Home » , , , , , » JANGANLAH MENGHINDARI TEMPAT TIDUR SUAMI

JANGANLAH MENGHINDARI TEMPAT TIDUR SUAMI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 18, 2014

Kajian Online WA Hamba اَللّه   SWT (HA 21 & 22 UMMI)

Hari / Tanggal : Senin ,17 November 2014
Narasumber : Ustadh Abu Hashif Wahyudin Al-Bimawi
Notulen : Novitasari
Admin : Bd. Ida & Bd. Euis
Editor : Ana Trienta


عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَبِىُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : إِذَا بَاتَتِ المَرْأَةُ هَا جِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصبِحَ، وَفِى رِوَايَةِ، حَتَى تَرْجِعَ.

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apabila seorang wanita menghindari tempat tidur suaminya pada malam hari, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari”. Dalam suatu riwayat yang lain disebutkan : “Sehingga dia kembali” [1]

Wahai Ukhti Mukminah!
Ini merupakan wasiat yang sangat berharga dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diberikan kepada para wanita Muslimah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan mereka agar tidak menjauhi tempat tidur suami tanpa ada udzur menurut ukuran syari’at, seperti sakit yang keras. Bahkan haid bukan merupakan udzur untuk menjauhi tempat tidur suami. Sebab suami memiliki hak untuk mencumbui istrinya selain yang ditutupi kain bawah.


Islam yang hanif adalah agama Allah yang kekal, menghendaki agar hubungan suami istri antara laki-laki dan wanita menjadi kuat, kekal dan mantap. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita masalah-masalah yang bisa menyusupkan kelemahan dan keretakan dalam hubungan tersebut. Sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memberikan batasan hak-hak kepada suami atas istri dan hak-hak istri atas suaminya, sehingga hubungan itu benar-benar menjadi harmonis.

Diantara hak-hak suami atas istrinya adalah hak di tempat tidur. Ini merupakan hak suami dalam kaitannya dengan senggama. Sebenarnya hak ini merupakan hak persekutuan antara laki-laki dan wanita secara bersama-sama. Tapi adakalanya terjadi perselisihan antara suami dan istrinya, sehingga kadang-kadang menimbulkan pertengkaran dan keretakan. Dan, kadang-kadang suami menjauhi tempat yang ditempati istrinya karena hendak mencari ketenangan, sampai akhirnya keduanya berkumpul kembali di tempat tidur. 

