Home » , , » Sirah Nabawi - Umar bin Khaththab

Sirah Nabawi - Umar bin Khaththab

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, November 14, 2014

Rekap Kajian Online HA

Hari/tgl : 13-11-2014
Narasumber : Ustazah Shinta
Judul kajian : Kajian Sirah Nabawi - Umar bin Khaththab
Grup 105/106
Admin : Tiwi & Ririn


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
ِ وَبَرَك

Bismillah

Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”

Alhamdulillah kita bisa berkumpul via dunia maya saat ini. Pertama2 perkenalkan  saya shinta ummu husein, salam sayang dan hormat untuk semua ummahat  digroup ini. mohon maaf saya merasa kurang pas jika disebut dan dianggap sebagai ustadzah, saya hanya seorang pembelajar yang meyakini bahwa dengan mewakafkan ilmu yg sudah saya tahu walau sedikit, maka Allah akan menambahkan lagi ilmuNYA kepada diri yang ingin dan selalu berusaha menjadi hamba taqwa ini. Mohon maaf kalau kurang berkenan. Semoga perkenalan kita menjadi ukhuwah yng terjalin didunia dan akhirat.

Kemudian Sy ucapkan terimakasih kepada pengurus group ini yang mempercayakan kajian sirah ini kepada saya dan juga admin di group ini yg telah menginvite. Dan juga kepada ustadz/ah yang ada di grpup ini, salam kenal dan salam hormat dari saya.

Izinkan saya memakai bahasa yang sehari2 kita pakai saja.

Saya bukan ahli sirah, tetapi keinginan saya berbagi dengan antunna sekalianlah yg mendorong saya ada disini dan juga apa yang saya disampaikan disini adalah sebagai bagian dari tanda cinta diri yg dhoif ini kepada kekasih Allah, Rasulullah SAW.

Ada hal yg menjadi alasan kenapa saya suka sirah Rasulullah SAW.
Yaitu karena Saya ingin mengenal nabi saya, nabi pilihan Allah. Tidak mungkin saya mau mengikuti apa yg di sampaikannya kalau saya tidak mencintai sosoknya. Saya ingin Rasulullah 'hidup' dalam ingatan saya. Sehingga saya bisa mengikuti semua sunnahnya dan mencintainya juga merindunya untuk bisa bertemu disurga NYA kelak.

Kajian siroh ini sangat panjang, karena memang sejarah Rasulullah dalam setiap hal begitu berharga dan dapat diambil hikmahnya. Apa yang saya sampaikan mungkin masih jauh dari sempurna, arena ke faqiran ilmu dan kdhoifan diri saya ini.

Untuk melengkapi kesempurnaan, bolehlah antunna membaca juga refernesi buku yang saya pakai, yaitu :
1. Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfuri, pustaka al kautsar , 2007
2. Sirah Nabawiyah karya Ramdhan al Buthi, Rabanni press, 2008.
3. Muhammad Teladanku, Eka wardhana dan tim Syamil, penerbit sygma 2008.
4. Sirahnabawiyah.com in Abu Abdil Muhsin Firanda Andirjaُ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, kepada-Nya kita menyembah, dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta salam kepada Nabi Junjungan, yakni Nabi Muhammad Saw., beserta keluarga, shahabat dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Kita mempelajari sirah hari ini dengan niat untuk menambah kecintaan kitabkepada Rasulullah SAW

Pada kesempatan ini saya akan mencoba sampaikan mengenai Umar bin Khaththab serta bagaimana perjalanannya menuju Islam, serta keberanian-keberanian beliau.

Kisah keislaman Umar bin Khattab adalah bukti hidayah Allah yang tak dapat dielakkan kedatangannya oleh manusia, sebagai keputusan mutlak dan hak prerogatif yang harus diterima oleh Nabi dan umat Islam ketika itu. Sebelum masuk Islam, Umar adalah seorang yang dikenal pemberani, bengis, kejam, disegani, dan berbahaya bagi dakwah Rasulullah.

Sebelum disampaikan kisah masuk islamnya Umar bin Khathab, akan saya sampaikan terlebih dahulu kisah masuk islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib. Kisah Hamzah ini perlu disampaikan karena secara karakter, ada kesamaan antara Umar bin Khaththab dengan Hamzah bin Abdul Mutholib, yaitu keduanya sama-sama orang yang berhati keras dan membela apapun yang di anggap menjadi kebenaran saat itu, tidak takut dengan apapun. Dan ada riwayat yang menyampaikan bahwa keislaman keduanya hanya berjarak 3 hari saja.

Hamzah Bin Abdul Muthalib masuk Islam.

Abu Jahl semakin hebat memusuhi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin. Suatu kali dia bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diapun mencaci maki dan menyakiti beliau. Namun tindakannya itu tidak digubris oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak berbicara sepatah katapun kepadanya. Ternyata ada salah seorang maula (budak) dari ‘Abdullah bin Jud’an mendengar hal ini. Diapun sengaja menyingkir ke balai pertemuan Quraisy di dekat Ka’bah dan duduk bersama mereka. Tak lama kemudian datanglah Hamzah bin ‘Abdul Muththalib sambil menenteng panahnya. Agaknya dia baru pulang berburu.

Dan Hamzah apabila pulang berburu tidak langsung ke rumah keluarganya, namun melakukan thawaf di Ka’bah (lebih dulu). Dia termasuk pemuda bangsawan Quraisy dan berwatak keras. Ketika dia melewati maula tersebut dan waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah pulang ke rumahnya, dia (budak tersebut) berkata: “Hai Abu ‘Imarah, seandainya kau melihat apa yang dilakukan Abul Hakam bin Hisyam terhadap ponakanmu, yang dia lihat duduk di sini kemudian dia menyakitinya, mencaci maki dan mencercanya. Kemudian dia pergi dan Muhammad sama sekali tidak berbicara dengannya sepatah katapun.”

Mendengar keterangan ini, Hamzah tidak dapat menahan marahnya, di mana juga Allah memang menghendaki kemuliaan baginya. Hamzah segera keluar dan tidak menyapa siapapun, padahal setiap dia melewati tempat pertemuan itu dia senantiasa berbincang-bincang dengan orang yang ada di sana. Sekarang dia keluar sengaja mencari Abu Jahl untuk memberi pelajaran keras kepadanya.

Ketika Hamzah memasuki masjid dan melihat Abu Jahl duduk dengan beberapa orang, dia sengaja mendekatinya. Setelah dekat dengan Abu Jahl, Hamzah segera memukul kepalanya dengan anak panah yang ada di tangannya sampai berdarah dan berkata: “Kau berani mencaci makinya? Aku di atas agamanya, akupun mengucapkan apa yang diucapkannya. Coba balas, kalau kau berani!”
Beberapa orang yang ada di dekat Abu Jahl dari Bani Makhzum segera berdiri mengepung Hamzah karena ingin membela Abu Jahl. Tapi Abu Jahl berkata: “Tinggalkan Abu ‘Imarah, aku -demi Allah- benar-benar sudah mencaci maki keponakannya dengan umpatan yang sangat buruk.”

Sejak itu keislaman Hamzah mulai berkembang sempurna. Dan orang-orang kafir Quraisy mulai menyadari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertambah kuat dan mempunyai pembela. Mereka pun mulai mengurangi penindasan mereka terhadap beliau dan para shahabatnya.
Sebagian ahli sejarah menceritakan setelah mengucapkan kata-katanya di depan Abu Jahl itu, Hamzah sempat menyesal dan bingung, kemudian dia berdo’a kepada Allah di sisi Ka’bah. Akhirnya setelah merasa lega dia segera menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan keadaannya. Dan beliaupun mendoakan agar Allah mengokohkan Hamzah dalam keyakinannya.


 Umar bin Khaththab Masuk Islam

Ditengah udara yang pengap karena dipenuhi awan kesewenang-wenangan dan kezhaliman, muncul seberkas cahaya lagi setelah keislaman Hamzah dihadapan orang-orang yang jalannya terhalang, yaitu keislaman Umar bin Khaththab.

Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw. Ayahnya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim. Ibunya bernama Khatmah.

Nasabnya adalah .Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin ‘Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada kakeknya Ka’ab. Antara beliau dengan Nabi selisih 8 kakek. lbu beliau bernama Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah al-Makhzumiyah. Rasulullah memberi beliau “kun-yah” Abu Hafsh (bapak Hafsh) karena Hafshah adalah anaknya yang paling tua dan memberi “laqab” (julukan) Al Faruq.

Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy.
Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.

Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang keras permusuhannya dengan kaum Muslimin, bertaklid kepada ajaran nenek moyangnya dan melakukan perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya dilakukan kaum jahiliyah, namun tetap bisa menjaga harga diri.
Sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu,Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".

Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur.

Umar dikenal sebagai orang yang paling menolak islam dan kaum muslimin. Ia dikenal sebagai kaum quraisy yang terkenal bertabiat keras dan dan bertekad kuat. Selama itu kaum muslimin mengalami gangguan yang dilancarkan olehnya.

Kegalauan, Amarah dan Duka Umar

Umar dikenal sebagai orang yang menjaga kehormatan dirinya dan memiliki watak yang temperamantal. Setiap kali dia berpapasan dengan orang-orang muslim, dia menimpakan berbagai siksaan. Yang pasti, didalam hatinya bergolak bergolak berbagai perasaan yang sebenarnya saling bertentangan.

Penghormatannya terhadap tradisi leluhur yang saat itu dianggap sebagai suatu kebenaran, kebebasan mennenggak minuman keras hingga mabuk dan bercanda ria, bercampur baur deNgan ketakjuban diri Umar terhadap ketabhan dan kesabaran orang-orang muslim dalam menghadapi cobaan dalam rangka mempertahankan aqidahnya. Keadaan ini masih ditambah lagi dengan keragu-raguab yang menari dibenak kepalanya dan benak siapapun yang berakal bahwa yang diserukan Islam jauh lebih bagus dan agung daripada yang lain. Umar benar-benar bingung hingga ia menjadi galau dan sering termenung sambil berfikir.

Suatu malam Umar datang ke Masjidil Haram. Dia melihat Muhammad sedang berdiri melaksanakan shalat, Umar mendengarkan bacaan shalat Nabi. Waktu itu Nabi membaca surat Al Haqqah. Umar bin Khattab kagum dengan susunan kalimatnya lantas berkata pada dirinya sendiri- “Demi Allah, ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy.”

Kemudian beliau mendengar Rasulullah membaca ayat 40-41:
“Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. Dan Al Quran itu bukanlah pernyataan seorang penyair. Sedikit sekali kalian beriman kepadanya.”

lantas Umar berkata, “Kalau begitu berarti dia itu dukun.”

Kemudian beliau mendengar bacaan Nabi ayat 42:
“Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Rabb semesta Alam”

Inilah awal mula benih Islam masuk kedalam hati Umar. Tetapi, selubung jahiliyah dan fanatisme terhadap tradisi yang sudah mendarah daging masih menutupi kebenaran Islam.

Istri Amir bin Rabi’ah, Ummu Abdillah yang merupakan perempuan tua tetangga Umar, menceritakan setelah ia sekeluarga masuk Islam, Umar suka mengganggunya. Padahal sebelum itu, Umar sangat hormat kepada tetangganya dan menyayanginya. saat itu Ummu Abdillah sedang bersiap-siap berangkat hijrah ke habasyah – ketika itu ‘amir sedang keluar rumah untuk satu keperluan – tiba-tiba datanglah Umar dan berdiri di depanku. Aku sudah mengira bakal mendapat gangguannya. Maka ia bersembunyi dibalik barang-barangnya. Hatinya berdebar tidak karuan.

Umar bertanya: “Hai Ummu abdillah, benarkah kalian hendak pergi hijrah?” Ia heran karena suara Umar tidak terdengan marah seperti biasanya. Umar sedang berduka.

Sesaat Umar termenung “Ini adalah tetanggaku, mereka akan pergi juga meninggalkan Mekah”.

Ia menjawab: “Ya. Demi Allah, kami pasti pergi ke bumi Allah yang aman,sebab kalian selama ini mengganggu dan berbuat semena-mena terhadap kami. Kami tidak akan kembali lagi sebelum Allah memberikan ketentraman hidup kepada kami “

Ia menjawab dengan ucapan yang sungguh aneh: ”Allah beserta kalian”.

Ia melihat bersikap halus dan tampak sedih dalam diri Umar yang sejak mereka memeluk Islam belum pernah Umar melakukannya.

Ketika amir pulang, kejadian itu kebritahukan kepadanya dan suamiku bertanya: "apakah engakau mengharapkan ia masuk Islam? “

Ia menjawab: ” ya, benar”

Amir menjawab : “ia tidak akan memeluk Islam sebelum keledainya memeluk islam terlebih dahulu!"
Amir mengucapkan perkataan seperti itu karena ia tahu benar bagaimana Umar adalah seorang yang sangat keras dan kasar terhadap kaum muslimin.

Suatu hari ia pernah termenung sendiri dan berfikir, “Hamzah, apa yang terjadi padamu? Engkau menaklukan dan mempermalukan Abu Jahl temanmu sendiri. Apa yang membuatmu jadi seperti itu? Bahkan Engkau telah berani meninggalkan agama nenen moyang kita dan bergabung dengan muhammad! Ini jelas akan membuat pengikut agama baru ini jadi sombong dan besar kepala. Hamzah, bukankah engkau, Abu Jahl, Khalid bin Walid dan aku telah bersama membuat Quraisy menjadi suku yang paling disegani. Suku-suku lain iri pada Quraisy karena Quraisy memiliki kita. Ini semua karena Muhammad. Hamzah tidak mau lagi minum-minum bersamaku. Betapa sepinya malam-malam tanpa Hamzah.

“Muhammad, Engkau membuat orang miskin dan budak berani menentang majikannya. Tegakah engkau melihat para pengikutmu pergi meninggalkan tanah airnya ke Habasyah yang begitu jauh? Ini benar-benar sudah keterlaluan! Aku harus membunuh Muhammad sekarang juga, meski aku harus berhadapan dengan Hamzah . aku akan membuat Mekah kembali seperti dulu”.

Setelah berfikir begitu, Umar mencabut pedangnya. Amarah dan kegalauannya dengan cepat naik ke ubun-ubun. Dengan langkah yang tidak bisa dirintangi, Umar berjalan cepat menuju Darul Arqam, tempat Rasulullah berkumpul dengan para pengikutnya. Matanya mengandung api dan pedangnya membara. Tidak seorang pun akan bisa menghalangi Umar jika ia sudah bertekad dengan sungguh-sungguh.

BERITA UNTUK UMAR
Umur melanjutkan langkahnya menuju Darul Arqam dengan menghunus pedangnya bermaksud membunuh Rasulullah SAW. Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Nu`aim bin Abdullah al ‘Adawi, seorang laki-laki dari Bani Zuhrah. Lekaki itu berkata kepada Umar bin Khattab, “Mau kemana wahai Umar?”

Umar bin Khattab menjawab, “Aku ingin membunuh Muhammad. Dia yang menukar agama nenek moyang kita. Dia yang memecah belah masyarakat Quraisy”.

Nu’aim berkata, “Bagaimana kamu akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah, kalau kamu membunuh Muhammad?”

Maka Umar menjawab, “Tidaklah aku melihatmu melainkan kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu.”

Tetapi Nu’aim menimpali, “Tidakkah lebih baik Engkau pulang dan mengurusi keluargamu sendiri?”

“Keluargaku yang mana?” sahut Umar.

“Maukah aku tunjukkan yang lebih mencengangkanmu,hai putra Khaththab? Sesuugguhnya adik perampuanmu, Fathimah binti khaththab dan iparmu, Said bin Zaid bin Ammar telah meninggalkan agama yang kamu yakini dan mengikuti ajaran Muhammad. Urusi saja mereka dulu..”
Umar segera membalikkan badan dan melangkah cepat menuju ke rumah Adiknya.

Setiba dirumah adiknya, Umar mengetuk pintu kencang sekali sampai terasa guncangannya.D idalam rumah, Sa’id dan Fathimah sedang mengikuti ayat Al Qur’an yang dibacakan oleh Khabbab bin Al Arat. Begitu mendengar ketukan suara pintu yang sangat keras, Sa’id segera menyembunyikan Khabbab. Fathimah segera menyembunyikan Shuhuf (lembaran) yang mereka baca.
Sa’id membuka pintu dan Umar bergegas masuk.

“Suara apa yang baru kudengan itu?” bentak Umar.

“Tidak... kami tidak mendengar suara apapun, kami hanya sedang berbincang-bincang”.

Seketika amarah Umar meledak “kupikir kalian sudah keluar dari agama nenek moyang kita dan mengikuti ajaran Muhammad !”

“Wahai Umar,” kata adik Iparnya,” apa pemdapatmu jika kebenaran ada dalam agama selain agamamu?”

Seketika Umar melompat kearah adik Iparnya dan menginjaknya keras-keras. Adiknya mendekat untuk menolong suaminya dan mengangkat badanya. Namun Umar menampar fathimah hingga ia jatuh disamping Sa’id dan mengucur darah dari wajahnya.

“Wahai Umar, Lakukanlah apa saja yang kau kehendaki” kata Fathimah dengan berang. Fathimah siap menghadapi kemungkinan terburuk. Ia siap disiksa oleh kakaknya sendiri yang dari kecil begitu menyayanginya. Ia bahkan siap untuk mati. Kedua tangannya terrentang, seolah siap menerima tikaman pedang Umar.

“Jika memang kebenaran ada di selain agamamu, maka bersaksilah bahwa tiada Ilah selain Allah dan bersaksilah bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah.” Fathimah berkata 
Mau tanya...kalau boleh tau apa penyebab umat islam ga bisa sholat dket ka'bah sblm umar masuk islam ?

 Karena saat awal dakwah Rasulullah SAW, umat Islam masih sedikit, dan belum ada orang yang bisa membela umat islam yg teraniaya karena keislamannya. Umat islam yang masih sedikit itu disiksa dengan kejam sampai2 anak yg terbunuh, sehingga menjadi syahidah pertama, yaitu Sumayyah.
Jadi tidak ada pilihan saat itu selain dakwah scr sembunyi-sembunyi.

Masuknya Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab inilah moment yang merubah dakwah secara terang-terangan. Karena karakter mereka berdua memang orang yang 'menantang', dan kafir quraisy menahan diri karena takut dengan mereka berdua.

Kalau sahabat nabi yg saat meninggal itu kain kafannya ga cukup mnutup tubuhnya.. ditarik kebawah ..yg atas terbuka. Ditarik keatas yg bwah terbuka.
Nah itu siapa yaa ummi ?
Umar bin khathab bukan ya?

==================

Kita tutup kajian'y ya ukhtie.....

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaykum wr wb.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!