Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » Keutamaan Qs. Al Baqarah & Ali Imran

Keutamaan Qs. Al Baqarah & Ali Imran

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, November 20, 2014

REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH SWT

Hari/tgl: Kamis, 20 November 2014
Pemateri : Ustazah. Widya RR
Tema : Keutamaan Qs Al Baqarah & Ali Imran
Group : 107/108
Notulen : Susi & Tiktik
Editor : Ira Wahyudiyanti

@MATERI@
Keutamaan Surat Al-Baqarah dan Ali Imran

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu
Na'im, yaitu Bisyr ibnu Muhajir; telah menceritakan kepadaku
Ab-dullah ibnu Buraidah, dari ayahnya yang menceritakan : Ketika ia
berada di hadapan Nabi Saw., ia mendengar Nabi bersabda :

Pelajarilah surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambil
surat Al-Baqarah membawa berkah, dan meninggalkannya
mengakibatkan penyesalan, dan sihir tidak dapat mengenai
pemiliknya.
Nabi Saw. diam sesaat, kemudian bersabda lagi, "Pelajarilah surat
Al-Baqarah dan surat Ali Imran, sesungguhnya kedua surat tersebut
ada-lah zahrawani (dua surat yang bercahaya) menaungi pemiliknya
kelak di hari kiamat, seakan-akan seperti dua gumpalan awan atau dua
buah naungan atau dua kelompok besar burung-burung yang terbang
berba-ris (menaunginya). Sesungguhnya Al-Qur'an bakal menemui
pemilik-nya di hari kiamat di saat kuburan terbelah mengeluarkannya.
Al-Qur'an menjelma sebagai seorang lelaki, lalu berkata kepada
pe-miliknya, "Apakah engkau mengenalku?" Ia menjawab, "Aku tidak
mengenalmu." Al-Qur'an berkata, "Aku adalah temanmu yang
mem-buatmu haus di siang hari dan membuatmu begadang di malam
hari-nya. Sesungguhnya setiap pedagang itu memperoleh keuntungan
di balik perdagangannya, dan sesungguhnya kamu sekarang
memperoleh keuntungan dari semua perdagangan." Kemudian ia diberi
kerajaan dari sebelah kanannya dan diberi kekekalan di sebelah kirinya,
dipa-kaikan pada kepalanya sebuah mahkota keagungan, dan kedua
orang tuanya diberi pakaian perhiasan yang jauh lebih berharga
daripada apa yang ada di dunia. Lalu kedua orang tuanya bertanya,
"Mengapa kami berdua diberi pakaian ini?" lalu dijawab, "Karena
anakmu hafal Al-Qur'an." Kemudian dikatakan, "Bacalah dan naiklah
ke tangga surga serta kenalilah!" Dia masih terus dalam keadaan
menaikinya se-lama membacakannya atau men-tartil-kannya.
Ibnu Majah meriwayatkan melalui hadis Bisyr ibnul Muhajir
se-bagian dari hadis di atas. Sanad hadis ini berpredikat hasan dengan
syarat Imam Muslim (yakni disebutkan di dalam kitab Sahih Mus-lim),
mengingat Bisyr yang ini hadisnya diketengahkan pula oleh Imam
Muslim dan dinilai siqah oleh Ibnu Mu'in. Imam Nasai menga-takan
bahwa hadis Bisyr dapat dipakai sebagai dalil (hujah).
Akan tetapi Imam Ahmad mengatakan, bahwa hadis yang
diriwayatkan Bisyr berpredikat munkar, "Pada mulanya aku memakai
hadis-hadisnya, tetapi ternyata hadis-hadisnya itu mendatangkan
hal-hal yang mengherankan." Imam Bukhari mengatakan pada
sebagian hadis bahwa Bisyr ibnul Muhajir memang berbeda. Imam
Abu Hatim mengatakan bahwa hadis Bisyr dapat dicatat (diterima),
tetapi tidak dapat dijadikan sebagai hujah. Ibnu Addi mengatakan, Bisyr
meriwayat-kan hadis-hadis yang tidak dapat diikuti. Imam Daruqutni
mengatakan Bisyr orangnya tidak kuat.

Akan tetapi, menurut kami sebagian hadits diatas mempunyai
syawahid (saksi penguat), antara lain ialah hadis Abu Umamah
Al-Bahili; Imam Ahmad mengatakan telah menceritakan kepada kami
Abdul Malik Ibnu Umar, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari
Yahya Ibnu Abi Katsir, dari Abu Salam, dari Abu Umamah yang
menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:
Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an memberi
syafaat kepada pembacanya kelak di hari kiamat. Bacalah surat
zahrawani —yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran— karena
sesung-guhnya keduanya akan datang di hari kiamat bagaikan dua
awan atau dua naungan atau dua kelompok besar burung yang
terbang berbaris; keduanya akan datang membela para
pembacanya. Ba-calah surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya
mengambilnya akan membawa berkah, dan meninggalkannya
akan mengakibat-kan kekecewaan, para tukang sihir tidak akan
mampu menghafalnya.

Hadis ini diriwayatkan pula oleh Muslim di dalam Kitab Salat mela-lui
hadis Mu'awiyah ibnu Salam, dari saudara lelakinya (Zaid ibnu Salam),
dari kakeknya (Abu Salam Mamtur Al-Habsyi), dari Abu Umamah
Suda ibnu Ajlan Al-Bahili dengan lafaz yang sama.
Az-zahrawani, keduanya bercahaya.
Al-gayayah, sesuatu yang menaungimu dari atasmu.
Al-farq, sekumpulan dari sesuatu.
As-sawaf, berbaris dengan rapat.
Al-batalah, tukang-tukang sihir.
La tastati'uha, para ahli sihir tidak akan mampu menghafalnya.
Menurut pendapat lain, ulah tukang sihir tidak akan mampu
menem-bus pembacanya.
Bukti lainnya ialah hadis An-Nawwas ibnu Sam'an; Imam Ah-mad
mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abdul
Rabihi, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Mus-lim, dari
Muhammad ibnu Muhajir, dari Al-Walid ibnu Abdur Rah-man
Al-Jarasyi, dari Jabir ibnu Nafir; ia pernah mendengar An-Naw-was
ibnu Sam'an Al-Kilabi mengatakan bahwa ia pernah mendengar
Rasulullah Saw. bersabda :

Kelak di hari kiamat didatangkan Al-Qur'an bersama dengan
ahlinya yang mengamalkannya, yang berada di depan mereka
adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali Imran.
Kemudian Rasulullah Saw. membuat tiga buah perumpamaan yang
tidak pernah ia lupakan sesudahnya. Beliau Saw. bersabda :

Seakan-akan kedua surat itu bagaikan dua awan atau dua
naungan yang hitam, di antara keduanya terdapat cahaya, atau
keduanya seperti dua kelompok burung yang bersaf, keduanya
membela pemiliknya.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui Ishaq ibnu Man-sur,
dari Yazid ibnu Abdu Rabbihi dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi
meriwayatkannya melalui hadis Al-Walid ibnu Abdur Rah-man
Al-Jarasyi dengan lafaz yang sama. Ia mengatakan bahwa pre-dikat
hadis ini hasan garib.
Abu Ubaid mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj,
dari Hammad ibnu Salamah, dari Abdul Malik ibnu Umair yang
me-ngatakan bahwa Hammad menduga hadis ini dari Abu Munib, dari
pamannya; ada seorang lelaki membaca surat Al-Baqarah dan surat Ali
Irnran setelah ia selesai dari salat Maka Ka'b bertanya, "Apakah engkau
rnembaca surat Al-Baqarah dan surat Ali Imran?" Lelaki itu menjawab.
"Ya." Ka'b berkata, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam
genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya di dalam kedua surat itu
terdapat asma Allah; bila disebutkan dalam suatu doa, niscaya akan
diperkenankan. Abu Munib mengatakan, "Beri tahukanlah isim itu
kepadaku! Pamannya menjawab, 'Tidak, demi Allah, aku tidak akan
menceritakannya kepadamu. Seandainya aku menceritakannya
kepadamu niscaya dalam waktu dekat kamu akan menyebutnya dalam
doa untuk keluargamu yang di dalamnya terlibat aku dan kamu."
Abu Ubaid mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami
Abdullah ibnu Saleh, dari Mu'awiyah ibnu Saleh, dari Salim ibnu Amir.
bahwa ia pernah mendengar Abu Umamah mengatakan,
"Se-sungguhnya ada seorang dari saudara kalian bermimpi dalam
tidurnya melihat sejumlah manusia menempuh jalan lereng suatu bukit
yang terjal lagi panjang, sedangkan di atas puncak bukit itu terdapat dua
buah pohon yang kedua-duanya tampak hijau (subur). Kedua pohon ku
bersuara dan mengatakan, 'Apakah di antara kalian terdapat orang yang
dapat membaca surat Al-Baqarah? Apakah di antara kalian ada orang
yang dapat membaca surat Ali Imran'?" Abu Umamah melan-jutkan
kisahnya, "Apabila ada seorang menjawab, 'Ya,' maka kedua pohon itu
menjulurkan ranting-rantingnya mendekat ke arah lelaki tersebut
hingga lelaki itu dapat bergantungan padanya, lalu memba-wanya naik
ke atas puncak bukit."

Telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Saleh, dari
Mu'awiyah ibnu Saleh, dari Abu Imran; ia pemah mendengar Ummu
Darda menceritakan kisah berikut, "Seorang lelaki dari kalangan
orang-orang yang hafal Al-Qur'an menyerang seorang tetangganya dan
membunuhnya, kemudian ia terkena qisas dan dihukum mati. Maka
Al-Qur'an keluar meninggalkannya satu surat demi satu surat secara
terus-menerus, hingga yang tertinggal hanya surat Al-Baqarah dan surat
Ali Imran selama satu Jumat. Kemudian surat Ali Imran pergi pula
meninggalkannya, dan surat Al-Baqarah tinggal selama sa-tu Jumat.
Kemudian dikatakan kepadanya:

Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak
menganiaya hamba-hamba-Ku. (Qaf: 29)
Lalu surat Al-Baqarah keluar, wujudnya seperti gumpalan awan yang
besar. Abu Ubaidah mengatakan bahwa dia memimpikan kedua surat
tersebut menemani lelaki itu di dalam kuburnya, membelanya, dan
menghibumya. Kedua surat itu merupakan bagian dari Al-Qur'an yang
tetap bersamanya.
Abu Ubaid mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu
Misar Al-Gassani, dari Sa'id ibnu Abdul Aziz At-Tanukhi, bah-wa
Yazid ibnul Aswad Al-Jarasyi pernah menceritakan, "Barang sia-pa
yang membaca surat Al-Baqarah dan Ali Imran di siang hari, ma-ka dia
bebas dari nifaq (sifat munafik) sampai petang harinya. Dan barang
siapa yang membacanya di malam hari, maka dia bebas dari nifaq
hingga pagi harinya." Perawi mengatakan bahwa Yazid ibnul Aswad
Al-Jarasyi selalu membaca kedua surat tersebut setiap siang dan malam
hari selain dari satu juz wiridnya.
Telah menceritakan kepada kami Yazid, dari Warqa ibnu Iyas, dari
Sa'id ibnu Jabir yang mengatakan bahwa Khalifah Umar ibnul Khattab
r.a. pernah mengatakan, "Barang siapa membaca surat Al-Baqarah dan
surat Ali Imran di malam hari, dia dicatat termasuk orang-orang yang
beribadah." Di dalam asar ini terdapat inqita (sanad yang terputus),
tetapi telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain bahwa Rasulullah Saw.
membaca kedua surat ini dalam satu rakaat.
Imam Ahmad, Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasa-i meriwayatkan dari Suhail bin Shalih, dari ayahnya Abu hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

"janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. sesungguhnya rumah yg didalamnya dibacakan surat Al baqarah tidak akan dimasuki syaitan."
At-Tirmidzi mengatakan :"Hadits ini hasan shahih"

Dari Abdullah bin mas'ud ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda :
"Semoga Aku tidak mendapatkan salah seorang diantara kalian meletakkan kakinya diatas kakinya yang lain, sambil bernyanyi dan meninggalkan surat Al baqarah tanpa membacanya.Sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yg didalamnya dibacakan surat Al baqarah. sesungguhnya rumah yg paling kosong adalah bagian dalam rumah yg hampa dari kitab Allah (Al qur'an)
(HR An-Nasa-i dalam kitab al-Yaum wa al-Lailah)

'Abdullah bin Mas'ud mengaatakan : "Barang siapa membaca sepuluh ayat dari surat Al baqarah pada suatu malam, maka syaitan tifak akan masuk kedalam rumahnya pada malam itu. Yaitu empat awal dari surat Al baqarah, ayat kursi dan dua ayat selanjutnya, serta tiga ayat terakhir dari surat Al baqarah."
Dalam riwayat lain darinya disebutkan :"Pada hari itu dia dan keluarganya tidak akan didekati syaitan dan sesuatu apapun yg dibencinya. Dan tidaklan ayat ayat itu dibacakan atas orang gila melainkan dia akan sadar(sembuh)."

@TANYA JAWAB@

TANYA:
1) Apa hukum'a seseorang yg telah mempelajari tahsin, tp tdk mengamalkan'a ketika tilawah?

JAWAB:
1) dalam membaca Al-Quran ada dua macam :

Al-Lahnul Jaliy  (ا َلَّلحْنُ اْلجَلِيْ)

Kesalahan yang terlihat dengan jelas baik dikalangan awam maupun para ahli tajwid.

• perubahan bunyi huruf dengan huruf lain

• perubahan harakat dengan harakat lain

• memanjangkan huruf yang pendek atau sebaliknya.

• Mentasydidkan huruf yang tidak seharusnya atau sebaliknya.

Adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafadh-lafadh dalam Alqur’an yang dapat mengubah arti dan menyalahi ‘urf qurro. Melakukan kesalahan ini, hukumnya HARAM.

Yang termasuk kesalahan jenis ini antara lain

Kesalahan makhroj (titik/tempat keluarnya) huruf. Kesalahan ini biasanya terjadi pada pengucapan huruf-huruf yang hampir serupa, seperti : ‘a (‘ain) dibaca a (hamzah), dlo dibaca dho, dza dibaca da, tsa dibaca sa, ha dibaca kha, thi dibaca ti , dan sebagainya.

Salah membaca mad, yaitu yang seharusnya dibaca pendek (1 ketukan) dibaca lebih panjang (2 ketukan atau lebih) dan sebaliknya. Misalnya: Laa (aa dibaca panjang; artinya TIDAK) dibaca La (a dibaca pendek; artinya SUNGGUH-SUNGGUH)

Salah membaca harokat. Contohnya: kharokat di akhir kata benda, karena kharokat akhir kata menunjukan jabatan kata itu dalam kalimat. Contoh: yarfa’ullohu (artinya: Allah mengangkat) di baca yarfa’ulloha (artinya menjadi: dia mengangkat Allah).


Al-Lahnul Khofiy  (اَلّلحْنُ اْلخَفِيْ)

Kesalahan ringan yang tidak diketahui secara umum, kecuali oleh orang yang memiliki pengetahuan mengenai kesempurnaan membaca Al-Quran. Diantaranya:

• hukum-hukum pembacaan seperti membaca mad wajib muttashil atau lazim dengan dua atau tiga harakat

• tidak menerapkan kaidah ghunnah pada huruf-huruf yang seharusnya dibaca dengan ghunnah.

Contoh :

أَنْزَلَ – يُنْفِقُوْنَ – وَمَا أَنْزَلَ مِنْ قَبْلِكَ – إِذَا جَآءَ

Adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafadh-lafadh dalam Alqur’an yang menyalahi ‘urf qurro namun tidak mengubah arti. Melakukan kesalahan ini hukumnya makruh.

Yang termasuk kesalahan jenis ini antara lain: kesalahan dalam membaca dengung (idghom, ikhfa’, iqlaab, dll), kesalahan (lebih/kurang panjang) dalam membaca mad, kesalahan menampakkan sifat huruf (seperti: hams, qolqolah, keliru membaca tahkhim/tarqiq), dan lain sebagainya.

Kesalahan membaca Alqur’an, baik yang jaly maupun yang khofiy, tetaplah sebuah kesalahan. Bila kesalahan itu tetap muncul, maka bacaan Alqur’an kita tidak lagi sesuai dengan bacaan saat pertama kali Alqur’an diturunkan. Karena itu, marilah kita belajar ilmu tajwid ini, mudah-mudahan kita terhindar dari segala kesalahan dalam membaca Alqur’an.

Dengan demikian hal ini menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim, bahwa kita harus menjaga dan memelihara kehormatan, kesucian, dan kemurnian al-Qur’an dengan cara membaca al-Qur’an secara baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwidnya.

TANYA:
dlm salah satu hadits di atas disebutkan bhw "seakan2 kdua surat itu bgaikan dua awan atau dua naungan yang hitam, ......"
Itu mksd hadits tsb gmn ummi?

Trus diatas jg disebutkan, bahwa yg membaca'a akan menghalang sihir? Itu dlm bentuk bacaan yg gmn? Apakah sekedar membaca sja?

JAWAB:
Imam ahmad meriwayatkan dari abu Umamah, ia berkata "Aku pernah mendengar rasulullah bersabda ":

"Bacalah Al qur'an , karena sesungguhnya Al qur'an itu akan memberi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat kelak. Dan bacalah Az Zahwarain, yaitu surat Al baqarah dan Ali 'imran ,karena kdua surat itu akan datang pada hari kiamat, seolah olah keduanya bagai tumpukan awan,atau bagai dua benda yg menaungi, atau bagai dua kelompok burung yg mengembangkan sayapnya, keduanya akan membela pembacanya pada hari kiamat."

kemudian Beliau bersabda :" Baaalah Al baqarah, karena membacanya akan mendatangkan berkah, dan meninggalkannya adalah kerugian,  Dan para tukang sihir tidak akan sanggup menjangkau pembacanya."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh muslim dlam kitab ash-Shalah.

Dalam shahih al-bukhari Rasulullah saw pernah membacanya dalam satu rakaaat

TANYA :
ummii kadang saya kurang menjadikan kebiasaan dalam membaca al qur'an karena pekerjaan yang ngga bisa ditinggalkan,,,cara menyikapinya gimana

JAWAB :
harus tahu kunci utama tujuan membacanya donk..coba bayangkan ukht punya kekasih (suami)dan anti menulis surat untuknya.. lalu tiap saat meski dia tengah sibuk 2jam skl sempatkan membacanya mski hanya satu baris... makin.cintakan ????

makin cintaakahhh kpd  suami anti???
pastinya dooonk

TANYA :
umi Al baqoroh it buanyak sekali ayatnya um..
isinya tentang puasa ramadhan dan nikah y..

JAWAB :
Surah Al-Baqarah (Arab: البقرة , al-Baqarah, "Sapi Betina") adalah surah ke-2 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Sebagian besar ayat dalam surah ini diturunkan pada permulaan hijrah, kecuali ayat 281 yang diturunkan di Mina saat peristiwa Haji Wada'. Surah ini merupakan surah terpanjang dalam Al-Qur'an. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina karena di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surat Alif Lam Mim karena surah ini dimulai dengan huruf arab Alif Lam dan Mim.
INTISARI AL-BAQARAH:

Didalam surat ini anda akan membaca tentang:

1. Bahwa Al-Quran itu adalah Petunjuk bagi mereka yang bertakwa

2. Bahwa yang disebut orang yang bertakwa menurut Tuhan ialah:
a. Mereka yang beriman kepada yang gaib
b. Mereka yang mendirikan shalat
c. Mereka yang menafkahkan sebagian rezeki yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada mereka
d. Mereka yang beriman kepada kitab suci Al-Quran
e. Mereka yang beriman kepada kitab suci sebelum Al-Quran seperti Kitab Zabur, Kitab Taurat dan Kitab Injil.

Orang yang tak percaya pada Tuhan

Dalam Surat ini Tuhan menjelaskan seperti apa sifat orang yang tak percaya kepada Tuhan, yaitu biarpun diberi tahu tentang adanya Tuhan atau tidak sama saja bagi mereka ini, mereka memang tidak mau percaya pada Tuhan

Orang Munafik
Dalam surat ini Tuhan memberitahukan kita tentang adanya orang yang munafik, di depan kita mengaku sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi dibelakang kita dia berkata lain lagi.
Kalau ditegur agar tidak berbuat kerusakan atau sesuatu yang merugikan agama mereka berkata bahwa apa yang mereka perbuat itu adalah untuk kebaikan juga, walaupun sudah jelas menyalahi Firman Tuhan dan Hadis.
Orang-orang semacam ini bukan berasal dari kalangan kaum awam saja, tapi tidak sedikit yang terdiri dari orang-orang pandai para pejabat, profesor doktor dll.


Wassalamu'alaykum....

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment