Home » , , , » Mendahulukan Teori Ketimbang Praktek

Mendahulukan Teori Ketimbang Praktek

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 11, 2014

Kajian Online WA Hamba ﺍﻟﻠَّﻪِ SWT (Ayah 304)

Hari / Tanggal : Senin, 10 November 2014
Narasumber : M. Thoha
Materi :"9 Kekeliruan dalam mendidik anak dan solusinya."
Admin : Muhammad Rifa'i
Editor : Ana Trienta

Hari ini kita bahas kekeliruan yang Ketiga yaitu
"Mendahulukan Teori Ketimbang Praktek"

Apakah kita bisa makan dan minum karena diajarkan teori terlebih dahulu apa langsung praktek? Apakah kita bisa berbahasa ibu kita didahului teori terlebih dahulu apa langsung praktek? Apakah kita belajar bersepeda didahului oleh teori dulu apa langsung praktek? Jawabnya, ya kita bisa karena langsung praktek.

Mengapa banyak anak-anak  malas membaca alias minat bacanya rendah? Karena rajin membaca itu ada di teori-teori sementara pada prakteknya mereka melihat jarang orang tuanya atau gurunya yg kutu buku atau orang-orang yang berseliweran membaca buku, banyaknya membaca di hp, itupun kebanyakan bukan membaca tapi main game.

Mengapa banyak orang yang jarang memakmurkan masjid atau shalat lima waktu di masjid? Karena itu adanya hanya diteori, sejak kecil ia jarang diajak 'praktek' shalat lima waktu di masjid, paling juga kalau diajak ke masjid pas bulan Ramadhan saja.

Pertanyaan yang sama dapat kita ajukan, misal mengapa anak tidak jujur, tidak suka memberi, tidak mudah jika diperintah? Jangan-jangan karena itu terjadi karena ia banyak melihat praktek dari orang tuanya.

Mengapa anak suka bertengkar, suka marah, suka membicarakan keburukan orang lain, suka nonton TV, hedonis dll? Jangan-jangan  praktek orang tuanya begitu. Senyum, salam, sapa, sopan santun, pemaaf, penyabar, penyayang,  jujur, amanah, dermawan dll itu jangan sampai ada diteori saja, tapi harus dipraktekkan oleh orang tua dan guru jika ingin sifat-sifat terpuji itu melekat dan menjadi akhlaq anak-anak. Pemarah, pendendam, pembohong, pelit, khianat dll, sifat tercela itu jika buruknya hanya ada diteori tapi pada prakteknya orang tuanya sering ia lihat begitu maka ibarat air cucuran atap.

Kesimpulan :
Pada umumnya orang tua hanya banyak memberikan teori kepada anak-anaknya. Untuk hal baik selalu ia sampaikan kepada anak-anaknya harus begini, harus begitu. Sementara untuk hal-hal buruk ia selalu melarang jangan begini jangan begitu. Padahal kata-kata harus dan jangan itu adalah sebuah teori tapi jika praktek yang mereka pertontonkan sehari-hari berbeda maka hasilnya juga akan mengecewakan.

Itulah fenomena yang terjadi dewasa ini anak-anak tahu banyak teori-teori tentang kebaikan tapi anak-anak sedikit melihat orang-orang yang mempraktekkan kebaikan-kebaikan tersebut.

TANYA JAWAB
Tanya:
Ustadz mohon nasehat, ada anak teman ana (usia 5-6 taun) melakukan tindakan (yang dia belum tau), yaitu membunuh anak kucing, karena mempraktekan kartun tom & jerry 
Jawab:
Ajarkan anak tersebut cinta Allah, cinta Rasul dan cinta Al Qur'an, in sya Allah jika demikian berangsur-angsur kekeliruannya akan semakin memudar, itu solusinya ketimbang kita memperbaiki kesalahannya satu persatu.

Terima kasih ustadz atas ilmu dan waktunya
Semoga keberkahan selalu melimpahimu, Aaamiiin

Mari kita tutup dengan baca kaffaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Wassalamu'alaykum warahmatullah..

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT