Home » , , » Cara Islami dalam proses Pernikahan

Cara Islami dalam proses Pernikahan

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, November 13, 2014

Rekapan Materi Grup Nanda 104 & 107
Rabu, 12 November 2014

Narasumber: ustadz. Herman
Materi : Munakahat
Notulen : Ria & Lala
Editor : Ira Wahyudiyanti

Cara Islami dalam proses Pernikahan


Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih.

Berikut ini kami bawakan perinciannya: 1. Mengenal calon pasangan hidup (Ta’aruf)

Sebelum menikah maka laki-laki/wanita harus mengenal atau mengetahui calon pasangannya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup, kata mereka.

Pacaran dan pertunangan haram hukumnya tanpa kita sangsikan. Adapun mengenali calon pasangan hidup di sini maksudnya adalah mengetahui siapa namanya, asalnya, keturunannya, keluarganya, akhlaknya, agamanya dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh dengan mencari informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat si lelaki atau si wanita ataupun dari orang lain yang mengenali si lelaki/si wanita. Yang perlu menjadi perhatian, hendaknya hal-hal yang bisa menjatuhkan kepada fitnah (godaan setan) dihindari kedua belah pihak seperti bermudah-mudahan melakukan hubungan telepon, sms, surat-menyurat, dengan alasan ingin ta’aruf (kenal-mengenal) dengan calon suami/istri. Jangankan baru ta’aruf, yang sudah resmi meminang pun harus menjaga dirinya dari fitnah. Karenanya  ulama ketika ditanya tentang pembicaraan melalui telepon antara seorang pria dengan seorang wanita yang telah dipinangnya, beliau menjawab, “Tidak apa-apa seorang laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang telah dipinangnya(dilamar), bila memang pinangannya telah diterima dan pembicaraan yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas kebutuhan yang ada, tanpa adanya fitnah. Namun bila hal itu dilakukan lewat perantara wali si wanita maka lebih baik lagi dan lebih jauh dari keraguan/fitnah. Adapun pembicaraan yang biasa dilakukan laki-laki dengan wanita, antara pemuda dan pemudi, padahal belum berlangsung pelamaran di antara mereka, namun tujuannya untuk saling mengenal, sebagaimana yang mereka istilahkan, maka ini mungkar, haram, bisa mengarah kepada fitnah serta menjerumuskan kepada perbuatan keji.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  “Maka janganlah kalian tunduk (lembut mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit dan ucapkanlah ucapan yang ma’ruf.” (Al-Ahzab: 32)

Seorang wanita tidak sepantasnya berbicara dengan laki-laki ajnabi kecuali bila ada kebutuhan dengan mengucapkan perkataan yang ma’ruf, tidak ada fitnah di dalamnya dan tidak ada keraguan (yang membuatnya dituduh macam-macam

Beberapa hal yang perlu diperhatikan Ada beberapa hal yang disenangi bagi laki-laki / perempuan untuk memerhatikannya: 1.      Wanita/pria itu shalih/shalihah, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Wanita itu (menurut kebiasaan yang ada, pent.) dinikahi karena empat perkara, bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Bila tidak, engkau celaka.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3620 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

2.      Wanita itu subur rahimnya/laki-laki tidak impoten. Tentunya bisa diketahui dengan melihat ibu atau saudaranya yang telah menikah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur, karena aku berbangga-bangga di hadapan umat yang lain pada kiamat dengan banyaknya jumlah kalian.” (HR. An-Nasa`i no. 3227, Abu Dawud no. 1789)

3.      Wanita tersebut masih gadis, yang dengannya akan dicapai kedekatan yang sempurna. Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ketika memberitakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia telah menikah dengan seorang janda, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Mengapa engkau tidak menikah dengan gadis hingga engkau bisa mengajaknya bermain dan dia bisa mengajakmu bermain?!” Namun ketika Jabir mengemukakan alasannya, bahwa ia memiliki banyak saudara perempuan yang masih belia, sehingga ia enggan mendatangkan di tengah mereka perempuan yang sama mudanya dengan mereka sehingga tak bisa mengurusi mereka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memujinya, “Benar apa yang engkau lakukan.” (HR. Al-Bukhari no. 5080, 4052 dan Muslim no. 3622, 3624)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah kalian menikah dengan para gadis karena mereka lebih segar mulutnya, lebih banyak anaknya, dan lebih ridha dengan yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah no. 1861)

Hadits tersebut bukan bermaksud melarang menikah dengan janda, tetapi keutamaanya adalah menikah dengan gadis bila pria tersebut masih perjaka

2. Nazhar (Melihat calon pasangan hidup)

Seorang wanita pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghibahkan dirinya. Si wanita berkata:  “Wahai Rasulullah! Aku datang untuk menghibahkan diriku kepadamu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melihat ke arah wanita tersebut. Beliau mengangkat dan menurunkan pandangannya kepada si wanita. Kemudian beliau menundukkan kepalanya. (HR. Al-Bukhari no. 5087 dan Muslim no. 3472)

Hadits ini menunjukkan bila seorang lelaki ingin menikahi seorang wanita maka dituntunkan baginya untuk terlebih dahulu melihat calonnya tersebut dan mengamatinya. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/215-216)

 Ketika Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu meminang seorang wanita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah melihat wanita yang kau pinang tersebut?” “Belum,”jawab Al-Mughirah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Lihatlah wanita tersebut, karena dengan seperti itu akan lebih pantas untuk melanggengkan hubungan di antara kalian berdua (kelak).” (HR. An-Nasa`i no. 3235, At-Tirmidzi no.1087)

Al-Imam Al-Baghawi rahimahullahu berkata, “Dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Al-Mughirah radhiyallahu ‘anhu: “Apakah engkau telah melihat wanita yang kau pinang tersebut?” ada dalil bahwa sunnah hukumnya ia melihat si wanita sebelum khitbah (pelamaran), sehingga tidak memberatkan si wanita bila ternyata ia membatalkan khitbahnya karena setelah nazhar ternyata ia tidak menyenangi si wanita.” (Syarhus Sunnah 9/18)

 Bila nazhar dilakukan setelah khitbah, bisa jadi dengan khitbah tersebut si wanita merasa si lelaki pasti akan menikahinya. Padahal mungkin ketika si lelaki melihatnya ternyata tidak menarik hatinya lalu membatalkan lamarannya, hingga akhirnya si wanita kecewa dan sakit hati. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/214)

Sahabat Muhammad bin Maslamah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku meminang seorang wanita, maka aku bersembunyi untuk mengintainya hingga aku dapat melihatnya di sebuah pohon kurmanya.” Maka ada yang bertanya kepada Muhammad, “Apakah engkau melakukan hal seperti ini padahal engkau adalah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?”Kata Muhammad, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Apabila Allah melemparkan di hati seorang lelaki (niat) untuk meminang seorang wanita maka tidak apa-apa baginya melihat wanita tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 1864, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibni Majah)

‘Apabila seorang dari kalian ingin meminang seorang wanita, maka tidak ada dosa baginya melihat si wanita apabila memang tujuan melihatnya untuk meminangnya, walaupun si wanita tidak mengetahui (bahwa dirinya sedang dilihat).” (HR. Ath-Thahawi, Ahmad 5/424 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jamul Ausath 1/52/1/898, dengan sanad yang shahih)

Pembolehan melihat wanita yang hendak dilamar walaupun tanpa sepengetahuan dan tanpa seizinnya ini merupakan pendapat yang dipegangi jumhur ulama. Adapun Al-Imam Malik rahimahullahu dalam satu riwayat darinya menyatakan, “Aku tidak menyukai bila si wanita dilihat dalam keadaan ia tidak tahu karena khawatir pandangan kepada si wanita terarah kepada aurat.” Dan dinukilkan dari sekelompok ahlul ilmi bahwasanya tidak boleh melihat wanita yang dipinang sebelum dilangsungkannya akad karena si wanita masih belum jadi istrinya. (Al-Hawil Kabir 9/35, Syarhul Ma’anil Atsar 2/372, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim 9/214, Fathul Bari 9/158)

4.      Khithbah (peminangan)

 Seorang lelaki yang telah berketetapan hati untuk menikahi seorang wanita, hendaknya meminang wanita tersebut kepada walinya. Apabila seorang lelaki mengetahui wanita yang hendak dipinangnya telah terlebih dahulu dipinang oleh lelaki lain dan pinangan itu diterima, maka haram baginya meminang wanita tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Tidak boleh seseorang meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya hingga saudaranya itu menikahi si wanita atau meninggalkannya (membatalkan pinangannya).” (HR. Al-Bukhari no. 5144)

Setelah pinangan diterima tentunya ada kelanjutan pembicaraan, kapan akad nikad akan dilangsungkan. Namun tidak berarti setelah peminangan tersebut, si lelaki bebas berduaan dan berhubungan dengan si wanita. Karena selama belum akad keduanya tetap ajnabi, sehingga janganlah seorang muslim bermudah-mudahan dalam hal ini.

Yang perlu diperhatikan oleh wali Ketika wali si wanita didatangi oleh lelaki yang hendak meminang si wanita atau ia hendak menikahkan wanita yang di bawah perwaliannya, seharusnya ia memerhatikan perkara berikut ini: 1.      Memilihkan suami yang shalih dan bertakwa. Bila yang datang kepadanya lelaki yang demikian dan si wanita yang di bawah perwaliannya juga menyetujui maka hendaknya ia menikahkannya karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:  “Apabila datang kepada kalian (para wali) seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian) maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”(HR. At-Tirmidzi)

2.      Meminta pendapat putrinya/wanita yang di bawah perwaliannya dan tidak boleh memaksanya.

Persetujuan seorang gadis adalah dengan diamnya karena biasanya ia malu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata menyampaikan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:  “Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah/dimintai pendapat dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah! Bagaimana izinnya seorang gadis?” “Izinnya dengan ia diam,” jawab beliau. (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 3458)

4. Akad nikah

Akad nikah adalah perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yang melangsungkan pernikahan dalam bentuk ijab dan qabul.

 Ijab adalah penyerahan dari pihak pertama, sedangkan qabul adalah penerimaan dari pihak kedua. Ijab dari pihak wali si perempuan dengan ucapannya, misalnya: “Saya nikahkan anak saya yang bernama si A kepadamu dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin.” Qabul adalah penerimaan dari pihak suami dengan ucapannya, misalnya: “Saya terima nikahnya anak Bapak yang bernama si A dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin.” Sebelum dilangsungkannya akad nikah, disunnahkan untuk menyampaikan khutbah yang dikenal dengan khutbatun nikah

5.      Walimatul ‘urs

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu ketika mengabarkan kepada beliau bahwa dirinya telah menikah:  “Selenggarakanlah walimah walaupun dengan hanya menyembelih seekor kambing4.” (HR. Al-Bukhari no. 5167 dan Muslim no. 3475)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya seperti dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu disebutkan:  “Tidaklah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya dengan sesuatu yang seperti beliau lakukan ketika walimah dengan Zainab. Beliau menyembelih kambing untuk acara walimahnya dengan Zainab.” (HR. Al-Bukhari no. 5168 dan Muslim no. 3489)

Walimah bisa dilakukan kapan saja. Bisa setelah dilangsungkannya akad nikah dan bisa pula ditunda beberapa waktu sampai berakhirnya hari-hari pengantin baru. Namun disenangi tiga hari setelah dukhul, karena demikian yang dinukilkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Shafiyyah radhiyallahu ‘anha dan beliau jadikan kemerdekaan Shafiyyah sebagai maharnya. Beliau mengadakan walimah tiga hari kemudian.” Hendaklah yang diundang dalam acara walimah tersebut orang-orang yang shalih, tanpa memandang dia orang kaya atau orang miskin. Karena kalau yang dipentingkan hanya orang kaya sementara orang miskinnya tidak diundang, maka makanan walimah tersebut teranggap sejelek-jelek makanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana yang diundang dalam walimah tersebut hanya orang-orang kaya sementara orang-orang miskin tidak diundang.” (HR. Al-Bukhari no. 5177 dan Muslim no. 3507)

- Pada hari pernikahan ini disunnahkan menabuh duff (sejenis rebana kecil) dalam rangka mengumumkan kepada khalayak akan adanya pernikahan tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Pemisah antara apa yang halal dan yang haram adalah duff dan shaut (suara) dalam pernikahan.” (HR. An-Nasa`i no. 3369, Ibnu Majah no. 1896.)

Adapun makna shaut di sini adalah pengumuman pernikahan, lantangnya suara dan penyebutan/pembicaraan tentang pernikahan tersebut di tengah manusia. (Syarhus Sunnah 9/47,48)

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu menyebutkan satu bab dalam Shahih-nya, “Menabuh duff dalam acara pernikahan dan walimah” dan membawakan hadits Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha yang mengisahkan kehadiran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam pernikahannya. Ketika itu anak-anak perempuan memukul duff sembari merangkai kata-kata menyenandungkan pujian untuk bapak-bapak mereka yang terbunuh dalam perang Badr, sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengarkannya. (HR. Al-Bukhari no. 5148)

- Disunnahkan bagi yang menghadiri sebuah pernikahan untuk mendoakan kedua mempelai dengan dalil hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّّ صلى الله عليه وسلم كاَنَ إِذَا رَفَّأَ اْلإِنْسَاَن، إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

“Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mendoakan seseorang yang menikah, beliau mengatakan: ‘Semoga Allah memberkahi untukmu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan’.” (HR. At-Tirmidzi no. 1091)

6.      Setelah akad

Ketika mempelai lelaki telah resmi menjadi suami mempelai wanita, lalu ia ingin masuk menemui istrinya maka disenangi baginya untuk melakukan beberapa perkara berikut ini: 1.       Bersiwak terlebih dahulu untuk membersihkan mulutnya karena dikhawatirkan tercium aroma yang tidak sedap dari mulutnya. Demikian pula si istri, hendaknya melakukan yang sama. Hal ini lebih mendorong kepada kelanggengan hubungan dan kedekatan di antara keduanya. Didapatkan dari perbuatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersiwak bila hendak masuk rumah menemui istrinya, sebagaimana berita dari Aisyah radhiyallahu ‘anha (HR. Muslim no. 590).

2.       Disenangi baginya untuk menyerahkan mahar bagi istrinya sebagaimana akan disebutkan dalam masalah mahar dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

3.      Berlaku lemah lembut kepada istrinya, dengan semisal memberinya segelas minuman ataupun yang semisalnya berdasarkan hadits Asma` bintu Yazid bin As-Sakan radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku mendandani Aisyah radhiyallahu ‘anha untuk dipertemukan dengan suaminya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah selesai aku memanggil Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melihat Aisyah. Beliau pun datang dan duduk di samping Aisyah. Lalu didatangkan kepada beliau segelas susu. Beliau minum darinya kemudian memberikannya kepada Aisyah yang menunduk malu.” Asma` pun menegur Aisyah, “Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah pun mengambilnya dan meminum sedikit dari susu tersebut.” (HR. Ahmad)

4.       Meletakkan tangannya di atas bagian depan kepala istrinya (ubun-ubunnya) sembari mendoakannya, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 إِذَا تَزَوَّج
َ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا وَلْيُسَمِّ اللهَ عز وجل وَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ وَلْيَقُلْ: اللّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Apabila salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, mendoakan keberkahan dan mengatakan: ‘Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan/tabiatkan dia di atasnya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang Engkau ciptakan/tabiatkan dia di atasnya’.” (HR. Abu Dawud)

5.       Shalat dua rakaat bersamanya.

“Aku menikah dalam keadaan aku berstatus budak. Aku mengundang sejumlah sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antara mereka ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhum. Lalu ditegakkan shalat, majulah Abu Dzar untuk mengimami. Namun orang-orang menyuruhku agar aku yang maju. Ketika aku menanyakan mengapa demikian, mereka menjawab memang seharusnya demikian. Aku pun maju mengimami mereka dalam keadaan aku berstatus budak. Mereka mengajariku dan mengatakan, “Bila engkau masuk menemui istrimu, shalatlah dua rakaat. Kemudian mintalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kebaikannya dan berlindunglah dari kejelekannya. Seterusnya, urusanmu dengan istrimu.” (Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah”).

1. ada kalimat bahwa menikah harus cari yang gadis, misalnya nih ya tad, ada seorang wanita yg pernah zina terus bertobat. apa dia tak pantas di nikahi...??

Jawab : wanita atau pria berzina boleh dinikahi asalkan sudah bertaubat. Pemilihan gadis itu adalah utk keutamaan tetapi boleh menikah dg yg tdk gadis atau janda

2. apa gadia yang tidak subur tidak nerhak di nikahi...?? misalnya karena dia punya penyakit, terus kandungannya di angkat. sehingga tidak memungkinkan unt mempunyai keturunan.

Jawab : beliau berhak dinikahi, tetapi suaminya harus tahu dg kondisinya shg ikhlas menerimanya atau bisa dg syarat suami boleh menikah lagi utk mendapatkan keturunan

3. jarak antara pinangan dan akad itu sampai berapa bulan tad...?

Jawab : tdk ada batas waktu yg pasti utk pinangan dan akad. Tp lebih baik lebih cepat, krn semakin lama akan semakin besar godaan syetan

Kalau saya sendiri dulu hanya perlu waktu 3 minggu dari ta'aruf sampai menikah.

4. dukhul itu apa tad...??
Jawab :

Dukhul ada ketika suami istri sdh melakukan hubungan suami istri

terima kasih

5. Td kan dikatakan pilih yg baik agamanya
Nah, bagaimana jika ada pria yg mengajak menikah tp agamanya blm baik ?
Sholatnya msh sering ditinggal

Jawab : sholat adalah hal yang sangat penting dan mendasar bagi muslim. Kalau sholatnya masih bolong maka masih jauh dari disebut sholeh dan jauh dari daei kriteria suami yg baik

6. Maka dari itu ustadz, saya jadi ragu
Apa boleh saya minta dia perbaiki dulu sholatnya ?

Jawab :
Betul Ummi umamah, hal terpinting utk memperbaiki sholat dan ibadah lainnya dulu

7. Jika si laki laki berasal dari keluarga yang kurang baik(terdapat aib yang memalukan) tetapi si laki laki punya tanggung jawab ingin menikahi wanita, itu bagaimana ustad ?

Disisi lain, aib keluarga dari laki laki apakah ak di terima dari si keluarga perempuan ?
Seperti yang dikatakan oleh orang tua / sesepuh, lihat terlebih dahulu bebet bobot dan latar belakang keluarganya.

Kalau untuk agama, masih tahap belajar. Ya, hanya saja susah untuk sholat. Apalagi saat subuh, jarang ke masjid..

Jazzkllah ustd..

Jawab :

Keturunan memang penting utk melihat kualitas seseorang tetapi iti adalah penilaian ke sekian. Yg paling penting adalah kualitas orangnya. Kalau dia sholeh maka bisa menutup kekurangan keluarganya tsb. Tp kalau dia juga tdk sholeh maka semakin menunjukkan bahwa kualiatas islamnya tdk baik.

8. Apa saja syarat2 poligami?

Jawab :
syarat poligami adalah mampu secara keuangan, fisik dan jiwa serta mampu berbuat adil secara dhohir

9. Manakah yg lbh utama, akad nikah di rumah atau di masjid? Dalilnya apa?
Jazakallah khoiron katsir..

Jawab :
akad nikah diutamakan di rumah, Rosulullah tdk pernah akad nikah di masjid

10. Ustad sya mw tanya.. da seorang laki2 yg curhat klo dia prnh mlakukan zina dg pacarny smpe menghasilkn ank, pi perempuan itu non muslim,, yg sya mw tanyakan apakh ank hasil perzinahan itu haram /tetap ank suci..

Jawab :
Anak hasil zina maka tetap suci krn anak tdk membawa dosa orang tuanya. Tetapi dia bukan bapak secara nasab krn hasil zina tdk bernasab ke laki2 biologisnya. Jadi anak itu misal nama fulan. Maka menjadi fulan binti ....(nama ibunya)

11. Skrng yg laki2 sdh sadar dan ingin bnar2 bertaubat dan mnikahi wanita tersebut srta mengajakny masuk islam,pi wanita tersebut tdk mw dajak nikah dan ankny dasuh oleh klwrga wanita tersebut,,
Ustad trs pa yg hrus dlakukan oleh laki2 tersebut bnar2 ingin taubat pi merasa tkut taubatny tdk dtrima oleh Allah ?

Jawab :
Bertaubat tdk selalu dg menikahi wanita tsb, apalagi dia masih kafir. Yg penting adalah bertaubat kpd Allah dan memberikan nafkah utk anak tsb, mendoakan agar anak tsb mendapatkan hidayah

12. Ustadz, jika seorang wanita menyukai pria karena agamanya
Apa yg harus dilakukan wanita tersebut ?

Jawab :
kalau seorang wanita menyukai pria yg sholeh maka bisa meminta tolong kpd teman/ustadz utk menanyakan atau menyampaikan hal tsb kdp pria tsb, dan kalau direspon apakah bersedia menikahinya spt yg dilakukan bunda khadijah.

Atau wanita tsb menyampaikan sendiri kepada pria itu spt yg dilakukan seorang wanita kpd Rosulullah spt disebut dlm riwayat diatas

13. Nah ustad, masih ttg zina.
Andai, sebelum wanita menikah dgn seorang laki laki, dan laki laki dengan tegas menceritakan bahwa si laki laki pernah melakukan zina dgn perempuan lain. Dan di lain hal, si laki laki ini ingin menikah dgn wanita yg masih suci. Apa yg harus si wanita katakan kepada laki laki ini ?
Si laki laki tersebut pun belum menikah, hanya saja melakukan hub. Suami istri di luar kendali..
Apa si wanita suci ini berhak menerima pinangan nya ?

Jawab :
@ mb dyra : wanita tersebut berhak utk dinikahi pria tsb asalkan memang pria tsb benar1 bertaubat dan sudah menjadi baik, bukan hanya sekedar lisan tp berdasarkan bukti yg dilihat atau diamati baik dilakukan sendiri maupun oleh orang lain

14. kalau lebih baik dirumah tp skrg sptnya ada peraturan agar ijab dilakukan di KUA, sbg itu ustadz ?

Jawab : memang sekarang ada kebijakan di KUA, kalau masih bisa di negoisasikan maka silakan, tetapi bila tdk bisa maka terpaksa mengikuti aturan KUA mk tdk akan dosa

15. apakah nikah siri/secara agama islam itu sudah sah melakukan hub.suami istri ?
Ustadz semisal menikah siri namun dr keluarga perempuan tdk mengizinkan adanya nafkah lahir batin bolehkah ? Krn tujuan nikah siri hanya utk menghalalkan sblm proses nikah resmi ?

Jawab : nikah siri iu sudah sah. Krn bedanya hanya krn blm ada surat nikah saja. Ketika sdh nikah walau siri maka sudah berlaku nafkah lahir batin.

16. jadi pernikahan syar'i hanya ijab kmdn walimah ?
Semisal ingin mengadakan resepsi, resepsi yg syar'i itu spt apa ustadz ?

