Home » , , , » BERJUANG MELAWAN HAWA NAFSU

BERJUANG MELAWAN HAWA NAFSU

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, November 15, 2014

Kajian Online Hamba الله SWT

Jumat, 14 November 2014
Narasumber : Ustadzah Ira Wahyudianti
Rekapan Grup Nanda 119-120
Tema: Muwashofat Tarbiyah ke 7
Editor :Rini Ismayanti


MUHAJADAH AN NAFS (BERJUANG MELAWAN HAWA NAFSU)

Mujahadah an nafs.. Apa sih maksud dari kalimat tersebut ?
Maksud dari kalimat ini adalah : Setiap dari kita dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shalih. Artinya, setiap pribadi dituntut untuk berjihad melawan bujuk rayu setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kebathilan dan kejahatan.

Rasulullah bersabda :
اَلْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي اللهِ
“Seorang Mujahid adalah orang yang berjuang untuk memerangi hawa nafsunya karena Allah” (HR. Tirmidzi, shahih)

Beberapa ulama mengatakan bahwa Mujahidun linafsihi adalah seutama-utama jihad.

Dalam sebuah hadits disebutkan :
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ r: أَيُّ الْجِهَادِ
أَفْضَلُ ؟, قَالَ: أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ تُجَاهِدَ نَفْسَكَ وَ هَوَاكَ
فِي ذَاتِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
Dari Abu Dzar berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah : “Jihad manakah yang paling utama ?”, beliau bersabda: “Seutama-utama jihad adalah engkau memerangi dirimu dan hawa nafsumu karena dzat Allah ”(HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, shahih)

Allah berfirman:
وَأَمَّامَنْخَافَمَقَامَرَبِّهِوَنَهَىالنَّفْسَعَنِالْهَوَى * فَإِنَّالْجَنَّةَهِيَالْمَأْوَى
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (An-Nazi’at: 40-41)

Al-Hafizh Ibnu Hajar –rahimahullah- dalam kitab Fathul Bari berkata dengan menukil perkataan Ibnu Baththal: “Dan termasuk dari menahan hawa nafsu adalah mencegah dirinya dari bermaksiat (pelanggaran terhadap syariat Allah baik menyia-nyiakan hal yang wajib atau melakukan hal yang terlarang) dan mencegah diri dari syubhat (kerancuan dalam beragama) dan juga menahan diri dari seringkali mengikuti syahwat yang mubah, dan ini semua dimaksudkan untuk lebih banyak terkonsentrasikan dengan akhiratnya”, Dan hal ini juga dimaksudkan agar tidak menjadi kebiasaan yang menyeret kepada syubhat lalu tidak merasa aman untuk jatuh dalam hal yang haram”
Sufyan Ats-Tsauri –rahimahullah- berkata: “Musuh kamu bukanlah orang yang jika engkau membunuhnya niscaya kamu akan mendapatkan ganjaran dengan sebab itu, hanyalah musuhmu adalah jiwamu (hawa nafsumu) yang ada dikedua sisimu, maka perangilah hawa nafsumu lebih keras dari pada kamu memerangi musuhmu”

Ali bin Abi Thalib berkata: “Pertama yang kalian akan kehilangan dari agama kalian adalah jihad dalam memerangi hawa nafsu kalian”

Nah diantara nafsu2 yang harus diperangi adalah :
-Nafsu marah
-Nafsu tidur berlebihan
-Nafsu makan berlebihan
-Nafsu belanja
-Nafsu melalaikan waktu
-Nafsu terhadap harta
-Nafsu terhadap lawan jenis

Manusia dalam pertarungannya melawan hawa nafsu dibagi menjadi dua golongan:
1.    Golongan yang terkalahkan oleh hawa nafsu, maka ia condong ke bumi dan cenderung kepada dunia. Mereka itulah orang-orang kafir dan orang-orang yang mengikuti jejak orang-orang yang lupa kepada Allah swt, maka Allah membuat mereka lupa kepada diri mereka sendiri.
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Q.S Al-Jaatsiyah: 23)

2.    Golongan yang berjuang melawan hawa nafsu. Kadang-kadang mereka menang dan kalah. Ketika mereka melakukan kesalahan, segera mereka bertaubat. Ketika mereka berbuat kemaksiatan kepada Allah swt, mereka menyesalinya dan segera memohon ampunan-Nya.
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S Ali-Imran: 135)

Merekalah orang-orang yang diisyaratkan oleh rasulullah saw dengan sabdanya:
“Setiap anak Adam, melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat.” (H.R Ahmad dan At-Tirmidzi)

TANYA JAWAB

PERTANYAAN
1.Terkait pendefinisian nafsu itu sndiri apa ustdzah?klo ada yang diperangi berarati ada juga yang ga boleh diperangi?
2. Sulit banget untuk membendung nafsu untuk belanja, apalagi saya kerja di swalayan yang selalu lihat barang-barang baru dan terkontaminasi teman-teman untuk kepengen belanja, duh gimana solusinya? Padahal saya sudah berusaha setiap saya beli barang harus ada barang yang keluar dikasihkan org lain, contoh beli baju 1 yaaa hrs keluar baju 1 dstnya...
3. Saya kan juga jualan yaaa ustdzh...lha mesti kan saya selalu menawarkan barang-barang yang saya jual kepada org lain, apakah saya malah jadi jalan org lain untuk membudayakan nafsu belanja?
4. Kalo belanja berlebihannya buku gimana Ustadzah? Buku kan manfaat nya jangka panjang kan hehe*Kutubuku kalo liat buku yang laen lewattt
5. Kalau menahan nafsu amarah gimana ustzah, coz kan aku ngajar mana anak-anak tingkahnya luar biasa coz anak-anak SMA kan sudah gede-gede.. Kadang mencoba sabar dan selalu istigfar, tapi kadang harus bicara dengan nada tinggi juga ?
6. Apakh termasuk nafsu juga jika nonton film bahkan sampai digugat org sekitar tapi kewajiban kepada Tuhan tetap dilakukan?
7. Afwan...mau tanya nih ustadzah gimana caranya biar bisa selalu istiqomah dalam bertobat nasuha? Atau adakah doa atau amalan-amalannya? Karena kan terkadang mnusia it imannay kadang naik trun, bsok brtobat n bsoknya mengulanginya lagi.
8. Tapi adakah amalan-amalan lain untuk biar memperkuat dr taubat nasuhah it sndri ustadzah? Apakah masih diterima tobat nasuha seseorg jika dia melakukan dosa untuak kedua kalinya ustadzah..

JAWABAN
1. Betul ukh, yang harus d suburkan adalah Nafs Muthma’innah (nafsu yang tenang) ada di Q.S. Al Fajr: 27-30, “Hai jiwa (nafsu) yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai. Masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surga-Ku”.

Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang dirahmati Tuhanku”. (Q.S. Yusuf: 53) Nafsu yang percaya kepada Allah, merasa tenteram dengan mengingat-Nya, yang kembali dan merindukan perjumpaan dengan-Nya, dan yang merasa gembira berada di dekat-Nya (Nafsu Muthma’innah)

2. Rumusnya simple sekali ukh setiap mau beli tolong di evaluasi dulu itu need (butuh) atau cuma want (kepengen)

3. Tidak ukhti berdagang itu malah di anjurkan dalam islam, Nabi pun berprofesi sebagai pedagang. yang penting jualannya ga maksa org utk beli ya ukh

4. Buku memang sumber ilmu, tapi jika sekiranya masih belum ada waktu untuk membaca bisa d pinjamkan dulu ke teman atau d sumbangan supaya menjadi amal baik dan lebih bermanfaat. sebisa mungkin setiap barang yang d beli pastikan benar-benar butuhkan sekarang.
Kalo dipinjamkan ke teman pasti ga balik Ustadzah, jd nya kalo mau buku kita di balekin kita yang minta seolah kita yang minjam
Hehehe...buat aja kartu peminjaman

5. Teknik mengajar anak yang sudah usia SMA memang beda, butuh kesabaran khusus dan kalau bisa mengkondisikan mereka diawali dgn berbagi kisah atau sharing, sebenernya mereka itu tipikal yang butuh / cari perhatian yang kadang mereka ga dapat dirumah mereka sendiri, berusaha jadi sahabat aja bagi kebanyakan dr mereka. Murid-murid SMA dan kuliah jauh lebih respek sama pengajar yang tidak pernah marah sama sekali. Kalau ada masalah misal mereka (rata2) tdk mengerjakan sesuatu dgn baik, jangan marah, justru di ajak diskusi satu kelas penyebabnya kenapa

6. Pertama ukhti harus bs sedekah jauh lebih besar dari jumlah uang yang cukup lumayan d keluarkan utk film korea ya saking banyaknya yang dibeli. Subhanallah...bukan masyaAllah afwan ukhti menonton film smpai larut malam itu bisa termasuk menyia-nyia kan waktu, ukhti jadi tidak bisa tahajud di sepertiga malam paginya saja masih pusing kan...lagipula dari konten filmnya kan banyak yang tidak sesuai dgn nilai-nilai islam...sehingga bs d kategorikan menyia-nyiakan waktu... Selain itu zalim pada tubuh karena harusnya sudah waktunya tidur tp krn ketagihan nonton jd sampai larut malamsaran saya berusaha jadikan idola itu dari orang-orang shalih sehingga kita tidak perlu terpesona (ngefans) sm film / artis korea secara berlebihan
Hihihi... sama artisnya ga berlebihan ustdz.. cm ceritanya aja... disensor sendiri klo ada yang ga sesuai sar'i... skrng udh ga sih ustdz... Ini pertanyaannya untuk selingan aja.. biar ada hiburan... :) Syukron ya ustdz...
Alhamdulillah seneng dengernya Syaidina Umar bin Khattab yang ketinggalan satu rakaat shalat Ashar di Masjid hanya karena beliau sedang asyik berada dalam kebun kurmanya. Mengetahui dirinya telah tertinggal satu rakaat dalam berjamaah, Syaidina Umar pun begitu menyesali perbuatannya sehingga kebun kurma yang dianggap sebagai penyebab musibah itu akhirnya dijual. Sedangkan kita...apa yang bs kita sumbangkan untuk islam? Semoga bisa menginspirasi ya kisah syaidina umar itu jangan sampai hal-hal duniawi yang kita sukai melalaikan waktu dr mengingat Allah

7. Kalau tobat tapi masih melakukan berarti taubatnya masi TOMAT (Tobat Kumat), belum sungguh-sungguh penyesalan dan meminta ampun atas dosa yang d lakukan. Orang yang sudah bertaubat, namun masih kembali ke lingkungan yang tidak baik berarti dia belum sungguh-sungguh melakukan taubat. Lain halnya jika dia kembali ke lingkungan yang sama dengan niat untuk mengubah lingkungan itu. Mencari lingkungan yang baik adalah salah satu cara agar agama kita terpelihara. Taubat Nasuha sebenarnya banyak dilakukan ketika melakukan dosa besar ukhti. *Taubat Nasuha sebenarnya banyak dikerjakan oleh orang ketika melakukan dosa besar ukhti tapi akan sangat baik juga dilakukan untuk dosa-dosa kecil yang sangat ingin kita sudahi baik yang sengaja maupun tidak sengaja taubat nasuha itu hanya 1 kali ukhti. Untuk istiqomahnya ya terus mengingat apa yang kita janjikan dalam tabat nasuha itu bahwa kita tidak akan mengulangi dosanya sebesar apapun godaan untuk kembali terjerumus

8. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui apa yang ada didalam hati setiap orang yang bertaubat ketika dia bertaubat. Apakah taubatnya itu betul-betul atau hanya main-main. Apakah air mata yang dikucurkannya itu betul air mata penyesalan ataukah hanya air mata palsu? Allah hanya menerima taubat oang yang sungguh-sungguh bukan yang main-main dan penuh dusta.

قُلْ إِن تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ
وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: "Katakanlah: "Jika kamu Menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. Al Imran [3] : 29)

Dan jika pun seorang yang telah bertaubat dengan taubat nasuha kembali melakukan perbuatan dosanya itu di masa selanjutnya dikarenakan kelemahan imannya saat itu lalu dia kembali lagi kepada Allah dengan bertaubat taubat nasuha memohon ampunan kepada-Nya sebagaimana dilakukan sebelumnya maka Allah pun akan menerima pertaubatannya itu.

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ
وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya: "Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya". (QS. At Taubah : 104)

Tidak ada dalil amalan khusus utk menjaga taubat nasuha, yang penting azam (tekad) yang kita janjikan kepada Allah, dan terus berikhtiar menjauhkan diri dari kemungkinan/keinginan2 maksiat terutama di kala sendiri karena banyak juga godaan maksiat yang datang ketika kita berada d tempat yang sepi / sendirian.

PENUTUP
Cahaya akal tidak dapat dipadamkan kecuali oleh kemaksiatan yang berlarut-larut di dalamnya. Rasulullah saw bersabda:
“barangsiapa yang melakukan dosa, akan ditinggalkan oleh akalnya, dan tidak akan kembali kepadanya selama-lamanya.”(Riwayat ini tidak diketahui sumbernya)

Dan sabdanya pula:
“kalau saja bukan karena syetan yang mengitari hari anak cucu Adam, niscaya mereka (anak cucu Adam) dapat melihat kerajaan langit dan bumi.” (H.R Ahmad)

Ya Tuhanku, sungguh dengan mengingatmu hati ini menjadi tenang. Karena ada Dzat Yang Maha Kuasa yang akan memberikan jaminan kebahagiaan bagi diriku ketika aku mampu menahan nafsu ini. Dan ketika ku berkehendak sesuka hatiku, semau nafsuku, maka aku pun tiada memperoleh jaminan dari Mu. "walal akhiratu khairul minal ula" sesungguhnya yang akhir (akhirat) itu lebih baik daripada permulaan (dunia).

Ya Rahman Ya Rahiim, teguhkan iman ini selalu untuk terus berada dalam aturanMu hingga diriku hanya mengharapkan kasih dan sayang dariMu semata, terimalah taubatku dan masukkanlah diriku kepada hamba-hambaMu yang mampu menjadikan nafsunya menjadi tenang, untuk berharap ridha jannahMu semata. aamiin.

Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnahirji'ii ilaa Rabbiki raadhiyatan mardhiyyah Fadkhulii ii 'ibaadii wadkhulii jannatii

Wahai nafsul mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.) #QS.Al Fajr

Baik kita tutup dgn hamdalah dan istighfar sebanyak-banyanya ya...

Doa Kafaratul Majelis

إليك وآتوب ستغفرك أ أنت إلا ا إله لأان شهد وبحمدك اللهم سبحانك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa  atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT