Ketik Materi yang anda cari !!

KALIMATUL HIYAL 'ULYA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, November 21, 2014

Kajian Online WA Hamba ﺍﻟﻠَّﻪِ SWT
(HA Ibnu 202, 203 & Ayah 305)

Hari / Tanggal : Kamis, 20 November 2014
Narasumber : Ustadz Syaikhul Muqorrobin
Tema : Tauhid
Admin : Irvan Reza.F, M.R Ridho & Fuad Adi
Notulen : Ana Trienta

Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasulillah

إِلا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٤٠

Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, "Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu, dan dia menjadikan kalimat (seruan) orang-orang kafir itu rendah. DAN KALIMAT (SERUAN) ALLAH ITULAH YANG TINGGI. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS. at-Taubah, 9:40)


Kalimat orang-orang kafir dan seruan-seruan mereka telah dipastikan oleh Allah azza wa jalla sebagai kalimat yang rendah. Sebab kalimat dan seruan mereka bersumber dari nafsu dan akal mereka. Kalimat mereka sangat berbeda dengan Kalimat Allah. Kalimat Allah itu tinggi. Sebab ia bersumber dari Sang Pencipta, Yang Maha Tahu akan segala hakikat.
Kalimat Allah muncul dari kehendak-Nya. Jika ia telah berkehendak, maka tidak satu kekuatan pun akan menghambat kehendak itu.

Jika Allah bekehendak Rasul-Nya menang, maka dia takkan mati walaupun dikepung oleh kafir Quraisy saat malam kepergiannya hijrah. Terkadang seekor laba-laba pun "diperalat" Nya untuk meninggikan kalimat-Nya dengan membuat sarang di mulut gua. Terkadang, pasir dan batu pun dijadikanNya menjatuhkan kuda Suraqah yang mengejar Nabi saw demi meninggikan kalimat-Nya. Maka demikian pulalah yang akan terjadi pada perjuangan menegakkan kalimat-Nya. Maka Allah menutup ayat ini dengan kalimat; "..Dan Allah adalah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana". Tidak akan ada yang dapat mengalahkan keperkasaan-Nya, dan Ia Maha Bijaksana dalam menggunakan keperkasaan-Nya.

Maksud yang terkandung dalam Kalimat Allah itu amatlah luas. Dalam surat al-Kahfi ayat 109, Allah menegaskan bahwa sekiranya lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimatNya, maka lautlah yang akan kering isinya, sedangkan kalimat Allah belum juga habis tertuliskan.

Namun, pokok tertinggi dari kalimat Allah adalah pondasi keislaman dan keimanan kita, yaitu KALIMAT THAYYIBAH, inilah KALIMAT TAUHID. Lawannya adalah Kalimat Khabitsah (kalimat yang buruk). 

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُون وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَار

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon buruk yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun" (QS. Ibrahim, 14;24-26)

Sifat keduanya sangat berbeda. Maka barang siapa yang berpegang pada yang kalimat KUAT, ia akan kuat. Sedangkan yang berpegang pada kalimat yang lemah, ia akan lemah, terombang-ambing, dan jatuh.

Di zaman sekarang, kita dapat melihat musuh-musuh Allah tidak letih-letihnya menyerukan kalimat-kalimat mereka. Dalam bentuk isme-isme yang bertentangan dengan seruan Sang Pencipta. Mereka membawa feminisme untuk menyamakan kodrat pria dan wanita yang pada dasarnya berbeda. Mereka membawa kapitalisme untuk mengkayakan yang kaya dan memiskinkan yang miskin dengan sistem bunga pinjaman dan riba.

Mereka membawa liberalisme untuk membebaskan nafsu mereka merusak diri dan masyarakat mereka. Mereka membawa atheisme untuk merealisasikan kesombongan mereka sebagai makhluk terhebat, penguasa dunia. Mereka lupa, bahwa sehebat apapun mereka, mereka sekedar makhluk, bukan Khaliq!

Maka bagaimanakah seruan-seruan ciptaan hendak diletakkan di atas seruan dan kalimat Pencipta? Sebab itu, betapa pun mereka memperjuangkannya, kalimat-kalimat kekafiran itu laksana balon-balon yang membumbung sebentar ke udara, terkadang ke kanan, terkadang ke kiri, tanpa pendirian yang kuat. Bahkan mudahnya ia jatuh ketika tidak ada angin, bahkan meletus dengan duri yang kecil.

Kita, telah diberikan Allah pegangan yang kuat, kalimat yang kuat. Yang telah Dia kehendaki kemenangannya, kemuliannya, dan ketinggiannya. Sebagaimana Ia telah memenangkan nabi-Nya, memuliakan ia dan para sahabatnya, dan meninggikan umat ini. Jika kita menyelami samudera sejarah, maka kita akan dengan mudah menemui, bahwa umat dan masyarakat itu jaya ketika kalimat Allah dipegang dengan kuat. Maka, bagaimana mungkin kita akan berpindah kepada kalimat dan seruan lain.

Sebagai penutup, renungkanlah sejenak perumpamaan sederhana ini.
Anda membeli sebuah komputer. Maka produsen komputer menyuruh Anda berpegang pada buku panduan jika ada masalah yang muncul. Setelah beberapa waktu, komputer Anda rusak. Dalam kondisi seperti ini, mana yang lebih baik; membuka buku panduan dari produsen, atau membuat buku panduan versi Anda sendiri?
Maha Suci Allah dari perumpamaan yang lebih rendah dari dzat-Nya.
Wallahu a'lam

TANYA JAWAB 

IBNU 202
1. Dari beberapa isme yang beredar terkadang menjelma menjadi sesuatu yang masyarakat butuhkan, semisal masyarakat dhuafa minta butuh bantuan dana, datanglah mereka yang berpaham liberalisme dengan bantuan yang masyarakat butuh, mulai dari makanan, sandang pangan, modal usaha, sampai dengan bisa menyekolahkan anaknya. Kalo pun kita membuat larangan untuk masyarakat agar tidak menerima karena ada misi khusus dibelakangnya,lalu mereka membalik dengan pertanyaan apa kamu bisa bantu seperti mereka? Kita hanya diam hanya bilang sabar dan tambah ibadah agar Allah memberi kelancaran. Menurut ustadz bagaimana dari kisah tersebut? Itu hanya perumpamaan kalo pun terjadi kita bisa antisipasi. .
Jawab
Dalam dakwah, kita harus bisa memberikan solusi, bukan hanya fatwa. karena itu, kita harus berusaha sekuat kita tuk membantu mereka juga dari sisi finansial (mengajukan proposal ke lembaga Amil zakat dll). Selain itu, kita tetap terus berdakwah pada mereka sesuai tahapannya. mungkin kita tidak bisa mengajak mereka menolak bantuan tapi kita bisa mulai dengan taklim yang menguatkan akidah mereka

IBNU 203
1. Ustadz mau tanya. Ana punya teman jadi dia mengkaji agama-agama lain seperti laose taose hindu budha..Dan banyak lagi. Dia mengkaji sampai bagian terdalamnya. Bahkan dia pernah berkata saya atheis.. marxisme. Sholatnya semaunya. Pakai kaus kutang. Nah Bagaimana temen ana itu ust?
Jawab:
Tidak dianjurkan mengkaji agama lain sekedar tuk belajar (bukan dakwah pada mereka), tanpa kekuatan ilmu dan iman karena nabi saw pernah menegur umar bin khatab yang merasa gembira karena menemukan taurat. Mengaku atheis, jika diucapkan dengan sadar maka bisa mengeluarkan seseorang dari Islam apalagi jika ditunjukkan dengan perbuatan meninggalkan solat seenaknya maka hendaklah ia diajak dengan baik agar kembali pada tauhid

AYAH 305
1. Ustadz. Ana pernah dengar kalimat Allah jala jalaluh, ta'ala. Maknanya juga terkait meninggikan kalimat Allah atau tidak?
Jawab
Jalla jalaluhu dan ta'ala adalah bagian dari sifat Allah yang sering disematkan ketika kita menyebut nama Allah Jalla jalaluhu maknanya Keagungan Allah yang Agung, ta'ala bermakna Maha Tinggi, Itu adalah bentuk dzikir, juga bagian dari kalimat tayyibah. dzikir adalah bagian dari cara meninggikan kalimat Allah.

Kita akhiri ya.. Kebenaran datangnya dari Allah, dan janganlah kita menjadi orang yang ragu. Mohon maaf jika ada kekurangan

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” 
(HR. Tirmidzi, Shahih).

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment