Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » Tahapan Interaksi dengan Syahadatain

Tahapan Interaksi dengan Syahadatain

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, November 27, 2014

Kajian Online WA Hamba اَللّه SWT Bunda 17 dan 18

Hari, tanggal : Rabu,  26 November 2014
Narasumber : Ustadz Doli
Judul Kajian : Tahapan Interaksi dengan Syahadatain
Admin          : Iin-Betti
Editor           : Indah Permata Sari

Assalamaualaikumww..Alhamdulillah, apa kabar bunda semua?

Tahapan Interaksi dengan Syahadatain


Dua kalimat syahaadah adalah suatu kesaksian bahwa tiada yang wajib diabdi dengan penuh cinta kecuali hanya kepada Allah SWT saja. Kemudian kesaksian bahwa Muhammad itu merupakan Rasul Allah SWT. Syahaadatain ini merupakan ruh yang melandasi keyakinan, pemikiran dan perbuatan orang-orang mukmin. Untuk merealisasikannya mukmin mesti berinteraksi dengan kandungan makna syahaadatain yang didasari cinta dan ridha sehingga menjadi sibghah kepada hati, akal dan jasad.

A. Cinta Utama Pada Allah

ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﺨِﺬُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻧْﺪَﺍﺩًﺍ ﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻬُﻢْ ﻛَﺤُﺐِّ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﺷَﺪُّ ﺣُﺒًّﺎ ﻟِﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﻟَﻮْ ﻳَﺮَﻯ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ ﺇِﺫْ ﻳَﺮَﻭْﻥَ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳﺪُ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ


Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal
(Albaqarah 165)

ﻗُﻞْ ﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺁﺑَﺎﺅُﻛُﻢْ ﻭَﺃَﺑْﻨَﺎﺅُﻛُﻢْ ﻭَﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻜُﻢْ ﻭَﻋَﺸِﻴﺮَﺗُﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻝٌ ﺍﻗْﺘَﺮَﻓْﺘُﻤُﻮﻫَﺎ ﻭَﺗِﺠَﺎﺭَﺓٌ ﺗَﺨْﺸَﻮْﻥَ ﻛَﺴَﺎﺩَﻫَﺎ ﻭَﻣَﺴَﺎﻛِﻦُ ﺗَﺮْﺿَﻮْﻧَﻬَﺎ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻭَﺟِﻬَﺎﺩٍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻓَﺘَﺮَﺑَّﺼُﻮﺍ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﺄَﻣْﺮِﻩِ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻻَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻘِﻴﻦَ


Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik
(At Taubah 24)

B. Ridha
B1 Ridha pada Allah sebagai Rabb

ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﺸْﺮِﻱ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﺍﺑْﺘِﻐَﺎءَ ﻣَﺮْﺿَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺭَءُﻭﻑٌ ﺑِﺎﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ


Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya (Al Baqarah 207)

ﺇِﻻَّ ﺍﺑْﺘِﻐَﺎءَ ﻭَﺟْﻪِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺍﻷَْﻋْﻠَﻰٰ


tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.
(Al Lail 21)

ﻭَﺇِﻟَﻰٰ ﺭَﺑِّﻚَ ﻓَﺎﺭْﻏَﺐْ

dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (Al Sharh 8)


B2 Ridha pada Islam sebagai dien

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻹِْﺳْﻠَﺎﻡُ ۗ ﻭَﻣَﺎ ﺍﺧْﺘَﻠَﻒَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺟَﺎءَﻫُﻢُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﺑَﻐْﻴًﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ۗ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻜْﻔُﺮْ ﺑِﺂﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺳَﺮِﻳﻊُ ﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏِ


Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali Imran 19)

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺘَﻎِ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻹِْﺳْﻠَﺎﻡِ ﺩِﻳﻨًﺎ ﻓَﻠَﻦْ ﻳُﻘْﺒَﻞَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻓِﻲ ﺍﻵْﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳﻦَ


Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(Ali Imran 85)

B3 Ridha Muhammad sebagai Rasul

ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻵْﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab 21)

C Membentuk celupan Allah (Shibgah Allah)

ﺻِﺒْﻐَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻِﺒْﻐَﺔً ۖ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﻟَﻪُ ﻋَﺎﺑِﺪُﻭﻥَ


Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah (Al Baqarah 138)

C1 Dalam Hati Keyakinan Niat

C2 Dalam Akal Pola pikir dan Manhaj

ﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺧَﻠْﻖِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَْﺭْﺽِ ﻭَﺍﺧْﺘِﻼَﻑِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻵَﻳَﺎﺕٍ ﻷُِﻭﻟِﻲ ﺍﻷَْﻟْﺒَﺎﺏِ


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺬْﻛُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭَﻗُﻌُﻮﺩًﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﺟُﻨُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻭَﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺧَﻠْﻖِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَْﺭْﺽِ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖَ ﻫَٰﺬَﺍ ﺑَﺎﻃِﻠًﺎ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﻓَﻘِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ


(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran 190 191)

C3 Dalam Jasad Amal dan Perbuatan


ﻓَﻬَﺰَﻣُﻮﻫُﻢْ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻗَﺘَﻞَ ﺩَﺍﻭُﻭﺩُ ﺟَﺎﻟُﻮﺕَ ﻭَﺁﺗَﺎﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ ﻣِﻤَّﺎ ﻳَﺸَﺎءُ ۗ ﻭَﻟَﻮْﻻَ ﺩَﻓْﻊُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑَﻌْﻀَﻬُﻢْ ﺑِﺒَﻌْﺾٍ ﻟَﻔَﺴَﺪَﺕِ ﺍﻷَْﺭْﺽُ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺫُﻭ ﻓَﻀْﻞٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ


Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.



Rangkuman:

1. Mengerti peranan sikap cinta dan ridha dalam penerimaan syahadatain.

2. Memahami tiga pokok kandungan syahadatain yang menjadi landasan keseluruhan ajaran Islam.

3. Menyadari wajibnya menshibghah hati dan jasadnya dengan syahadatain

Wallahualam

TANYA JAWAB MATERI

TANYA :

 Ustadz, apa yang dimaksud dg islam sbg Dien..jazakillah ustadz..

 JAWAB :


Inspirasi HatiRINCIAN BAHASANAd-Dien Menurut Al-Qur'an·Dienullah, Dienul Islam (QS.48:28, 61:90). Yaitu diin yang dibawa oleh semua rasul dan nabi untuk keselamatan manusia. Disebut juga dengan dienul-haq dan dienul samawi.  ·Dienu ghoiru dienullah, bukan dari Allah. Jumlahnya lebih dari satu (QS.48:28). Yaitu diin hasil rekayasa pikiran manusia, biasa disebut juga agama budaya (dienul ardh)  Ciri-ciri Dienullah / Dienul Samawi·Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat  ·Disampaikan oleh manusia pilihan Allah, utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan  ·Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia  ·Konsep tentang Tuhannya adalah tauhid  ·Pokok-pokok ajarannya tidak pernah berubah dengan perubahan masyarakat penganutnya  ·Kebenarannya universal dan sesuai dengan fitrah manusia  Ciri-ciri Dienul Ardh·Tumbuh dalam masyarakat  ·Tidak disampaikan oleh rasul Allah  ·Umumnya tidak memiliki kitab suci, walaupun ada sudah mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah  ·Konsep Tuhannya dinamisme, animisme, politheisme, dll.  ·Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan masyarakat penganutnya  ·Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi segenap manusia, masa dan keadaan

Dien Menurut Al-Qur'an·

Dienullah, Dienul Islam (QS.48:28, 61:90).


Yaitu diin yang dibawa oleh semua rasul dan nabi untuk keselamatan manusia. Disebut juga dengan dienul-haq dan dienul samawi.

·Dienu ghoiru dienullah, bukan dari Allah.
Jumlahnya lebih dari satu (QS.48:28). Yaitu diin hasil rekayasa pikiran manusia, biasa disebut juga agama budaya (dienul ardh)

Ciri-ciri Dienullah / Dienul Samawi·
Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat  ·Disampaikan oleh manusia pilihan Allah, utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan
 ·Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia
·Konsep tentang Tuhannya adalah tauhid
·Pokok-pokok ajarannya tidak pernah berubah dengan perubahan masyarakat penganutnya
 ·Kebenarannya universal dan sesuai dengan fitrah manusia

Ciri-ciri Dienul Ardh
·Tumbuh dalam masyarakat
·Tidak disampaikan oleh rasul Allah
·Umumnya tidak memiliki kitab suci, walaupun ada sudah mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah
 ·Konsep Tuhannya dinamisme, animisme, politheisme, dll.
·Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan masyarakat penganutnya
  ·Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi segenap manusia, masa dan keadaan

TANYA :

Ustadz, apakah seorang muslim hrs memakan makanan yg halal n thoyyib? Adakah korelasinya dgn sulit diijabahnya doa jika kita makan makanan halal namun tdk thoyyib? Seperti makanan yg byk beredar saat ini, misal pop ice ada label halalnya, namun dilihat komposisinya berbahaya bg kesehatan. Jazakallah khair

JAWAB :

 coba kita perhatikan hadits ke 10 dalam kitab arbain an nawawiyah berikut

HADITS KESEPULUHعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى :  ,يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً - وَقاَلَ تَعَالَى : , يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ - ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ .[رواه مسلم]

Terjemah hadits /  ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata :

 Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian.


Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.

(Riwayat Muslim).


Coba perhatikan hadits mulia yang kita yakin sekali (karena shahih) bahwa ini keluar langsung dari mulut mulia Nabi kita Muhammad SAW, yang pasti benar adanya.

dalam hadits di atas, nampak jelas bahwa laki laki itu memiliki banyak sebab doanyabdi ijabah
1. Dia dalam keadaan safar

Nabi SAW bersabda bahwa orang safar termasuk yang sangat maqbul doanya

2. Dia ada di tanah haram madinah

Salah satu keutamaan haramain adalah doanya maqbul, ibadah juga diganjar berlipat

3. Dia berdoa sungguh sungguh pada Alla h, dengan begitu serius.

Namun kata Nabi SAW, doanya sia sia, kenapa?
karena dia hidup dari rezeki yang haram. makanannya, pakaiannya.

TANYA :

ustadz, klau makanan qt haram doa qt tdk diijabah, namun klau tdk thoyyib tp halal bgm ustadz?

JAWAB :


Saya pernah mendapat materi tentang makanan thoyyib dari Dr Anton Apriantono, beliau mengatakan bahwa yg dimaksud thoyyib adalah sehat bergizi, tidak membahayakan.


Kalau definisi ini yg dipakai, maka jelas makan yg tdk thoyyib adalah yang membahayakan. Ini termasuk menganiaya diri sendiri. seperti rokok misalnya.


kalau definisi ini yg dipakai, maka jelas makanan yg tdk thoyyib juga mengahalangi dikabuljannya doa, karena sesuatu yg membahayakan dilarang dikonsumsi,menurut agama.
wallahualam

TANYA :


ustadz, seberapa batasan cinta kita kpd harta, anak2 dan suami dianggap lebih besar daripada cinta kpd Allah?


Bukankah.hal yg manusiawi klo qta takut kehilangan salah satu dari semuanya? Apakah sikap talut kehilangsn juga berarti kita lebih cinta kpd harta dll itu ketimbang cinta pada Allah?

JAWAB


Yang paling mudah mengukurnya adalah ketika ada keperluan yang saling berbenturan.
contoh :
1. Anak 6, 7 tahun tidur pulas, kita sebagai ortu "harus tega" membangunkan utk mengajari shalat subuh tepat waktu. Bahkan anak yg laki laki diatas 7 th saat sekarang jam 03:45 sudah harus dibangunkan dibujuk, diberi pengertian agar berangkat ke masjid utk shalat subuh


2. Kita tidak ridho melakukan yg haram walaupun utk istri dan anak anak, kita lebih memilih hidup struggle, survive drpd memanjakan keluarga namun harta yg syubhat

dst.


Jadi cinta kita pada keluarga, harta, harus dalam koridor cinta kita pada Allah SWT.
Cinta kita pada keluarga tidak boleh bertentangan dengan cinta kita pada Allah SWT.
Ketika ada pertentangan maka kita harus dahulukan cinta kita pada Allah SWT.

TANYA :

ustadz....
Tentang makna ridho thd kehendak Allah....
Apk ketika kita marah pd kedholiman yg dilakukan oleh Pemerintah krn menaikkan hrg BBM, shg berdampak pd makin sulitnya kehidupan yg dialami oleh saudara2 kita... Mrpk btk ketidak ridho an kita thd kehendak Allah? Mhn pencerahannya ustadz

JAWAB :

 Kita sebagai muslim yang sudah paham betul syahadatain, tentu yakin sekali rezeki adalah dari Allah SWT. Bahwa Allah menjamin rezeki setiap makhluknya, sesuai kadarnya.

Namun dalam kasus yang ditanyakan, ada bentuk kewajiban kita yg lain yaitu memberi nasihat pada pemimpin, yang belum melakukan kerja dan usaha yang cukup, langsung membuat kebijakan yang menyulitkan rakyatnya.

analoginya adalah :
seorang suami harus ditegur ketika pengeluaran bertambah karena perlu biaya sekolah misalnya dan pemasukan kurang dia malah minta anak isterinya puasa, atau jual aset.
Padahal si suami sebagai pemimpin, belum berusaha kreatif, cerdas, mati matian utk menambah penghasilan.

Beda ketika suami sudah sekuat tenaga pikiran berusaha, cari kerja, jualan, nyambi dst.. ternyata masih belum hasil, sehingga kondisi mengharuskan dia mulai secara cerdas menggadaikan barangnya atau semisal,karena darurat.

Masak sebagai pemimpin menyuruh rakyatnya, alias isteri dan anaknya puasa, pakai baju bekas dst.... padahal dia sebagai pemimpin alias suami belum berusaha optimal?

ini tidak bisa dibenarkan
contoh lebih ekstrim, dan saya pernah diskusi dengan orang yg salah memahami nash tawakal, rezeki.

Ketika kita menuntut gaji atas jasa kita sebagai karyawan sesuai dengan kapasitas kita, kerjaan kita, profesionalitas kita. Ini wajar dan bukan berarti kalau menolak digaji sekedarnya atau tdk sesuai lalu dia dianggap tidak ridho atas ketentuan Allah.
dua hal yang berbeda.

wallahualam...

TANYA :

Bunda wulan: Ustdz...,utk mencintai Allah perlu totalitas penghambaan dan penyerahan diri kpd Allah disetiap wkt dan tmpt sampai akhir hyt kt.perlu bnyk ilmu utk memahami hal ini.oleh krn itu kt butuh seorang guru yg bs trs membimbing kt.bgm saran ust?

JAWAB :
Dalam materi awal tentang syakhsiyah islamiyah, memang adalah baik bagi kita setidaknya memiliki jadwal rutin kajian keislaman sepekan sekali, dengan narasumber yang memiliki kafaah syari yg mumpuni, dan kurikulum yang juga baik.
Idealnya, juga di keluarga kita setidaknya sepekan sekali ada juga majelis ilmu dimana kita juga harus pastikan anak anak mendapat pengetahuan islam yang baik.
Kita juga harus pastikan keluarga kita bisa membaca al quran sesuai tajwid,

Kemudian sering juga saya ulang bahwa kita harus selalu bersama org org sholih, menghabiskan waktu, potensi, kegiatan bersama mereka.

sehingga terpenuhilah yang empat
1. Belajar
2. Mengamalkan
3. Mendakwahkan
4. Bersabar dalam menjalaninya

TANYA :
Jadi apakah kurang baik jika kita pasrah saja dg keputusan pemerintah menaikkan harga bbm ustadz? Apalah berarti.ini.model.sabar yg salah? Apa yg sebaiknya dilakukan ustadz?

JAWAB :
Pemimpin itu bagaimana kita, kalau mayoritas rakyat buruk, ya kecil kemungkinan pemimpin yg muncul akan baik. Apalagi jika dipilih langsung seperti kita.

Tidak ada kata diam.
Yang ada terus berjuang, menyebarkan fikrah dakwah yang lurus ini.
Mengajarkan islam yang kaffah kepada keluarga, tetangga, lingkungan dst.

Kalau dibanding tahun 80an, kemajuan dakwah sudah mulai kelihatan, walau masih perlu kerja keras, amal jamai, yg terstruktur rapi, target yg jelas...

Tahun 80an, sekolah favorit adalah sekolah katholik atau protestan sehingga banyak org islam yg sekolah disana, sebaliknya pesantren identik dengan ketinggalan, bodoh, miskin, madesu

Sekarang banyak pesantren, sekolah islam, boarding school, sekolah tahfidz.. semua antri, penuh walau orang tua harus berusaha keras dalam membayar biayanya

Tahun 80an, org pakai jilbab aneh, asing, jarang..sekarang setiap angkot hampir dipastikan ada yg berjilbab,

Tahun 80an, hampir tidak ada yang mengaqiqahkan anaknya karena tidak tahu. Sekarangbdari usaha aqiqah, kita bisa nyicil mobil, nyekolahin anak dst

Tahun 90an, kalau mau shalat di kantor, cari masjid, kumuh, jelek, bau, adzan sendiri, qomat sendiri, shalat sendiri. Sekarang dakwah perkantoran menyebabkan masjid perusahaan penuh setiap waktu shalat, kajian juga penuh.

Tahun 80an Pom bensin cuma ada wc, kalau mau shalat ya gelar tiker atau cari masjid yg ternyata kondisinya kumuh, sekarang kalau pom bensin masjidnya jelek, gak mau org mampir.

Coba kita kasih pertanyaan nih...
Mohon dijawab ya bunda, renungkan dulu sejenak, sebelum menjawab.

#pertanyaan pertama
Kira kira ada yang memperjuangkan apa tidak kemajuan dakwah ini?

hasilnya bisa kita lihat
- yayasan sekolah islam di seluruh penjuru negeri,
- Sekolah sekolah tahfidz quran di seluruh penjuru negeri
- Kajian kajian islam yang berkurikulum meramaikan masjid masjid, kantor, sekolahan dll di seluruh penjuru negeri
dll..dll..dll

#Pertanyaan ketiga
Dimanakah kita? bersama mereka turut berjuang, menghalangi laju mereka tanpa sadar atau justru turut menghancurkan mereka?

Tak usah dijawab bunda, kita masing masing saja merenungkannya
di sisa usia kita ini, apa yang kita akan lakukan?

 ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺭْﺳَﻞَ ﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﺑِﺎﻟْﻬُﺪَﻯٰ ﻭَﺩِﻳﻦِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻟِﻴُﻆْﻬِﺮَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻛُﻠِّﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺮِﻩَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.
dakwah islam pasti menang, tinggal kita pikirkan posisi kita :-D

Nah inilah...tahapan tahapan interaksi kita dengan syahadatain, cinta, ridho dan shibghah
hasilnya amal amal dindunia nyata dalam meninggikan kalimat NYA

TANYA :

Sbg ibu rumah tangga ustadz, potensi yg kita miliki.adalah mendidiik.anak2 agar mjd pejuang islam dalam berbagai islam

Cukupkah jika itu.saja yg kita lakukam.ustadz?

JAWAB :
Potensi seorang ibu luar biasa....
Saya membayangkan kalau kita memiliki rumah sakit khusus muslimah..
disana aurat mukminaat begitu terjaga...tidak ada lelaki asing
tidak ada wanita non islam.....

dari dokter jaga..
dokter spesialis anak
spesialis kulit
spesialis gigi
spesialis kandungan
spesialis penyakit dalam
spesialis bedah.......
semua mukminaat...semua duat....
perawat, bidan,
ahli masak...petugas kebersihan...

administrasi....marketing....manajemen......
Ah....masya Allah...berapa juta wanita kan tersentuh dakwah mereka......
berapa banyak mereka mencetak mujahidah disana.....
Kita juga perlu sekolah perawat khusus mukminaat.....
profesional dalam bekerja...
skill yang tinggi....
bacaan qurannya bagus..
tsaqafahnya mantap....
bicara sirah seakan seorang syaikhah ahli sejarah nabi SAW

perguruan tinggi ilmu kesehatan
ilmu kedokteran
ilmu kecantikan
ilmu memasak
ilmu pendidikan

kita perlu juga ulama wanita...bukankah Aisyah Ra adalah salah satu rujukan para sahabat....

Kita masih perlu banyak mukminaat mengisi kekosongan fardhu fardhu kifayah...agar masyarakat muslim bisa sempurna..
wallahualam

TANYA :
Doa biar istiqomah dlm berdakwah apa y ust?dan tips utk mengatasi futur gmn y?

JAWAB:
banyak doa istiqomah dalam al quran dan hadits
misalnya yaa muqolibal qulub, tsabit qolbi alaa dinik...

TANYA:
Ustadz, bila kita menjual harta, contoh.rumah, lalu kita beraedih padahal sdh mendapat yg lebih baik, apakah iru termasuk lebih mencintai harta dari Allah?

JAWAB :
sedih karena memory, kenangan boleh boleh saja...asal tidak berlebih sampai meratap ratap, inget terus, mengganggu kekhusyukan ibadah...

TANYA:
Ketika akan memilih sklh anak, biasanya ada perbedaan pandangan antara ayah dan ibu...
Ayah pilih sklhan dg prestasi akademik yg baik, smtr ibu pilih sklhan yg menonjol di bidang agamanya...
Klo mnrt ustadz bgmn cara menyelaraskan  perbedaan pandangan ini...

JAWAB
Keduanya penting, kenapa tidak masukan ke yang keduanya menonjol? kalau biayanya ada kenapa tidak... bunda tinggal dimana?

TANYA:
Ustadz, apa memasang rajah/minyak di rumah atau di tempat usaha untuk menangkal guna2 itu termasuk musrik? Bgmn cara menghindari guna2..

JAWAB :
Ya, itu termasuk syirik.... dan tidak ada manfaatnya.


TANYA
Ustad,bagaimana caranya supaya rumah bebas dari gangguan jin n guna2 menurut sunnah/ syariah?
Ciri2 rumah yg terganggu itu gmn ustad? Kmrn ada temen yg dtg ke rumah sore2, trus bilang klo di rumah saya "rame" bgt banyak "bayi2" main..padahal saya selalu ngaji n sholat sunnah.
Teman yg bs melihat itu bilang hal itu krn rumah saya ada di pojok jalan buntu,
Saya berusaha tidak mengindahkan hal tsb, sy percaya urusan gaib2 Allah yg ngatur, tp ttp penasaran sm kdg serem sendiri..
Mohon pencerahannya ustad..

JAWAB :
Ya, ga usah dipedulikan teman bunda itu..... dianya aja yg diganggu jin.
bunda yang penting belajar aqidah yang benar dan shahih
tdk ada anjing di rumah
tdk ada patung
tdk ada musik yg haram
tilawah dirumah
jangan tinggalkan ibadah ibadah asasi
shalat di rumah
bersihkan selalu rumah dari najis
o ya yang belajar aqidah yg benar, jangan cuma bunda ya, semua keluarga ya..:-D
wallahualam
Naam. semoga manfaat. mohon pamit. wassalam


Tanya:
1. ustadz, seberapa batasan cinta kita kpd harta, anak2 dan suami dianggap lebih besar daripada cinta kpd Allah?

Bukankah.hal yg manusiawi klo qta takut kehilangan salah satu dari semuanya? Apakah sikap talut kehilangsn juga berarti kita lebih cinta kpd harta dll itu ketimbang cinta pada Allah?
Jawab:
Yang paling mudah mengukurnya adalah ketika ada keperluan yang saling berbenturan.
contoh :
1. Anak 6, 7 tahun tidur pulas, kita sebagai ortu "harus tega" membangunkan utk mengajari shalat subuh tepat waktu. Bahkan anak yg laki laki diatas 7 th saat sekarang jam 03:45 sudah harus dibangunkan dibujuk, diberi pengertian agar berangkat ke masjid utk shalat subuh

2. Kita tidak ridho melakukan yg haram walaupun utk istri dan anak anak, kita lebih memilih hidup struggle, survive drpd memanjakan keluarga namun harta yg syubhat

dst.

Jadi cinta kita pada keluarga, harta, harus dalam koridor cinta kita pada Allah SWT.
Cinta kita pada keluarga tidak boleh bertentangan dengan cinta kita pada Allah SWT.
Ketika ada pertentangan maka kita harus dahulukan cinta kita pada Allah SWT.

Tanya:
ustadz....
Tentang makna ridho thd kehendak Allah....
Apk ketika kita marah pd kedholiman yg dilakukan oleh Pemerintah krn menaikkan hrg BBM, shg berdampak pd makin sulitnya kehidupan yg dialami oleh saudara2 kita... Mrpk btk ketidak ridho an kita thd kehendak Allah? Mhn pencerahannya ustadz
Jawab:
Kita sebagai muslim yang sudah paham betul syahadatain, tentu yakin sekali rezeki adalah dari Allah SWT. Bahwa Allah menjamin rezeki setiap makhluknya, sesuai kadarnya.


Namun dalam kasus yang ditanyakan, ada bentuk kewajiban kita yg lain yaitu memberi nasihat pada pemimpin, yang belum melakukan kerja dan usaha yang cukup, langsung membuat kebijakan yang menyulitkan rakyatnya.

analoginya adalah :
seorang suami harus ditegur ketika pengeluaran bertambah karena perlu biaya sekolah misalnya dan pemasukan kurang dia malah minta anak isterinya puasa, atau jual aset.
Padahal si suami sebagai pemimpin, belum berusaha kreatif, cerdas, mati matian utk menambah penghasilan.
Beda ketika suami sudah sekuat tenaga pikiran berusaha, cari kerja, jualan, nyambi dst.. ternyata masih belum hasil, sehingga kondisi mengharuskan dia mulai secara cerdas menggadaikan barangnya atau semisal,karena darurat.
Masak sebagai pemimpin menyuruh rakyatnya, alias isteri dan anaknya puasa, pakai baju bekas dst.... padahal dia sebagai pemimpin alias suami belum berusaha optimal?
ini tidak bisa dibenarkan
contoh lebih ekstrim, dan saya pernah diskusi dengan orang yg salah memahami nash tawakal, rezeki.


Ketika kita menuntut gaji atas jasa kita sebagai karyawan sesuai dengan kapasitas kita, kerjaan kita, profesionalitas kita. Ini wajar dan bukan berarti kalau menolak digaji sekedarnya atau tdk sesuai lalu dia dianggap tidak ridho atas ketentuan Allah.
dua hal yang berbeda.
wallahualam...

Tanya:
Ustdz...,utk mencintai Allah perlu totalitas penghambaan dan penyerahan diri kpd Allah disetiap wkt dan tmpt sampai akhir hyt kt.perlu
bnyk ilmu utk memahami hal ini.oleh krn itu kt butuh seorang guru yg bs trs membimbing kt.bgm saran ust?
Jawab:
Dalam materi awal tentang syakhsiyah islamiyah, memang adalah baik bagi kita setidaknya memiliki jadwal rutin kajian keislaman sepekan sekali, dengan narasumber yang memiliki kafaah syari yg mumpuni, dan kurikulum yang juga baik.
Idealnya, juga di keluarga kita setidaknya sepekan sekali ada juga majelis ilmu dimana kita juga harus pastikan anak anak mendapat pengetahuan islam yang baik.
Kita juga harus pastikan keluarga kita bisa membaca al quran sesuai tajwid, karena ini fardhu ain.
Kemudian sering juga saya ulang bahwa kita harus selalu bersama org org sholih, menghabiskan waktu, potensi, kegiatan bersama mereka.

sehingga terpenuhilah yang empat
1. Belajar
2. Mengamalkan
3. Mendakwahkan
4. Bersabar dalam menjalaninya

Tanya:
Jadi apakah kurang baik jika kita pasrah saja dg keputusan pemerintah menaikkan harga bbm ustadz? Apalah berarti.ini.model.sabar yg salah? Apa yg sebaiknya dilakukan ustadz?
Jawab:
Pemimpin itu bagaimana kita, kalau mayoritas rakyat buruk, ya kecil kemungkinan pemimpin yg muncul akan baik. Apalagi jika dipilih langsung seperti kita.

Tidak ada kata diam.
Yang ada terus berjuang, menyebarkan fikrah dakwah yang lurus ini.
Mengajarkan islam yang kaffah kepada keluarga, tetangga, lingkungan dst.
Kalau dibanding tahun 80an, kemajuan dakwah sudah mulai kelihatan, walau masih perlu kerja keras, amal jamai, yg terstruktur rapi, target yg jelas...
ada yg bisa kasih contoh, bagaimana kemajuan dakwah saat ini?

Baiklah bunda kajian hari ini kita cukupkan sekian. Dan kita tutup dengan membaca istighfar 3x dan hamdallah. Serta dengan

Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”. 
                           


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment