Home » , , » Syakhsyatul Islami - "IBROH (pelajaran) DARI 100 PERAK"

Syakhsyatul Islami - "IBROH (pelajaran) DARI 100 PERAK"

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 11, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT (Umi 15 dan 16)
Hari, Tanggal :Senin, 10 November 2014 Nara Sumber : Ustadz Tri Satya Hadi Rekapan : Farabella Dan Nury Materi : Syakhsyatul Islami
Editor : Indah Permata Sari Bismillahirrahmaanirrahiim 
"IBROH (pelajaran) DARI 100 PERAK"
Pernah beberapa waktu lampau saya mengantri untuk melakukan pembayaran di kasir salah satu supermarket, seorang bapak dengan istrinya yang berjilbab melakukan pembayaran persis di depan saya.
Awalnya berjalan seperti biasa mulai dari meng-scan barcode di setiap barang yang dibeli bapak tersebut sampai pembayaran akhir dilakukan. Bapak tersebut membayar dengan cash dan menerima pengembalian uang beserta bukti struk pembayaran. Selanjutnya dia meneliti kebenaran jumlah uang kembalian yang ia terima, ternyata kurang Rp. 100,-. Saya perhatikan dia memandangi kasir wanita yang melayaninya dengan wajah mulai marah, kebetulan kasir tersebut sedang melayani saya, kemudian berkata “Mbak kok kembaliannya kurang Seratus (Rp. 100,-)”. Tidak tahu apakah si kasir mendengar ucapannya atau tidak, karena saya perhatikan si kasir sibuk meng-scan barang-barang yang saya beli, yang jelas untuk beberapa detik pertanyaan bapak tadi tidak diindahkan.
Kemudian dia bertanya lagi, kali ini dengan perkataan keras, “Mbak kurang seratus mana, dikorupsi ya!!..”. Si kasir kaget dengan sedikit gugup menjawab, “gak pak, kalau memang saya punya recehan 100 saya kasih pak”..”biasanya saya kasih permen tapi ma’af permennya habis”. “Alaa.. bohong, bisa-bisa kamu saja”, sahut dia. “tidak pak, kalau bapak punya uang seratus nanti saya kasih lima ratus”, jawab si kasir dengan wajah memerah malu, karena perkataan bapak tersebut terdengar hampir keseluruh kasir yang lain. Kemudian dia berkata lagi, “saya punya seratus, tapi ada di mobil, masa’ saya harus keparkiran untuk ngambil hak saya sih”.
Saat itu orang-orang mulai berkerumun ingin mengetahui apa yang terjadi. Si istri yang awalnya diam mulai menenangkan suaminya, “ sudah pak, hanya seratus ini, sudah kita pulang yuk”. “tidak bu, biar seratus kalo diambil setiap transaksi dia, bayangkan berapa ratus ribu yang dia ambil”, sanggah suaminya. Si kasir menjawab, “gak mungkin pak saya ambil, kan ada pertanggungjawabannya, lagian baru kali ini recehan seratus gak ada, permen pun habis”.
Bersamaan dengan itu dua orang teman kasirnya yang sudah tidak melayani pelanggan datang menanyakan kejadian yang sebenarnya. Selanjutnya si kasir menceritakan secara singkat sambil meneteskan air mata.
Akhirnya si bapak yang bersikukuh si kasir mengambil duit yang bukan haknya alias haram berlalu pulang dengan digandeng paksa istrinya.
Ada beberapa pelajaran yang menurut saya dapat kita petik: PERTAMA
Bahwa setiap perbuatan sekecil apapun, pasti akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT. Qur’an Surat Al-Zalzalah ayat 7-8 :
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”.
Terlepas benar atau tidaknya si kasir mengambil uang saat itu, hanya dia dan Allah yang tahu.
Dalam suatu riwayat Nabi saw. pernah ditanya, “Apakah seorang mukmin bisa penakut?” Nabi saw. menjawab, ” Ya, seorang mukmin mungkin saja dia penakut.” Apakah seorang mukmin bakhil, pelit? “Ya, seorang mukmin mungkin bisa pelit.” Apakah seorang mukmin dusta atau pembohong? Nabi saw. Menjawab, “Tidak!” (HR. Malik)
Pada dasarnya setiap kebohongan mempunyai dosa dan resiko sesuai dengan tingkat kebohonganya itu. Seperti dusta atas nama Allah dan Nabi-Nya, dusta dalam kehidupan, dusta dalam ber-muamallah dan lain-lain.
Dalam kejadian diatas si kasir apabila dia berdusta atau berbohong, maka pada dasarnya dia harus siap berbuat kebohongan yang lainnya untuk menutupi kebohongan yang pertama. Dan biasanya kebohongan memang harus bersambung atau sampai seorang itu mau menyelesaikan kebohongannya dengan mengaku dan menutup dengan taubat atau minta maaf kalau hal itu bersangkutan dengan manusia. Dan banyak di antara kita yang hampir tidak memperhatikan hal ini, bahkan ada yang beranggapan kalau bohong sedikit tidak apa-apa atau tidak dosa, kecuali, kecuali memang bohong dengan alasan yang syar’i.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah dikatakan pendusta orang yang mendamaikan manusia (yang berseteru), melainkan apa yang dikata kan adalah kebaikan". (Muttafaq 'Alaih)
Imam Muslim menambahkan dalam suatu riwayat, berkata Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha, "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara, yakni: perang, mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya"
Sehingga bohong yang dibolehkan dalam tiga kondisi yaitu:
1) Bohong dalam medan Perang atau jihad atau peperangan menghadapi musuh, yaitu yang kita kenal sekarang dengan istilah taktik atau strategi.
2) Bohong untuk Islah atau memperbaiki hubungan dua orang yang sedang marah atau bermusuhan.
3) Bohong yang dalam urusan suami istri. KEDUA
Marahnya si bapak (karena tidak puas) sebagai pelanggan yang harus dilayani oleh si kasir adalah wajar, karena pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi nafsu (karsa) yang salah satunya nafsu amarah. Namun Islam sebagai agama yang komprehensif mengatur masalah marah ini. Dalam surat Ali Imran ayat 134, ternyata ciri orang yang bertakwa yang akan mendapatkan surga Allah adalah orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain.
Sabda Rasulullah “Dari Abu Hurairah RA sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu (mudah) marah. Seseorang tersebut menayakan berkali-kali. Maka beliau bersabda : Janganlah engkau (mudah) marah”. (Riwayat Bukhori)
Dalam hadits lain dikatakan: "Jauhi sikap marah, karena sesungguhnya ia merupakan sebuah bara yang akan menyala di dalam hati keturunan anak adam. Tidaklah kamu lihat salah seorang diantara kalian jika ia marah, bagaimana kedua matanya memerah dan urat lehernya menggembung. Jika salah seorang diantara kamu merasakan sesuatu hal itu, hendaklah ia berbaring atau duduk. (HR. At-Tirmidzi)
KETIGA
Si bapak yang notabene seorang muslim yang menjadikan Alquran pedoman hidup tidak dibenarkan berprasangka buruk kepada orang lain, menuduh si kasir berbohong dan korupsi adalah tindakan yang tidak dibenarkan dalam islam. Dalam istilah sehari-hari, prasangka dipahami sebagai pendapat atau anggapan kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan dan menyelidiki) sendiri. Dalam istilah agama, prasangka maknanya dapat dipersamakan dengan kata al-dzon. Kata ini tidak selalu berkonotasi negatif, tetapi dapat bermakna positif. Prasangka yang baik biasa disebut husnudzdzon (حسن الظنّ)dan prasangka yang buruk disebut suudzdzon (سوء الظنّ)
Prasangka buruk merupakan dosa yang harus dijauhi. Rasûlullâh bersabda: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذّبُ الْحَدِيْث yang artinya “Hati-hatilah kamu terhadap prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta” (HR Muslim).
Selanjutnya Allah berfirman, ''Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya.'' (QS 49: 12).
Islam hanya membolehkan berprasangka dan berhati-hati terhadap informasi yang disampaikan orang fasik agar Muslim tidak tertipu dan dirugikan.
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.'' (QS 49: 6).
SEBAGAI PENUTUP kita sebagai u
[10:31 malam 10/11/2014] HA mb Farabella: mat yang terbaik dalam naungan islam seyogyanya bisa menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.
Bohong, marah, ataupun suudzon mungkin ada dalam hubungan anak dan orang tua, suami dan istri, antara saudara, antara tetangga dst. Perilaku-prilaku yang tidak benar, tidak bermanfaat, atau tidak terpuji tersebut harus diminimalisir bahkan dikikis dengan akhlakul kharimah dan semua ini perlu ilmu dan latihan.
Alqur’an dan sunnah harus selalu menjadi pedoman hidup kita, dan Rasulullah SAW sebagai junjungan adalah suri teladan yang terbaik hingga akhir zaman.
Wallahu 'alam Sesi Tanya Jawab: 1. Tanya: Bagaimana cara mengelola amarah dan hawa nafsu yg positif Jawab: bunda yg dirahmati Allah.. "jangan marah,bagimu surga".(HR. Thabrani)
Marah adalah manusiawi, orang yg kuat adalah org yg mampu mengendalikannya. Bukan berarti kita tidak boleh marah tp "Mengendalikan" krn marah thd kebatilan atau kemungkaran adalah "izzah".
Seorang Ali Ra pun tdk jadi membunuh musuhnya krn marahnya muncul setelah diludahi.
Marah yg dtngnya dr nafsu datangnya dr setan ini cenderung berlebihan mengalahkan akal,kesadaran,agama dan ketaatan bahkan muncul balas dendam. Marah bisa dikendalikan menjadi marah yg terpuji dg niat utk memperbaiki, menyeru kepada kebaikan mencegah kemungkaran dg niat ilallah. tips:
1. taawudz 2. Diam, menahan emosi 3. Pergi sesaat 4. tenang, duduk, berbaring. 5. berwudhu dpt memadamkan bara api 6. sholat, berdoa 7. ingat pesan rasulullah...jgn mudah marah..jaminannya surga. 2. Tanya: Ustadz, saya mau tanya maksudnya berbohong yang diperbolehkan dalam urusan suami istri, seperti apa? Jawab:
Ust saya mau tanya. Kan ada yg berbohong karena tidak mau membuat orang kecewa. Tp lebih baik mana bohong untuk menjaga perasaan orang atau jujur agar orang tsb tidak GR atau merasa benar terus. Maksudnya dg jujur kn orang tsb bs memperbaiki walaupun qt udh menyakitinya..
ringkasnya dlm suatu riwayat Rasulullah pernah ditanya istrinya ttd masakan buatannya yg asinnya bukan main..Rasulullah menjawab sambil tersenyum "enak".
berbohongnya rasulullah lebih mengarah manfaan lebih besar dr mudhorotnya. 3. Tanya: Jawab:
bohong yg dibolehkan hanya ada 3 sesuai materi diluar itu tdk boleh.. masuk gk dalam ranah utk memprbaiki hubungan silaturahmi yg akhirnya manfaatnya lebih besar drpd mudhorotnya.
Sebelum ditutup ana akan menshare Tips mengendalikan marah: Membaca Ta'awwudz.
Rasulullah bersabda "Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu "A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim" "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk" (H.R. Bukhari Muslim).
Berwudlu
Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari setan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).
Duduk
Dalam sebuah hadis dikatakan"Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah" (HR Abu Dawud).
Diam
Dalam sebuah hadis dikatakan, "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (HR Ahmad).
Bersujud
Artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadis dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (HR Tirmidzi)
sdh larut smg sharing tadi brmanfaat..afwan..kita ktmu dikajian selanjutnya.
Assalamualaikum wrwb. afwan Doa Kafaratul Majelis سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” Semoga bermanfaat [10:52 malam 10/11/2014] ‪+62 817-9950-157‬: a per orang 25jt) nanti sisanya baru utk buka usaha agar tidak jadi orang yg melalaikan kewajiban haji karena sudah MAMPU. Insya4WI nanti bisnisnya akan dipermudah sama Allaah ya Tanya: sy jg blum nikah masih berfikir buat ini itu umm dana nyaa.. Jawab: Waduh... Alhamdulillah Ukhti (ternyata belum jadi Ummi ) belum berkeluarga sudah dikaruniai kelapangan rizki utk mampu berhaji Klo gitu saran saya segera pergi haji/minimal umrah, berdoa khusyu' di sisi ka'bah, di hijr ismail dan di raudhah sebagai tempat2 dan waktu yg ijabah. Minta disegerakan mendapat jodoh yg sholeh, baik keturunannya, mapan dan mampu menafkahi keluarga, indah dipandang dan mampu jadi imam yg menuntun ke syurga... Karena keluarga sakinah mawaddah warahmah adlh investasi besar mengalahkan bisnis apapun. Berarti sudah sampai disini dulu ya kajian kita. InsyaALLAAH pekan depan disambung lagi dengan UAS Semoga majelis ini dirahmati... Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih).

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT