudkan sbg bahan cerita semata, melainkan utk diambil pelajarannya dan bekal2 yg diperlukan. 

Wallahu'alam.

Berikut pertanyaan dan jawaban mengenai materi kajian:

Tanya:  
Ustadz, kalau membaca al quran atau tilawah, apakah wajib dalam keadaan sudah berwudhu,? Bila sedang dlm prjalanan dan wudhunya sudah batal, apakah boleh tilawah?
Jawab: 
Seseorang boleh membaca qur'an dlm keadaan tdk berwudhu jika mengulang hafalan. Hp bukanlah mushaf, jadi boleh saja membacanya dlm keaadan tdk berwudhu. Namun hal itu jgn jadi kebiasaan. Sebaiknya diusahakan membaca al quran dlm.kondisi berwudhu

Tanya:  
Ustad,kalau malam saya ndak smpt tilawah,siangnya saya sering lbh pilih tilawah dg hp dan kadang tdk dlm kondisi sdh batal wudhu karna sambil anak saya yg msh bayi.bgmn klo seperti itu ust?
Jawab: 
Jawabnnya sama dengan jawaban yg pertama 

Tanya ‬: 
Aslm..Ustad mau tanya bgm adab yg baik membaca qur'an? Klo misalnya tilawah d rumah ap hrs menutup aurat seluruhnya? Karna py bayi jd sesempatnyA aj tilawah? Bgm ustad?
Jawab: 
Adab membaca quran :
1. Usahakan berwudhu
2. Menghadap kiblat jika memungkinkan. 
3. Membaca ta'awudz
4. Berpakaian yg menutup aurat.

Baiklah bunda kajian hari ini kita cukupkan sekian. Dan kita tutup dengan membaca istighfar 3x dan hamdallah.
Serta dengan
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment