Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » TAFSIR AL FATIHAH AYAT 4

TAFSIR AL FATIHAH AYAT 4

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, November 26, 2014

Kajian Online Hamba الله SWT

Rabu, 26 November 2014
Narasumber : Ustadz Novri
Rekapan Grup Nanda 119-120 (Nofi)
Tema: Tafsir
Editor :Rini Ismayanti

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله و كفى و الصلاة و السلام على محمد المصطفى و على اله و صحبه و من اتبع الهدى ، و بعد
Apa kabar para calon penghuni surga semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan baik, sehat, dan selalu berada dibawah naungan taufiq dan hidayah-Nya, aamiin..
Insyaallah hari ini kita akan membahas ayat ke-4 dari surah alfatihah, yaitu 
ملك يوم الدين
Pada 2 ayat sebelumnya Allah swt telah menyebutkan bahwa DIA adalah Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian Allah iringi kedua ayat tersebut dengan ملك يوم الدين 'yang Menguasai hari Pembalasan' dengan maksud untuk menekankan kembali bahwa kekuasaan Allah swt tidak terhenti sampai di alam dunia saja, tetapi tanpa batas dan terus berlanjut sampai hari kiamat kelak..
Ada 2 bacaan terkait kata ملك,
1. Dengan memanjangkan maa, sehingga dibaca maalik yang berarti yang memiliki.
2. Dengan memendekkan ma, sehingga dibaca malik yang berarti Raja.
Kedua bacaan diatas benar, memiliki makna yang sama yaitu 'Maha Berkuasa' dan 'Maha mampu untuk bertindak sepenuhnya', oleh karena itu didalam terjemahan al-qur'an kita diterjemahkan sebagai 'Yang Menguasai'.
Yaum artinya hari, dan yang dimaksud disini adalah waktu secara mutlak.
Ad Diien memiliki banyak makna, diantaranya : perhitungan, pembalasan, patuh, menundukkan, dan syariat atau agama. Sedangkan yang dimaksudkan disini adalah 'pembalasan', sehingga arti kongkrit dari firman-Nya ملك يوم الدين adalah 'Allahlah yang Maha Berkuasa yang dapat bertindak sepenuhnya terhadap seluruh makhluk-Nya pada hari pembalasan.
Pada ayat ini Allah ingin menanamkan kepada kita akan sebuah ajaran aqidah yang sangat penting, yaitu Iman akan adanya hari pembalasan, hari kiamat.
Kepercayaan akan adanya hari kiamat inipun telah diyakini oleh banyak ahli filsafat, seperti aristoteles, plato, sokrates,pitagoras, dll. Hal ini dikarenakan keimanan akan adanya hari pembalasan sangat sejalan dengan rasa keadilan yang dapat dinalar dengan mudah oleh akal bagi mereka yang mau berfikir.
Orang yang mau berpikir pastinya akan meyakini bahwa kehidupan didunia ini bukanlah segalanya, PASTI ada hari akhir yang membuat setiap kebaikan mendapatkan balasannya, dan setiap kejahatan mendapatkan ganjarannya. Hal ini dikarenakan tidak semua kebaikan telah mendapat balasannya didunia, begitupun dengan kejahatan, sangat banyak jasa yang belum terbalas, sangat banyak pula tindakan aniaya yang belum mendapatkan keadilannya. Oleh karena itu keyakinan akan adanya hari pembalasan ini menjadi sangat masuk akal, sehingga setiap orang pada hari itu PASTI mendapatkan haknya masing-masing.
Hal ini selaras dengan firman Allah swt
ﻓَﻤَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳَﺮَﻩُ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺷَﺮًّﺍ ﻳَﺮَﻩُ
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Sesungguhnya ada banyak hal yang terjadi pada hari kiamat kelak, seperti kebangkitan, perhitungan, pembalasan, berkumpul, dll, akan tetapi disini Allah hanya menyebut satu peristiwa saja dari sekian peristiwa yang ada yaitu hari pembalasan, hal ini karena inilah yang terpenting. Sedangkan yang lainnya hanyalah mukoddimah, pendahuluan, atau sekedar proses untuk menuju pembalasan tersebut. Hal ini juga sebagai bentuk penekanan lebih agar kita semua selalu mawas diri dan mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menghadapi hari pembalasan ini.
Allah berfirman
ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻳُﻮَﻓِّﻴﻬِﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺩِﻳﻨَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺤَﻖَّ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦُ
Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).
Wallahu a'lam bish showab..

Baiklah kita tutup dengan

Doa Kafaratul Majelis

إليك وآتوب ستغفرك أ أنت إلا ا إله لأان شهد وبحمدك اللهم سبحانك

Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa  atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”




Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terbaru