Dalam keadaan seperti ini bisa jadi suami berusaha untuk memperbaiki keretakan itu dan berbaikan kembali dengan istrinya. Namun hati sang istri masih dikuasai syetan, sehingga dia tidak mau menerima keadaan ini, sehingga dia menolak ajakan suami untuk mengadakan hubungan suami istri. Dengan cara seperti itu, berarti sang istri telah masuk ke dalam laknat para malaikat, sementara dia tidak menyadarinya. Maka dengarkanlah hadits berikut ini, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke atas tempat tidur, lalu dia (istri) tidak mau mendatanginya, lalu dia (suami) marah kepadanya malam itu, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari” [2]
Hal ini merupakan masalah yang sangat besar di sisi Allah, yaitu tatkala suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu sang istri menolak atau pura-pura sakit (padahal tidak sakit). Wanita Mukminah yang benar harus bisa melupakan perselisihan dan kembali patuh kepada suaminya karena mengharap pahala dari Rabb-nya. Dalam menafsirkan firman Allah : ‘Wanita-wanita shalihah adalah yang taat”, para ulama mengatakan, “Maksudnya memenuhi hak suami. Qunut disini artinya taat. Begitu pula yang dikatakan bila dalam do’a, “Maka hendaklah kita benar-benar memperhatikan wasiat Nabawi ini.
Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidur”, Ibnu Abu Jumrah berkata, “Yang jelas, tempat tidur disini merupakan kiasan dari senggama. Ini merupakan kiasan tentang hal-hal yang biasanya dianggap mengundang rasa malu di dalam Al-Qur’an dan Sunnah” [3]
Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “ Lalu ia (istri) tidak mau mendatanginya”, dalam riwayat lain disebutkan : “Lalu dia (suami) marah kepadanya malam itu”, menurut Al-Hafizh, dengan adanya tambahan –di dalam riwayat lain di atas—merupakan sebab terjadinya laknat. Sebab pada saat itu ada ketetapan tentang kedurhakaan istri. Lalu halnya andaikata suami tidak marah, entah karena memang ada udzur yang bisa dimakluminya atau karena dia sendiri yang meninggalkan haknya.
Menurut Ibnu Abu Jumrah rahimahullah menyebutkan beberapa faidah dalam hadits ini.
  1. Di dalamnya terkandung dalil tentang terkabulnya do’a para malaikat, entah baik atau entah buruk.
  2. Di dalamnya terkandung pengertian bahwa kesabaran laki-laki untuk tidak bersenggama lebih lemah daripada kesabaran wanita.
  3. Di dalamnya terkandung dalil bahwa gangguan yang paling sering menggelitik kaum laki-laki adalah kehendak untuk menikah. Maka hendaknya para wanita membantu dalam hal ini.
  4. Di dalamnya terkandung isyarat keharusan taat kepada Allah dan sabar dalam beribadah kepada-Nya, sebagai balasan terhadap pengawasan Allah kepada hamba-Nya. Sebab Allah tidak membiarkan sedikit pun dari hak-Nya kecuali dijadikan orang yang siap melaksanakannya. Sehingga para malaikat dijadikan melaknat orang yang membuat hamba-Nya marah, karena salah satu syahwatnya tidak dipenuhi. Maka setiap hamba harus memenuhi hak-hak Rabb-nya yang dituntut darinya. Kalau tidak, alangkah malangnya nasib sekian banyak orang miskin yang membutuhkan pertolongan orang kaya yang seharusnya banyak kebaikannya.
Kelangsungan kehidupan antara suami istri merupakan jaminan kelangsungan kasih sayang antara keduanya. Kasih sayang ini merupakan luapan cinta yang benar, dengan saling meluapkan rasa kasih dan sayang antara kedunyanya dan rasa saling memberi sehinga terciptalah saling pengertian, ridha dan memahami.

Seorang suami mengungkapkan sarana yang dapat mengawetkan kasih sayang kepada istrinya, seraya mengatakan di dalam syairnya.
Ulurkan maafmu biar langgeng rasa kasihusah bicarakan rupaku kala aku marahUsah mengadu lalu kau pergi entah ke manahingga kesat hatiku dan berubah warnaKulihat ada cinta dan perih di hatiandaikan menyatu cinta tak kan pergi
Siapa yang memperhatikan hak dan kewajiban-kewajiban suami istri dalam kehidupan Islam, tentu akan mendapatkan bahwa hak dan kewajiban itu berimbang dan selaras. Yang harus dilakukan ialah melaksanakan apa yang telah dikabarkan Islam dan sesuai dengan akhlak yang terpuji.

Selagi masing-masing pihak melaksanakan tanggung jawabnya, tentu akan menebarkan kasih sayang antara suami istri. Semoga apa yang dinukil Ibnu Abdi Rabbah dari Imran bin Hathan berikut ini, mengandung nasihat.

Imran pernah berkata kepada istrinya, seorang wanita yang amat cantik dan masih muda. Sementara itu, dia sendiri adalah laki-laki yang sama sekali tidak memiliki ketampanan yang bisa menarik minat wanita, “Sesungguhnya aku dan engkau akan masuk surga In sya Allah”
Istrinya bertanya. “Bagaimana itu terjadi?” Dia menjawab, “Aku diberi istri secantik dirimu, lalu aku bersyukur, dan engkau diberi suami macam aku lalu engkau sabar”.

Seorang A’raby pernah ditanya tentang wanita, sedang dia memiliki pengetahuan yang mendalam tentang seluk beluk wanita. Maka dia menjawab, “Wanita yang paling utama adalah yang paling tinggi apabila berdiri, yang paling besar apabila sedang duduk, yang paling benar apabila berbicara, yang bersikap halus apabila sedang marah, apabila tertawa dia hanya tersenyum, apabila berkarya di memperindah karyanya, yang mentaati suaminya, yang berada di rumahnya, terhormat di tengah kaumnya dan hina tatkala sendirian. Banyak kasih sayangnya, banyak anaknya dan urusannya terpuji”.
Lalu dia ditanya, “Berilah kami gambaran sejahat-jahatnya wanita!”.
Dia menjawab, “Sejahat-jahat wanita adalah yang tertawa tidak karena tertarik (kepada sesuatu), mengatakan yang dusta, mengajak bertengkar suaminya, hidung di langit dan pantat di air”.

Begitulah sebaik-baik wanita, yaitu yang taat kepada suami dan yang memenuhi haknya. Dan, sejahat-jahat wanita adalah yang congkak dan merasa tinggi dari suaminya. Alangkah indahnya perkataan Abu Darda kepada istrinya, Ummu Darda : “Apabila engkau melihatku marah maka ridhalah, dan apabila kulihat engkau marah, maka aku akan ridha kepadamu. Kalau tidak, kita tidak akan rukun”.

Maka jadilah wanita yang selalu memenuhi panggilan suami selagi dia meminta sesuatu padamu. Maka mengapa engkau tidak membuatnya ridha? Wanita Muslimah adalah wanita yang tampak menarik apabila dipandang suaminya. Apabila suami menyuruhnya kepada suatu yang baik dan mubah,maka dia patuh, apabila suami tidak ada di sisinya karena bepergian atau yang lain, maka dia menjaga dirinya dan harta suaminya. Wanita shalihah adalah wanita yang membantu suami dalam urusan dunia dan akhirat. Seorang penyair berkata : Sebaik-baik urusan dunia manusia yang membantu kelurusan urusan akhiratnya, hati yang bersyukur, lidah yang berdzikir, istri shalihah yang membantunya

Wahai ukhti Muslimah!
Begitulah seharusnya kita hidup bersama wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dapat kita ambil manfaatnya tentang bagaimana sikap istri dalam menyenangkan suaminya dan apa kebaikan serta kebahagian yang bisa diciptakan bagi keduanya.
[Disalin dari kitab Al-Khamsuna Wasyiyyah Min Washaya Ar-Rasul Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Lin Nisa, Edisi Indonesia Lima Puluh Wasiat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bagi Wanita, Pengarang Majdi As-Sayyid Ibrahim, Penerjemah Kathur Suhardi, Terbitan Pustaka Al-Kautsar, cetakan kelima 1999]
_______
Footnote
[1]. Isnadnya hasan shahih, ditakhrij Al-Bukhary, 7/39, Muslim, 8/10, Ahmad, 2/386, Ad-Darimy, 2./150, Al-Baihaqy, 7/292 dalam As-Sunan, Lafazh yang disebutkan di sini bagi Muslim.
[2]. Isnadnya shahih, ditakhrij Al-Bukhary, 4/141, Muslim, 10/8, Ahmad, 2/480, Abu Daud, hadits nomor 2141, Al-Baihaqy, 7/292
[3]. Fathul Bary, 9/294

TANYA JAWAB

HA 21
1. Assalamualaikum ustadz, maaf ini pertanyaan berhubungan dengan itu. Jika kita istri ingin istiqomah menjalankan sholat tahajud kemudian kita mengajukan kesepakatan untuk berhubungan suami istri setelah tahajud tapi kadang keinginan suami untuk itu datang sebelom waktu tahajud. boleh tidak kita menunda nanti aja setelah tahajud? Dosa tidak ustadz? sukron
Jawab: 
Kalo suami menginginkan sebelum tahajjud maka wajib untuk melayani. Karena berhubungan adalah wajib. Sedangkan tahajjud adalah sunnah. Kalo suami terus menginginkan sebelum tahajjud dan istri juga tetap setelah tahajjud sehinga membuat suami marah maka istri mendapatkan dosa dan dilaknat oleh seluruh malaikat sampe pagi. Dalam riwayat yang lain sampe suaminya ridho

2. Ada seorang Ustadz pernah bilang bila suami ditolak maka dia akan ingat sampai dengan sebulan, wah kasian sekali Betulkah demikian Ust ?

Jawab: 
Iya secara gitu dari maksud haditd Rosululloh "sampe suami ridho". Kalo suami belum ridho selama sebulan maka sebulan malaikat melaknat istri. Tetap dan wajib dilayani tapi suami juga harus mengerti keadaan istri

3. Assalamualaikum ustad... gimana kalau kita seorang istri bekerja d luar rumah tapi suami ridho dengan pekerjaan kita, sampai di rumah istri mnyelesaikan tugasnya sebagai ibu rumahtangga, tiba-tiba suaminya ingin di layani si istri sudah kecapean, gimana itu ustad? Apa kita sebagai istri salah & dosa terhadap suami kita?? Sukron ustad
Jawab : 
Ibu Aqeel... iya. Betul sekali

4. Ustadz ada seorang suami yang tidak bekerja otomatis istri yang bekerja. ada rasa tidak ridho disaat harus melayani suami. karena suami juga tidak memberikan haknya kepada istri. dosakah si istri ustadz?
Jawab : 
Ibu Iis. Dalam hal ini istri tidak berdosa. Dan suami harus tahu hak istri yang harus diberikannya.

5. Ustadz...bagaimna kita tahu bahwa suami kita ridho atau tidaknya terhadap istri? Apakah harus dinyatakan secara verbal atau bagaimana?
Jawab : 
Ibu yusna... bisa dilihat sendiri dalam sikapnya juga dia benci dalam hati sehingga bisa terwujud dalam fisiknya

6. Saran/masukan dari Ustadzah sebaiknya kita sebagai istri menawarkan diri terlebih dahulu kepada suami ,mudah2an bermanfaat
Jawab : 
Ukhty... maryani.. ahsanti. Dan juga tidak harus. Karena dalam hadits tersebut suami yang meminta

7. Tidak ridho tidak berdosa yaa ustadz? kalau sampe menolak or ogah-ogahanan? tetep dosa yaa ustadz?
Jawab : 
Kalo suami tidak ridho maka istri akan terus berdosa. Allaahu a'lam

8. Disaat suami juga tidak memberikan hak sebagai istri yaa ustadz? maaf banyak tanya ini
Jawab : 
Ibu iis.... iya betul.

9. Ustad bagaimana hukum nya jika kita meng infaq kan atau memberi uang ke pada orang tua sendiri dari harta kita tanpa memberi tahu suami?
Jawab :
Ibu farida.... istri menginfakkan hartanya sendiri tanpa sepengatahuan suami tidak mengapa akan tetapi kasih tahu juga itu lebih bagus

10. Assalamualaikum Ustada, gimana sebaiknya bersikap jika suami Kita dah meninggalkan kewajibannya pada ALLAH juga kewjbannya kepada istri Nafkah lahir batin? Istri  sudah sering ingatkan tak pernah dihiraukan, bolehkah istri mengajukan khuluq atau gimana sebaikny???
Jawab : 
Ibu dian.... tidak boleh ditaati suami yang meninggalkan kewajiban kepada Allah

11. Mau tanya gimana kalo sebaliknya pak si istri maunya di manja dan maunya di mengerti
Tapi si suami malah malas melakukannya kalo nggak istrinya nggrengek minta di manja dan di temeni. Kalo ada mau nya saja ngerayu si istri, Gimana itu pak?
Jawab : 
Ibu agustina, seorang istri merupakan hal yang wajar bila ingin di manja oleh suami dan suami harus tunaikan keinginan istri.

12. Assalamualaikum ustadz. Bagaimana bila seorang suami tidak mengijinkan istrinya untuk bertemu dengan saudaranya? Karena ada sebab sebab tertentu.

Jawab :
Ibu nilaam... jangan kan saudara.. bertemu ibu aja tidak boleh. Tapi apabila suami seorang yang sholeh dan orang tua yang berperilaku buruk. Tapi bila orang tua sholeh dan suami buruk maka tidak boleh taat kepada suami. Tapi kalo keduanya sama-sama sholeh... maka suami harua mengijinkan istrinya tapi kalo tetap larang maka istri wajib taat kepada suami.

13. Ustad,, ap hukum seorang istri mnyuruh suami... contoh, misalnya istri sibuk memasak terus anaknya rewel, istri menyuruh suaminya untuk membujuk anaknya tapi suaminya marah karena suami juga sibuk dengan pekerjaannya. gimana itu ustad?
Jawab : 
Ibu aqeel... kalo sudah sama-sama begini dan sibuk sama pekerjaan maka kembali kepada yang punya kewajiban yang utama sebagai pendidik pertama yaitu ibulah yang mengurusnya. Bila perlu sambil dibawa ke dapur atau ketempat nyuci kalo lagi nyuci.

14. Apakah boleh mengajukan khuluq ustd? Bukannya ada hadist gak akan mencium bau syurga istri yg meminta cerai??
Jawab : 
Istri bisa meminta gugatan cerai apabila suami mendzoliminya. Tidak memberikan nafkah lahir batin dll.

15. Pak tapi kalo istri di luar negri dan suami di indonesia, tapi gak pernah ngasih nafkah lahir itu gimana pak hukumnya?
Jawab : 
Istri kan yang mencari nafkah itu apalagi diluar negeri. Kalo suami diluar negeri yang mencari nafkan dan tidak mengirimkan uang maka itu yang jadi pokok masalah

16. Oh berarti suami gak ngasih jatah gak papa ya pk?
Jawab: 
Tidak apa-apa

17. Ustad bisa di jelas kan apa itu kaffarah (tebusan) ?
Jawab : 
Kafarah itu apabila org melanggar dalam melakukan suatu hal yang wajib maka dia harus bayar kafarat. Misalnya makan dengan sengaja saat puasa romadhon maka dia bayar kafarat.

18. 
Maaf ustdz, msh boleh bertanya? tapi masih ada hubungannya dengan materi sebeulmnya.. Jika ada istri menggugat suaminya karena keadaan yang sangat genting, tapi suaminya tidak ridho bercerai dan tidak pernah terucap kata cerai dari suaminya, akhirnya perceraian sah dipengadilan, karena suami tidak ingin bercerai dia masih menuntut hubungan suami istri karena menurutnya pernikahannya masih sah secara agama, dan tidak pernah ada kata talak dari suaminya, apa suami masih punya hak untuk menuntut itu?
Jawab : 
Kalo pihak pengadilan sudah memutuskan berarti suami diminta oleh pengadilan. Tidak mungkin pengadilan memutuskan tanpa ada perkara yang diminta sama suami. Perceraian mereka syah dimata agama dan bila suami ingin menuntut maka harus menikah kembali kalo istri mau. Tapi kalo istri tidak mau maka tidak ada hak bagi suami untuk menyentuhnya.

18. Bagaimana ustadz apabila seorang suami yang marah kepada istrinya lalu menyuruh pergi dari rumah. Apakah sudah termasuk talak?
Jawab :
Tidak. Itu hanya karena kemarahnnya aja. Akan tetapi kalo dia menggunakan kata kiasan seperti saya pulang kamu kerumah orang tuamu baik ini main-main atau serius maka ini bagian dari talak. Allaahu a'lam

19.  Ooh begitu ustadz. Berarti talak itu tidak perlu si suami mengucapkan saya talak kamu ya pak
Jawab :
Lafadz talak itu adalah lafadz yg jelas. Sedangkan kata kiasan dan sangat banyak kata kiasan yang bisa memisahkan antara suami isitri

20. Jika suami mengatakan... Lagi dalam keadaan berantem mulut "Kalau begitu ya sudah sampai disini saja" itu apa sudah ditalak sang istri, ustaz? Terus kalau sudah ditalak 1 gitu apa perlu nikah ulang?
Jawab : 
Itu belum termasuk talak.

21. Kalo suami bilang kita ambil jalan sendiri-sendiri apa itu termsuk talak ustadz?
Jawab : 
Kalo sudah talak 1 maka harus nikah lagi kalo mau rujuk

22. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)
berhubungan dari ayat tersebut, teman saya pernah bicara kalo yang hanya boleh masuk kedalm istri hanya "hak" sang suami nya saja diluar itu tidak boleh seperti tangan dll... bagaimana ustad? Afwan sebelumnya..
Jawab : 
Iya. Dalam ayat diatas telah jelas bahwa maksudnya adalah berhubungan istri itu yaitu bercocok tanam dari mana saja yang kamu kehendaki. Suami tidak boleh memasuk tangan kedalam.

HA 22

1. Assalamualaikum ustadz, bolehkah menolak ajakan suami dengan alasan sakit?
Jawab : 
Iya, Boleh dan suami harus memahami kondisi istri. Dan bila dipaksa maka akan mendzolimi istri.

2. Dan Kalau misal karena kelelahan/kecapean bagaimana  ustdz?
Jawab : 
Masalah kecapean bukan menjadi alasan untuk menolak ajakan suami. Akan tetapi minta kepada suami untuk istrahat dulu. Tapi kalau suami sangat menginginkannya maka wajib hukumnya dilayani. Karena Rosululloh bersabda bila suami mengajak istri berhubungan maka wajib hukumnya sekalipun diatas dapur roti. Artinya sekalipun istri sedang masak.

3.  Ustad saya mau tanya. Kalau seandainya kita udah bersih haid, tapi belum bersuci.bolehkah melakukan hubungan?
Jawab : 
Tidak boleh. Wanita harus bersih karena berhubungan adalah suatu ibadah

4. Tapi haidnya kan udah bersih ustad, cuma belum melaksanakan mandi wajib.
Jawab : 
Wajib untuk mandi janabah itu baru dikatakan bersih

5. Ustadz bagaimana kalau istri menceritakan keintiman dengan suaminya kepada gurunya? Karna dengan tujuan mencari solusi atas kekurangan suaminya. Karna setau saya kalau istri mnceritakan keintimannya dngan suami kepada orang lain maka ia berdosa...
Jawab :
Kalau menceritakan hubungan ranjang suami istri ke orang lain untuk kesenangan maka ini harom dan berdosa. Akan tetapi bila ingin mencari solusinya maka hukumnya boleh asal jangan cerita yang terlalu khusus.

6. Ustad gimana hukum nya apabila seorang istri keluar rumah tapi tanpa ijin dari suami. Jadi mumpung suami kerja... Istri pergi tanpa ijin dulu dengan suami?
Jawab : 
Jaman sekarang sudah berkembang. Ibu bisa menelpon dulu suami untuk memberitahukan suami bahwa ibu akan keluar rumah mau pergi tempat teman. Harus jelas... siapa tahu juga suami bisa menjemput.

7. Ustadz, berdosa kah istri jika dalam suatu keadaan, istri akan berpisah tempat dan meninggalkan suami untuk sementara waktu walaupun suami mengizinkan. Namun dibalik itu...istri sedikit khawatir, karena  diktahui bahwa untuk "kebutuhan" itu kesabaran suami mgkin lebih lemah.
Jawab : 
Istri tidak berdosa karena ini atas ijin suami

8. Ustad, terkait pertnyaan bunda arini, bila suami ingin keluar, apakah wajib memberitahu istri?
Jawab : 
Untuk menghormati istri suami pun dianjurkan kasih tau istri. Nanti kalau kenapa-kenapa istri bisa nyari ditempat dimana ia pergi. Atau, kalau ada tamu yang tanya maka istri bisa menjawabnya.

9. Ustadz mau tanya, kalau untuk urusan memberikan bantuan kepada orang tua, apakah suami/ istri harus saling memberi tahu ,karena pernah kejadian suami main bantu keluarganya aja tanpa memberitahukan istri, sedangkan si istri takut dosa kalau dia bantu keluarga tanpa izin suami .. dalam hal ini misal membantu dalam segi keuangan diluar keuangan yg rutin kita berikan ke orang tua
Jawab : 
Istri harus minta ijin kepad suami apabila mengeluarkan uang apalagi kalau itu uang suaminya. Adapun suami tidak diharuskan. Akan tetapi memberitahu istri juga tidak mengapa. Allaahu a'lam.

10. Ustadz maksud saya gini. Jadi seorang istri ingin pergi keluar rumah mumpung suaminya kerja...memang tehknologi dah canggih... Jadi bukan karena tidak hp... Tapi karena memang si istri tdk mau ijin ma suami... Mungkin si istri tau kalau ijin gak bakalan di ijinin... Nah ini pergi tanpa sepengetahuaan suami ...
Jawab : 
kalau suami melarang maka istri wajib taat karena itu kebaikan istri juga keluarga. Tentu suami akan beri ijin bela tempat keluar itu jelas dan untuk kemajuan keluarga. Tapi kalau keluar kerumah teman dan membicarakan hal2 aib orang lain maka itu lebih baik diam dirumah. Allaahu a'lam.

11. ustadz boleh kah tidak menuruti ajakan suami dengan alasan karena ia belum sholat??
Jawab : 
Istri tidak boleh melayani suami yang belum melaksanakan kewajiban kepada Allah.

12. Semisal memang harus berjauhan untuk mencari nafkah, berapa lamakah suami/istri boleh meninggalkan pasangannya ?‬:
Jawab : 
Kalau suami pergi selama 6 bulan dan tidak ada kabar sekalipun dan tidak memberi nafkah maka istri menanyakan keberadaan suaminya. Akan tetapi bila istri memahami kalo suaminya mencari nafkah dan suami selalu punya kabar dan mengirimkan uang maka itu tdk mengapa. Suami bisa pulang sekali setahun kalo kerja di negeri orang atau saat habis kontrak.

13. Kan suami berkewajiban mendahulukan ibunya daripada istri.nah pertnyaan saya semisal si suami selalu mendahulukan ibunya sedangkan ke wajiban ke istri tidak malah nyuruh istri minta kesaudara- saudaranya kalau begitu gimana ya ustadz??
Jawab : 
Suami harus mendahulukan keluarganya. Kalau istri buruk dan ibunya sholeh maka dahulukan ibunya. Tapi kalau sebaliknya maka dahulukan istrinya dan menghormati ibunya

14. Kalau istri di suruh minta- minta ke saudaranya gimana ustadz?Karena suami nolong ibu nya dulu
Jawab : 
Tidak boleh. Istri adalah tanggungan suami

15. Ustadz Kalau istri ngebuka/ngecek... Dompet atau hp suami apakah harus minta ijin juga Ustadz..?.
Jawab : 
Iya. Boleh aja tapi jangan ambil uangnya tanpa sepengetahuan suami.

16. Tanya : Ya kalau sekalian gimana Ustad.?
Jawab : 
Ahsan kasih tau suami.

17. Bagaimana cara menghadapi suami yang super sabar...tapi gak bisa ambil kputusan...jadi terkadang istri mngambil keputusan tanpa bilang kepada suami...karna setiap bilang selalu jawabnya " kalau menurut kamu baik ya tidak apa- apa Begitu trus jawabnya kalau pas lagi ada yg di bahas/ minta ijin sesuatu..bagaimana ustadz...
Jawab : 
Sebaik- baik suami adalah suami yang sabar terhadap istrinya. Maka apapun yg harus menjadi kemaslahatan yg harus diambil solusinya maka suami juga harus memberi masukan. Suami harus mendahulukan kebutuhan anak istrinya. Karena sedekah yang paling utama adalah kepada keluarganya baru kepada orang lain.

18. Bagaminana menghadapi suami yang selalu mementingkan kebutuhan ibunya dibanding istri dan anaknya sampai pernah suatu ketika suami membelikan susu yg mahal untuk ibunya padahal waktu itu kondisinya itu uang terakhir yg ada n belum gajian .. istrinya sampai harus minjam uang ke orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sampai suaminya gajian ..
Jawab : 
Suami harus mendahulukan kebutuhan anak istrinya. Karena sedekah yang paling utama adalah kepada keluarganya baru kepada orang lain.

Mohon maaf lahir belakangan untuk yang lebih tua.
Mohon maaf lahir duluan untuk yang lebih muda.
Mohon jika ada yang kurang berkenan.
Wassalamualaikum.

Kita tutup dengan membaca

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.   

                          ​السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!