Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TAHAPAN-TAHAPAN INTERAKSI DRNGAN DUA KALIMAT SYAHADAT

Kajian Online WA Hamba ﺍﻟﻠَّﻪِ SWT
Bunda 08 & 09

Senin, 3 November 2014
Pemateri : Ustadzah Lillaah
Materi : SI
Admin : Umy Rasya
Notulen : Novi Wahyuni

TAHAPAN - TAHAPAN INTERAKSI DENGAN DUA KALIMAT SYAHADAT

1. Cinta

Karena Islam disampaikan dengan menggunakan pendekatan persuasif tanpa tekanan dan paksaan, juga didasarkan pada dalil-dalil yang tak terbantahkan, bukti-bukti nyata, serta argumentasi yang kuat, maka orang menerima agama ini dengan penuh kesadaran dan suka cita. Sebelum menyatakan keislamannya, terlebih dahulu seseorang diajak untuk mengenali sistem ini dengan seksama. Hendaknya ia juga mengenal baik siapa yang menyampaikan Islam kepadanya.

Islam disampaikan oleh seorang rasul yang sebelum kenabiannya telah dikenal sebagai orang yang memiliki kredibilitas yang sangat mulia di masyarakat. Demikian pula pada masa sekarang para da’i yang menyampaikan agama ini kepada masyarakat adalah orang-orang yang memiliki kredibilitas moral yang baik di lingkungannya. Kredibilitas yang baik yang dipadukan dengan metodologi penyampaian Islam yang didasarkan pada hujjah hasanah, pasti akan menumbuhkan rasa cinta dan kedamaian. Sasaran dakwah akan mencintai Islam sebagai sistem yang mengatur kehidupannya; mencintai Allah yang telah menurunkan aturan yang menebarkan rahmat dan kedamaian tersebut; serta akan mencintai Rasul saw. Yang telah dengan tulus, amanah, dan penuh pengorbanan telah menyampaikan kepada mereka dengan sepenuh hati.

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagai mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

2. Ridha

Cinta tulus suci yang didasarkan pada pengetahuan dan kesadaran penuh itu menjadikan dirinya ridha untuk menerima Allah sebagai tuhannya. Ia ridha untuk menghambakan diri kepada Tuhan yang telah menciptakannya, memberinya rezeki yang tiada putus-putusnya, melindunginya, dan memberinya rezeki yang tiada putus-putusnya, melindunginya, dan memberi apa saja yang ia minta dalam doanya. Ia ridha menerima Islam sebagai sistem yang mengatur kehidupannya; ia tinggalkan sistem-sistem lain yang membelenggunya. Ia ridha menerima Muhammad bin Abdullah sebagai nabi dan rasul yang membimbingnya dalam beribadah kepada Allah dan mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan.

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu.” (Al-Ahzab:21)

3. Shighah (celupan) Allah

Kecintaannya yang mendalam dan keridhaannya terhadap apa yang terkandung dalam syahadatain itu mampu mewarnai dirinya secara keseluruhan bagai celupan yang kuat. Syahadatain akan mencelup hati seseorang sehingga mewarnai keyakinannya dan meluruskan niatnya. Sebagai muslim ia menjadi orang yang memiliki aqidah yang sahih, mentauhidkan Allah dalam niat dan amal perbuatannya, hanya mengharap ridha-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Syahadat juga akan mewarnai akalnya sehingga pikiran dan konsep-konsep yang  ditelurkannya merupakan ide, gagasan, pemikiran, dan konsep yang islami, dan bermanfaat bagi alam semesta. Di samping itu syahadatain juga mewarnainya secara jasadi sehingga penampilan dan amal perbuatannya merupakan wujud implementasi dari cinta, keridhaan, kepatuhan, dan ketaatannya kepada Allah, agama, dan rasul-Nya.

“Itulah celupan Allah. Siapakah yang lebih baik celupannya dibanding celupan Allah?” (Al Baqarah:138)


TANYA JAWAB

1. Tanya : Afwan mau tanya ustadzah..

Bagaimana caranya menguatkan hati bahwa sesuatu itu sudah diatur oleh Allah SWT.
Agar niat kita tidak berubah hanya karena ketakutan "nanti jangan2 begini.. nanti mungkin begitu".

Jawab..
Semua yang terjadi pada diri kita sudah ada skenarionya, tapi jgn menjadikan kita malas untuk berikhtiar (Ah...toh sdh Allah atur)
Keyakinan Allah sang Pengatur tentu selaras dengan firman Allah bahwa semua telah tertulis, bahkan jatuhnya daun pun sudah tercatat.
Jadi jika satu waktu, garis Allah terasa berat untuk kita, saat itulah kedepankan keridhoan seraya tetap berikhtiar keluar dari kesulitan.
Senantiasa positive thinking sama Allah mulai hari dengan perbanyak niat kebaikan.
Sehingga jika kondisi tidak sesuai rencana, kita bisa bilang "I did my best n I believe Allah will take the rest".

2. Tanya :
Gmana menghadapi situasi hati yg suka gak menentu, mungkin karena kondisi bawaan si janin.
Ada kalanya sesuatu keinginan yg mau dicapai, di dunia, siang malam minta berdoa kpd Allah juga ikhtiar tetap dilakuakan juga dengan ibadah2 lain, Insya allah semua karena Allah bukan karena sesuatu tadi, tiba-tiba disuatu saat kok hati kecil ini meronta "ah sudah lah..capek, toh smua kehendak allah, Jikalau Allah berkenan pasti terkabul" apakah saya salah dan dosa ustadz fikiran saya itu seperti suatu titik kejenuhan dalam berdoa meminta sesuatu.

Jawab...
Nah itu dia, perkuat husnudzon kpd Allah, karena Allah bilang dalam hadits qudsi "Aku mengikuti prasangka hambaku"
Jika kita husnudzon, insyaallah dimudahkan.
Berapa banyak orang-orang yang mengedepankan husnudzon pada Allah, tetiba diberi keberkahan luar biasa.

Ini yang banyak menimpa oràng, padahal dalam sebuah hadits Rasul bilang kalau Allah tidak akan pernah bosan hingga kamu bosan.
Kita yang biasanya kalah memang.
Padahal salah satu alasan kenapa doa tertunda diijabah krn ternyata Allah suka dengan doa kita, Allah suka rayuan kita, rengekan kita.
Harusnya seneng dong yah kalau Allah sukà.
Tapi manusia sering tidak sabar.

HA 09
3. Tanya : Ustadzah, sebagai hamba اَللّهُ ingin selalu bisa melakukan apapun karena اَللّهُ . Tapi d sisi lain sebagai manusia kita kadang-kadang masih mengharapkan imbalan atas apa yg sudah kita lakukan. Bagaimana untuk menghilangkan ini Ustadzah?.. Syukron..

Jawab :
Ya...karena memang tabiat manusia senang diberi hadiah. Karenanya dalam Al Qur'an Allah mengiming-imingi kita hadiah-hadiah luar biasa jika hambaNya melakukan amalan. Pada banyak ayat, Allah janjikan surga, bidadari, sungai-sungai, aneka rasa, bahkan kesempatan duduk-duduk bersama para Nabi, syuhada dan orang-orang sholih.
Dalam hadits pun demikian, Rasulullah janjikan Allah pasti membalas a, b, c di atas amalan yang kita buat.
Berharap akan imbalan-imbalan tersebut tentu tidak apa buat yang awalan beribadah seperti anak2 dan muallaf, untuk yang sudah lama pun bisa jadi motivasi saat mengendur ibadahnya.
Namun tentu sebaiknya luruskan niat hanya demi meraih ridho Allah.
Jika sdh menjadi sebuah kebiasaan, saya yakin...bayang-bayang iming-iming tersebut akan memudar dgn sendirinya.

4. Tanya : Assalamualaikum Ustadzah bagaimana menghilangkan rasa sedih karena doa kita yg belum dikabulkan oleh Allah? Terimakasih

Jawab : Doa tidak/belum diijabah Allah bisa jadi karena salah satu dari 4 hal berikut : masih ada makanan atau barang haram yang kita konsumsi, Allah tidak ijabah dengan yang kita inginkan tapi diganti hal lain yang lebih baik, Allah ijabah saat di akhirat atau karena memang Allah suka dengan doa-doa kita (selalu ingin mendengar).

Silahkan dianalisa, bagaimana yang mungkin bagian kita.

Jadi gak ada gunanya bersedih, krn janji Allah "berdoalah kepadaku, akan aku jawab utkmu."
Hanya kadang manusia tidak sabar, mudah bosan. Padahal Allah tidak pernah bosan kepada kita, justru kita yang kerap bosan kpd Allah.

5. Tanya : Bagaimana supaya celupan keimanan itu tetap bisa melekat kuat , tidak akan pernah luntur sedikit pun.

Jawab : Kembali kedua tahapan sebelumnya, perkuat cinta pd Allah dan Ridho atas semua risalah yg dibawa Rasulullah dari Allah.
Jika itu berusaha kita paksa dan kita jaga, insyaallah dengan senang hati Allah akan terus memasukkan kita dlm celupanNya.

6. Tanya : Assalamu'alaikum. Ustadzah. Apakah su'udzon dgn org termasuk salah satu dosa ustadzah?

Jawab : Yup...lihat surat Al-Hujurot ayat 12
Krn su'udzon juga merusak hati dan merupakan pintu menuju penyakit hati lainnya.

Baiklah kita tutup dng Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.  

                          ​السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