Ketik Materi yang anda cari !!

PINTU MASUK SYETAN DALAM DIRI KITA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, November 27, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  
(All Grup Ummi)

Hari/ Tanggal : Rabu, 19 & 26 November 2014
Narasumber : Ustadz Herman Budianto
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum..
Bismillahirahmani rahim..
Perumpamaan hati tak ubahnya seperti benteng sedangkan syetan adalah musuh yang ingin memasuki benteng untuk menguasainya. Sementara itu, manusia tidak akan dapat menjaga benteng dari serangan musuh kecuali dengan penjagaan benteng, pintu-pintu masuknya dan celah-celahnya. Tidak ada yang mampu menjaga pintu-pintunya kecuali orang yang mengetahui pintu-pintunya. Dalam pada itu, melindungi hati dari was-was syetan adalah wajib bahkan fardhu ‘ain atas setiap hamba yang mukallaf. Suatu kewajiban yang tidak dapat dicapai kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu adalah wajib. Sementara itu, mengusir syetan tidak dapat dilakukan kecuali dengan mengetahui pintu-pintu masuknya. Karena itu, mengetahui pintu-pintu masuk syetan ke dalam hati manusia adalah wajib.

Pintu-pintu masuk syetan adalah sifat-sifat hamba dan banyak jumlahnya, tetapi cukuplah kami sebutkan pintu-pintu besar yang merupakan jalan utama yang tidak pernah menjadi sempit karena banyaknya tentara syetan. Di antara pintu-pintunya yang besar ialah:


1. Marah dan Syahwat
Marah adalah bius akal. Apabila tentara akal lemah maka tentara syetan maju menyerang. Apabila manusia marah maka syetan mempermainkannya seperti anak kecil mempermainkan bola.

2. Dengki dan Tamak
Apabila seseorang tamak terhadap segala sesuatu maka ketamakannya itu akan membuatnya buta dan tuli. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Cintamu pada sesuatu membuat buta dan tuli.”
Sementara itu cahaya bashirah akan memberitahukan pintu-pintu syetan, apabila tertutupi oleh kedengkian dan ketamakan maka ia tidak dapat melihat. Pada saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk menumbuhkan kesan bagus pada orang yang tamak terhadap segala sesuatu yang dapat melampiaskan syahwatnya sekalipun munkar dan keji.

3. Kenyang dengan Makanan sekalipun Halal dan Bersih
Rasa Kenyang dapat memperkuat syahwat, sedangkan syahwat adalah senjata syetan. Dikatakan bahwa dalam banyak makan terdapat enam sifat tercela:
  • Pertama, menghilangkan rasa takut kepada Allah dari dalam hatinya.
  • Kedua, menghilangkan kasih sayang kepada makhluk dari dalam hatinya, karena ia mengira mereka semua kenyang.
  • Ketiga, menghambat keta’atan.
  • Keempat, apabila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak tanggap.
  • Kelima, apabila menyampaikan nasehat dan hikmah tidak menyentuh hati orang.
  • Keenam, menimbulkan banyak penyakit.
4. Suka Berhias dengan Perabotan, Pakaian dan Rumah
Apabila melihat hal tersebut telah mendominasi hati manusia, syetan bertelur dan menetas di dalamnya sehingga terus mengajaknya untuk membangun rumah, menghiasi atap dan dindingnya, memperluas bangunannya, menghiasi pakaian dan lemari dan membenamkannya ke dalam hal tersebut sepanjang hidupnya. Apabila telah berhasil menjerumuskannya ke dalam hal tersebut maka syetan tidak perlu mengulanginya lagi karena sebagian hal tersebut akan menariknya kepada sebagian yang lain, dan ia akan senantiasa memperturutkannya satu demi satu sampai tiba ajalnya dan ia mati di jalan syetan dan mengikuti hawa nafsu, bahkan sangat dikhawatirkan akibat buruknya yaitu kekafiran. Kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

5. Tamak kepada Manusia
Karena apabila ketamakan telah mendominasi hati maka syetan akan senantiasa menumbuhkan rasa senang mencari muka dan berhias untuk orang yang dipamrihinya dengan berbagai macam riya’ sehingga orang yang dipamrihi itu seolah-olah sesembahannya. Ia selalu berfikir mencari cara untuk menyenangkannya, bahkan ia memasuki setiap pintu untuk mencapainya. Minimal apa yang dilakukannya adalah menyanjungnya dengan sanjungan yang udak sesuai dengan kenyataan dan berpura-pura kepadanya dengan tidak memerintahkan yang ma’ruf dan tidak melarang yang munkar.

6. Terburu-buru dan tidak Mengkonfirmasi Persoalan
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: 
“Terburu-buru adalah dari syetan dan berhati-hati adalah dari Allah.” (Diriwayatkan oleh Tirmudzi, dan ia berkata: Hasan)
Allah berfirman:
“Manusia telah diciptakan (bertabiat) tergesa-gesa.” (al-Anbiya’: 37) 
“Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (al-Isra’: 11)
Allah berfirman kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Qur’an sebelum disempurnakanpewahyuannya kepadamu.” (Thaha: 114)
Hal ini karena amal perbuatan harus dilakukan setelah difahami dan dimengerti, sedangkan untuk bisa memahami diperlukan perenungan dan waktu. Terburu-buru di samping menghalangi tercapainya kematangan berfikir juga menjadi kesempatan syetan untuk memasukkan kejahatannya kepada manusia secara tidak disadari.

7. Dirham, Dinar dan Segala Macam Harta Kekayaan
Karena setiap hal yang melebihi takaran makanan dan kebutuhan pokok maka ia merupakan tempat bertenggernya syetan; sebab orang yang sudah memiliki makanan pokoknya maka hatinya akan kosong. Seandainya menemukan uang seratus dinar di jalanan misalnya maka akan bangkit dari hatinya berbagai syahwat yang setiap syahwat memerlukan seratus dinar lainnya; apa yang ditemunya itu tidak mencukupinya, tetapi memerlukan sembilan ratus dinar lainnya. Padahal sebelum adanya seratus dinar itu ia merasa cukup, tetapi sekarang setelah menemukan seratus dinar ia mengira telah menjadi kaya sehingga ia memerlukan sembilan ratus dinar lagi untuk membeli rumah, perabot, dan pakaian yang megah. Setiap sesuatu dari hal tersebut mengundang sesuatu yang lainnya dan begitu seterusnya hingga ia terjerumus ke dalam lembah yang lapisan terbawahnya adalah jahannam.

8. Bakhil dan Takut Miskin
Karena hal inilah yang mencegah berintaq dan bershadaqah, sebaliknya mengajak untuk menimbun, menyimpan. dan siksa pedih yang dijanjikan kepada orang-orang yang menumpuk-numpuk harta sebagaimana diungkapkan al-Qur’an. Sufyan berkata: Syetan tidak punya senjata seampuh rasa takut miskin. Dengan senjata ini ia mulai melakukan kebatilan, mencegah kebenaran, berbicara dengan hawa nafsu dan berprasangka buruk kepada Tuhannya. 
Di antara keburukan sifat bakhil adalah keinginan untuk selalu berada di pasar guna mengumpulkan harta, padahal pasar merupakan tempat berkumpulnya syetan.

9. Fanatik kepada Madzhab dan Hawa Nafsu, Mendengki Lawan dan Melecehkannya
Hal ini termasuk sesuatu yang membinasakan semua hamba dan orang- orang fasiq, karena mencaci orang dan sibuk menyebutkan kekurangan mereka merupakan sifat kebinatangan. Apabila syetan membangkitkan khayalan bahwa hal itu merupakan kebenaran dan sesuai dengan tabi’atnya makaterasa manis di hatinya sehingga semakin antusias melakukannya; merasa gembira dan senang bahkan dikiranya sebagai perjuangan untuk agama padahal merupakan tindakan mengikuti syetan. Kemudian syetan membangkitkan khayalan pada sebagian orang yang fanatik bahwa siapa yang mati karena mencintai seseorang maka neraka tidak akan menyentuhnya atau tidak akan tertimpa rasa takut. 
Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada anaknya, Fathimah: “Beramallah karena sesungguhnya aku tidak dapat berbuat apa-apa untukmu di hadapan Allah” (Bukhari dan Muslim).
Ini merupakan pintu masuk syetan yang sangat besar yang banyak menghancurkan para ulama’.

10. Mengajak orang Awam untuk Berfikir tentang Dzat Allah
Mengajak orang awam yang tidak mengenal tradisi keilmuan dan tidak mendalaminya untuk berfikir tentang dzat Allah dan sifat-sifat-Nya, atau tentang hal-hal yang tidak terjangkau oleh akal mereka sehingga menimbulkan keraguan terhadap dasar agama, atau menimbulkan berbagai khayalan yang tidak benar tentang Allah sehingga mengakibatkan salah seorang mereka menjerumus kepada kekafiran atau bid’ah tetapi ia sendiri merasa senang dengan apa yang berkecamuk di dalam dadanya; ia mengiranya sebagai pengetahuan dan bashirah; dan bahwa hal itu terungkap berkat kecerdasan dan kehebatan akalnya. 
Padahal orang yang paling pandir adalah orang yang paling kuat keyakinannya terhadap akalnya sendiri, sedangkan orang yang paling berakal ialah orang yang paling keras tuduhannya terhadap dirinya dan paling banyak bertanya kepada para ulama’. Aisyah ra berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya syetan mendatangi salah seorang di antara kamu seraya bertanya: “Siapakah yang menciptakanmu? Kemudian ia menjawab: “Allah tabaraka wa ta ‘ala.” Syetan bertanya lagi: “Siapakah yang menciptakan Allah?.” Jika salah seorang di antara kamu menghadapi hal tersebut maka katakanlah, Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’, karena sesungguhnya jawaban tersebut dapat mengusimya.”

11. Buruk Sangka Kepada Kaum Muslimin
Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (al-Hujurat: 12)
Diriwayatkan dari Ali bin Husain bahwa Shafiyah binti Huyai bin Akhthab memberitahukan kepadanya bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah beri’tikaf di dalam masjid. Shafiyah berkata: Kemudian aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berbicara kepadanya. Setelah sore aku pun kembali lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berjalan bersamaku. Di tengah jalan kami berpapasan dengan dua orang lelaki dari Anshar seraya mengucapkan salam, kemudian kedua orang itu terus melaju tetapi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memanggil keduanya seraya berkata: “Sesungguhnya dia adalah Shafiyah binti Huyai.” Kedua orang itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami tidak berprasangka kepadamu kecuali kebaikan’. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya syetan mengalir pada peredaran darah tubuh anak Adam, dan sesungguhnya aku khawatir syetan akan masuk pada kalian berdua.” (Bukhari dan Muslim)

Perhatikanlah bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengkhawatirkan agama kedua orang tersebut lalu melindungi keduanya? Bagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengkhawatirkan ummatnya lalu mengajarkan kepada mereka jalan untuk menghindari tuduhan agar orang yang ‘alim dan wira’i yang dikenal kuat beragama tidak berkata dengan penuh ujub, ‘Orang sepertiku tidak akan disangka kecuali yang baik- baik’. Karena orang yang paling wara’, paling bertaqwa dan paling “alim sekalipun tidak dipandang oleh manusia dengan pandangan yang sama, tetapi sebagian mereka memandangnya dengan pandangan ridha dan sebagian yang lain dengan pandangan kebencian. Oleh karena itu, seorang penyair berkata:
“Mata keridhaan buta terhadap setiap aib. Tetapi mata kebencian menampakkan segala keburukan.”
Maka kita wajib menghindari prasangka buruk dan menuduh orang-orang jahat, karena orang yang jahat tidak berprasangka kepada semua orang kecuali dengan prasangka buruk. Apabila kamu melihat seseorang berprasangka buruk kepada orang lain karena mencari-cari kekurangan maka ketahuilah sesungguhnya dia adalah orang yang buruk batinnya. Prasangka buruk itu adalah titisan dari dirinya, sehingga ia melihat orang lain dengan gambaran dirinya.

Sesungguhnya orang Mu’min akan mencarikan berbagai alasan, sedangkan orang munafiq akan mencari-cari kekurangan. Orang Mu’min berlapang dada terhadap hak semua makhluk. 

Itulah sebagian pintu masuk syetan kedalam hati, dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Tetapi apa yang telah kami paparkan di atas cukup untuk mengingatkan yang lainnya. Tidak ada sifat tercela pada diri manusia kecuali menjadi senjata syetan dan salah satu pintu masuknya.

Apabila kita bertanya, ‘Apa terapi untuk menolak syetan’? Apakah cukup dengan dzikrullah dan bacaan laa haula walaa qwwwata illaa billah’l. Ketahuilah bahwa terapi hati dalam masalah ini adalah menutup pintu- pintu tersebut dengan membersihkan hati dari sifat-silat yang tercela. Penjelasan hal ini sangat panjang.

Apabila sifat-sifat tersebut telah kita bersihkan dari hati maka syetan masih tetap memiliki berbagai lintasan di dalam hati, tetapi tidak bisa menetap di dalamnya. Berbagai lintasan tersebut dapat dicegah dengan dzikrullah, karena hakikat dzikir tidak dapat merasuk ke dalam hati kecuali setelah disuburkan dengan taqwa dan dibersihkan dari sifat-sifat yang tercela. Jika tidak demikian, maka dzikir tersebut semata-mata menjadi bacaan yang tidak punya kekuatan di dalam hati sehingga tidak mampu mengusir kekuatan syetan. Oleh sebab itu Allah berfirman: 
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (al-A’raf: 201)
Hal itu dikhususkan untuk orang yang bertaqwa. Pertimpamaan syetan adalah seperti anjing lapar yang mendekati kita jika tangan kita tidak membawa sepotong roti atau daging maka dia akan segera pergi demi semata-mata mendengar hardikan Anda, ‘Enyahlah’. Jadi, semata-mata suara tersebut dapat menghalaunya. Tetapi jika tangan kita membawa daging sementara dia lapar maka dia akan menyerang daging tersebut dan tidak dapat diusir dengan hardikan semata-mata. Demikian pula hati yang sunyi dari makanan syetan maka syetan akan menjauh darinya dengan semata-mata dzikir.

Apabila syahwat mendominasi hati maka akan mendesak hakikat dzikir ke pinggiran hati sehingga tidak dapat merasuk ke dalam lubuknya, lalu syetan bersemayam di dalamnya. Adapun hati orang-orang yang bertaqwa yang sunyi dari hawa nafsu dan sifat-sifat yang tercela maka jika syetan menjamahnya bukan karena syahwat tetapi karena kesunyiannya akibat lalai dari dzikir; dan apabila kembali kepada dzikir maka syetan pun menarik diri. Dalil hal tersebut adalah firman Allah: 
“Maka hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk.” (an-Nahl: 98)
Demikian pula semua ayat yang berbicara tentang dzikir.
Muhammad bin Wasi’ setiap selesai shalat shubuh membaca do’a: “Ya Allah sesungguhnya Engkau menguasakan kepada kami musuh yang sangat jeli terhadap aib-aib kami, dia dan kawannya melihat kami sedangkan kami tidak melihat mereka. Ya Allah, kecewakanlah dia dari kami sebagaimana Engkau telah mengecewakannya dari rahmat-Mu, buatlah dia berputus asa dari kami sebagaimana Engkau telah membuatnya putus asa dari ampunan- Mu, dan jauhkanlah antara kami dan dia sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara dia dan rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Umar tidak menempuh suatu lorong kecuali syetan menempuh lorong yang lain yang tidak dilewati Umar.” (Bukhari dan Muslim)
Hal ini karena hati telah tersucikan dari tempat gembalaan syetan dan makanannya yaitu syahwat. Jika kita menginginkan agar syetan menjauh dari diri kita dengan dzikir semata-mata sebagaimana dia lari dari Umar ra, maka kita seperti orang yang ingin minum obat sebelum berpantang makanan sedangkan perutnya masih sibuk mengunyah makanan-makanan keras, sementara itu ia berharap agar obat itu bermanfaat sebagaimana bermanfaat bagi orang yang meminumnya setelah berpantang makanan dan mengosongkan perut. 

Dzikir adalah obat sedangkan taqwa adalah berpantang yaitu membersihkan hati dari berbagai syahwat. Apabila dzikir turun di hati yang kosong dari selain dzikir maka syetan akan pergi sebagaimana penyakit hilang dengan 1 datangnya obat ke dalam perut yang kosong dari berbagai makanan. Allah berfirman:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qaaf: 37)
“Telah ditetapkan terhadap syetan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke siksa neraka.” (al-Hajj: 4)
Barangsiapa membantu syetan dengan amal perbuatannya maka dia adalah kawannva sekalipun dia berdzikir kepada Allah dengan lisannya. Jika kita mengatakan bahwa hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan secara mutlak bahwa dzikir dapat mengusir syetan, tetapi kita tidak memahami bahwa mayoritas keumuman syari’at telah dikhususkan dengan beberapa syarat yang telah dinukilkan para ulama’ agama, maka perhatikanlah diri kita, karena khabar berita tidak sama dengan kenyataan.

Renungkanlah bahwa puncak dzikir dan ibadah kita adalah shalat; maka perhatikanlah hati kita apabila kita sedang shalat bagaimana syetan menyeretnya ke pasar-pasar, bagaimana dia membawa kita berkeliling ke lembah-lembah dunia dan jurang-jurang kehancurannya, sampai kita tidak ingat berbagai keindahan dunia yang telah kita lupakan kecuali di dalam shalat; dan syetan tidak berdesakan di dalam hati kita kecuali jika kita sedang shalat? Shalat adalah batu penguji hati, dengan shalat akan nampak berbagai kebaikan dan keburukan hati. Oleh sebab itu, shalat yang dilakukan oleh hati yang sarat dengan syahwat dunia tidak diterima, sehingga tidak heran jika syetan tidak lari dari kita bahkan malah semakin menambah was-was pada kita
Sumber : Tazkiyatun Nafs - Syeikh Sayyid Hawa

TANYA JAWAB

Pertanyaan HA 01
1. Ustadz bagaimana mengigatkan suami agar lebih mengutamakan ibadah dulu sebelum yang lainnya, ada temen 7 th nikah untuk ke masjid suami harus diingatkan terus, untuk tilawah juga demikian asyik dengan kerjaan kantor yang di bawa kerumah seolah jika ditinggal tilawah waktu berkurang dan tugas tidak selesai? istri sudah ingatkan dengan halus, kasih contoh tilawah bahkan di dekatnya sering dikasih artikel tentang syafaat alqur`an dll, tapi kok cuek saja ya, apa mungkin salah cara mengingatkan mohon penjelasan ustadz.
Jawab
Sudah banyak usaha yang ibu lakukan untuk suami, teruskan  usaha itu sampai berhasil karena Rosulullah terus merayu pamannya Abu Thalib untuk masuk islam sampai akhir hayatnya. Perkenalkan juga dengan lingkungan yang islam dan diajak menghadiri pengajian. Awalnya ajak untuk mengantar ibu ke pengajian setelah sampai lokasi maka ajak untuk masuk. Senjata pamungkasnya adalah dengan memohon kepada Allah pada waktu-waktu yang mustajab seperti waktu tahajud, setelah adzan, habis sholat dll untuk suami. Ditambah pula dengan puasa sunah, shadaqah agar Allah membukan hati untuk suami tercinta ibu

2. Ustadz, memerangi syetan butuh perjuangan keimanan yaa? bagaimana kalau syeitan mengganggu seperti nyata ustad? contohnya sering kalau tidur berantem dengan syetan, seperti dia mencekik, menindih sampai susah bernafas. itu dialami sodara saya. Kalau kebagun dia kelelahan terus karena tidurnya jarang yang nyaman karena gangguan tersebut. syukron ustad...
Jawab :
Syetan memang mengganggu manusia dengan cara apapun dengan memanfaatkan kelemahan manusia. Ketika tidur tidak berdoa maka itu juga kelemahan sehingga syetan masuk mengganggu manusia. Sehingga disunahkan sebelum tidur adalah wudhu, berdzikir dengan beberapa dzikir seperti ayat kursi, surat al ikhlas al falaq an naas dll sehingga akan terjaga dari godaan syetan tersebut

Pertanyaan HA 02
1. Assalamualaikum wr wb, Sugeng enjing pak Herman
Gini akhir-akhir ini saya dikuasai setan, kalau waktu isak malah ketiduran tau-tau udah pagi. Bagaimana caranya supaya saya bisa istiqomah menjalan kewajiban sebagai muslim apa ada doanya ya pak Herman? Matur suwun jawabannya
Jawab :
Wa'alaykumussalam bu.
Setahu saya bahwa isya mulai masuk jam 19 an sehingga belum terlalu malam, dan biasanya jam segitu orang dewasa tidak terbiasa tidur. Jadi sebaiknya menguatkan diri untuk sholat dulu sebelum tidur, karena menyegerakan sholat adalah kebaikan. Rosuluah bersabda :" ....dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu niscaya mereka akan berlomba lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat isya dan shubuh niscaya mereka akan mendatangi meskipun dengan jalan merangkak (HR Bukhari).

Kita perbanyak juga doa:
Robbi 'a'uudzubika min hamazaatisy syayaathini wa a'udzubika robbi an yahdhuruuna
(Ya Rabb aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan syetan dan aku berlindung pula kepadaMu dari kedatangan mereka kepadaku)

2. Gimana ustadz cara kita mengendalikan emosi supaya kita tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terutama dalam kondisi marah?
Jawab
  • hal yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah mengambil keputusan penting ketika marah
  • berusaha mencari sisi positif dan menghilangkankan prasangka negatif
  • mengatur nafas agar tenang
  • wudhu
  • sholat
  • berdoa kepada Allah agar diberikan hal yang baik
"Jika engkau menemukan pemuda yang kesehariannya tak pernah memikirkan dakwah, maka Bertakbirlah 4x karena sesungguhnya ia telah lama mati"  -  Imam As-Syafi'iْ

Pertanyaan HA 03
1. Saya tanya agak keluar tema boleh tak? Benarkan daun bidara bisa untuk menghalau gangguan jin? Kaya habbatussauda? Benarkah ada di hadits?
Jawab :
Kalau daun bidara saya belum menemukan haditsnya tapi pendapat sahabat seperti Ibn Abbas dan beberapa ulama sepeti Ibn Katsir dll

2. Ustadz ternyata setan tu bisa masuk darimana aja ya, kalau dengan zikrullah saja tidak cukup untuk memebentengi hati apa yang harus kita lakukan pertama kali untuk membentengi diri ini dari perangkap setan jika membersihkan diri dari penyakit hatipun sangat sulit dilakukan?
Jawab
Mohon pertolongan kepada Allah agar dilindungi dari godaan syetan dan mohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk melawan godaan syetan dengan mampu menutup semua pintu-pintu syetan tersebut bu. Manusia sebenarnya punya kemampuan itu, ada yang mau memaksakan diri untuk mengeluarkan kemampuan itu dan ada yang pasrah dengan kelemahan sehingga syetan menguasainya

Pertanyaan HA 04
1. Bagaimana menghilangkan kebencian di hati kita ke orang lain? karena sebaik apa pun yang di kerjakan orang itu selalu salah di mata kita karena rasa benci itu. 
Jawab
Benci adalah bisikan syetan dan untuk menghilangkannya adalah dengan banyak memohon ampun kepada Allah. Ingatlah tentang bahaya membenci dan memutuskan silahturohim :
"Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”. (HR. Muslim)
Perbanyaklah membaca Al Quran karena Al Quran adalah obat dan rahmat bagi orang islam

Pertanyaan HA 05
1. Tentang surat Thaha 114 "Dan janganlah kamu tergesa gesa membaca Al Qur'an sebelum disempurnakan pengwahyuannya" Cara baca saya kurang begitu benar kadang masih ada salahnya sedang saya pengennya sehari  bisa kholas 1 juz karena saya berpedoman pada hadist yang menyebutkan barang siapa membaca 1 huruf al quran maka baginya 10 kebaikan, mohon pencerahaannya ustad mana yang harus diutamakan. syukron
Jawab
Membaca Al Quran adabnya adalah dengan tartil. 
"Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil" (Qs al muzammil :4). 
Tartil adalah membaca dengan jelas, tidak lambat dan tidak cepat. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa tartil adalah huruf demi hurufnya, sehingga kalau ada yang mendengarkannya akan paham apa yang dibaca. Kalau kita terbiasa tartil maka hanya perlu sekitar 30-45 menit untuk khatam 1 juz. Jadi silakan dilanjutkan membaca 1 juz dengan tartil dilanjutkan dengan memahami, menghapal, mengamalkan dan mendakwahkannya bu.

2. Ustadz bagaimana mengatur amarah? Agar bisa lebih menahan emosi. Syukron
Jawab :
Mengatur amarah mungkin maksudnya mengendalikan amarah ya. Setiap akan marah maka membaca ta'awudz atau istighfar karena syetan akan mulai menggoda kita untuk bermaksiat.
"Dan ketika syetan mulai mengganggu maka berlindunglah kepada Allah." (QS Fussilat : 36)
Atur nafas dengan tenang, selalu mencari nilai positif dan menghilangkan prasangka buruk.
Ambil air wudhu lalu sholat. In sya Allah adem bu

Pertanyaan HA 6
1. Ustadz, apakah bergaul dengan anggota keluarga besar yang "tidak kenal agama" juga merupakan salah satu pintu masuknya setan? Maksudnya: jika anggota keluarga besar tidak berhijab, masih minum alkohol, dan makanan Haram lainnya, perlukah kita tinggalkan (karena diberi contoh kesalahan di depan mata pun tetap tidak bergeming), atau haruskah kita terus ingatkan meski akhirnya bertengkar dan bermusuhan?
Jawab :
Keluarga merupakan orang-orang terdekat yang harus kita dakwahi. Kita harus berusaha terus merubahnya bila mereka masih maksiat sesuai dengan hadits Rosulullah :
Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.”(Riwayat Muslim)
Selemah-lemahnya adalah kita membenci kemaksiatan tersebut dan mendoakan agar diberi hidayah. Bila kita tidak mampu berdakwah maka kita mengambil jarak karena khawatir terpengaruh dan akan menjadi dosa. Karena bila kita ikut bersama dengan orang yang melakukan dosa tanpa memberikan nasihat maka kita juga akan menerima dosa tersebut

Pertanyaan HA 08
1. Ustadz katanya kita di anjurkan meyakini salah satu imam, ga boleh untuk hukum ini pke imam itu, untuk hukum itu pake imam ini, tapi fanatik kepada madzhab ada pintu masuk syaitan, mohon penjelasannya......syukron
Jawab
Fanatik dengan mengikuti salah satu imam itu berbeda. Fanatik adalah dengan menganggap pendapat dia saja yang benar dan lainnya salah sehingga akan menimbulkan perpecahan. Kita boleh mengikuti satu pendapat imam tapi juga menghargai pendapat imam yang lain. Seperti yang dilakukan imam syafii dan imam ahmad yang saling menghormati

2. Afwan ustadz pertanyaannya diluar tema. Dalam sunah Rosulullaah ada sholat berjamaah dimasjid. Bagaimana hukumnya bagi wanita sholat berjamaah di masjid? Setau saya wanita lebih utama sholat di rumah. Mohon share hadits nya ya ustadz terimakasih
Jawab
Wanita memang lebih baik sholat di rumah berdasarkan hadits
”Sesungguhnya shalatnya orang perempuan di rumahnya lebih baik dari pada shalat di kamarnya, dan sesungguhnyalah shalatnya seorang perempuan di kamarnya lebih baik dari pada shalatnya di serambi rumahnya, dan shalatnya seorang perempuan di serambi rumahnya itu lebih baik dari pada shalatnya di masjid”. (HR baihaqi)
Rasulullah SAW bersabda: ”Shalat seorang perempuan di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di kamarnya dan shalatnya di dalam ruangan yang berada di tengah-tengah rumahnya lebih baik daripada shalatnya di serambi rumahnya”. (HR Abu Daud)
Tetapi bila ingin ke masjid maka tidak dilarang. Di rumah bisa berjamaah dengan anak wanita atau laki-laki yang masih kecil

Pertanyaan HA 09
1. Saya pernah mendengar, sholat adalah mi'raj nya orang mu'min. Tapi kenapa ya kadang saat kita sholat masih belum mampu merasa begitu dekat dengan Alloh kadang masih mikir urusan keduniawian? Gimana ya ustadz biar bisa seakan-akan berhadapan langsung dengan Alloh saat sholat. Jazakillah ustadz
Jawab
Bila sholatnya khusyu maka bisa menjadi mi'raj kepada Allah bu. Tantangan khusyu banyak dan harus berjuang seperti dijelaskan diatas

Pertanyaan HA 10 
1. Kadang kala sebagai manusia hati kadang timbul prasangka buruk dan rasa iri terhadap suatu musibah ato kondisi meski menyadari prasangka buruk dan  rasa iri itu bukan hal yang baik, namun kadang banyak hati yg terlena dalam rasa tersebut yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya agar bisa menjaga hati supaya selalu terhindar dari prasangka buruk dan penyakit hati lainnya? Seperti iri, dengki, hasut dan temannya....
Terima kasih sebelumnya ustadz..
Jawab :
Untuk mengatasi penyakit iri dengki dll maka :
a. Menguatkan rasa takut kepada Allah karena dampak buruknya. Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)

b. Mengambil sisi positif ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat
Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)
Ketika kita mendokan kebaikan maka malaikat akan mengaminkan untuk kita sendiri.

2. Gimana cara menghilangkan prasangka buruk? Terkadang kita sudah husnudzon tetapi kadang karena perkataan buruknya atau sikapnya yang menyakitkan kita jadi buruk sangka lagi?
Jawab
Untuk mengatasi prasangka buruk maka kembali seperti jawaban iri dengki ya bu. Bedanya adalah bila kita sudah sering melihat dia tidak jujur atau tidak amanah maka kita merubah menjadi waspada. Waspada adalah dengan menyiapkan sistem agar tidak terulang perbuatan jahatnya.
Misal ada orang pernah berbohong maka harus waspada kepadanya dengan tidak memberikan kepercayaan yang besar, dibuat perjanjian tertulis, ada saksi, harus membuat laporan dll sehingga tidak akan bohong lagi. Bahkan banyak yang sudah memasang cctv untuk meningkatkan kewaspadaan

3. Maaf melenceng dari tema. Gimana hukumnya kalo kita berhutang tapi tidak ada saksi & tidak ada catatan besar hutang kita tetapi kita tau kita tau pasti hutang kita berapa. Karena kadag setan juga menggoda kita tentang itu.. terimakasih
Jawab
Hutang piutang yang tidak ada tertulisnya memang ini menjadi kelemahan karena bisa ada yang lupa. Sebagai yang memberikan hutang maka diambil pilihan terkecil agar tidak mendzolimi yang berhutang. Misal lupa apakah hutangnya 500 rb atau 600 rb. Maka bila sama-sama lupa maka ambil 500 rb dan bila salah maka yang 100 rb diikhlaskan sebagai shadaqah. Bila kita pilih 600 rb ternyata salah maka yang 100 rb menjadi haram

Pertanyaan HA 11
1. Mau tanya ustadz untuk point 4. Saya seorang pembisnis baju bagaimana sikap saya terhadap bisnis saya sehingga binis saya berkah. mohon petunjuknya.
Jawab 
Diwajibkan bisnis pakaian yang memenuhi syariat, tidak boleh menjual baju yang mengumbar aurat dll bu sehingga akan barokah karena kita niatkan untuk dakwah juga

2. Ustadz bagaimana caranya meludah? nanti masjid kan jadi kotor.
Jawab
Meludahnya kecil saja bu, seperti isyarat meludah. Jangan sampai keluar ludah sebenarnya

Pertanyaan HA 12
1. Rukyah itu gimana ya? benarkah bisa rukyah dengan minum kapsul bidara/ air rebusan daun sirsak?
Jawab :
Ruqyah adalah melakukan jampi-jampi. Ruqyah syariah adalah melakukan jampi-jampi dengan Al Quran dan doa-doa yang diajarkan oleh Rosulullah. Dalam beberapa pendapat sahabat Rosul seperti Ibn Abbas, ulama seperti Ibnu Katsir dll memang daun bidara bermanfaat untuk membantu proses ruqyah, kalau daun sirsak tidak. Daun sirsak manfaatnya memang banyak, salah satunya untuk mencegah kanker.

Pertanyaan HA 14
1. Assalamualaikum, sudah pasti kita pernah lalai karena godaan syetan, sehingga kita berdosa, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa dosa kita telah diampuni oleh Allah SWT?  Syetan adalah makhluk yang diberi tangguh sampai hari kiamat, apakah ada manusia yang benar benar sanggup menangkap Syetan bahkan membunuhnya?
Jawab
Wa'alaykumussalam bu. Maaf bu setahu saya bahwa kita tidak tahu bahwa dosa kita sudah diampuni atau belum. Tapi kita hanya bisa melihat tandanya yaitu hati menjadi tenang, ibadah menjadi semakin rajin, tidak mengulang dosa tersebut dan rajin mengajak orang agar tidak melakukan dosa tersebut. Rosulullah adalah manusia yang diberikan kemampuan oleh Allah untuk bisa membunuh jin. Tetapi manusia biasa tidak bisa membunuh jin kecuali jin tersebut sedang menyamar menjadi makhluk lain seperti manusia, hewan dll. Kisah ini banyak sekali disebutkan dalam hadits misal Khalid bin walid membunuh jin uzza yang menampakan diri sebagai wanita telanjang lalu disabet dengan pedang dan mati. Diriwayatkan dl. Hadits nasa'i. Seorang pemuda membunuh jin yang berwujud ular (Hr bukhori). Tetapi kalau jin yang tidak berwujud maka kita hanya bisa mengusirnya dengan membaca dzikir-dzikir yang sudah sering dibaca misalnya dalam dzikir al ma'tsurat.
Catatan : jin adalah makhluk ghoib yang diciptakan dari api. Syetan adalah sifat buruk. Jadi syetan ada yang dari jin dan ada yang dari manusia

Pertanyaan HA 15
1. Poin no 4. Suka berhias dengan perabotan, pakaian dan rumah sebagai salah satu pintu masuk syetan.. Yang ingin saya tanyakan maksudnya disini konkritnya dan batasannya seperti apa ya ustad? Apakah salah jika kita ingin memperindah/ menghias rumah dengan cara membeli perabotan dan membersihkannya? Syukron
Jawab :
Wa'alaykumussalam. Berhiasnya seorang istri adalah ketika di depan suami, ketika diluar maka sekedarnya saja misal hanya memakai bedak tipis. Banyak terjadi terbalik, ketika keluar rumah sangat cantk dan wangi tapi ketika di rumah sangat sederhana. Sehingga yang menikmati cantik adalah orang lain, ini akan menjadi pintu masuk syetan karena banyak pria bukan mahrom bisa tergoda. Perabot dibeli untuk yang diperlukan saja sehingga memang benar-benar berguna, banyak yang mengoleksi perabot yang mahal-mahal untuk meningkatkan kelas sosial sehingga timbul penyakit ujub, pemborosan dll padahal akan lebih manfaat bila di shadaqahkan

2. Assalamualaikum, kalo umi tuh solat nya kayanya kurang khusuk gitu umi rasa ada aja yang mengganggu pikiran gimana biar saat solat itu bisa fokus ga mikirin apapun? Terus kalo pas solat terlintas pikiran-pikiran yang aneh apa harus di ulang atau terusin solatnya.
Jawab
Wa'alaykumussalam bu. Syetan memang mempunyai banyak cara untuk menggoda manusia termasuk ketika sholat. Mari kita perhatikan beberapa hal ketika akan sholat agar khusyu
  • Bersegera sholat ketika masuk waktu tanpa menunda
  • Wudhu dengan sempurna
  • Memiliki waktu yang cukup untuk sholat sehingga tidak buru-buru atau tidak mengingatkan sesuatu seperti memasak dll
  • Memahami arti bacaan sholat sehingga semakin menyadari sedang berkomunikasi dengan Allah
  • Ketika takbirotul ihrom usahakan untuk khusyu karena itu adalah pintu awal khusyu atau tidaknya sholat
  • Ketika sholat masih terganggu maka meludah kekiri 3 x sambil membaca ta'awudz
Utsman bin abil 'ash mengadu kepada Rosulullah. "Wahai Rosulullah sesungguhnya syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancau". Rosulullah menjawab : Itulah syetan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya maka meludahlah ke kiri dan berlindunglah kepada Allah. Akupun melakukan hal itu dan Allah menghilangkam gangguan itu dariku (HR Muslim)

Pertanyaan HA 17
1. Bagaimana akhlak terbaik pada ART (khodimun)? Bolehkah kita memarahi bila dia berbuat salah? Bukankah Rasulullah senantiasa santun pada 'orang kecil? Bagaimanakah sikap yang terbaik, berusaha sabar dengan pekerjaanmya yang kurang sempurna dan membantunya agar sempurna? Atau terus mengajarinya walaupun kesalahammya diulang lagi dan lagi.
Jawab
Zaid bin haritsah menceritakan bahwa beliau pernah hidup membantu Rosulullah selama 10 tahun. Belum sekalipun Rosul memarahi atau menegur Zaid. Rosul sangat sabar dan percaya kepada pekerjaan zaid tersebut. Alhamdulillah saja juga berusaha meniru hal tersebut sehingga selama punya khadimay belum pernah menyalahkan/menegur tetap cukup dengan menasehati dan mengarahkan dengan baik

2. Ust, kedua orang tua sudah membagi hak atas tanah mereka kepada anak-anaknya secara adil tetapi ada salah satu anak yang tertua dengan semaunya sendiri menggunakan tanah adik-adiknya tanpa meminta izin terlebih dulu, bagaimana akhlak terbaik sebagai saudara agar silaturrahim tetap terjalin dan bisa menyadarkan kakak akan perbuatannya yang kurang tepat tanpa menyinggung perasaannya?
Jawab
Ketika melihat kemungkaran maka kita nasehat dengan bahasa lembut dan santun. Diajak berkumpul bersama agar semua memahami. Dan lebih baik juga kalau harta warisan tersebut sudah dinamakan untuk masing-masing sehingga tidak bisa memakai hal orang lain

Pertanyaan HA 18
1. Ciri-ciri hamba Allah yang memiliki jiwa akhlakul karimah itu apa saja ust? dan bagaimana tipsnya agar memiliki jiwa yang seperti itu, syukron atas jawabanya.
Jawab 
Jawaban sederhana adalah orang yang sudah bisa menghilangkan 11 sifat buruk seperti diatas. Tips ya adalah dengan bersungguh untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit tersebut diatas, memohon kepada Allah agar dijadikan sebagai muslim yang berakhlaq mulia

Pertanyaan HA 19
1. Assalamu'alaikum  ustadz beberapa bulan terakhir ini saya tidak pernah berpuasa lagi karena saya dalam keadaan hamil, saya takut juga apalagi saya punya nadzar puasa dan itu belum saya bayar sepenuhnya cuman sebagian aja yang saya bayar. Apakah itu juga sama dengan pintu masuknya syetan pada diri kita. Syukron ustad mohon jawabanya.
Jawab :
Hamil adalah karunia Allah, kondisi tersebut adalah sangat berat bagi wanita. Puasa wajib saja ada rukhshahnya apalagi puasa sunah. Maka bila tidak kuat berpuasa maka boleh menunda termasuk puasa nadzar tersebut

2. Assalamu'alaikum ustad, menurut keterangan diatas puncak dzikir adalah sholat, bagaimana tips-tips sholat khusuk? terus terang pada saat sholat  sering lupa rokaatnya.. sudah dapat berapa? walaupun dapat diganti dengan sujud sahwi. Sukron ustadz
Jawab :
Wa'alaykumussalam. Kiat sholat khusyu
1. Berniat ikhlas dan sungguh-sungguh dalam sholat
2. Berwudhu dengan sempurna
3. Mempunyai waktu yang cukup/tidak diburu waktu
4. Mengerti arti bacaan sholat
5. Kunci awal adalah khusyuk ketika takbirotul ikhram
6. Setelah itu maka memahami dan arti bacaan sehingga merasa sedang berbicara dengan Allah

3. Saya mau nanya dong, kalau kesurupan jin dan ketumpangan jin itu bedanya dimana? kok kalau orang kesurupan bisa seperti teriak-teriak..btw maaf kalau oot ya..
Jawab :
Ketumpangan sama dengan kesurupan bu, hanya beda istilah saja. Intinya adalah seseorang dikuasai oleh jin sehingga melakukan perbuatan yang tidak bisa dikendalilan seperti teriak-teriak tanpa sadar dll. Utk mengatasikanya maka harus terus menjaga ibadah wajib, sunah dan terus menjaga hati untuk selalu ingat kepada Allah. Jangan biarkan hati kosong karena kesedihan, kemarahan dll

4. Assalamualaikum pak usttadz.. Astagfirullah.. Adakah doa-doanya / amalan-amalannya pak ustadz? Karena ana termasuk yang suka ngumpulin barang bagus walau itu jualan juga kadang juga barang cuma di tumpuk di kardus tapi kalo ingin sesuatu selalu terbayang dan otak pun selalu berfikir harus memiliki...Syukron ustadz..
Jawab :
Wa'alaykumussalam bu
Salah satu obatnya adalah dengan selalu melakukan dzikrul maut/ingat akan kematian. Rosulullah mengatakan bahwa orang yang pandai adalah yang selalu mengingat kematian. Dia akan sibuk dengan bekal akhirat dan tidak sibuk dengan bekal dunia

5. Assalamualaikum uztad. Ana pernah baca dari buku bahwa pasar adalah rumah syetan karena kalau udah dipasar rencana belanja dikit jadi banyak, apakah itu benar ustad. Ana dagang dipasar ustad gimana caranya menjaga hati dan cara dagang ana dari serangan syetan. Syukron uztad..
Jawab
Wa'alaykumussalam. Betul bu bahwa ada hadits yang menyebutkan hal tersebut maka rosul juga berpesan bahwa seorang pedagang itu harus menguasai ilmu agama dulu barulah berdagang karena godaan untuk berbuat curang, meraih keuntungan dengan cara bermain dukun dan godaan lain sangat besar. Untuk membentenginya maka jangan pernah menunda ibadah wajib, siapkan tempat untuk bisa ibadah sunah di tempat jualan sehingga bisa sholat sunah, mengaji, dzikir, membaca buku dll

Pertanyaan HA 20
Tanya ustadz, sebagian kecil masyarakat islam di indonesia khususnya banyak sekali yang punya amalan-amalan dzikir seperrti halnya thoriqoh qodiriyah naqsyabandiyah dll, apakah itu ada tuntunanya dari Rosululloh mengingat thoriqoh itu bersumber dari syeikh abdul qodir al jailani..Syukron
Jawab :
Dzikir yang dilakukan thariqot harus dicek dulu karena jenis dzikirnya banyak sekali. Ada beberapa dzikir mereka yang memang tidak bersumber dari Rosulullah seperti shalawat Nariyah, sholawat al Fatih dll. Bahkan ada beberapa sholawat yang didapat dari mimpi seperti sholawat wahidiyah dll

Pertanyaan HA 21
1. Adakah doa untuk menghalau rasa was was dihati?
Jawab :
Silakan dibaca doa : 
> “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)
> Allahumma musharrifal qulub, sharrif qulubana ala tha’atika. (“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.”)

2. Ustadz apakah suatu hal yang mustahil seseorang dapat selalu terjaga dari godaan syeitan? Mengingat bahwa keimanan dan ketakwaan seseorang yang fluktuatif, jazakallah
Jawab :
Sangat mungkin bila manusia terhindar dari godaan syetan seperti manusia yang punya kualitas iman seperti Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra dll. Untuk manusia sekarang maka kita harus berusaha seperti mereka agar terhindari dari godaan syetan dengan mengisi hari-hari dengan ibadah wajib, sunah dan mengurangi ibadah yang mubah

3. Kalo wanita yang berdandan, Memakai celak mata, bedak dan sedikit lipstik saat keluar bisa termasuk temannya setan Ustadz? Ada di point 4. Masalahnya ada sebagian wanita yang jika tidak memakai itu selalu terlihat pucat dan kuyu. Padahal dia sudah wudhu sehari lebih dari 5 kali.
Jawab :
Ketika keluar rumah seorang wanita tidak dianjurkan memakai celak mata, celak mata sunahnya dipakai ketila bersama suami. Bedak tipis dibolehkan tapi lipstik sebaiknya tidak usah. Untuk menghindari pecah-pecah di bibir cukup dengan lipsglos

Pertanyaan HA 22
1. Kalau kita diperlakukan tidak baik oleh seseorang, lalu kita ceritakan pada orang lain. Apakah itu juga termasuk bisikan setan? Niatnya sih cuma curhat. Lalu tentang menyampaikan kebaikan. Apakah kita tidak boleh menyampaikan kebaikan pada orang lain Ketika ilmu kita masih sedikit? Dengan alasan takut orang tersebut malah tersesat. Seperti yang d jelaskan d atas. Sebab setau saya ada hadist "sampaikanlah kebaikan walau satu ayat."
Jawab :
Ketika diperlakukan buruk orang lain maka sikap terbaik adalah bersabar, tidak marah, menasehati dengan baik orang yang berbuat tidak baik dan mendoakan agar beliau diampuni Allah dan diberikan hidayah serta taufik. Mengadukan ke orang lain dibolehkan bila niatnya adalah mencari solusi agar masalah bisa selesai dengan baik, tapi kalau hanya sekedar cerita tanpa solusi maka khawatir menjadi ghibah. Menyampaikan ilmu yang sedikit dan sudah dipahami maka hal itu dibolehkan karena sesuai dengan hadits : sampaikan dari walau satu ayat (HR Bukhori)
Yang dimaksud penjelasan diatas adalah bila ilmu kita sedikitnya tapi kita menyampaikan banyak hal sehingga banyak jawaban yang hanya berdasarkan kita-kira kita sehingga jauh kebenaran

2. Apa dzikir agar bisa mengusir syaitan saat dia menguasai kita dalam amarah? lalu... berhias dengan perabotan, pakaian, rumah yang bagaimanakah yang seharusnya dilakukan, agar syetan tidak senang?
Jawab : 
Banyak dzikir yang bisa kita lakukan ketika marah seperti ta'awudz, istighfar, ayat kursi dll agar syetan menjauh dari kita. Berhias yang sesuai ketentuan islam misal hanya berhias untuk suami di rumah, ketika keluar rumah biasa saja. Perabot maka sesuai yang kita butuhkan saja buka yang kita inginkan apalagi sekedar bermewah-mewahan atau ingin seperti orang lain padahal kita tidak butuh atau bahkan tidak mampu sehingga terjebak dengan hutang dll

Pertanyaan HA 23
1. Ustadz, kenapa berhias  termaasuk pintu masuk syetan? Apakah syetan itu akan menguasai kita karena kita berhias menjadi-maaf- seperti kesurupan atau bagaimana pengertiannya ustadz. Terimakasih
Jawab 
Berhias yang dimaksud adalah berhias yang diluar ketentuan islam. Bila suami dan istri berhias di rumah maka itu menjadi kebaikan karena menyenangkan suami/istri. Tapi bila berhias ketika diluar, khususnya wanita maka akan mengundang pria yang bukan mahrom untuk tergoda dan menggoda

2. Assalamualaikum ust, bagaimana menjaga keimanan kita agar tidak tersusupi oleh syetan? Kemudia bagaimana cara kita mengendalikan hawa nafsu padahal kita sebenarnya itu salah tapi tetap dilakukan?
Jawab : 
wa'alaykumussalam. Dalam hadits disebutkan bahwa : 
”Iman itu kadang naik kadang turun maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)
Iman akan turun bila kita melakulan maksiat dan iman naik ketika kita melakulan amal sholeh dan bila turun maka perbaharui dengan kalimat lailahaillallah yang maknanya adalah menyadarkan diri bahwa kita adalah hamba Allah, tujuan utama kita adalah Allah dan menghilangkan tujuan lain yang merupakan godaan syetan. Setelah itu maka kita perkuat dengan terus mengerjakan ibadah wajib dengan sebaiknya, menambah dengan ibadah sunah, berkumpul dengan orang-orang sholeh, ikut pengajian, membaca buku-buku islam. Untuk menjaga agar tidak maksiat maka diperkuat rasa khauf (takut) kita kepada Allah dengan membaca ayat-ayat dan hadits tentang ancaman Allah yang begitu dahsyat

Pertanyaan HA 26
1. Sebatas apa yang di maksud dengan menimbun harta? Kalo menabung untuk bekal pendidikan anak bagaimana ustadz?
Jawab
Menabung dengan menimbum harta adalah hal yang berbeda, menabung adalah bagian dari sunah untuk masa depan dengan tidak melupakan shadaqah. Menimbun adalah menyimpan harta tanpa mau bershadaqah

2. Ustad, salah satu pintu masuk syetan adalah suka berhias dengan perabotan,pakaian dan rumah, sebenarnya batasan untuk tidak berlebih-lebih dalam berhias tadi seperti apa sih ust? terus apa hal ini kebalikannya dari berzuhud? apa benar zuhud itu serba apa adanya?mohon penjelasannya ustad...syukron
Jawab :
Batas berlebihan atau tidak adalah bila kita selalu memenuhi apa yang kita inginkan. Kurangilah apa yang selalu diinginkan sehingga kita tidak akan diperbudak dengan keinginan, tetapi fokuslah dengan apa yang kita butuhkan dan kebutuhan itu tidak boleh melebihi kemampuan kita. Dan perbanyaklah shodaqah agar kita tidak semakin sibuk menuruti keinginan kita

Pertanyaan HA 27
1. Adakah doa khusus dalam Alqur'an  agar kita tidak membuka pintu untuk syaithan masuk kao dalam diri kita  selain dari yang dicontohkan Muhammad bin Wasi
Jawab :
Dalam surat Fussilat ayat 36 disebutkan bila datang gangguan syetan maka mohon perlindunganlah kepada Allah yaitu dengan membaca ta'awudz

2. Bagaimana mengatasi emosi / marah?
Jawab :
Cara mengatasi marah adalah dengan memperbanyak membaca ta'awudz, istighfar ketika mulai marah lalu m.ngambil air wudhu dan sholat 2 rakaat. Selain itu maka memperbanyak positif thingking  terhadap suatu berita sehingga tidak cepat marah.

3. Bagaimana cara memberikan pemahaman kepada orang tak berpaham mengenai islam secara kaffah?
Jawab :
Kesempatan bagi kita untuk berdakwah kepada mereka dengan hikmah, dengan kata baik dan bila berdebat maka lakukanlah dengan baik seperti yang disebut dalam surat An Nahl ayat 125. Selain itu teruskan berdoa untuk mereka yang belum mendapat hidayah dan belum kaffah dalam islam

Pertanyaan HA 28
1. Kalo kita merasa berat & dan perasaan malas dalam beribadah, apakah itu juga dari syetan? jazakumullah atas jawabannya
Jawab 
Malas disini berat dalam beribadah memang itu bagian godaan syetan. Kita harus melawannya dengan sekuat hati, membaca doa-doa agar syetan keluar dari diri kita
“Diceritakan kepada Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam tentang orang-orang yang sangat semangat sekali dalam beribadah,  maka beliau berkata, "Itulah puncak semangat (pengamalan) Islam dan kesungguhannya. Setiap setiap semangat akan mencapai puncaknya, dan setiap puncaknya akan ada masa kemalasan. Barangsiapa yang waktu malasnya dalam batas wajar dan tetap dalam sunnah, maka dia telah menempuh jalan yang lurus. Dan barangsiapa yang kemalasannya melakukan kemaksiatan, maka itulah yang celaka.’ (HR. Ahmad)
Ungkapan ‘Faliammin ma huwa’ adalah bisa kembali di waktu kemalasannya kepada asal yang agung yakni (sesuai dengan) sunnah. Atau ia dalam kondisi di jalan yang lurus selagi masih berpegang teguh dengan Al-Kitab dan Sunnah.
Abu Abdurrahman As-Sulami rahimahullah berkata:
“Di antara aibnya jiwa adalah kemalasan yang menimpanya dalam hak-hak yang sebelumnya dilakukannya. Yang lebih aib lagi adalah orang yang tidak memperhatikan kekurangan dan kemalasannya. Yang lebih aib lagi, orang yang tidak tahu kemalasan dan kekurangannya. Kemudian yang lebih aib lagi, adalah orang yang menyangka bahwa dia semangat padahal dalam kondisi malas dan kurang. Ini adalah sikap kurang bersyukur ketika mendapatkan taufiq dalam melaksanakan hak-hak. Karena kurang bersyukur, maka semangat dialihkan menjadi kurang beremangat. Dia menutupi kekuarangannya dan menyangka baik keburukannya.
Allah Ta’ala berfirman, "Maka Apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ?" (QS. Fathir: 8)

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” 
(HR. Tirmidzi, Shahih).


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment