Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » PARENTING - 9 KEKELIRUAN DALAM MENDIDIK ANAK DAN SOLUSINYA (Lanjutan)

PARENTING - 9 KEKELIRUAN DALAM MENDIDIK ANAK DAN SOLUSINYA (Lanjutan)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 18, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA اللهِ UMMI 11 dan 12

Group: ummi 11 dan 12
Tanggal:  17 November 2014
Tema: Parenting
Narasumber: ustadz Toha
Admin: Isty & bunda yuni
Notulen: Selli


Materi kita tentang "9 Kekeliruan dalam Mendidik anak dan Solusinya".  Hari ini kita bahas kekeliruan yang Ketiga yaitu :

"Emang Enak Pandai Teori Tapi Tidak Praktek?
Kita awali dengan sebuah cerita :

Panitia : Pengumuman, Dibuka Pendaftaran Lomba Marah.
Panitia : Hm ...hanya ada tiga orang anak yang daftar yaitu Budi, Iwan dan Wati.

Juri : Silahkan Budi praktekkan marahnya, itu ada boneka anggap saja adikmu.

Laporan pandangan mata : Budi naik keatas panggung, tiba-tiba ia marah semarah-marahnya kepada boneka tersebut.

10 menit kemudian,

Juri : Meski marahnya hebat tapi belum lulus, karena terakhir tadi Budi tersenyum kepada boneka itu, masak orang marah bisa tersenyum?
Juri : Sekarang Iwan yang maju kedepan, silahkan marah kepada boneka itu.

Laporan pandangan mata : Iwan maju mendekati boneka dan marah dari ujung kaki sampai ujung rambut, sumpah serapa keluar dari mulutnya.

Juri : Belum lulus marahnya, karena terakhir tangan Iwan mengelus kepala boneka itu, berarti masih ada kasih sayangnya.
Juri : Silahkan wati.

Laporan dari TKP : Wati maju, langsung mendekati boneka sambil ngomel dan cres ...tangannya mendarat di telinga boneka, selanjutnya cubitan kedua juga mendarat di perut boneka itu.

Juri : Ini baru hebat marahnya, saya nyatakan Wati lulus dan Wati sebagai pemenangnya.
Juri : Budi berapa lama belajar marahnya, kok pake tersenyum?

Budi : Dua bulan pak!

Juri : Iwan berapa lama belajar marahnya, kok pake mengelus kepala boneka?

Iwan : Tiga bulan pak!

Juri : Wati berapa lama belajar marahnya, hebat betul bisa ngomel, berteriak sambil mencubit?

Wati : Saya, tidak pernah belajar pak.

Juri : Wow .....kok bisa ya, Budi udah belajar marah dua bulan masih tersenyum, Iwan belajar marah tiga bulan masih mengelus kepala boneka.
Nah ....Wati tidak pernah marah, malah bisa marah sehebat itu, kenapa sayang.

Wati : Karena Ayah dan Ibu ku biasa marah seperti itu di rumah.

------------------------

Materinya :

Apakah kita bisa makan dan minum karena diajarkan teori terlebih dahulu apa langsung praktek?

Apakah kita bisa berbahasa ibu kita didahului teori terlebih dahulu apa langsung praktek?

Apakah kita belajar bersepeda didahului oleh teori dulu apa langsung praktek?

 Jawabnya, ya kita bisa karena langsung praktek.

 Mengapa banyak anak-anak  malas membaca alias minat bacanya rendah? Karena rajin membaca itu ada di teori-teori sementara pada prakteknya mereka melihat jarang orang tuanya atau gurunya yang kutu buku atau orang-orang yang berseliweran membaca buku, banyaknya membaca di handphone, itupun kebanyakan bukan membaca tapi main game.
Kesimpulan :
Pada umumnya orang tua hanya banyak memberikan teori kepada anak-anaknya. Untuk hal baik selalu ia sampaikan kepada anak-anaknya harus begini, harus begitu. Sementara untuk hal-hal buruk ia selalu melarang jangan begini jangan begitu.

Padahal kata-kata harus dan jangan itu adalah sebuah teori tapi jika praktek yang mereka pertontonkan sehari-hari berbeda maka hasilnya juga akan mengecewakan.

Itulah penomena yang terjadi dewasa ini anak-anak tahu banyak teori-teori tentang kebaikan tapi anak-anak sedikit melihat orang-orang yang mempraktekkan kebaikan-kebaikan tersebut.

Kesimpulannya :

Kalau mau mendidik anak dengan teori agar rajin shalat, agar tidak suka marah, lalu diserahkan ke sekolah. Sesungguhnya itu juga bisa tapi perubahannya lambat.

Tapi kalau dengan praktek, orang tuanya rajin shalat, orang tuanya penyabar maka akan lebih mudah bagi anak tsbt untk rajin shalat dan mnjadi penyabar.

--------------------------------
TANYA JAWAB

1. TANYA
Ustadz, pemandangan di Jepang itu, ibu-ibu membiarkan anak-anaknya yang tantrum sampai anak itu tenang sendiri.. Bahkan mereka membiarkan anak itu teriak-teriak di tempat umum atau menangis ke jalan-jalan baik itu pake stroller ato pun jalan kaki.. Tidak ada kekerasan fisik memang.. Apakah membiarkan anak yang tantrum itu cara yang efektif?
Gara-gara teman dan lingkungan begitu akhirnya saya pun mulai membiasakan anak saya untuk mampu relax sendiri saat tantrum..
Namun satu sisi saya masih bertanya, saat dibiarkan apakah psikologis anak itu tidak akan terganggu? **merasa tidak diakui,misalnya.
JAWAB :
Di luar kita kehidupan sudah keras, ada temannya sekelas yang suka jahili, ada gurunya yang pemarah, ada adegan kekerasan yang ditontonnya di radio dll
Kemanakah tempat anak mencari kedamaian, mencari ketentrama dari hiruk pikuk lingkungan ini?
Apakah kita rela mencari kedamaian sementara dengan minuman-minuman keras, narkoba, pergaulan bebas dengan lawan jenis dll?
Tidak, pelukan hangat seorang ibu dan ayahnyalah yang menjadikan ia tegar menghadapi tantangan kerasnya hidup ini.
Kalau ayah dan ibunya cuek bebek, apa kata dunia.

2. TANYA
Saya kalau lagi di rumah oran tua kalau si kecil merengek dikit tanda-tanda mau menangis langsung utinya bilang "minta apa?? Dikasih saja.. Jangan dibiasain sering nangis. Turutin saja maunya, dari pada nangisan" padahal kalau diturutin terus nanti menangis ya dijadikan ancaman bukan ya lama-lama?? Jadi galau yang bener yang mana..
JAWAB
Masalah anak menangis, itu biasa justru lucunya disitu. Tidak apa-apa malah godain saja biar menangi. Ingat ya menangis karena digoda bukan karena dimarahi.

3. TANYA
Kalau anak misalkan menangis atau ingin apa gitu, terus kita bilang, kalau nggak nurut sama umi nanti di kerem nih di kamar mandi, itu bagaimana ustadz, bahasanya bagaimana ya, biar nurut, walaupun nggak sampai benar-benar di masukin kamar mandi
JAWAB
Ancaman akan mengurung di kamar mandi ... ih ngeri ...hehe. Solusinya renungi lagi Menebar Pesan Ancaman VS Menebar Pesan Cinta  materi satu pekan yang lalu.

4. TANYA
Dulu adik saya juga suka begitu. Kalau mau minta apa-apa dia pasti nangis terus gulung-gulung akhirnya yang namanya ibu kan nggak tegaan. Alhasil diturutin kemauannya, dan sampai sekarang kalau minta sesuatu menangis sama ngamuk-ngamuknya dijadikan senjata untuk meminta sesuatu. Nah bagaiman solusinya pak kalau sudah kayak gini?
JAWAB
Solusinya sebelum nangis kasihlah sesuatu itu, biar tidak sampai nangis bergulung-gulung.
Kasih ia pemahaman tentang beda antara kebutuhan dan keinginan, biar nanti kalau ingin sesuatu ia tidak menangis lagi. Tapi kalau kebutuhan memang harus dipenuhi.

5. TANYA
Anak saya yang paling kecil itu cewek satu-satunya dua diatasnya laki-laki dengan jarak yang agak jauh.. saya sama suami kadang berfikir anak saya yang kecil ini mangkak.. karena merasa beda sendiri.. kalau lagi kesal karena dilarang sesuatu dia suka main pukul ke mas-masnya.. bagaimana pak ustadz cara mengajarinya.. secara umur 2 tahun terkadang belum paham betul dengan ucapan kata.. saya khawatir kebablasan.. jadi galak terus.. mohon pencerahannya pak ustadz..
JAWAB
Tidak apa perhatikan saja jangan sampai main pukul ke kakaknya membahayakan. Nanti dia akan sadar lama-lama karena kakaknya marah, menangis atau malah balas memukul balik. Tapi memukul baliknya yang tidak membahayakan juga.

6. TANYA
lalu bagaimana Tadz, jika anak sudah melakukan hal-hal buruk yang tanpa sengaja kita sudah contohkan. apa masih bisa diperbaiki?
karena keponakan saya, ayahnya galak, sering memarahi jadi dia seolah jadi bebal, bilang iya di depan ayahnya, tapi ketika ayahnya pergi kerja, dia melakukan apa yang dilarang ayahnya.
apa masih bisa diubah Tadz? apa yang harus dilakukan untuk merubah sikapnya?
JAWAB
Masih bisa, semakin dewasa kesadaran berpikirnya semakin baik, maka berikan contoh yang baik-baik, cerita tetang nabi-nabi misalnya, hingga ia bisa membedakan yang baik dan buruk serta merubah perilakunya.

7. TANYA
Bagaimana jika antara ayah dan ibu selalu tidak sama dalam pendapat ustadz, misalnya cara mendidik anak.. dan sudah dicoba untuk menyamakan dengan diskusi dan sebagainya tetapi tidak berhasil karena sifat ayah yang egois dan keras... anak cenderung jadi pendiam tetapi sering tidak sepaham dengan ayahnya... bagimana sebagai seorang ibu menyikapi hal seperti itu
JAWAB
tidak apa, kan lama-lama anaknya bisa membedakan, ia akan banyak mencontoh ibunya, sambil ibunya juga nasehati ayahnya perlahan-lahan.

8. TANYA
Intinya contoh ya ustadz... kita ngomong berbusa-busa tentang sesuatu hal... tapi kalau contoh dari kita tidak sesuai percuma saja.. Tapi susahnya memang disitu ustadz
JAWAB
Makanya karena susah maka mencontohkan yg baik itu pahalanya besar.

9. TANYA
ustadz apa benar aura marah di suatu lingkungan itu bisa menular? misalnya di rumah itu orang tuanya biasa pakai teriakkan dan marah ke anaknya.. terus anaknya jadi bakal seperti itu ke anaknya nanti? atau misal seorang ibu yang dulu ibu rumah tangga sangat lembut.. kemudian karena kbutuhan ekonomi dia jadi kerja di lingkungan yang orang-orangnya suka marah-marah gitu..
Nah si ibu yang sebelumnya tidak suka marah-marah, malah jadi sering marah .. bagaimana itu?
JAWAB
Ya itu namanya ketauladanan yang tidak baik, hingga auranya menular.
TANYA
apa kita bisa merubahnya? kasihan juga anak-anaknya.. Tapi kita tak punya peran yang strategis untuk anak-anak itu.. tapi karena tetangga jadi sering banget denger teriakan si ibu saat marah-marah..
JAWAB
Mengatasinya agar tidak tertular adalah dengan pemahaman Islam yang baik dan dengan contoh yang baik, seperti nabi Musa as meski masa kecil di lingkungan istana tapi ia tidak tertular perilaku Fir'aun tapi mentauladani akhlaq ibunya.

10. TANYA
Ustadz : Bagaimana dengan sistem pengajaran yang selama ini diajarkan di sekolah-sekolah yang lebih mengutamakan teori daripada praktek??
JAWAB
Ya, kita imbangi dengan ketauladanan di rumah.

11. TANYA
kalau si anak sebenernya sudah tahu kalau ngompol atau menonton TV dekat-dekat misalnya itu orang tuanya marah, terus si anak sengaja, emang biar dimarahin orang tuanya bagaimana tuh solusinya, kalau ditanya lho kok kakak ngompol iya biar ummi marah gitu, bagaimana ustadz?
Anak saya usia hampir 3 tahun
JAWAB
ya mengalir saja bunda kalau gitu, ya lucunya disitu, biar nanti kalau dia besar ada cerita.
TANYA
Tapi akhir-akhir ini suka yang aneh-aneh, baju dilepasin semua ditanyain sama temennya kok aida bajunya dilepas iya biar ummi marah, terus ditanyain sama umminya, kok kakak bajunya dilepas iya biar seger ummi gitu mba eris, kayak sengaja apa karna aida cemburu mau punya adik kali ya. Tuh anak kadang-kadang menguji kesabaran.
Berartikan sebenarnya sudah tau yang mana yang boleh yang mana yang tidak boleh kan. Kalau sudah begitu hanya bisa istigfar sambil ngelus dada.
JAWAB
kok gitu ya ibunya, kakaknya saja masih suka aneh-aneh, eh mau ditambah adik lagi.

12. TANYA
assalamualaikum ustad bagaimana mencontohkan anak untuk bisa saling berbagi? Terkadang pernah lihat anak pelit sama makanan atau mainan dengan teman-temannya... syukron ustadz.
JAWAB
Kasih ia dua mangga lalu pinta memberi ke temannya satu buah, jika sudah dibaginya maka sanjunglah berkali-kali,

~~~~~~~~~~~~~~

PENUTUP :

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                              ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


~~~~~~~~~~~~~

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment