Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MENGAJUKAN SYARAT SAAT NIKAH

Kajian Online WA Hamba ﺍﻟﻠَّﻪِ SWT 
(Nanda 101)

Hari / Tanggal : Sabtu, 15 November 2014
Narasumber : Ustadz Rudianto Surbakti
Tema : Munakahat #2
Notulen : Ana Trienta

Bismillahirohmanirohim..
In syaa Allah hari ini kita lanjut Pembahasan Munakahat ke BAB Berikutnya.
Yaitu : Mengajukan Syarat Saat Pernikahan.

Tentunya nanda sering bertanya-tanya, bolehkan mengajukan syarat kepada calon suami atau calon istri bagi ikhwan?

Baiklah, kita bahas. Dibolehkan bagi kedua belah pihak, baik wanita maupun laki-laki untuk mengajukan syarat dalam nikah, selama tidak bertentangan dengan konsekuensi nikah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَحَقَّ الشُّرُوطِ أَنْ تُوَفَّى مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ

“Sesungguhnya persyaratan yang paling layak untuk dipenuhi adalah persyaratan yang diajukan untuk melanjutkan pernikahan.” (HR. Bukhari 2721, Muslim 1418, dna yang lainnya).

Madzhab As-Syafi'I membagi persyaratan ini menjadi 2 Bagian.
1. Syarat-syarat yang dibolehkan.
2. Syarat-syarat yang dilarang..

Nanda harus hati-hati dalam memberikan syarat pernikahan, karena bisa jadi nikahnya jadi terlarang karena syaratnya yang tidak benar..

1. Syarat yang diperbolehkan
Syarat yang diperbolehkan adalah syarat-syarat yang sesuai hukum syar'I tentang mutlaknya Akad. Contohnya: Wanita minta maharnya dipenuhi, memenuhi nafkah padanya, besikap adil terhadap semua istri-istrinya, mengapal 1 Juz Qur'an, Memenuhi pambeyaran zakat pengahasilan. Dll.

2. Syarat yang tidak diperbolehkan.
Syarat ini, imam syafi'I membaginya menjadi beberapa macam.
a. Persyaratan yang membatalkan pernikahan, yaitu persyaratan yang bertentangan dengan pernikahan. Seperti dinikahi untuk diceraikan. Nikah mut'ah, hak talak di tangan wanita, maka pernikahan dgn syarat ini tidak sah.

b. Persyaratan yang membatalkan mahar tapi tidak membatalkan pernikahan. Contohnya: tidak boleh berpoligami, tidak boleh dibawa merantau. Syarat ini bathil karena mengharamkan yg dihalalkan Allah atau menghalalkan yg diharamkan Allah. Dalam hal ini, mahar yg diterima wanita manjadi batal. Berubah menjadi mahar mitsil, tetapi pernikahan tetap sah.

c. Persyaratan yang bergantung pada siapa yang memberi syarat. Misalkan: tidak boleh berjimak setelah menikah, jika yang memberikan syarat pihak perempuan maka syarat ini haram, karena setelah memberi mahar hak lelaki adalah jimak. Namun, jika yang memberikan syarat pihak lelaki, maka hal itu boleh menurut imam syafi'I.

d. Persyaratan yang diperdebatkan beberapa ulama. Yaitu berkaitan dengan mahar dan nafkah. Jika perempuan minta tidak dinafkahi, maka itu boleh karena itu merupakan hak wanita. Jika syaratnya yang mengajukan pihak lelaki, ulama berbeda pendapat, ada yang membolehkan ada yang tidak membolehkan.

Nah, ada banyak sekali syarat yang tidak boleh diajukan dalam islam beserta hukumnya masing-masing. Pertanyaannya, jika nanda sudah mengajukan syarat yang diperbolehkan namun suami mengingkarinya? Maka dalam hal ini ada 2 yang bisa dilakukan. Pertama nanda membatalkan syarat sehingga pernikahan tetap berlanjut, atau membatalkan pernikahan. Dalam hal ini batal pernikahan artinya batal akadnya bukan cerai. Sehingga jika mau bersatu kembali, maka harus dinikahkan kembali seolah mereka belum pernah nikah sebelumnya. Bahwa syarat yang dianjukan dalam nikah wajib untuk dipenuhi jika diajukan sebelum akad nikah atau ketika akad nikah.

Al-Buhuti mengatakan:

الشروط في النكاح أي ما يشترطه أحد الزوجين في العقد على الآخر مما له فيه غرض ( ومحل المعتبر منها ) أي من الشروط ( صلب العقد ) كأن يقول : زوجتك بنتي فلانة بشرط كذا ونحوه ويقبل الزوج على ذلك ( وكذا لو اتفقا ) أي الزوجان ( عليه ) أي الشرط ( قبله ) أي العقد

“Syarat dalam nikah adalah syarat karena tujuan tertentu yang diajukan salah satu pihak, calon suami atau istri kepada yang lain ketika akad. Waktu yang ternilai untuk pengajuan syarat itu adalah ketika akad. Misalnya, pihak wali mengatakan: “Saya nikahkan Anda dengan putriku fulanah dengan syarat berikut.” Kemudian pihak suami menerimanya. Demikian pula ketika kedua calon membuat kesepakatan syarat tertentu sebelum akad nikah.” (Kassyaful Qana’, 5:91).

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan:

واعلم أن الشروط في النكاح يعتبر أن تكون مقارنة للعقد ، أو سابقة عليه ، لا لاحقة به

“Ketahuilah bahwa persyaratan yang diajukan dalam nikah hanya ternilai ketika bersamaan dengan akad nikah atau sebelum akad nikah. Bukan menyusul (setelah) akad nikah.” (Asy-Syarhul Mumthi’, 12:163).

Syarat sebelum akad nikah bisa dilakukan ketika lamaran atau menjelang akad nikah.

Setelah melihat syarat-syarat diatas, maka para nanda sebaiknya berhati-hati dalam memberikan syarat pada calon suaminya kelak. Karna bagaimanapun pernikahan sesuatu yang mulia, membahagiakan dan mendapatkan pahala. Maka janganlah memberatkan suaminya..
Nah, itu pengantarnya nanda. Silahkan dibaca dulu ya. Saya ke sebelah dulu..

MAHAR
Ana share sedikit materi lagi tentang mahar ya nanda
Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Mahar ini menjadi hak istri sepenuhnya, sehingga bentuk dan nilai mahar ini pun sangat ditentukan oleh kehendak istri. Bisa saja mahar itu berbentuk uang, benda atau pun jasa, tergantung permintaan pihak istri. Mahar sepenuhnya menjadi milik istri, bukan orang tua atau yang lainnya. Sebagaimana firman Allah.
"Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya". [an Nisaa 4 : 4]
Kapankah waktu membayar mahar?
Mahar itu wajib dibayar setelah suami dan istri mengadakan khalwah, dicampuri, atau meninggal. Jika suami meninggal tanpa sempat mencampuri istrinya, maka mahar tsb telah sah menjadi milik istri.

Bebarapa Hukum Tentang Mahar:
1. Mahar itu sebagai penghalal istri bagi suami, sehingga mahar itu tidak wajib bagi suami jika dia tidak bercampur (menceraikan istri sebelum bercampur)
"Tidak ada kewajiban membayar mahar atas kalian jika kalian menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian mencampurinya" (Al Baqarah : 236)
2. Suami tidak berhak bercampur dgn istrinya jika dia belum membayarkan maharnya. Seperti yang diriwayatkan oleh HR. Abu Dawud dan Nasa'I

3. Tidak ada ukuran untuk mahar, namun semua yang bisa digunakan untuk membeli atau layak dibeli, atau bisa digunakan untuk upah, semuanya boleh dijadikan mahar. Jika nilainya sangat sedikit, sampai pada batas tidak lagi disebut harta oleh masyarkat, maka tidak bisa disebut mahar. (Raudhatut Thalibin, 3/34). Asalkan istri ridho, berapapun nilainya mahar tetap Sah.

4. Untuk mahar berupa hapalan atau ajaran Al Qur'an, harus jelas ukurannya. Kurikulumnya, waktunya atau jumlahnya.

5. Istri boleh menjual mahar tanpa sepengetahuan suami, karena itu sdh hak milik dia 100% tanpa ada satu orang pun yg bisa mengahalanginya.
Silahkan dibaca lagi ya nanda,..

TANYA JAWAB
1. Berarti lebih bagus nikah tanpa syarat kan ustadz?
Jawab
hehe, kalau ana sebagai ikhwan pasti bilang iya. Tapi kalau misalkan calon suaminya masih diragukan kualitas imannya, boleh saja minta syarat agar memenuhi kewajibannya sebagai muslim seperti zakat, sholat dll.

 2. Kurang sreg dengan point b..
Jawab
Untuk Point B ini, masih ada ulama yang memperbolehkan mengajukan syarat tersebut. Tapi kita bahas menurut pendapat imam syafi'I..

3. Berarti meminta untuk diperbolehkan tetap bekerja boleh ya? Meminta buat membatasi jumlah keturunan?
Jawab
Meminta agar tetap boleh bekerja itu boleh nanda, tetapi jika suaminya melanggarnya dan meminta agar tidak bekerja. Maka secara otomatis syarat tersebut gugur. Karna kebutuhan nafkah adalah tanggung jawab suami. Membatasi keturunan itu dilarang dalam islam, kecuali kendisi tertentu, jadi syarat ini tidak diperbolehkan karna bertentangan dengan Islam.. Ini termasuk di point B.

4. Ustadz.. Kenapa ya laki-laki boleh poligami. Sedangkan wanita tidak? Kan hal ini nanti nya banyk d salah gunakan orang awam kalau poligami bilangnya max.4. Padahal kan blum tentu mreka bisa adil 
Jawab
lelaki boleh poligami karena banyak hal nanda, yang pertama karna jumlah wanita jauh lebih banyak dari lelaki, kedua karena lelaki itu punya nafsu yang besar sedangkan istrinya memiliki masa-masa tidak boleh "berhubungan", menyelamatkan para wanita yang tidak ada yang menafkahi, dan jika laki-laki memiliki banyak istri nasabnya jelas pada 1 lelaki. Sedangkan wanita jika poliandri, nasabnya tidak akan jelas. Jika di melahirkan anaknya tidak diketahui yg mana bapaknya, dan haram hukumnya mencampurkan nasab. Artinya jika wanita sdh hamil dari 1 lelaki lalu cerai, maka tidak boleh ada lelaki lain menikah dengannya dan mencampurinya. Agar nasab anaknya jelas..

5. Bertanya.. ini kalo dalam bahasa sehari-harinya perjanjian pra nikah ya? Ada loh ustadz yang sampe ditulis hitam di atas putih. Bahkan isinya smpe membahas perjanjian hak mengasuh anak jika terjadi perceraian. Perjanjian pembagian harga kalo misal cerai. Apa pendapat ustadz?
Jawab
perjanjian ini harus ada saksinya dan akan disebutkan tuan Kadi saat pernikahan terjadi. Apapun perjanjiannya harus sesuai dengan syariat islam. Jika tidak. Kosekuensinya jelas di sebutkan di point-point diatas..

6. "Artinya jika wanita sudah hamil dari 1 lelaki lalu cerai, maka tidak boleh ada lelaki lain menikah dengannya dan mencampurinya. Agar nasab anaknya jelas.." Maksudnya gimana ust? Tapi, jika sudah mlahirkn boleh tapi kan nikah lagi?
Jawab
Beliau tidak boleh dinikahi lagi sampai melahirkan anak tersebut. Ini juga berlaku untuk yang hamil diluar nikah. Si lelaki tidak boleh menikahi pacarnya tersebut sampai dia melahirkan. Karna anak tersebut tidak punya nasab pada pacarnya tersebut, alasannya adalah anak tersebut ada sebelum mereka halal. Jadi tidak benar jika mereka menutupi aib dengan menikah..

7. Ustad kalo kita ragu sama si lelaki. Tapi tetap bertahan dengan proses gimana ya ust? Terus semisal kita kagum sama lelaki sholih. Pengen bilang langsung. Minta dilamar gitu. Gimana ya? ato gimana baiknya?
Jawab
ini materi minggu lalu, hehe. Tapi gpp dijawab. Kalau kagum dan ingin dikahi bliau, maka tidak apa-apa. Tapi untuk menjaga izzah dan iffah, mintalah melalui seorang ustadz/ah atau orang tua nanda, dan bahasanya juga jangan menawarkan diri. Tapi menawarkan anty ke beliau. Misal ustadznya berkata pada ikhwan : "Ana ada kenal akhwat yang sepertinya cocok dengan antum". Ini untuk menjaga kehormatan si akhwat jika seandainya ditolak..

8. Kalo ngasih syarat tidak ingin dimadu selama kita sanggup & mampu menjalankan kewajiban sebagai seorang istri lahir & batin gimana ustadz?
Jawab
Kalau menurut madzhab Syafi'I tidak boleh, menurut Hanafi Diperbolehkan, sedangkan Maliki Makruh. Intinya sebenarnya adalah sebaiknya hindari memberikan syarat yang bisa memberatkan suami atau nanda sendiri..

9. Tad, bagaimana kita meyakinkan diri kalau calon pasangan kita, adalah jodoh kita? Selain sholat.
Jawab
materi minggu lalu ya. satu-satunya cara adalah menikahinya nanda. Kalau belum menikah dengannya berarti belum jodohnya. Jodoh itu adalah jika kita menikah dengannya. Jika tidak menikah dengannya maka bukan jodohnya. Jodoh adalah haknya Allah, sehingga sekuat apapun keyakinan kita, jika Allah berkata bukan maka tidak akan menikah. Maka mohonlah petunjuk pada Allah..

10. Mahar adalah harta sebagai penghalal hubungan.. kalo maharnya hafalan quran apa termasuk harta pak? Atau harta yg seperti apa yg dimaksud?
Jawab
Hapalan itu juga termasuk harta. Harta berupa ilmu. Dan dizaman rasulullah pernah dicontohkan hapalan menjadi mahar..

11. Mia pernah baca 'semakin kecil mahar untuk seorang wanita,semakin mulia wanita nya' itu benar nggak sih ustadz?
Jawab
 "sebaik baik perempuan adalah yang paling murah maharnya " ( HR. ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Ahmad )

Itu ada Haditsnya nanda, maksudnya adalah supaya wanita tidak memberatkan calon suami dalam mengajukan mahar, bukan maksudnya tidak memuliakan wanita namun jika memang calon suaminya banyak harta maka tidak apa-apa agak mahal dikit maharnya. Hehe..

12. Tapi mia pengen jadi perempuan yang baik ustadz. Boleh dong mahar nya 5rb + seperangkat alat sholat??
Jawab
Enggak segitunya juga nanda, mintalah sesanggup beliau. Misalkan 5 atau 10 gr emas. Tapi kalo nanda ridho, enggak apa-apa. hehe. Karna mahar itu hak nanda 100%

13. Tapi sebaik-baiknya pria yang meninggikan mahar untuk wanitanya, saya akan nyari pria baik ustadz..
Jawab
Yang ini enggak ada haditsnya, jangan ditiru ya nanda..

14. Kan dia jga perlu biaya buat modal resepsi nya ustadz #calon mia nanti siapa yah??
Jawab
Iya, gpp maharnya direndahkan kalau nanda ikhlash..

Kita akhiri kajian hari ini dengan lafadz Hamdallah dan do'a kifaratul majelis.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Wassalamu'alaykum warahmatullah..