Jawab :

Walimah itu adalah respsi. Resepsi yg islam adalah harus memakai baju yg menutup aurat, tdk menggunakan acara yg bertentangan dg islam spt musik2 dangdut, upacara adat dll, tempat pria dan wanita dipisah

17. Ustad.. minta doa khusus dong supaya dikaruniakan jodoh yang baik agamanya dan sholeh..

Jawab : Doanya ada di surat al furqon ayat 74 mb lala.

18. Jd upacara adat jg dilarang ya ustadz  ?
Jawab :
Upacara adat kebanyakan bernuansa syirik. Misalnya injak telor, mandi kembang 7 rupa, memecah kelapa dll. Dalam islam hal tsb tdk ada

19. tad kalo misalnya suaminya tidak tahu, kalo istrinya tidak subur gmn tad, karena takut di tinggal suaminya. apakah itu termasuk dosa besar tad...?
Jawab :
 perbanyak ibadah, doa, istighfar dan mencari obat utk menyuburkan bu. Dlm surat nuh ayat disebutkan bahwa banyak istighfar akan dikarunia anak,hujan, harta

20. Ustdz bgmana mengetahui akhlak & agama baik seseorang jk melalui perjodohan smentara mrka sblmnya tdk slg kenal, bgtu jg dg keluarganya ustdz?

Jawab :
Di artikel tsb ada proses ta'aruf dan nazhar, kita bisa melihat labgsung ibadah dia atau bertanya ke orang dekat ttg kualitas keislaman dia spt apa, termasuk sifatnya apakah penyabar, pemarah dll.


21. Apa yg dilakukan utk mendapatkan jodoh yg baik agama & akhlaknya, smntara kesehariannya dia gak dikenal sbg org sholeh.. Dikenal sbg perempuan biasa sj, & g memiliki kenalan org yg sholeh..?

Jawab : utk mendapatkan jodoh yg sholeh maka kita harus berusaha menjadi sholeh. Dlm al quran sudaj dijelaskan bahwa orang baik utk orang baik.

Sholeh bukan berarti haris menjadi orang terkenal krn sholeh, sholeh adalah terkait hubungan dka dg Allah dan hubungan baik kpd manusia

22. bagaimana niatnya sholat sunnah dua rakaat itu pak?
Jawab :
niat sholat 2 rakaat tsb cukup dalam hati saja bahwa akan sholat ba'diyah akad

23. Ustaaaadd mau tanyaaa....

Bagaimana tentang kabar dari kaum syiah, yang mengahalalkan mut'ah...
Dan akhir akhir ini santer terjadi di bandung...

Ini sedikit artikelnya ustad..
Afwan banyak pertanyaan..
Selamat menunaikan ibdah magrib terlebih dahulu.😊

Yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, As-Sayyid Al-Mujahid, Muqtada Ash-Shadr, semoga Allah menjaga Anda,

Kami adalah sekumpulan kaum Mukminat Zainabiyat para penolong Jaisy al-Imam al-Mahdi. Kami ingin bertanya kepada Anda wahai yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, Muqtada Ash-Shadr, bahwa sekumpulan lelaki dari pasukan Jaisyul Imam mengundang kami untuk menghadiri acara mut’ah berjamaah di salah satu husainiyah (tempat beribadah kaum Syiah). Mereka mengatakan bahwa pahala mut’ah secara berjamaah lebih banyak 70 kali dari mut’ah sendiri-sendiri. Namun kami telah bertanya kepada salah satu perwakilan Syeikh Muhammad al-Ya’qubi tentang mut’ah berjamaah, beliau menolak segala hal yang berkaitan dengan mut’ah jenis ini dan beliau mengatakan bahwa hal itu termasuk bid’ah. Maka apakah boleh kami mut’ah secara berjamaah? Sebagai untuk diketahui bahwa mut’ah ini hanya berlangsung beberapa jam saja (kurang dari semalam). Tujuan dari acara ini adalah meredam gejolak syahwat pasukan Jaisyul Imam dimana mereka tidak sanggup menikah karena sibuknya mereka berperang dengan para nawashib (ahlus sunnah -penerj). Dan uang sewa mut’ahnya dipergunakan kembali untuk membeli perlengkapan berupa senjata untuk pasukan Jaisyul Imam. Mohon berikan jawaban Anda kepada kami. Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.

Zainabiyah
Azhar Hasan al-Farthusi
Wakil Zainabiyyat
17 Syawal 1426 H

Jawaban

Bismihi Ta’ala.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.

Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya’qubi membenci mut’ah model ini.

Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut’ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.

Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.

(Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr)
Ttd Muqtada Ash-Shadr
23 Syawal 1426 H

Jawab :
 tentang info mut"ah jamaah ini memang benar. Syiah memang aliran sesat dan bahkan banyak ulama mengkafirkan mereka khususnya utk syiah rofidhoh.

24. Ustad jd misalkn kita sdh tau bhwa yg kita taksir itu agmny baek krna sdh tau dr brbgai pihak klo wanita dlu yg mengatakn suka itu bukan berarti harga dri wanita tersebut rendah y...

Jawab : betul memang wanita mempunya sifat perasa/pemalu shg harus hati2 jangan sampai akhirnya sakit hati krn ada kemungkinan ditolak. Tp dalam islam cara tsb boleh, tdk dilarang krn sbg alternatif dalam mencari jodoh

25. klo dalam pernikahan, kan ada yg namanya perceraian, nah Bagaimana caranya mnghindari adanya prceraian dlm rmh tangga??

Jawab : utk menghindari cerai maka berusaha masing2 menjalankan kewajiban dan memenuhi haknya dg baik , memahami/sabar thd kekurangan masing2, berkeinginan utk menutupi kekurangan dan berdoa kpd Allah agar tetap utuh dunia akhirat

26. Ustad, prosedur perceraian itu bagaimana ya bila seorang istri yg trlebih dahulu meminta cerai ?
Jawab :
prosea istri yg meminta cerai disebut khulu'. Prosesnya istri menyampaikan kpd suami. Kalau suami setuju maka otomatis cerai tp bila tdk setuju maka tdk cerai

27. sblumnya sang suami ini sudah mntalak 2x sang istri... mntalaknya itu dlm kondisi emosi, Apa ini dkatakan sah scra agama ust?

Satu lgi ust, klo anknya yg brkeinginan memisahkan kedua orng tuanya, apakah itu dosa dn boleh ust? Tpi dsni si ayahnya sdh mntalak ibunya scra emosi ..
Maaf ust jdi bnyak prtnyaan..
Jawab :
seorang anak sebaiknya tdk ikut dalam urusan perceraian orang tuanya, justru berusaha menyatukam dan mendoakan utk kebaikan orang tua.

Dalam hal mencerai dlm kondosi marah mk ada bbtp pendapat ulama, ada yg menyatakan sah ada yg tdk. Dinyatakan sah bila memang berniat dlm hati mencerai

28. Afwan mau tanya... Kata'y klo istri yg minta cerai gag akan masuk syurga ya???
Jawab :
dalam hadits disebutkan bahwa tdk akan masuk surga bila wanita meminta cerai tanpa alasan yg syar'i. Kalau ada alasan yg syari misal suami bermaksiat, memukuli, tdk memberi nafkah maka tdk masuk dalam kategori hadits ini

29. Kenapa gitu ustad, apa itu adil buat istri ?
Jawab :
itu aturan dari Allah. Pasti adil utk hamba Nya.

Wanita emosinya lebih dominan shg kalau diberi hak menceraikan maka akan mudah mengatakan cerai

30. Hmm.. Iya benar
Ada yang curhat ustad,

Ada seorang suami, dia punya istri 1.
Istri 1 ini pergi ke luar kota dgn waktu yg lama.

Di tengah waktu, suaminya ini nikah lagi ustd. Krn mnghindari zina,

Saat istri 1 kembali lagi, dan tahu bahwa si suami udah nikah lagi. Si istri minta cerai.

Tapi suami malah bilang,
"Kalo kamu minta cerai. Gaji anak kamu seumur hidup buat saya"

Begitu kata suaminya tad,
Apa iya ada peraturan seperti itu ?
Mohon penjelasannya ustd
Jawab :
@ mb dyra : dalam kondisi apapun suamilah yg bertanggung jawab terhadap nafkah istri. Harta istri adalah hak istri, istri boleh bershadaqah kpd suami, yp tdk wajib.

Anak itu tanggu jawab sepenuhnya suami bukan istri

31. Apa yg harus saya persiapkan mulai dr sekarang spy memiliki pernikahan yg barokah dan samara?

Jawab : yg perlu disiapkan adalah mencari ilmu agama yg banyak, mempelajari khusus ilmu ttg rumah tangga dan memperbanyak ibadah serta doa

32. Maap tad mau tanya...
Kalau kita melihat suami istri bertengkar sikap kita bagai mana ya

Jawab : kalau mampu mendamaikan maka hal itu yg terbaik. Kalau tdk mampu maka silakan didoakan

33. Tad kebnykn skrng yg nyari nafkah pihak istri yg kerja dluar.. trs suami drmh ngurus ank kdang smbil smpingn kerja dan kdang da yg nganggur trs gmn itu hukumny suami yg seharusny mnfkahi ank istri jd kebalik gtu..

Jawab :
Suami berdosa bila tdk menafkahi istri, kecuali cacat / sakit yg tdk bisa utk bekerja

34. Maap ya tad....
Itu kalau suami suami takut istri bagai mana,padahal suami adalah kepala dan imam buat keluarga
Jawab :
Hehe suami dan istri tsb harus belajar islam lebib banyak agar tdk salah mendudukan posisi antara suami dan istri

Tanya Jawab Grup 104
Tanya Jawab:
Tanya:
1. Dalam syar'inya ta'aruf berapa lama, dan jika ta'aruf di terima oleh pihak keluarga sdah menuntukan bulan dan wktu pernikahan, boleh kan perempuan dan laki2 ta'aruf tersebut jalan bersma, berkomunikasi,,dan apa,hukumnya.
Jawab : tdk ada batas waktu ta'aruf yg pasti, lebih cepat lebih baik krn terlalu lama akan menjadi peluang syetan menggoda.
Ketika sudah taaruf dan bahkan lamaran sudah diterima maka tetap tdk boleh berduaan, kalau bertemu harus ditemani oleh mahromnya, tdk boleh pegangan tangan, becada ria. Cukup membicarakan hal yg penting saja
2. Apa bila pihak wanita kedua orang tuanya bercerai lalu dalam keluarga tidak ada kaka/adik laki-laki atau tidak ada keluatga bapak yg laki2, sedang sang ayah tidak pernah menafkahkan anak2 tersebut, apakah boleh dinikahkan oleh walu hakim, atau adik/kaka dari ibu tanpa izin ayah yg tdi.
Jawab : dalam kondisi tsb bila bapak tdk bisa dicari maka bisa memakai wali hakim. Wali hakim ini dari KUA
3. Apakah kita bedosa apa bila menolak laki2 yg baik dan sholeh dalam ta'aruf?
Mohon penjelasannya ustadz, mohon maaf jika terlalu bnyak pertanyaan?
Jawab :
Hukum menolak lamaran orang sholeh tdk dosa tp bisa menimbulkan fitnah. Misalnya akan menyebabkan laki2 lain takut utk meminang dll
Syukran.
--------------------------------------
Tanya:
Saya pernah baca bhwa perempuan di perbolehkan mengajukan diri kpd laki2 yg sholeh. Itu mksudnya yg mengajukan diri si perempuannya atau ada pihak ketiga sbg perantara? Mohon penjelasannya ya ustadz..
Jawab : boleh mengajukan sendiri spt yg disebut dlm hadits diatas atau melalui orang ketika spt yg dilakukan oleh bunda Khadijah ra
Pertanyaan yg kedua,  jika kita sangat2 mengagumi seorang laki2 dan kita rasa dia bisa menjadikan kita sbg makmum yg baik. Apa boleh kita mendo'kan dia agar menjadi jodoh kita?
Jawab :
Boleh berdoa agar dijodohkan dg seseorang yg sholeh
------------------------------------
Tanya:
Sy msh kuliah smster 5. Sjak dari dulu sy ingn masuk ponpres. Kl saya itung" in sya Allah jika bsa lulus tpat waktu sya usia 22. Sy sdh bkin planning (wallahu a'lam kedpannya bgmna) slsai kuliah ingn msuk d ma'had tahfiz qur'an dl, bru kmudian mnyepurnakan sparuh agama sya. Tp ktika sya llus kuliah nnti sy sdh siap dr sgla sisi untk mnikah, d satu sisi keinginan sy untk msuk d tahfizh jga bsar skali, mna yg harus sy dlukan ustd?
Malah tmn sya nyandain sy. "Udah, nikah dl baru mondok"...lah, mmgnya bsa bgitu ustd?.
Jawab : boleh kalau ingin mondok sambil menambah ilmu juga menunggu jodoh. Dg ilmu agama yg semakin baik maka jodoh akan lbh baik insya Allah. Kalau sdh nikah maka akan sulit mondok krn harus ijin suami.
---------------------------------------
Tanya: Ustadz, mau tanya.
Mayoritas masyarakat Indonesia kan "mengharamkan" pernikahan di bulan Muharram, dg alasan di bulan ini cucu Rasulullah wafat dg tragis. Mereka berdalih tdk melaksanakan hajatan di bulan ini utk menghormati hal tsb.
Mohon penjelasannya ustadz..
Jawab : dalam islam tdk ada larangan menikah pada bulan muharam atau 10 muharam sbg hari asyuro.
Kebiasa mengharamkan itu perbuatan syiah yaitu aliran sesat atau bahkan kafir yg boleh kita ikuti. Ciri-ciri orang yang mencintai lawan jenisnya karena Allah itu seperti apa ya ustadz?
Apa misal kita menjadi lbh dekat dg Allah stlh mengenal dia? Apa hny sebatas itu?
Jawab : betul bahwa kita semakin dekat kpd Allah, makin semangat ibadah, dakwah dll.
-----------------------------------------
Tanya: Ustadz, apakah boleh bila ada seorang wanita pd saat melakukan proses ta'aruf sekaligus dg 2 pria atau lebih?
Jawab :
Kalau ta'aruf boleh dg bbrp orang tp kalau sdh khitbah maka hanya boleh dg satu orang.
------------------------------------------
Tanya: Ustadz, bila ada seorang pria yg mampu memberikan mahar berupa materi namun memilih memberikan mahar berupa hafalan surat kpd mempelai wanita, bagaimanakah hukumnya? Apakah makruh? Sedangkan di kisah sahabat yg memberi mahar dg hafalan itu karena beliau tdk memiliki harta apapun di rumahnya.
Jawab : mahar adalah kesepakatan diantara dua pihak, pihak wanita boleh meminta yg lain kalau sekirsnya calon suami mampu.
-------------------------------------
Tanya:
1. Apa hukumnya bila akhwat ktika ada adat pernikahan msh ada islam jawa?
Jawab : islam hanya satu tdk ada islam jawa, bali dll
Mari kita kembalikan islam sesuai al quran dan sunah. Kalau misal ada adat (urf) maka dibolehkan asalkan tdk bertentangan dg islam.
2. Bila sdh menikah, meski tanpa pacaran tp skrg marak ikhwah ktika menikah go public dijejaring sosial. it salah kah ustadz?
Jawab :
Setelah menikah disampaikan ke jejaring sosial boleh saja asalkan tdk menampilkan foto yg romantis karena hal tsb tdk baik.
3. Apa hukumnya bila taaruf tdk lewat jalur, bermula dr pertemanan ustadz?
Jawab : kalau sdh jalur teman maka tdk perlu ta'aruf lagi krn sdh kenal. Langsung khitbah/lamar saja.
4. Ustadz, akhwat it rentan dgn vmj. Apalagi interaksi dgn ikhwan khususnya dgn kata. Kan kelemahan akhwat pada kalimat. Nah, atasi hal it bagaimana ustadz?
Jawab : perbanyak ibadah, dan terus luruskan iman dan niat utk menjalankan islam dg baik. Jangan pernah tergoda dg rayuan syetan. Laki2 yg baik dsn siap menikah tdk akan merayu. Rayuan akan keluar kalau sdh menikah.
--------------------------------------------
Tanya: gimana akhwat menempatkan diri dalam adab bergaul biar bs mbedakan dlm logika dan rasa..
Jawab : yakinlah bahwa pria yg sholeh tdk akan merayu sebelum menikah. Pria yg merayu sebelum menikah maka bukan sholeh krn rayian haram sebelum menikah. Jadi kalau ada yg merayu jangan ge er tp banyak berlindung kpd Allah.
----------------------------------------
Tanya: di kampung itu jika ada yg mau menikah hrs tahu dulu weton kedua mempelai menurut ustadz itu gimana yaa hukumnya apa ..blh tidak sebenarnya dlm islam?
Jawab :
Hitung weton itu ajaran dari agama lain dan syirik kalau kita melakukannya. Krn dg hitung weton maka tdk yakin dg Allah
---------------------------------------
Tanya: bagaimana agar kita tahu bahwa laki laki pilihan kita itu baik buat kita?
Jawab :
Selain dg dicek langsung agamanya maka dg istikhoroh. Mhn kpd Allah diberikan petunjuk yg terbaik.
----------------------------------------------
Tanya: menikah itu kan proses yaa ustadz? untuk slng memahami sifat karakter dll itu jg belajarnya ga seminggu sebulan maupun setahun belajarnya itu selama pernikahan itu sendiri dijalani lalu bagaimana caranya supaya semua itu berjalan dgn baik..
Jawab :
Betul sekali. Cara terbaik adalah dg sama2 mempelajari islam dg baik, mengetahui hak dan kewajiban suami istri, bersabar dlm kekurangan, berusaha menutup kekurangan dan menguatkan semangat utk menciptakan keluarga islam
-----------------------------------------------
Tanya: Lalu gimana ustadz jika orangtua itu tetep kekeh hrs hitung weton segala katanya itu uda tradisi hiks kitanya uda cb nasehatin sm mereka tp gaa mempan..
Jawab : ini tantangan dakwah mbak, krn ini terkait dg dosa besar krn syirik maka harus diluruskan dg bahasa yg baik
-----------------------------------------
Tanya: Ustadz mau tanya, kalau ada ikhwan yang baek tapi orangtua nya suka bergosip dan hal itu yang menjadikan banyak orangtua akhwat yg enggan menerima ikhwan tersebut. Itu bagaimana ustadz??
Jawab : memang faktor orang tua juga menentukan dalam masalah jodoh krn orang tua mempunyai peran kedepannya. Tp kalau ikhwannya bisa mengendalikan orang tuanya maka silakan utk diterima lamarannya.
--------------------------------------
Tanya: Berarti boleh ustadz menolak lamaran dr ikhwan dengan alasan orangtua yang suka bergosip tersebut? Soalnya kadang bergosipnya tidak tahu tempat ustadz.
Jawab: Boleh saja..sambil diberikan masukan ikhwannya agar bisa menasehati ibunya.
-----------------------------------------
Tanya: Ustadz OOT ya, bgmn cara menyadarkan seseorang yg terkena cinta buta/mabuk asmara/isyq? Temen2nya udah sering nasihatin akhwat itu krn si akhwat bbrp kali juga bentrok dg temen akhwat yg lain krn sifatnya yg pencemburu dan isyq tsb.. Jd pd akhirnya semua nasihat seperti keluar mentah2 krn si akhwat tdk ada perubahan.. Masih emosional, pencemburu dan sulit dinasehati.. Bahkan sampai nyaris bunuh diri..
Pdhl yg saya tahu, sblm nikah kita ga boleh cinta ma pria ajnabi. Bolehnya sekedar kagum aja, krn kl udah cinta biasanya jd ga pake logika.. Apalagi ada pepatah "seseorang adl hamba dr yg dicintainya".. Mohon masukannya ustadz..
Jawab : kasus seperti ini sebaiknya akhwat tsb di ruqyah krn syetan sudah menguasainya. Nasehat cukup sulit utk orang yg sedang kasmaran, selain itu terus doakan agar dibukakan hatinya
-------------------------------------------
Tanya: Ustd... bgmna menghilang virus merah jambu d kalangan aktivis.. aktivis jga mnusia ustd... namanya juga akhwat.. ad kata" yg agak gmna gitu... hatinya berdesir... tp gk ingn trus"an... dosanya ngeri ustd. Takut sma pemilik Hati.
Jawab : kalau sdh seperti ini maka solusinya segera menikah, kalau blm sanggup maka puasa dan memisahkan kegiatan akhwat dan ikhwan.
------------------------------------
Tanya: Kl akhwatnya disuruh baca Al matsurat aja rutin pagi sore apa tmsk dia udah meruqyahkan dirinya ustadz?
setau saya, hindari minta diruqyah sebisa mungkin. Krn kl org yg minta diruqyahkan itu ga akan tmsk dlm 70.000 org yg masuk syurga tanpa dihisab.. Mohon penjelasannya ustadz..
Jawab : betul bahwa meruqyah diri bisa dg membaca al ma'tsurat pagi dan sore. Kalai masih kurang maka bisa ditambah dg ayat ruqyah lainnya.
Memang dihindari di ruqyah orang lain kecuali ada yg tdk mampu misalnya sudah tdk sadarkan diri.
--------------------------------------
Tanya: 1. Ustad sy mau bertanya, td kt ustadz klo mencintai krn Allah adlh mjd semangat beribadah. Ada akhwat yg ktny mencintai ikhwan krn Allah lalu dia rajin n semangat ibadah. Namun ikhwan tsb malah menjauh. Kmudian tmn2 mengatakan brrti kamu ibadahnya msh krn org itu bukan krn Allah. Seperti itu ustadz, dan hra diluruskan lg niatnya bnr2 krn Allah. Bagaimana perbedaanny ya ustadz krn sprtinya beda tipis antara ibadah smakin smngt krn si dia atau krn Allah?
Jawab : perbedaannya adalah ketika ikhwan itu menjauh maka dia tetap bersemangat dalam ibadah, tdk menjadikan kendor.
Cinta adalah penyemangat bukan sebagai sebab atau tujuan shg ibadah akan tetap terjaga dg baik
2. Apa bnr ustadz mencarikan jodoh utk org lain kita dpt pahala? Namun bgmn jk yg mencarikan jodoh itu belum bertemu jodoh jg malah menjodoh2kan org lain?*jd mak.comblang bgitu ustadz..hehe. kt saudara, klo blm menikah blm ktmu jodoh maka jgn suka jodoh2in org malah bs2 makcomblang yg msh jomblo jauh dr jodoh *astaghfirullah.. bgmn ustadz mhon pnjelasanya. Syukran.
Jawab ; betul sekali bahwa mencarikan jodoh adalah berpahala. Dg menolong orang lain maka Allah sdh menjanjikan pahala yg besar dan sebagai sarana agar Allah juga menolong dg memberikan jodoh. Bersabarlah dan terus berusaha mencari jodoh utk diri sendiri melalui ustadz atau teman dll secara islami



Tutup dengan doa kaffaratul majelis..

PENUTUP :

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”. ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!