Home » , , » TAFSIR AL-FATIHAH AYAT 3

TAFSIR AL-FATIHAH AYAT 3

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, November 20, 2014

Kajian Online Hamba الله SWT

Rabu, 19 November 2014
Narasumber : Ustadz Nofri
Rekapan Grup Nanda 119-120
Tema: Tafsir
Editor :Rini Ismayanti

Tafsir Al Fatihah Ayat 3
بسم الله الرحمن الرحيم
الرحمن الرحيم
Makna ar Rahmaan dan ar Rahiim
* kata ar Rahmaan dan ar Rahiim berasal dari kata ar rahmah yaitu belas kasih, sedangkan ar Rahmaan berarti Yang Maha Pengasih, Pemilik nikmat dan karunia yang tanpa batas, kemudian memberikan nikmat dan karunia tersebut kepada seluruh hamba-Nya, baik yang muslim maupun yang kafir, jin ataupun manusia, bahkan binatang sampai tumbuh-tumbuhan.
Sedangkan ar Rahiim sering diartikan dengan Yang Maha Penyayang, yang menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman sepanjang zaman, selama-lamanya, baik didunia maupun di akhirat kelak.

Jadi kombinasi sifat ar Rahmaan dan ar Rahiim ini menunjukkan bahwa Allah telah memberikan serta melimpahkan nikmat, karunia dan kasih sayang-Nya yang tiada terhingga kepada seluruh makhluk-Nya tanpa jeda, tanpa terputus, terus menerus, karena hanya DIAlah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Pada ayat sebelumnya Allah telah menyatakan bahwa DIA adalah Tuhan dari seluruh alam, yang mencipta, mengatur, mendidik, memelihara semua makhluk-Nya, maka untuk kembali mengingatkan hamba-hamba-Nya akan nikmat dan karunia yang telah Ia limpahkan kepada mereka, Allah ulang lagi penyebutan nama dan sifatnya ar Rahmaan dan ar Rohiim yng sebelumnya telah disebutkan dalam bismillahirrohmaanirrohiim..

Pengulangan penyebutan ini memiliki arti yang sangat dalam, melalui pengulangan ini Allah ingin menekankan pada hamba-hamba-Nya bahwa sifat keTuhanan-Nya terhadap hamba-Nya bukanlah berdasarkan kezholiman, kesewenangan dan aniaya sebagaimana tergambar dalam hubungan raja dan budak-budaknya, akan tetapi berdasarkan luapan cinta dan kasih sayang, oleh karena itu, manusia akan mencintai Tuhannya, dan menyembah Allah dengan hati yang tenang, damai, tentram, aman, serta bebas dari rasa takut dan gelisah. Oleh karena itu merekapun akan mendasari pergaulan dan muamalah antar sesama mereka dengan penuh kasih dan sayang, yang memimpin tidak menghina bawahannya, bawahanpun akan menghormati dan mencintai atasannya. Dengan begitulah rahmat Allah akan meliputi semua.

Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang penyayang (HR. Thobroni). Dalam kesempatan lainpun beliau bersabda: orang-orang yang penyayang pasti disayang Allah yang Maha Penyayang, maka sayangilah semua makhluk yang dibumi, niscaya semua yang dilangitpun akan menyayangimu. (HR. Dawud, dkk).
Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam bis showaab..

TANYA JAWAB
Q : Mau brtanya Ustadz, Bagaimana cara kita bisa merasakan kasih sayang ALLAH yang begitu besar kepada kita? Apa cukup dengan kita bersyukur setiap hari?
A : Gimana cara kita merasakan kasih sayang Allah.. Bayangin nih, kalo kita salah sama orang lain sekali, mungkin dimaafin, 2 kali mungkin dimaafin, 3 kali dan seterusnya apa masih mau temenan?
Allah ga gitu, ratusan kali kita ngecewain Allah, tapi Allah tetep sayang ama kita.. Ratusan kali kita ngecewain Allah tapi Allah tetep kasih kita rezeki, ga pake ngambek-ngambekan ngasih rezekinya.. Walaupun kita sering berbuat dosa, Allah janjikan ampunan bagi kita yang lebih besar dari dosa kita..
Beda dengan manusia, walaupun sayang, kalo dah dikecewain bisa ngambeknya bulanan, padahal kecewanya cuma 1 kali. Coba kalo setiap kali kita salah Allah langsung ngambek, sebulan aja Allah marah ke kita apa iya kita msih bisa hidup? Allah cabut 1 nikmat aja dr kita blom tentu kita bs bertahan. Allah cabut niat mata, sehari aja, kebayang ga? Allah cabut nikmat air 1 hari aja ngilang dr bumi, pada bau badan semua manusianya...

Semoga Bermanfaat

Mari kita tutup kajian ini dengan do'a kafaratul majlis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Wassalamu'alaykum warahmatullah..
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT