Ketik Materi yang anda cari !!

KANKER SERVIKS

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, November 21, 2014

Rekap Kajian Online Telegram Hamba الله SWT 1 Akhwat

Hari / Tanggal : Kamis, 20 November 2014
Materi : Kesehatan Wanita
Narasumber : Bunda Kindy
Notulen : Retno

Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker mulut rahim

1. Apa itu kanker serviks? kenali dan cegah
Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

2. Sebeberapa bahaya penyakit kanker serviks ini?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa sebenarnya penyebab kanker serviks ini?
Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana cara penularan kanker serviks ?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

5. Apa saja gejala kanker serviks ini?
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
- munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
-  keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
-  perdarahan di luar siklus menstruasi.
-  penurunan berat badan drastis.
-  Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

6. Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks ini?
Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

7. Benarkah perokok berisiko terjangkit kanker serviks?
Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.

Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

8. Selain perokok siapa saja yang berisiko terinfeksi?
Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.

9. Bagaimana cara mendeteksinya?
Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka). Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

10. Bagaimana mencegah kanker serviks?
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
> tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
> rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
dan tentunya memelihara kesehatan tubuh

11. Seberapa penting memakai vaksinasi HPV?
Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.

12. Adakah efek samping dari vaksinasi ini?
Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

13. Bisakah kanker serviks disembuhkan?
Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim sa ja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

Pilih mana? mencegah dengan vaksinasi atau anda memilih pengangkatan rahim, radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegah daripada mengobati kanker serviks bukan? pemicu kanker serviks adalah virus yang ditularkan melalui hubungan seksual, lalu mengapa pembalut dihubung-hubungkan? Hmmm... tidak jelas juga alasannya. Namun bisa jadi karena pembalut adalah benda asing yang rutin digunakan perempuan dan bersentuhan langsung dengan organ reproduksi.

Di lain sisi, kondisi kesehatan reproduksi perempuan juga sangat rentan terhadap berbagai serangan infeksi. Tentulah sangat mudah menghubungkan kedua fakta ini dan mengemasnya menjadi sebuah kabar yang menarik perhatian dengan cara menghubungkannya dengan fenomena kanker serviks.

Hal paling pasti untuk menjadi pegangan kita adalah bahwa setiap produk pembalut yang akan dipasarkan di Indonesia harus memiliki no registrasi tertentu yang tertera pada kemasan berupa tulisan DEPKES RI AKD / AKL xxxxxxxx. Deretan nomor tersebut bukan sekadar identitas registrasi, melainkan pernyataan DEPKES bahwa produk dibuat berdasarkan standar industri dan kesehatan. Dengan kata lain, nomor tersebut adalah jaminan bahwa tidak ada materi atau proses pembuatan produk yang berpotensi memicu NYERI HAID

Kategori nyeri haid
Nyeri haid primer adalah perasaan sakit dibagian perut bawah yang terjadi karena ketidak seimbangan hormon, tanpa kelainan organ dalam pelvis. Nyeri primer akan dialami oleh sebagian besar wanita normal. Nyeri haid sekunder ditandai dengan adanya kelainan organ dalam pelvis. Hal seperti ini harus dilakukan pemeriksaan yang serius. Mungkin ada kista, mioma atau tumor di rahim.

Penyebab Nyeri Haid
Penyebab nyeri haid ada beberapa faktor yaitu sebagai berikut yang ketiganya terkadang memiliki saling keterkaitan:

1.Terjadinya konstraksi rahim atau iskemia otot rahim
Karena lepasnya dinding rahim akibat peningkatan prostaglandin. Nyeri haid atau dismenorrhoe adalah nyeri kejang otot (spasmodik) diperut bagian bawah dan menyebar kesisi dalam paha atau bagian bawah pinggang yang terjadi menjelang haid atau selama haid akibat kontraksi otot rahim.

2. Faktor hormonal
Nyeri haid diduga terkait dengan produksi hormon progesteron yang meningkat. Hormon progesteron dihasilkan oleh jaringan ikat kelenjar indung telur (corpus luteum) setelah melepaskan sel telur matang setiap bulan. Hormon tersebut memperbesar ketegangan mulut rahim hingga lubang mulut rahim menjadi sempit, akibatnya otot-otot rahim lebih kuat berkontraksi untuk dapat mengeluarkan darah haid melalui mulut rahim yang sempit. Kontraksi otot rahim yang menyebabkan kejang otot yang dirasakan sebagai nyeri. Keluhan nyeri haid berkurang atau malahan hilang setelah kehamilan atau melahirkan anak pertama. Hal ini karena regangan pada waktu rahim membesar dalam kehamilan membuat ujung-ujung syaraf dirongga panggul dan sekitar rahim menjadi rusak.

3. Psikis atau kecemasan berlebihan 
Maka tidak heran apabila emosi wanita sering susah ditebak. Kadang kala begitu tegar menghadapi berbagai masalah dan cobaan namun kali lain begitu rapuh menghadapi masalah yang sepele saja.

Keluhan nyeri:
Keluhan nyeri haid bisa ringan sampai berat dan berubah keluhan keseluruh tubuh, antara lain:
- Muntah dan mual
- Rasa capek/letih
- Sakit daerah bawah pinggang
- Perasaan cemas dan tegang
- Pusing kepala dan bingung
- Diare

Solusi Mengatasi Nyeri Haid
1. Olah raga dan latihan peregangan otot-otot ligamen sekitar rongga panggul dapat melancarkan aliran darah dirongga panggul upayakan BAB tetap lancar dengan makanan berserat bila perlu diberikan pencahar.

2. Obat-obatan
a. obat penghilang nyeri (Ana
lgesik) sebaiknya hindari obat golongan narkotik seperti morphin , codein.
b. Obat yang menghambat prostagladine, seperti aspirin, midometasin, asam mefenamat.
c. Obat yang bersifat ”tokolitik” yaitu mengurangi konstraksi rahim dan memperlancar aliran darah kedalam rongga panggul.

3. Pemberian hormon untuk menghambat pelepasan telur dari indung telur (ovulasi) seperti pil KB untuk kasus yang lebih berat kadang-kadang obat parlodel diberikan untuk mencegah pembuatan hormon prolactin.

4. Kelainan dalam rongga panggul perlu diperbaiki, jika perlu, misalnya: Lubang saluran leher rahim yang terlalu sempit bisa dilebarkan (dilatasi), posisi rahim yang tidak normal dibetulkan dengan pessarium. Peradangan rongga panggul karena infeksi diberikan antibiotik atau dapat dilakukan pemanasan (diatermi).

5. Tindakan Operatif berupa Karetase, pemotongan saraf daerah panggul (presacralroctomy). Ini juga dapat untuk menghilangkan Jaringan Fibroid dalam rahim, Eudometriosis, dll.

PENEBALAN DINDING RAHIM
Penebalan dinding rahim atau hiperplasia endometrium ini biasanya diawali dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan terkadang menstruasi tak kunjung datang dalam jangka waktu yang lama. Bisa juga menstruasi terjadi terus-menerus dan volume darah banyak. Selain itu, penderita Hiperplasia endometrium sering menemukan noda-noda darah di pakaian dalam.

Jika dibiarkan berlarut-larut akan muncul gangguan sakit kepala, mudah lelah, serta tidak bergairah saat beraktivitas. Dampak yang paling parah, selain sulit hamil, penderita Hiperplasia endometrium mengalami anemia berat. Hubungan suami-istri pun terganggu karena perdarahan tak kunjung berhenti.

Penebalan lapisan dinding dalam rahim dapat terjadi karena peningkatan kadar hormon estrogen. Peningkatan estrogen dipicu oleh pertumbuhan kista. Pada kasus lain, penebalan dinding rahim juga terjadi karena faktor ketidakseimbangan hormonal, ketika peningkatan hormon estrogen tak diimbangi oleh peningkatan progesteron. Kondisi ini juga biasanya dialami oleh wanita yang bertubuh gemuk karena produksi estrogennya berlebihan. Hiperplasia endometrium dapat dialami siapa pun, baik perempuan yang telah melahirkan ataupun belum. Terjadinya penebalan dinding rahim biasanya hanya bisa diketahui oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Namun untuk memastikannya perlu dilakukan kuratase.

Hasil kuretan dinding rahim akan dikirim ke bagian patologi anatomi untuk didiagnosa. Berdasarkan kajian medis, penebalan dinding rahim ini dibedakan menjadi 3 kategori:
1 Simplek.
Penderita dengan kondisi ini tak perlu cemas berlebihan karena Hiperplasia simplek tergolong ringan dan takkan berakhir dengan keganasan sehingga penderita tetap masih bisa hamil.

2. Kistik.
Seperti halnya simplek, kasus ini tak berbahaya.

3. Atipik.
Kondisi yang satu ini mesti diwaspadai. Atipik cenderung merupakan cikal bakal kanker.

Pengobatan yang bisa ditempuh adalah:
1. Tindakan kuratase selain untuk menegakkan diagnosa sekaligus sebagai terapi untuk menghentikan perdarahan.

2. Terapi hormon untuk menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh. Namun perlu diketahui kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, di antaranya mual, muntah, pusing, dan lainnya. Rata-rata setelah menjalani terapi hormonal sekitar 3-4 bulan, gangguan penebalan dinding rahim sudah bisa diatasi. Jika pengobatan hormonal yang dijalani tak juga menghasilkan perbaikan, terapi akan dilanjutkan dengan obat lain.

KESEHATAN REPRODUKSI
Dalam rangka untuk menjaga sistem reproduksi Anda berfungsi secara optimal, hindari makanan ini untuk menjaga kesehatan reproduksi :
1.  Kafein
Kandungan kafein dapat menjadi penurunan kesuburan, stimulan ini dapat mengganggu kesuburan Anda ketika dikonsumsi dalam jumlah besar setiap harinya. Hal ini juga dapat meningkatkan tingkat kecemasan yang selanjutnya dapat mempengaruhi proses konsepsi. Oleh karena itu, usahakan untuk membatasi konsumsi kopi, soda, teh berkafein dan coklat.

2.  Gula
Gula tidak hanya bisa menyebabkan obesitas akan tetapi juga tidak baik untuk sistem reproduksi anda. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih akan mempengaruhi gula darah dan tingkat energi. Untuk memastikan kesehatan reproduksi anda sehat, anda dapat meninggalkan konsumsi junk food dan konsumsi gula yang berlebih. Sebaiknya anda mulai membiasakan hidup sehat dengan mengurangi pemakaian pemanis buatan.

3.  Alkohol
Secera keseluruhan alkohol tidak baik untuk kesehatan begitu juga untuk sistem reproduksi. Alkohol dapat menyebabkan hilangnya kesempatan hamil sebanyak 50% dari wanita normal lainnya. Begitu juga dengan pasangan anda yang mengkonsumsi alkohol maka kesuburannya akan terganggu karena alkohol berperan dalam kualitas dan jumlah sperma. Alkohol akan bersifat menggangu kesehatan janin anda beberapa kasus menemukan anak yang lahir prematur dan cacat dari wanita yang mengkonsumsi alkohol.

4.  Karbohidrat tertentu
Kesuburan dipengaruhi oleh asupan makanan sehingga untuk anda yang ingin cepat-cepat memiliki anak maka anda dapat memilih karbohidrat kompleks ketimbang karbohidrat lainnya. Karbohidrat kompleks bisa didapat dari jenis serat dan biji bijian. Bagi anda yang ingin cepat hamil dapat meningkatkan konsumsi beras merah dan roti gandum. Karbohidrat yang bersifat cepat dicerna seperti nasi putih dan kentang dapat mempengaruhi gula darah secara cepat sehingga kurang baik dalam kesehatan reproduksi anda.

5.  Makanan Olahan mengandung lemak trans
Sebuah studi menunjukan adanya hubungan antara konsumsi lemak trans dengn kesuburan dikarenakan adanya resiko endometriosis. Endometriosis ditandai dengan adanya pertumbuhan sel endometrium di luar rahim. Lemak trans merupakan minyak yang berupa cairan yang padat dari proses hidrogenesi yaitu proses pengubahan asam lemak tidak jenuh menjadi lemak yang berbahaya. Bagi anda yang ingin menjaga kesehatan reproduksi termasuk kesuburan maka hindari makanan olahan yang mengandung lemak trans. Junk food adalah salah satu makanan yang menyumbang lemak trans terbesar untuk tubuh anda. Konsumsi makanan dengan kandungan lemak tidak jenuh yang umumnya berasal dari nabati.

6.  Kandungan pestisida berlebih
Kontaminasi lingkungan seperti xenoestrogens, dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Untuk mencegah pestisida ini masuk dalam tubuh anda dan merusak sistem reproduksi. Maka untuk anda disarankan untuk mencuci dengan bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi. Kandungan pestisida dapat ditemui pada jenis air minum tertentu yang telah terkontaminasi, perhatikan sumber asal air tersebut dan sebaiknya memang benar-benar dalam melakukan proses mendidihkan air tersebut sebelum diminum

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” 
(HR. Tirmidzi, Shahih).

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment