Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » Majelis Dzikir

Majelis Dzikir

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, November 22, 2014

Kajian Online WA Hamba اَللّه SWT ummi 22 Hari, tanggal : Jum'at,21 november 2014 Narasumber : Ustdzah Finna Materi : Majlis dzikir Notulen : Iin riyanti Admin : Euiss 
Editor: Indah Permata Sari Bismillahirrahmanirrohim Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarokaatuh... Alhamdulillah...bersyukur Allah pertemukan kita semua pada pagi yang cerah ini dalam keadaan sehat badan dan iman insyaAllah dalam majelis yang diagungkan serta diberkahi Allah. Bunda dan ummi yang disayangi Allah...hari ini sy ingin sedikit menyampaikan tentang majelis dzikir Hadits Muslim 4854 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلَائِكَةً سَيَّارَةً فُضُلًا يَتَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ فَيَقُولُونَ جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي الْأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ قَالَ وَمَاذَا يَسْأَلُونِي قَالُوا يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ قَالَ وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي قَالُوا لَا أَيْ رَبِّ قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي قَالُوا وَيَسْتَجِيرُونَكَ قَالَ وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِي قَالُوا مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ قَالَ وَهَلْ رَأَوْا نَارِي قَالُوا لَا قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي قَالُوا وَيَسْتَغْفِرُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا قَالَ فَيَقُولُونَ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ قَالَ فَيَقُولُ وَلَهُ غَفَرْتُ هُمْ الْقَوْمُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ "Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci & Maha Tinggi mempunyai beberapa malaikat yg terus berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis dzikir tersebut, maka mereka terus duduk di situ dgn menyelimutkan sayap sesama mereka hingga memenuhi ruang antara mereka & langit yg paling bawah. Apabila majelis dzikir itu telah usai, maka mereka juga berpisah & naik ke langit.' Kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya: 'Selanjutnya mereka ditanya Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat Yang sebenarnya Maha Tahu tentang mereka: 'Kalian datang dari mana? ' Mereka menjawab; 'Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yg selalu bertasbih, bertakbir, bertahmid, & memohon kepada-Mu ya Allah.' Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya: 'Apa yg mereka minta? ' Para malaikat menjawab; 'Mereka memohon surga-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya lagi: 'Apakah mereka pernah melihat surga-Ku? ' Para malaikat menjawab; 'Belum. Mereka belum pernah melihatnya ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata: 'Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surga-Ku? ' Para malaikat berkata; 'Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala balik bertanya: 'Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku? ' Para malaikat menjawab; 'Mereka meminta perlindungan kepada-Mu dari neraka-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya: 'Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku? ' Para malaikat menjawab; 'Belum. Mereka belum pernah melihat neraka-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata: 'Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? ' Para malaikat berkata; 'Ya Allah, sepertinya mereka juga memohon ampun (beristighfar) kepada-Mu? ' Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab: 'Ketahuilah hai para malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka, memberikan apa yg mereka minta, & melindungi mereka dari neraka.' Para malaikat berkata; 'Ya Allah, di dalam majelis mereka itu ada seorang hamba yg berdosa & kebetulan hanya lewat lalu duduk bersama mereka.' Maka Allah menjawab: 'Ketahuilah bahwa sesungguhnya Aku akan mengampuni orang tersebut. Sesungguhnya mereka itu adl suatu kaum yg teman duduknya tak bakalan celaka karena mereka.'' [HR. Muslim No.4854]. Dalam hadits lain disebutkan: عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ خَرَجَ مُعَاوِيَةُ عَلَى حَلْقَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ قَالَ آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَمَا كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلَّ عَنْهُ حَدِيثًا مِنِّي وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا قَالَ آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ Dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata: Mu’awiyah keluar menemui satu halaqah (kelompok orang yang duduk berkeliling) di dalam masjid, lalu dia bertanya,”Apa yang menyebabkan engkau duduk?” Mereka menjawab,”Kami duduk berdzikir kepada Allah.” Dia bertanya lagi,”Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?” Mereka menjawab,”Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?” Dia berkata,”Sesungguhnya aku tidaklah meminta engkau bersumpah karena sangkaan (bohong, Pent.) kepadamu. Tidaklah ada seorangpun yang memiliki kedudukan seperti aku dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lebih sedikit haditsnya dariku. Dan sesungguhnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah keluar menemui satu halaqah dari para sahabat beliau. Kemudian beliau bertanya,’Apa yang menyebabkan engkau duduk?’.” Mereka menjawab,”Kami duduk berdzikir kepada Allah.” Beliau bertanya lagi,”Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?” Mereka menjawab,”Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?” Beliau bersabda,”Sesungguhnya, aku tidaklah meminta engkau bersumpah karena sangkaan (bohong, Pent) kepadamu. Akan tetapi Jibril telah mendatangiku, lalu memberitahukan kepadaku, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala membanggakanmu kepada para malaikat.” [HR Muslim, no. 2701]. Mungkin jika diantara kita ada yang bangga karena kita artis yang dikenal oleh masyarakat dunia..atau anggota keluarga dr orang yang ternama atau nomer 1 di dunia..maka tidak ada kebanggaan yang lebih besar selain dibanggakannya kita oleh Allah dihadapan para malaikatNya @ Beberapa keutamaan majelis dzikir : 1.Majlis dzikir adalah5 taman surga di dunia ini. عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” [1] Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Barangsiapa ingin menempati taman-taman surga di dunia, hendaklah dia menempati majlis-majlis dzikir; karena ia adalah taman-taman surga.”[2] 2.Majlis dzikir merupakan majlis malaikat. Juga menjadi penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah. Allah membanggakannya kepada malaikat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersbada: لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisiNya.[3] Dan semoga melalui majelis ilmu ini Allah perkenankan semua keutamaan yg dijanjikan..dan Allah Maha Benar atas janji-janjiNya Bersyukur yang tak terhingga ketika disini para bunda dan ummi sekalian bergabung di dalam grup ini yang isinya adalah belajar dan mengajarkan Alquran..mengingat Allah...meminta surgaNya dengan terus mendekatkan diri melalui majelis ilmu dan coba mengamalkannya @Ada beberapa hal yang perlu kita jadikan sebagai sebuah catatan dalam mengikuti majelis ilmu Ketika sy membaca dan mempelajari ayat ini..sy pribadi malu dan perlu belajar dr mereka yg notabene makhluk yang tdk lebih mulia dr manusia وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. : قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. : يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Mereka para jin yang mengikuti majelis Rasulullah kala itu datang berbondong2 dan khusyuk mendengarkan..ketika ada temannya yang berbicara atau tidak memperhatikan maka kemudian langsung diingatkan..dan ketika selesai majlis tanpa menunggu mereka segera menyeru kepada kaumnya..fastabiqul khoirot menyampaikan ilmu yang didapat dalam majelis dzikir tadi Sementara itu yang dapat sy sampaikan.silahkan jika ada yang perlu didiskusikan. SESI TANYA JAWAB : 1.Umi dany Ustadzah fina, Sy mau tanya Klo qt brkmpul d mjlis ilham Kmdian qt berdoa Kmdian g sngj pas ada adzan. Mk doa ny akn cpt trkbul y? 2.Bunda sari ustadzah... dzikir apa yg baik'a kita baca jika hati was" dalam berkendara di perjalanan. dan ada ga ustz.... do'a agar qt dan anggota kel. mnjadi pecinta Al Qur'an. 3.umi euis Ustadzah klau kita lihat d sekitar kita banyak pengajian ibu ibu yang diadakan ba' da maghrib sampai stelah isya...pd saat berkumandang adzan isya pengajian trsebut tetap saja mmbaca surat yasin tanpa d panding dulu...itu bagaimana hukumny y ustadzh?...ketika acara ta' ziyah pun sperti itu...shingga saya g pernah ikut ta' ziyah karna pd saat adzan isya mereka tetap mmbca dngan keras ( pakai mic)... Karna setau saya kalau lagi adzan kita tidak boleh bersuara keras/ bercakap cakap.bagaimana y ustdzah? 4.mb laily Majlis dzikir sama majlis ilmu beda ya ust? Klo yg kita pengajian dgerin ustad ceramah itu apa nmanya ? 5 . Umi iin sy mu brtnya ustadzah..Klu majlis dzikir yg brdzikir rame2 d lakukan . Itu mjlis dzikir jg ?? Tp sy prh dgr jg tdk blh berdzikir ramai2 yg dpimpin oleh imam krn ap gtu...baikny brdzikir sndr2. 6.umi dany Jd wkt adzan qt berdoa gtu y ustdzah ? 7.Umi vrita Ustadz, bgm jika saat sdg tahajud, tiba2 sdh adzan shubuh? Apakah diteruskan ataukah harus dihentikan? Demikian jg, bgm saat sdg ngaji, tiba2 adzan? Apakah saat itu berhenti? Atau dilanjutkan? Sampai selesai ? 8. Umi euis Jd bagaimana ttang majlis rasulullah yg slama in sering mngadakan dzikr kliling Yg selalu kadang2 mngganggu lalu lintas n ga taat peraturan ustadzah? JAWAB : 1. salah satu waktu2 dimana doa dimudahkn di ijabah oleh Allah adalah saat antara dikumandangkan adzan hingga saat iqomah.sengaja berdoa,lebih baik bunda 2. bunda sari ustadzah... dzikir apa yg baik'a kita baca jika hati was" dalam berkendara di perjalanan. dan ada ga ustz.... do'a agar qt dan anggota kel. mnjadi pecinta Al Qur'an. #Doa saat berkrndara subhaanalladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wainna ilaa robbinaa lamunqolibuuna (HR muslim) "Maha Suci Engkau yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami,padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainy dan sesungguhnya kepada Robb kami,kami akan kembali " (HR.muslim) Doa ini terdapat dalam alquran.QS.Az Zukhruf : *Doa agar menjadi pecinta quran : Robbisy rohlii shodrii wa yassir lii amri wahlul 'uqdatam millisaani yafqohuu qoulii Yaa fattaahu yaa 'aliim..iftah lanaa baabanaa bil qur'aanil 'adhiim,nashrum minallaah wa fat-hun qoriib,wa basy syiril mu'miniina Allaahumma nawwir bikitaabika bashorii wa ath-liq bihii lisaanii,wasy roh bihii shodrii,was ta'mil bihii jasadii,bihaulika waquwwatika,fa innahuu laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adhiimi "Yaa Robb lapangkanlah hatiku,dan mudahkanlah urusanku,uraikan ikatan dari lisanku supaya mereka faham perkataanku Wahai yang Maha Membuka,wahai yang Maha Mengetahui bukakanlah pintu kami dengan Alquran yang agung,pertolongan dr Allah dan kemenangan sangat dekat dan berilah kabar gembira kepada org2 mukmin. Ya Allah,terangilah penglihatanku dengan kitabMu,fasihkanlah lisanku dengannya,lapangkanlah hatiku dengannya,jadukan jasadku beramal dengannya dengan daya upaya dan kekuatanMu,sesungguhnya tidak ada daya dan kekuatan kecuali pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung " 3.ummi euis #"Apabila kamu mendengar azan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin (orang yang mengumandangkan azan) itu."  (HR Abu Sa'id al-Khudri) Adapun ketika adzan selesai dikumandangkan, Jabir bin Abdullah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang ketika mendengar azan maka ucapkanlah:   'Allahumma rabba haadzihid da' watit taammati washshalaatil qaaimati aati muhammadanil wasiilata walfadhiilata wasy- syarafa wad-darajatal-'aaliyatar rafii'ata wab'atshu maqaamam mahmuudanilladzii wa'adtah innaka laa tukhiful-mii'aad ya Arhamnar-Raahimiin'   yang Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad perantaraan (wasilah), keutamaan, kemuliaan dan pangkat yang tinggi dan mulia, dan angkatlah beliau pada derajat yang terpuji yang telah engkau janjikan, sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji ya Allah Dzat yang Paling Penyayang" *Ketika adzan berkumandang dianjurkan untuk mendengarkan dengan khusyuk.Tidak diperkenankan berbicara kecuali hal yg sangat urgen sekali yg mungkin tdk bisa dipotong saat adzan 4.mb laily Majelis Dzikir mempunyai beberapa definisi sebagaimana diuraikan oleh beberapa ulama; sebagai berikut: 1.Abu Hazzan ‘Atha’: “Yaitu majelis tentang halal dan haram. Majelis yang mengajari bagaimana kamu shalat, puasa, menikah, talak, dan bagaimana kamu berjual-beli.” (Al Hilyah 3/313). 2.Sa’id bin Jubair mengatakan: “Semua yang melakukan ketaatan kepada Allah karena Allah, maka dia adalah orang yang berdzikir kepada Allah.”(Al Adzkar 7). 3.Syaikh Al Imam Abu ‘Amr Ibnu Shalah pernah ditanya ukuran seseorang dikatakan sebagai orang yang banyak berdzikir kepada Allah?” Beliau mengatakan: “Yaitu orang yang tekun melakukan dzikir-dzikir ma’tsur (diriwayatkan) yang sahih setiap pagi dan petang dalam keadaan yang berbeda, siang malam.” (Al Adzkar 7). 4.Imam Al Qurthubi mengatakan: “Majelis dzikir adalah majelis ilmu dan nasehat (peringatan). Yaitu majelis yang diuraikan padanya firman-firman Allah, Sunnah Rasul-Nya dan keterangan para salafus shaleh serta imam-imam ahli zuhud yang terdahulu, jauh dari kepalsuan dan kebid’ahan yang penuh dengan tujuan-tujuan yang rendah dan ketamakan.” (Fikih Sunnah 2/87). 5.Al Manawi mengatakan: “Hujjatul Islam (Al Ghazali –ed) mengatakan: “Yang dimaksud dengan majelis dzikir adalah, tadabbur Al Quran, mempelajari agama, dan menghitung-hitung ni’mat yang telah Allah berikan kepada kita.” (Faidlul Qadir 5/519). 5.Umi iin Mengenai dzikir yg dikeraskan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا “Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110) Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan suara lirih. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3) Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman, ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55) Dari Abu Musa radhiallahu’anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ “Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari) 6.ummi dany #Sebagaimana yang td sy jelaskan di atas bahwa ketika adzan berkumandang maka khusyuk mendengarkan dan menjawab/mengikuti apa yg diucapkan muadzin..setelah selesai kemudian berdoa sbgmn yg tertulis di atas..kemudian silahkan berdoa sebanyak2nya hingga iqomah dikumandangkan Fina Fillaily: Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ “Doa di antara adzan dan iqomah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, beliau menshahihkannya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Misykah al-Mashabih, no. 671) Terdapat tambahan lafadz perintah berdoa dalam riwayat yang dikeluarkan Imam Ahmad, إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ فَادْعُوا “Sesungguhnya doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, maka berdoalah kalian.” (Syaikh Sy’aib al-Arnauth berkata: isnadnya shahih) Fina Fillaily: Hadits dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu menguatkan keterangan di atas, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, إِذَا نَادَى الْمُنَادِي فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَاسْتُجِيْبَ الدُّعَاءُ “Apabila pemanggil memanggil (muadzin mengumandangkan adzan) maka dibukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan doa.” (HR. Abu Awaanah dalam musnadnya, Imam Al-Hakim dalam Mustadraknya, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ al-Shaghiir, no. 803) #ummi dany Sebagaimana yang td sy jelaskan di atas bahwa ketika adzan berkumandang maka khusyuk mendengarkan dan menjawab/mengikuti apa yg diucapkan muadzin..setelah selesai kemudian berdoa sbgmn yg tertulis di atas..kemudian silahkan berdoa sebanyak2nya hingga iqomah dikumandangkan Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ “Doa di antara adzan dan iqomah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, beliau menshahihkannya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Misykah al-Mashabih, no. 671) Terdapat tambahan lafadz perintah berdoa dalam riwayat yang dikeluarkan Imam Ahmad, إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ فَادْعُوا “Sesungguhnya doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, maka berdoalah kalian.” (Syaikh Sy’aib al-Arnauth berkata: isnadnya shahih) Hadits dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu menguatkan keterangan di atas, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, إِذَا نَادَى الْمُنَادِي فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَاسْتُجِيْبَ الدُّعَاءُ “Apabila pemanggil memanggil (muadzin mengumandangkan adzan) maka dibukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan doa.” (HR. Abu Awaanah dalam musnadnya, Imam Al-Hakim dalam Mustadraknya, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ al-Shaghiir, no. 803) 7.Ustadz, bgm jika saat sdg tahajud, tiba2 sdh adzan shubuh? Apakah diteruskan ataukah harus dihentikan? #Tetap diteruskan ummi..menyempurnakan sholat Demikian jg saat sdg mngaji,tiba2 adzan? Apakah saat itu berhenti? Atau dilanjutkan? Sampai slaaai? #Karena tdk ada larangan sholat ketika adzan..madzhab maliki dan hambali menghukuminya makruh. Kita tdk diperkenankan menghentikan tilawah ditengah2 kecuali ada hal yg sangat darurat..maka adabnya hentikanlah ketika sdh waqof,selesaikan hajat dan kemudian lanjutkan Allahua'lam bis showab Asalnya tidak ada larangan seseorang untuk berbincang-bincang saat adzan dikumandangkan, sebagaimana dalam sebuah atsar dari seorang tabi’in yang bernama Tsa’labah bin Abi Malik Al-Qurozhy riwayat Imam Malik (1/103). Hanya saja, yang paling afdhol adalah dia diam dan mendengarkan azan agar dia bisa menjawab dengan baik azan yang sedang dikumandangkan, dan telah dimaklumi bersama bahwa menjawab adzan hukumnya adalah sunnah mu`akkadah. Jadi intinya semua lebih kepada adab..bagaimana saat adzan berkumandang..sebagaimana yang dilakukan oleh makhluk makhluk Allah yang lain.. 8.Umi euis Sebenarnya berdzikirnya tidak masalah asal sesuai tuntunan Rasulullah saw..td sy sempet singgung sedikit di atas bagaimana adab berdzikir yg diajarkan Rasulullah ....hanya jika kemudian menimbulkan hal2 yg negatif..atau bahkan menekankan ibadah sekedar pengucapan lisan..menyanyikan dzikir atau dengan suara yg keras(teriak) sy rasa Rasulullah tdk mengajarkan demikian.kita pun harus proposional dlm beribadah..dzikir mengingat Allah baik dlm keadaan duduk berdiri atau berbaring..dalam keadaan apapun dan tidak dibatasi waktu tertentu dan harus datang ke tempat yg jauh dulu utk berdzikir.banyak dr mereka yg berasal dr luar kota namun begitu kuat tekadnya utk mendatangi majelis majelis dzikir dan berkeliling.namun setiap kita memiliki dasar atas ibadah yg kita lakukan..pun selama mereka memiliki dalil/dasar yang kuat mengenai ibadah tersebut maka kita patut menghormati Alhamdulillah, kajian kita berjalan dg lancar. Moga ilmu yg kita dpatkan berkah dan bermanfaat. Amiin.... Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” Wassalamu'alaikum...

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment