Ketik Materi yang anda cari !!

PRINSIP BELAJAR

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, November 27, 2014

Kajian Online WA Hamba اَللّه SWT (HA 113 & 114 Nanda)

Hari, tanggal : Rabu, 26 November 2014
Narasumber : Ustadzah dianda
Judul Kajian : Parenting
Notulen/Admin : Kina/Rusmi
Editor : Ana Trienta

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

حيا نفتح مادتنا اليوم بقراءة بسمله

(hayya nabda. maadatanaa al-yauma bi qira-ati basmalah)

بسم الله الرحمن الرحيم

Aassalamualaikum...
Hari ini kajian psikologi yaa. kita bahas prinsip belajar yuk...
sambil ngobrol aja yaa.. sekali lagi ini dari perspektif psikologi, berdasar prinsip. ilmiah hasil penelitian bukan dari kajian agama. Untuk itu dengan diskusi kita bisa perkaya ilmu dengan perpaduan keduanya.

Prinsip belajar yang populer di psikologi ada 3, prinsip behavioral/perilaku, perkembangan dan prinsip sosial.

Belajar melalui prinsip perilaku menekankan pada pemberian dorongan berupa hadiah dan hukuman. jadi anak diminta untuk mengerjakan suatu hal, lalu diberi hadiah jika berhasil dan bisa pulsa diberi hukuman jika gagal.

Ini juga sering banget di pake dalam pengasuhan. jadi untuk membentuk perilaku.. misalnya, anak mau kita latih untuk membaca doa setiap sebelum makan. kita bisa sampaikan ke anak caranya, lalu setiap anak selesai melakukan, ia bisa 
a. diberi hadiah yang ia sukai, misalnya kue. atau
b. diberi hukuman gak tidak ia sukai. misalnya dilarang nonton

Jadi penekanannya adalah motivasi belajar muncul dari dorongan anak mau mendapat yang disukai anak menghindari yang tidak disukai. Dilakukan berulang-ulang sampai perilaku muncul secara konsisten.

Prinsip kedua prinsip perkembangan jadi penekanannya adalah tunggu anak sampai pada usia perkembangan tertentu, baru diajarkan keterampilan misalnya belajar baca baru diajarkan saat anak paham bentuk, bisa menyebut nama simbol,dst kalau anak belum bisa tidak dipaksa

Percaya bahwa anak punya potensi dan waktu sendiri untuk belajar ada tahap perkembangan yang baku, misalnya bayi tahap pra operasional yang masih belajar mengembangkan kemampuan motorik kasar, memanipulasi benda.
prinsip sosial lingkungan sosial. percaya bahwa anak cenderung mau berkembang sesuai dgn lingkungannya. penekanannya adalahbahwa anak bisa berkembang lebih tinggi dari tahap perkembangannya, dengan didampingi dan dipandu orang dewasa.
tapi pengembangan juga lihat batas maksimal kemampuan anak, tidak dipaksa.

Bisa dipakai sebagai dasar pendekatan dalam belajar, bayi di sekolah maupun seharihari dalam pengasuhan.
bunda retno dan bunda betti, memberi.hadiah memang resikonya seperti itu.. untuk meminimalisir resiko bisa pakai cara berikut:
1. upayakan hadiah tidak berupa barang atau uang, hadiah paling bagus adalah pengakuan atau pujian. misal sudahbisa ngaji,bilang "wah adek udah bisa ngaji alfatihah sendiri loh". begitu. usahakan tidak sering2 bilang"pinteeerr" anak bisa besar kepala
2. boleh kasih hadiah, tapi sebatas sarana. jadi tujuannya anak konsisten ngaji (cth). kalau anak sudah konsisten ngaji, hadiah pelan-pelan dihilangkan. supaya.mudah, di awal frekuensi kasih hadiah bisa dijaga, awalnya selalu, lalu mulai sekali-kali hadiah lebih sering pujian. setelah itu pujian saja.
3. usahakan hadiah adalahhal yg positif, bekas konsekuensi dari perilaku.muakudah bisa ngaji,belikan alas duduk ngaji yg.kereenn. atau pecii.

TANYA JAWAB:
1. Begini ustadzah,,,,kalau anak selalu di beri hadiah saat doa berhasil mengrjakan sesuatu,apa tidak takut menjadi kebiasaan,nanti kalau tidak di beri hadiah,lalu dia tidak mau melaukannya. Satu lagi,hukuman seperti apa yang boleh di berikan kepada anak, apakah boleh misal memukul telapak tangan, karna saya lihat ada seorang ibu yang jika anakya melakukan kesalahan dia minta anaknya menunjukan telapak tangan lalu memukulnya.
Jawab
untuk hadiah, jangan terus-terusan dikasihnya. usahakan lebih banyak pujian daripada hadiah barang. laku.. hukuman, usahakan yg sifatnya tidak menyenangkan, juga mendidik, juga tidak fisik.

2. Mau nanya nii bunda. Bagaimana menurut bunda jika ada seorang tenaga pendidik yang memberikan hukuman kepada murid dengan cara si murid itu tegak di depan kelasnya? Apakah itu tidak mengganggu psikologi si anak ?? Karena si anak pasti akan malu di liatin sama temen-temannya. Mohon pencerahannya bunda
Jawab
Yes mengganggu psikologis baiknya gak begitu ya.. salahnya.anak.apa?

3. Lantas apa hukuman yang sebaiknya di berikan oleh pendidik kepada murid tersebut?
Jawab
hehe.. iyamba wikhe. begini.. pertama,namanya anak itu masih belajar jadi memang mengingatkannya harus berulang-ulang. Kedua, anak-anak itu sedang belajar menyusun logika. dari lingkungan dan terutama orang-orang terdekat,anak akan mencontoh. Kalau misalnya gini,anak tidak bikin PR kenapa? karena lupa dan terlalu lama bermain. kenapa? karena nggak diberi batasan saat bermain jadi sebabnya adalah anak tidak punya, dan belum tau cara membatasi diri dalam bermain itu yg dikejar. Jadi poin satu, ngobrol dengan orang tuanya mengingatkan pentingnya fungsi kontrol disiplin rutinitas. Kedua,ajarkan anak ketrampilan untuk bisa mengendalikan diri seputar waktu. misalnya anak diangkat jadi petugas time keeper saat pelajaran olahraga. jadi dia yg mengingatkan waktuganggu baju,istirahat makan dan waktu ganti giliran. Akhirnya anak jadi belajar pentingnya mengelola diri dan waktu. Jadi saat abah tidak mengerjakan yg kita mau, lihat dulu sebabnya apa. jangan fokus pada hukuman. lihat ketrampilan apa yg belum ia kuasai, jadi kesalahan nggak bikin pr itu diubah jadi sarana belajar. konstruktif

4. Ustadzah.....mau nnya.. Kalo anak kita bentak-bentak apa mungkin ganggu psikologisnya kadang saya liat ada orang tua yang ndak sabar dan bicaranya tu seperti bentak-bentak anak gitu, apakah hal seprti itu boleh d lakukan. Makasih ustadzah
Jawab
Bentak-bentak ya baiknya jangan. menyakiti hati. kan pedang yang paling tajam adalah lidah.. hehe

5. Iyaa bund...lalu klo misalnya dia gk buat PR , terus sang pendidik memberikan hukuman dengan menulis PR nya itu menjadi 3x lipat gimana?
Jawab 
Yaa gak cucok dong stress anaknya bisa jadi dendam, trauma, malessama gurunya. jadi malesbelajar

6. Kalo yg sukaaaa nya ceritaaaa aj. Gimana ya cara belajar bersama sang anak tersebut? Bingung bunda hoby cerita. Tapi kita ga bisa tau apa keahliannya
Jawab
Kalo yang suka cerita, nah itu potensinya. dia suka ngobrol, menjalin komunikasi dengan orang lain. Coba jadikan ngobrol sebagai sarana. saat anak cerita soal temannya main bola,minta diamenirukan gerakannya

7. Terus yang di maksut gangguan atensi itu apa bun? Hiperaktif itu ada beberapa tipe y bun,trus tipe apa aja?
Jawab
Anak hiperaktif kalau berdasar diagnosa klinis itu masuk ke adhd,jika hiperaktifnya disebabkan oleh gangguan atensi. ditandai dengan beberapa ciri, seperti gampang lupa, seperti tidak . patih pada ortu,sulit diajak ngomong, cepat teralih perhatiannya tapi jika tidak ada gangguan atensi, anak "hanya" sangat aktif saja.

8. Bunda benarkah saat berinteraksi dengan anak tidak boleh menggunakan kata jangan/awas"? Syukron
Jawab
hola..aasif baru bisa pegang hp. atensi itu adalah kemampuan fokus/konsentrasi. kemampuan menahan perhatian terhadap suatu hal,dalam satu periode waktu.

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment