Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » PARENTING - BAGAIMANA MENGHADAPI ANAK YANG TANTRUM

PARENTING - BAGAIMANA MENGHADAPI ANAK YANG TANTRUM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, November 22, 2014

Kajian Online WA Hamba اَللّه SWT Bunda 17 dan 18

Hari, tanggal : Jumat ,  21 November 2014
Narasumber : Ustadzah Ellya
Judul Kajian : Parenting
Admin : Iin-Betti
Editor: Selli


Bismillah, kita mulai ya!
BAGAIMANA MENGHADAPI ANAK YANG TANTRUM

Oleh : Eliyati Bahri

Pertanyaan mengenai bagaimana cara mengatasi anak mengamuk, ngambek, ngesot-ngesot di pusat perbelanjaan, memukul atau mencakar bak kucing terinjak ekornya menjadi pertanyaan sepanjang masa para bunda baik di kelas training saya maupun di sela-sela pertemuan informal. Secara terminologi seringkali disebut dengan istilah tantrum. Mudah-mudahan dari artikel ini memberi gambaran yang lebih jelas dan memudahkan pembaca untuk memahami dan mencegah terjadinya tantrum.

Kemampuan dan kejelian anda MENCEGAH terjadinya tantrum jauuuh lebih penting daripada mengatasi tantrum. Mengapa mencegah sangat penting? Karena jika respon anda terhadap first tantrum tidak tepat, anda akan terjebak pada periode-periode tantrum yang lain. Mengapa demikian? Karena pada saat tantrum, anak berada dalam kondisi emosi yang kuat (peak emotion) dan peak emotion merupakan gerbang tertanamnya keyakinan (belief) ke bawah sadar alias gerbang terbentuknya anchor bawah sadar.

Secara umum, ada 4 jenis kelompok besar penyebab tantrum :

1. FRUSTRASI
Arti sederhana dari Frustrasi adalah perasaan kecewa karena terhalang dari tercapainya tujuan. Mungkin anda akan berkomentar begini “Idiiih… masa sih cuma gara-gara permen kecil aja bikin frustrasi..!” :D.. Tentu saja pengalaman hidupnya yang sederhana belum mengenal frustrasi ala orang dewasa. Meskipun secara kompleksitas berbeda, tetapi reaksi frustrasinya kurang lebih sama, yaitu seperti yang sedang trend di model penulisan dunia maya *jedot2intembok atau *garuk2dinding :D, apalagi dunia anak belum mengenal norma sosial pantas dan tidak pantas. Frustrasi yang dialami anak-anak, bisa dikelompokkan lagi dalam tiga kategori sebab yaitu :

- Pertahanan fisik (Physical Endurance) yang melemah.
Lapar, lelah, dan mengantuk adalah penyebab paling dasar dan paling umum pada kasus tantrum. Maka bundaa, pliss deh… jangan semangat-semangat amat ngubek-ubek mall, menyeret balita anda dan menyuruhnya menunggu anda mematut-matut baju, tawar sana-tawar sini, berkeliling dari satu butik ke butik lain yang jauhnya melebihi tiga kali lapangan bola, apalagi pada jam-jam biasanya dia tidur atau bermain.

- Pertahanan Psikologis (Psycholoical Endurance) yang melemah
Bosan, tegang, tertekan adalah serangan psikologis yang dialami anak sehingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk tantrum. Mari pahami bagaimana rasanya bagi anak usia balita diajak duduk manis berjam-jam di acara pengajian, perjalanan darat atau udara tanpa kegiatan yang bervariasi? Atau menunggu anda yang sibuk di depan computer atau mengerjakan pekerjaan rumah tanpa batas waktu yang jelas sementara dia sudah penasaran ingin bermain dengan anda. Tidak jarang saya mendengar bantahan seperti ini : “Ahh… masa gitu aja ngga bisa sabar dan mengerti, saya saja kalau dia sakit juga ngga tidur dan sabar menungguinya..” Gubrak… Helloww… kita sedang membicarakan kemampuan pengendalian psikologis pada anak-anak lho ya… :D

- Tidak siap menghadapi stimulus dan penolakan
Kadangkala pada saat anda mengajak anak ke suatu pusat perbelanjaan, tiba-tiba dia melihat benda yang sangat menarik perhatiannya sehingga ingin memilikinya atau melihat kolam air dan ingin segera nyemplung ke dalamnya. Serangan keinginan yang mendadak ini menjadi dorongan yang kuat dan saat dilarang atau mendengar penolakan dari anda, maka ada hempasan dalam dirinya. Kurang lebih miriplah seperti ketika anda “ngebet” terhadap sesuatu dan ternyata… kwok..kwok.. gagal mendapatkannya, padahal tidak ada tanda-tanda bahwa anda akan ditolak. Untuk yang satu ini, kuncinya adalah kesiapan. Mengenai kesiapan ini yang akan dibahas lebih lanjut di bagian pencegahan.

2. UNTUK MENDAPATKAN PERHATIAN SEGERA
Anak-anak memerlukan perhatian seperti tumbuhan memerlukan air dan sinar matahari. Anak yang cukup mendapat perhatian atas hal-hal baik yang dilakukannya akan tumbuh menjadi anak yang mampu menghargai orang lain, percaya diri dan tangguh melangkah ke depan. Penelitian-penelitian mengenai ini pernah dirangkum oleh Alvin Powell (1998) dan dipublikasikan di Harvard Gazette.

Mari kita hitung dalam satu minggu, berapa jam anak bersikap ceria, netral dan tantrum? Katakanlah anak mengalami periode tantrum setiap hari, 2 jam dalam sehari (meskipun sangat jarang yang seekstrim ini) artinya hanya 8% saja dari seluruh waktu hidupnya dia berada dalam periode tantrum. Lalu sisanya yang 92%, apakah anak mendapatkan PUJIAN karena bersikap netral bahkan ceria? Mungkin anda baru menyadari bahwa perhatian orangtua kadang tersedot pada kejadian negative saja dan menganggap kejadian netral bahkan positif sebagai sesuatu yang “sudah seharusnya begitu”. Maka jika anda baru memberi perhatian dan heboh pada saat anak tantrum, tidak heran bahwa tantrum dijadikan senjata ampuh untuk mendapatkan perhatian dengan SEGERA alias an instant ticket to get attention.

Oleh karena itu, sering-seringlah mengapresiasi anak ketika ia bersikap netral dan manis, baik berupa pujian, senyuman, pelukan, elusan, bermain bersama, bonus membacakan cerita dan hal-hal lain yang disukai anak. Catch them doing good! Begitulah kira-kira. Jika anak sering rewel sekedar untuk mendapatkan perhatian, maka artinya anda memang jarang menunjukkan kasih sayang saat dia manis atau bersikap netral!.. (pakai tanda seru dong, biar mak jleb)

3. KARENA CARA INI SELALU BERHASIL
Sebagai mahkluk yang memiliki kehendak, adalah wajar jika anak mempunyai keinginan. Entah karena kurang dilatih meminta dengan cara yang baik, frustrasi atau sekedar coba-coba setelah mengamati lingkungan, anak bisa memilih cara merengek, meraung dan sejenisnya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika pada percobaan pertama (first attempt), cara ini berhasil, maka bawah sadar anak akan merekam. Meskipun ketika di kemudian hari anda sadar bahwa anda keliru bersikap dan tidak memberikan pada kesempatan berikutnya, ada kemungkinan anak akan mencobanya berulang-ulang hingga batas pertahanan anda. Anak-anak mempunyai persistensi yang luar biasa. Anda tentu ingat bagaimana anak-anak belajar berjalan, meski jatuh bangun mereka tidak putus asa. Penyebab tantrum jenis ini bukanlah tantrum spontan, tetapi tantrum hasil belajar yang kemudian menjadi kompetensi bawah sadar (unconscious competent)

Tantrum jenis ketiga ini adalah bentuk kecerdasan anak mengamati situasi. Jika anda adalah tipe yang akan melakukan apa saja agar anak berhenti tantrum, entah karena tidak tahan berisiknya atau malu dilihat orang, maka anak akan menjadikan kegiatan ini sebagai senjata pamungkas untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. It sounds tricky, tetapi sesungguhnya ini adalah kecerdasan di level instingtif.

4. GANGGUAN PERKEMBANGAN ATAU GANGGUAN PSIKOTIK
Tantrum pada anak-anak dengan gangguan perkembangan seperti autism (berbagai spectrum), ADHD, MR hingga gangguan psikotik seperti schizophrenia mempunyai karakteristik yang agak berbeda. Tantrum jenis ini perlu dibahas terpisah karena penanganannya lebih spesifik. Menurut pernyataan Joshi & Towbin yang dipublikasikan dalam publikasi resmi American College of Neuropsychopharmacology berjudul Neuropsychopharmacology: The Fifth Generation of Progress, kemungkinan terjadinya gangguan psikotik pada anak dibawah usia remaja hanyalah 1 dari 100,000 kejadian.

Seperti yang sudah saya tekankan di awal artikel ini bahwa MENCEGAH jauh lebih penting dan lebih baik daripada menangani tantrum. Berikut ini adalah prinsip-prinsip dasar agar anda tidak perlu berurusan dengan tantrum sepanjang karir parenting anda.

1.  PAHAMI DUNIA ANAK (Rapport)
Orang tua seharusnya adalah orang yang paling tahu mengenai segala sesuatu mengenai anaknya, meliputi kebiasaan, jadwal, karakter, hal-hal yang disukai maupun yang tidak disukainya. Anak yang merasa dipahami akan lebih terbuka untuk mendengarkan dan melakukan apa yang anda katakan. Memahami dunia anak sama artinya dengan membangun kepercayaan (trust) pada diri anak bahwa anda mengerti dia. Mari kita fahami dulu bahwa anak-anak mempunyai peta mental yang sederhana, respon yang dia berikan atas suatu keadaan adalah respon yang paling efektif menurut kondisi dan sumberdaya internal yang dimilikinya pada saat itu.

Contoh: Anak anda sedang asyik bermain mobil-mobilan. Jam menunjukkan pukul 5 petang dan tiba-tiba anda ingat bahwa anda belum memandikannya sedangkan sebentar lagi anda harus menyiapkan makan malam. Kemudian dengan serta merta anda menyuruhnya berhenti, “Sudah, mainnya, ayo mandi, sudah jam 5 nih, sebentar lagi mama harus menyiapkan makan untuk ayah.” Ketika reaksi spontan anak adalah menolak karena terganggu, anda menjadi marah dan suara anda meninggi atau ekspresi anda berubah. Anak kemudian takut atau tertekan. lalu  membanting mobil-mobilannya dan terjadilah adegan ngesot menangis di lantai. Lalu anda semakin marah dan menyebutnya tidak mengerti kerepotan anda. Sebetulnya ini siapa sedang tidak mengerti siapa?

Akan lain responnya jika skenarionya demikian. Ketika anda sadar sudah pukul 5, maka akan lebih baik jika anda datang dan bertanya, Wah adik sedang main mobil-mobilan ya sayang? Mama ikutan dong, ngeeeng ngeeeng…  ciiit… si Lamborghini ketemu dengan si VW, VW-nya minggir, lho kenapa? Oh… lambhorghini bau aceeem (sambil anda endus-endus mobilnya). Kira-kira kenapa ya sayang? Lamborghini belum mandi ma.. Hahahaha… pinter banget.. tebakannya betul, Lamborghini diajak mandi dulu yuk, pamit dulu sama VW, aku mandi dulu ya VW, ngga lama kok, cuma 10 menit, nanti kita lomba lagi ya, kalau udah wangi pasti kamu suka main sama aku. Ayo siapa lebih cepat masuk kamar mandi, lamborgini atau adik… ngeeeng…

Mungkin skenario dua perlu ekstra 5 menit untuk berkomunikasi, tetapi silahkan bandingkan dengan waktu tunggu selesai tantrum plus energi anda yang terkuras untuk mengatasi tantrum ditambah lagi mood anda yang menjadi buruk karena kesal. Pilih mana?

Prinsip rapport sederhana yang seringkali dilupakan adalah berbicara dengan mata sejajar dengan tinggi mata anak dengan posisi berlutut ketika berkomunikasi dengan anak, bukan menyuruh dengan sambil lalu atau berteriak dari dapur. Tunjukkan respect anda pada anak agar ia belajar menghargai orang lain.

Ajarkan anak meminta dengan cara yang baik SEBELUM tantrum terlanjur terjadi, berikan contoh cara yang “baik” menurut definisi anda, lakukan simulasi beberapa kali dan berikan pujian jika dia berhasil melakukannya. Mengajarkan anak meminta dengan cara yang anda sepakati ini sudah bisa diajarkan sejak anak mulai bisa berkomunikasi (+/ usia 1 tahun). Pada tahap awal tentu bukan berupa kalimat lengkap seperti, “Ayah, tolong ambilkan mainanku yang di atas meja itu ya”… :D, tapi bertahap dengan cara menunjuk, menyebut dengan istilah sederhana, hingga dengan kalimat sopan sesuai dengan tahap perkembangannya. Ini adalah strategi pencegahan terbaik pada kasus tantrum jenis ketiga yang disebutkan di atas.

2. FOKUS PADA TUJUAN
Hiduplah dengan perencanaan, setiap kegiatan harus mempunyai tujuan. Atur waktu sedemikian rupa dan buatlah persiapan dengan tidak tergesa-gesa sehingga mood anda dan anak sama-sama dalam keadaan rileks. Sepakati do and don’t sebelum berangkat dan persiapkan kondisi mental anak jika harus bertemu dengan kondisi-kondisi yang mungkin tidak disukainya. Saya suka menggunakan istilah ini : Hiduplah dengan tuma’ninah, karena hidup itu sejatinya rangkaian ibadah demi ibadah.

Berikut ini ada beberapa contoh cara mempersiapkan anak untuk mengelola pengharapannya (managing their expectation). Sangat efectif terutama untuk mencegah trantrum yang disebabkan karena ketidaksiapan menghadapi stimulus dan penolakan.

Anda akan mengajak anak belanja :
“Sayang.. nanti jam 9 bunda ajak kakak belanja ya, bunda perlu membeli sayuran, nanti kakak bantu bunda memasukkan sayuran yang sudah bunda pilih ke trolley ya. Kakak nanti boleh memilih 1 buah permen lollipop sebagai hadiah sudah membantu bunda dengan sabar saat kita membayar di kasir. Kita tidak membeli mainan hari ini, saat kita melewati rak mainan, kakak sudah tahu bahwa hari ini kita tidak membeli mainan. Apakah kakak mengerti dan setuju?”

Anda akan mengajak anak anda terbang naik pesawat :
Persiapkan paling tidak beberapa hari sebelumnya tentang pentingnya memasang sabuk pengaman di pesawat. Lakukan simulasi sambil bermain.
“Sayang, apakah abang tahu apa gunanya sabuk pengaman? Sabuk pengaman itu gunanya menjaga kita dari bahaya cedera jika tiba-tiba kendaraan yang kita tumpangi harus berhenti atau ada hentakan. Sini bunda beri contoh. (Pangku anak anda dalam posisi duduk) Nah.. jika abang sedang duduk begini lalu tiba-tiba kendaraan yang kita tumpangi berhenti, maka… (luruskan kaki atau dorong pelan sehingga tubuhnya merosot ke depan dan tangkap dengan tangan melingkar seperti sabuk pengaman) hap!.. sabuk pengaman menahan tubuhmu dari terhempas ke depan. Kira-kira kalau abang terhempas ke depan apa yang terjadi ya?.. (Kepala benjol, hidung mlenyet, berdarah dll dll, biarkan dia bereksplorasi dengan jawabannya).. Pintar anak bunda… Kalau begitu kita bilang terimakasih pada sabuk pengaman yuk… (tepuk-tepukkan tangan anak ke tangan anda) Terimakasih sabuk pengaman. Kamu temanku…” (Lakukan beberapa hari dengan berbagai cara yang kreatif ya, kalau saya contohkan semua nanti artikel ini jadi buku deh...)). Lalu buat kesepakatan seperti contoh pertama. InsyaAllah….. Anda siap terbang dengan tenang sekaligus menumbuhkan kesadaran keselamatan berkendara.

3. ASAH KETAJAMAN DAN SENSITIFITAS INDERA (sensory acuity)
Ketika anda sudah memahami prinsip pertama yaitu memahami dunia anak, tentu anda mengerti tanda-tanda kelelahan, mengantuk, lapar, bosan dan perasaan tidak nyaman yang lain. Kecepatan anda menanggapi tanda-tanda ini akan menyelamatkan anda dari kerepotan yang panjang untuk menyelesaikan tantrum. Jadi ortu jangan selfie or enjoy sendiri, dan meminta seorang balita untuk memahami kerepotan anda. Jika anak sudah tampak bosan melihat anda ngobrol berkepanjangan dengan teman anda, berhentilah dan beri perhatian padanya. Anak yang dibesarkan oleh ayah dan ibu yang cepat tanggap terhadap tanda-tanda ketidaknyamanan akan tumbuh menjadi anak yang juga tanggap terhadap ketidaknyamanan anda. Jadilah teladan dan bersiaplah meleleh ketika nanti anak anda dengan manis berkata “bunda kok kelihatan lelah, sini aku pijitin.. atau ayah haus ya? Aku ambilin minum ya?” Sebaliknya jika anda terbiasa abai, maka anak juga akan menjadi selfish dan semakin sering menuntut perhatian.

Dalam berbagai buku dan artikel mengenai gangguan perkembangan, ketajaman indera ini juga sangat bermanfaat mencegah tantrum yang mengikuti gangguan perkembangan. Berlatihlah sesering mungkin. Repot? Tentu, jadi orang tua memang repot dan bukankan do’a anak-anak anda adalah salah satu dari sedikit amal yang tidak terputus setelah anda meninggal? Wajar bukan jika anda berinvestasi waktu dan tenaga sejak sekarang?

4. FLEKSIBEL DALAM BERTINDAK (behavior flexibility)
Fleksibel dalam bertindak bukan berarti inconsistent atau boleh mengabaikan keselamatan, tetapi biasakan berpikir kreatif mencari alternatiif dan lentur menyesuaikan situasi.

Contoh sederhana dari sikap fleksibel adalah, jika anda baru saja mengajak anak bepergian hingga cukup larut dan anak sudah sangat lelah dan mengantuk, tentu anda tidak perlu sibuk dengan disiplin sebelum tidur anda seperti mandi dan menggosok gigi. Cukup basuh sisa-sisa kue dan makanan manis dari giginya dengan handuk hangat basah. Begitu pula dengan tangan dan kakinya bila perlu. Tetapi tentu tidak bijaksana jika anda sering mengajaknya bepergian hingga melewati waktu-waktu rutinnya. Contoh lain adalah saat anda melakukan perjalanan, anda tentu tidak harus mengikuti prosedur 4 sehat 5 sempurna terhadap makanan yang dikonsumsinya selama perjalanan.  Apakah anda menyadari buah yang sudah dikupas di rumah dan tersimpan 2-3 jam di tas rasanya sudah tidak seenak buah segar yang baru saja dikupas? Ganti jadwal makan buahnya dengan segelas kecil jus segar.

Membiasakan memberi pilihan juga akan membentuk sifat fleksibel pada anda sehingga anak juga tidak mudah frustrasi ketika menemui hal-hal yang tidak sesuai dengan kebiasaannya. “Adik mau sarapan roti atau sereal? Mau pakai kemeja atau t-shirt? Mau bawa teddy bear atau superman untuk menemanimu di mobil?

Meskipun kemampuan bersikap fleksibel adalah baik tetapi jika anda memberi value yang tinggi terhadap disiplin dan rutinitas, sebaiknya anda menahan diri untuk menunda keinginan-keinginan anda melakukan hal-hal yang mengganggu rutinitas anak. Melakukan perjalanan panjang ke kota atau keluar negeri dengan membawa anak dibawah usia 5 tahun atau membawa anak di bawah usia 3 tahun bukanlah pilihan bijak. Anak belum bisa menikmati dan tidak banyak pengetahuan yang terserap. Menggelar tikar di depan rumah sambil mengamati bentuk awan, menghitung jumlah daun yang menguning atau mengintip kupu-kupu dan serangga di sela-sela bunga, adalah aktifitas yang jauh lebih bermanfaat dan menenangkan untuk balita anda. Akan lebih efektif dan bermanfaat jika anda mengajak anak mengunjungi tempat2 yg jauh atau museum-museum pada saat dia sudah mengenal cerita bersejarah, tokoh-tokoh penting, ataupun pelajaran geografi.

Laluu… bagaimana kalau sudah terlanjur kejadian? Tegur dulu diri sendiri :) Supaya objek kekesalan anda berpindah dari anak menjadi penyesalan diri. Baru kemudian ubah pola asuh anda mengikuti empat cara diatas. Pahami bahwa kompetensi yang sudah tertanan di bawah sadar memerlukan waktu untuk diruntuhkan dan diganti dengan kompetensi baru, dan mulai sadari seberapa cepat kebiasaan itu menghilang bersamaan berbanding lurus dengan usaha yang anda curahkan.

Ingin mengasuh anak tanpa rusuh? Tingkatkan kemampuan parenting anda dengan empat pilar penting ini..
----------------------------------
 TANYA JAWAB

1. TANYA
jika sudah terlanjur tantrum, untuk menghentikan tantrumnya dahulu sebelum investigasi penyebabnya, apa yang sebaiknya dilakukan?
Kita biarkan sampai dia lelah? Meraba-meraba kemungkinannya atau kita alihkan dulu perhatiannya, misal kalau anak saya dengan memperdengarkan lagu favoritnya?
JAWAB:
Berdasarkan pengalaman bunda selama ini, apakah mendengarkan lagu favoritnya itu efektif untuk menghentikan tantrumnya? Kalau iya, silahkan dilakukan.

2. TANYA
Bunda, anak saya umur 3 tahun 3 bulan dari 1 tahun yang lalu dia ikut  terus saya kerja sebagai guru, dan hampir setiap jam pulang sampai jam 16:00, karena dia sendiri tidak mau dengan orang lain termasuk sama nenek atau yang momongnya, apa sebaiknya yang saya lakukan atau apakah ada solusinya untuk anak saya? Saya tau dia sangat capek dengan rutinitas saya
JAWAB:
Tidak apa-apa kalau dia enjoy. Sekalian ngajar + bounding sama anak

3. TANYA
Tantrum itu apa ummi
JAWAB:
Baca di awal paragraf
Ngamuk, guling-guling, nangis menjerit-jerit

4. TANYA
anak masih akan mengalami tantrum sampe usia berapa ustadzah..?
JAWAB:
Sampai 5 atau 6 tahun
TANYA
Lebih dari itu apa namanya ummi... Jk anak tantrum juga.... Iya... saya terkadang sampai sekarang masih tantrum.... Jika lagi tertekan dan ibu sedikit emosi.... Pasti ngamuk
JAWAB:
Kalau untuk orang dewasa istilahnya bukan tantrum.. tapi impulsif

5. ustazah.. ketika anak saya tantrum.. ada yang bilang katanya dipeluk biar tenang,, model tantrumnya dengan menghempaskan pantatnya kuat-kuat ke lantai.. tujuan meluk agar dia menghentikan aktivitas menyakiti diri seperti itu.. tapi pas dipeluk dia malah menegangkan badannya hingga butuh tenaga extra untuk menahannya.. dan kalau berlaagsung lama.. malah pipis dicelana.. bagaimana mengatasi yang begini ustadzah?
JAWAB:
lihat dulu penyebab tantrumnya apa. Bunda, maka mencegah jauuuh lebih baik. Iya kan?
Ok, berarti karena cara itu selalu berhasil.. maka gunakan pola kebalikannya..nanti kiya bahas lanjut ya!

6. TANYA
Anak saya yang umur 8 tahun, masih manja kalau belajar.  Mencari jawaban pada bacaan saja selalu sambil merengek dan meneteskan air mata padahal cowok.  Beda dengan adiknya yang nomor 2 dan 3, mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus merengek.  Apa mungkin karena salah asuh ya, maklum anak pertama dulu mau apa-apa tidak boleh, takut ginilah, takut gitulah jadi makin tidak terbiasa menyelesaikan permasalahannya sendiri.  Bagaimana caranya supaya bisa belajar mandiri dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri mengingat adiknya cewek semua??
JAWAB:
kekhawatiran kita sebagai ibu, akan di tangkap oleh anak kita. Maka kalau ingin ananda mandiri.,, berilah kepercayaan... katakan, InsyaAllah kamu bisa nak.,,ibu yakin.

7. TANYA
Afwan.. kalau anak saya *cewek 5 tahun* tiap pagi pas dibangunin untuk mandi selalu mengejrukan kaki + nangis tanpa keluar air mata + bilang "aku tidak mau sekolah.." awal ngebangunin dengan rayuan maut.. pakai diceritain film syamil dan nadia.. dia tetap merem+senyum-senyum tapi belum mau bangun.. itu lamanya hampir 1/2 jam.. kadang bergantian ngerayunya antara saya dan suami. Kadang juga saking tidak sabarnya saya jadi marah dan akhirnya mau bangun dan mandi sambil nangis *meski tidak tiap hari sich* ..kalau lagi baik, c anak baru dirayu sebentar sudah bangun, meski intensitas waktu masih tetap.. 1/2 jam rayuan maut.., berbeda sama adiknya *2.5th*.. mudah bangunnya... mohon saran dan tipsnya ya.. jazakillahu khoir..
Kejadian itu hanya dipagi hari saja.. untuk selanjtnya anaknya baiknya pooollll....+ berbeda sama saudara kandungnya..*2 kakaknya dan 1adik*
JAWAB:
Bunda, pakai pillow talk. Sesaat menjelang dia terlelap bisikkan di telinganya , nak bunda sayang sama kamu, mulai sekarang dan seterusnya, ketika bangun pagi, kamu bangun dengan mudah" kecup keningnya.. lakukan berturut-turut selama 21 hari. Bunda, anak-anak kita memang begitu ya.. ada sisi buruk tapi lebih banyak lagi sisi baiknya

8. TANYA
Assalammualaikum ummi. Saya punya tiga anak dengan tiga karakter yang berbeda-beda. Alhamdulillah sih belum termasuk sering menghadapi anak tantrum karena saya melakukan seperti ummi bilang setiap mau pergi ke suatu tempat di bayangkan dulu situasinya dan di sebutin sop nya nanti disana apa saja yang boleh dan apa saja yang tidak. Tapi anak-anak saya punya satu sifat yang sama. Kalau ada saya di rumah. Dari kecil sampai sekarang si sulung udah hampir 14 tahun itu maunya di ladeni sama saya.. Begitu saya datang dari tempat kerja kadang belum sempat parkirkan motor dengan baik mereka ngintip di pintu dan mulai dengan request masing-masing. Menurut ummi apakah itu sebuah kondisi yang wajar efek dari mereka butuh perhatian saya atau pola didik yang salah ya umm?
JAWAB:
Wajar. Bahasa cinta mereka adalah pelayanan

9. TANYA
Afwan ustadzah.. anak temen lincahnya nggak ketulungan *cowok*, dirumah orang lain pun sepertinya nggak pernah dididik sopan santun sama orang tuanya, tiap ada makanan, semua makanan dicobanya dan ditaruh kembali ketempatnya.. melihat seperti itu, si ibunya diam saja atau membiarkan.. yang greget malah yang melihatnya.. pertanyannya.. itu bagaimana menyikapinya ya tadzh.. terus apakah ia ibunya tidak mendidik sopan santun baik dirumah sendiri maupun di orang lain.. syukron.. anak umur 5 tahun
JAWAB:
Ada 5 bahasa cinta: ucapan atau kata-kata pendukung, sentuhan, hadiah, quality time atau waktu berkualitas, dan yang ke 5 , layanan. Kalau 5 tahun sudah bisa diajak omong.. dengan buat SOP dulu sebelum pergi. Kalau dibawah 3 tahun masih bisa dimaklumi (anaknya) tapi ibunya nggak boleh mendiamkan saja. Ibunya berarti mesti diingatkan dengan cara yang ihsan.

10. TANYA
Dulu saya pernah baca artikel kalau sebagai orang tua kita tidak boleh bilang "jangan" ke anak... tapi baru-baru ini saya mendapatkan artikel yang lain dimana kita malah diharuskan bilang "jangan" ke anak.. mohon penjelasannya ustadzah.. afwan banyak tanya..
JAWAB:
nggak ada yang buruk atau baik dengan penggunaan kata "jangan" semua tergantung konteks, situasi, dimana, kapan, dan objeknya siapa. Wallahu A'lam bi Showab


Demikian, semoga bermanfaat

اَسْتَغْفِرُ اللهِ الْعَظِيْمِ .....
اَسْتَغْفِرُ اللهِ الْعَظِيْمِ ....
اَسْتَغْفِرُ اللهِ الْعَظِيْمِ ....

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment